
Keesokan harinya, tampak mentari yang hendak memunculkan sinarnya. Saat ini, Jesslyn dan Ye Yin tengah bersiap untuk pergi lebih awal. Karena Jesslyn menganggap tidak ada yang mau mengucapkan salam perpisahan. Kalaupun ada pasti tak ia pedulikan karena semua orang yang berada di sana memiliki hati tak lebih baik dari binatang.
"Ye Yin, tolong kau antarkan aku menuju ruang berduka sekarang. Aku ingin bertemu dengan mendiang ibuku," ucap Jesslyn menoleh ke arah Ye Yin.
"Tentu, Nona, mari ikuti saya," Ye Yin menyahut dengan cepat sambil memandu Jesslyn menuju ruangan duka.
Tidak berlangsung lama, akhirnya mereka sampai diruang berduka. Mereka masuk secara perlahan dengan langkah yang lambat dan mata Jesslyn terlihat tertuju altar yang dihiasi mewah disana. Langsung saja tanpa ia sadari setetes air mata lolos dari manik matanya. Secara perlahan Jesslyn mendekat ke arah altar itu dan terdiam tepat di depan altar wanita cantik yang mirip dengannya namun berbeda. Wanita itu terlihat polos, lembut, anggun, dan rupawan.
"Ye Yin, kau bisa keluar sekarang," ucap jesslyn lirih yang langsung dituruti tanpa pikir panjang oleh Jesslyn.
"Baik, Nona, Aku akan menunggu diluar sampai urusan Nona, selesai," balas Ye Yin mengerti perasaan Jesslyn yang tengah dalam suasana berduka.
Setelah mengucapkan itu, Ye Yin pergi meninggalkan Jesslyn sendirian di depan altar ibunya. Setelah terdiam dalam waktu cukup lama, Jesslyn akhirnya berbicara.
"Hai, senang bertemu denganmu. Perkenalkan, Aku adalah Jesslyn Albertson seorang gadis keturunan China-America. Roh yang menempati tubuh anakmu saat ini. Banyak hal telah terjadi sejak anakmu menugaskanku menggantikannya hidup di dunia ini," Jesslyn memperkenalkan dirinya sambil menatap sendu ke arah altar bernama Yuelan Zhouyang
"Kenapa? padahal, Aku bukanlah jesslyn yang sebenarnya. Tapi, ada apa dengan perasaan hangat ini. Perasaanku seolah tenang ketika memandangmu," pikir Jesslyn di benaknya sambil tersenyum kecut.
"Perasaan ini tak asing bagiku. Ya, kapan lagi selain hari itu, Kali terakhir aku berjumpa dengannya di umurku yang masih belia," ucap Jesslyn sambil mengenang masa-masa indahnya sewaktu kecil.
"Ya, mungkin karena sekarang jiwa Jesslyn dan aku telah menjadi satu. Sehingga aku bisa merasakan emosi dan perasaannya," pikir Jesslyn di benaknya.
"Yuelan Zhouyang, jangan khawatir perihal putrimu, Aku akan menjaga tubuh putrimu ini dengan baik, seperti menjaga diriku sendiri. Jadi, kau beristirahatlah dengan tenang bersama putrimu di sana. Masalah di sini akan kuselesaikan dengan baik. Dendam dan penyesalan kalian akan ku bawa bersamaku," ucap Jesslyn sambil memandangi altar itu dengan penuh keyakinan.
"Ah, Aku menangis, ini memalukan," ucap Jesslyn sambil mengelap air matanya dengan menggunakan sapu tangannya.
Setelah mengucapkan semua yang di inginkannya, Jesslyn berpamitan terlebih dahulu, sebelum pergi dari ruangan duka itu. Usai itu, Jesslyn perlahan keluar dari ruang duka dengan sorotan mata tajam.
"Nona, kau sudah selesai berduka?" ucap Ye Yin.
"Ya, begitulah. Sekarang, ikut aku ke aula utama jendral. Ada yang ingin kuumumkan sebelum kita pergi dari sini," sahut Jesslyn datar.
"Tapi, bukankah kita harus pergi sekarang?" ucap Ye Yin lagi.
"Kita memang akan pergi. Tapi, sebelum itu aku mengumumkan sesuatu di aula utama, kau mengerti?" sahut Jesslyn lagi.
"Baik Nona, Aku mengerti. Tapi, Nona, ingin mengumumkan apa begitu mendadak?" ucap Ye Yin penasaran.
"Kau akan tahu nanti," sahut Jesslyn menyeringai kejam di benaknya.
Aula Utama Kediaman Jendral
Perlahan jesslyn masuk ke aula dengan diikuti Ye Yin, membuat semua orang yang ada disana mengkeriyit melihat kearah orang yang tengah masuk itu, tanpa meminta ijin terlebih dahulu kepada Jendral Hang.
"Perhatian semuanya, kedatanganku sekarang ini ingin mengumumkan sesuatu yang penting," ucap Jesslyn datar dengan nada pelan. Namun, tegas. Hal itu sukses membuat heboh semua orang yang ada di sana. Dalam sekali hentakkan Jesslyn menjadi pusat perhatian di aula. Karena ulahnya sebelumnya membuat semua menatap penasaran ke arah Jesslyn.
"Tunggu! siapa kau lancang masuk p aula utama Jendral, tanpa meminta ijin terlebih dulu!" bentak salah satu orang yang ada disana.
"Bukan kah ini, Nona, pertama yang kabarnya tidak berguna itu?"
"Apa yang dia lakukan di sini,"
"Kabarnya ia bunuh diri karena pertunangannya dibatalkan. Apa itu benar?"
Terjadilah perdebatan antar orang mengenai dirinya. Tapi, tak ia pedulikan karena ia niatnya hanya ingin mengumumkan tentang ia yang ingin memutuskan hubungan dengan keluarga jendral, dan segera angkat kaki dari tempat itu.
"Apa yang kau lakukan disini, keluar! jangan menggangguku!" ucap Jendeal Hang memerintah membuat Jesslyn tersenyum licik dibenaknya.
"Ini mulai seru," pikir Jesslyn di benaknya.
"Jadi, seperti ini sikap seorang jendral kepada putri sahnya sendiri? menabjubkan," sindir Jesslyn sambil melirik malas ke arah Jendral Hang.
"Kau!? dimana sopan santunmu!" ucap Istri Kedua Jendral Ming Ruyue.
"Apa kau bilang? beraninya kau menganggapku sama dengan orang sepertimu. ****** kotor yang merayu suami saudarinya sendiri," sahut Jesslyn memberi sindira telak sambil melirik sinis ke arah semua orang yang sukses memecah pikiran semua orang disana," Mendengar hal itu, Ming Ruyue menundukkan kepala malu.
"Jesslyn! Kau keterlaluan!" sahut Jendral Hang.
"Kenapa apa ada yang salah dengan ucapanku? bukankah itu benar, si jal*ng itu menggodamu untuk mengkhianati ibu, dan kau justru tergoda!! Ck!! sungguh pasangan serasi yang menjijikan," ucap Jesslyn menatap jijik kearah mereka.
"Kau! dasar kurang ajar! sepertinya aku kurang mendisiplinkanmu! ucap Jendral Hang.
"Sayang, jangan marah. Ia masih kecil jadi berbicara sembarang, tolong jangan hukum dia," sahut Ming Ruyue memanas-manasi.
"Jal*ng kurang ajar, berani sekali menghinaku. Mati kau kali ini," pikir Ming Ruyue melirik sinis.
"Tidak, Aku harus memberinya hukuman, penjaga!! bawa dia keluar, dan beri 50 cambukan!" perintah Jendral Hang yang langsung dilaksanakan oleh penjaga, dan Ming Ruyue diam-diam menampakkan senyuman liciknya ke arah Jesslyn.
"Berani kau melakukan ini padaku? baiklah aku tidak akan segan-segan sekarang," ucap Jesslyn datar sambil mengeluarkan pisau angin ke arah dua penjaga yang hendak menyerangnya. Alhasil kepala kedua penjaga itu terlepas tadi badannya, dan mati seketika tanpa menyadari apa yang meregut nyawa mereka.
Sontak saja itu membuat semua orang terkejut dan menatap ngeri kearah Jesslyn yang tengah tersenyum sambil menampilkan ekspresi bengisnya. Tidak hanya itu, Jesslyn juga mempersulit mereka dengan mengeluarkan aura pembunuh seperemat dari aslinya, membuat mereka semua jatuh bertekuk lutut.
"Langsung saja, alasan kedatanganku hari ini adalah untuk memutuskan ikatan darah keluarga ini. Jadi, mulai sekarang kalian sudah bukan keluargaku lagi," Jesslyn melontarkan perkatan demi perkataan dengan santai. Membuat semua orang termasuk Jendral Hang dan Ming Ruyue terkejut, dan bertanya-tanya kenapa ia memutuskan ikatan darahnya dengan keluarganya. Walau ada beberapa yang senang termasuk Ming Ruyue. Tapi, segera mereka menyembunyikan ekspresinya. Karena aura pembunuh milik jesslyn semakin kuat membuat mereka menahan nafas, dan tidak berani menatapnya tidak terkecuali Jendral Hang dan Ming Ruyue. Bahkan sudah ada beberapa yang pingsan karena tak kuat menahan tekanan dari jesslyn.
"Oh dan terakhir, cam kan ini di benak kalian, Aku sudah bukan diriku yang dulu lagi. Jadi, jika kalian berniat mengusikku, sebaiknya kalian pikirkan lagi," Jesslyn memperingati sambil menampakkan seringai kejamnya. Lalu menambah hawa pembunuhnya meningkat seperdua membuat mereka semakin bergidik dan gemetaran. Mendengar peringatan Jesslyn yang terdengar mengerikan, mereka semua bungkam. Karena perkataan yang di ucapkannya seolah memberi tahu mereka tau jika gadis didepannya ini bisa membunuh mereka kapan saja.
Setelah puas menyiksa mental semua orang, Jesslyn menarik lagi hawa pembunuhnya dan membiarkan mereka bernafas dengan normal seperti biasa. Usai itu, Karena Jesslyn tak mau berada di sana lebih lama, dengan cepat Jesslyn mengajak Ye Yin yang sedari tadi menatap kagum kearahnya, untuk angkat kaki dari tempat itu.
Bersambung~
-----------Author Massage----------
Seperti biasa jangan lupa di---
-LIKE (gratis)
-COMENT(Berikan pendapatmu)
-AND VOTE(harus dong)
Dukung terus karya author oke see you all~