The Devil's Queen

The Devil's Queen
Chapter 37



"Bai, bisa kau beritahu aku apa yang terjadi?" ucap Jesslyn sambil menatap serius ke arah Bai yang terus terdiam.


"Bai, kau dengar aku bukan?" ucap Jesslyn lagi sambil menatap curiga ke arah Bai.


"Ma-Master, I-itu, Fan, d-dia tewas," sahut Bai membuat Jesslyn terkejut sambil menatap tak percaya ke arahnya.


"Maafkan aku, ini semua salahku, Master. Aku tak bisa melindunginya dengan baik. Aku benar-benar tak pantas menjadi seorang kakak," ucap Bai lagi lalu menundukkan kepalanya sambil menggepalkan tangannya erat.


"Bai, tenanglah dulu. Nanti kau ceritakan padaku pelan-pelan. Sekarang bawa aku ke tempat Fan, Aku ingin memeriksanya," ucap Jesslyn sambil menenangkan Bai yanh tengah tersulut emosi dan rasa bersalah.


"Baik, master, mari ikut kami. Aku dan Hua, akan membawamu ke tempatnya," sahut Bai sambil menuntun Jesslyn ke tempat yang di tuju.


Begitu sampai, Jesslyn sekali lagi dikejutkan dengan sebuah rumah kosong berisikan banyak orang di dalamnya yang tengah ribut.


"Ada apa ini?" ucap Jesslyn memecah keributan yang sukses membuat semua pandangan menuju ke arahnya.


"Master! ada seorang master yang datang!!" ucap salah satu orang di dalam ruangan itu.


"Dia pasti di kirim oleh kerajaan untuk menolong kita!!" ucap salah satu orang lagi.


"Benar, hidup kita selamat sekarang!!" ucap salah satu orang diantara kerumunan membenarkan.


Masih banyak lagi selain mereka yang bersikap demikian. Usai itu, semua orang yang ada di sana berbondong berlarian menghampiri Jesslyn. Sementara, Jesslyn yang sedari tadi sedang fokus akan suatu hal menjadi terganggu.


"Hah!? tung-" ucap Jesslyn yang langsung di potong oleh salah satu orang di sana.


"Master!! tolong kami master!" ucap salah satu orang yang tengah mengerumuninya bersama orang-orang lainnnya.


"Kumohon selamatkan, Aku, master!!" ucap salah satu orang lainnya. Sama halnya seperti tadi, semuanya mengerumuni Jesslyn sambil berbondong-bodong minta diselamatkan.


"Tunggu sebentar!!" bentak Jesslyn yang sedari tadi kesal karena tak di beri napas untuk berbicara.


Mendengar Jesslyn yang kesal, mereka tambah menjadi tak sabar. Sampai ada salah satu orang yang memaksa Jesslyn untuk membawanya pergi dari sana. Tentu saja hal itu memancing keributan semua orang di sana. Banyak yang merasa tak adil, lalu keributan semakin menjadi. Mereka semakin mendesak Jesslyn. Melihat itu, Bai dan Hua yang merasa tak nyaman dan mencemaskan masternya, mulai mengambil tindakan.


"Kalian, jangan mendesak masterku!!" ucap Bai kesal sambil menerobos masuk ke dalam perkumpulan. Karena tindakkannya yang ceroboh itu, Bai mendapat perlakuan kasar dan saat itu juga Jesslyn naik pitam.


"Berisik, kau bocah!! pergi dari sini!!" ucap seorang pria sambil mendorong Bai dengan kasar hingga jatuh di tanah. Hal itu sukses membuat Jesslyn naik pitam dan secara tidak sengaja melempar pria itu menggunakan kekuatan anginnya hingga terpental luar ruangan. Melihat raut wajah Jesslyn yang berubah menjadi datar dan dingin, semua orang yang ada di sana bungkam seketika.


"Apa yang kau lakukan? kau berani menyakitinya?" ucap Jesslyn datar sambil berjalan menghampiri dan menatap dingin ke arah pria itu. Membuat pria itu gemetaran ketakutan dan tak berani bergerak sedikitpun.


"Hentikan itu, master. Aku tak apa-apa, hanya lecet sedikit," ucap Bai yang datang dengan di papah oleh Hua. Membuat Jesslyn marah sekaligus merasa bersalah telah melibatkan Bai.


"Baiklah, Aku mengerti. Lalu, sepertinya kalian salah paham. Aku, tak pernah bilang kalau, Aku, datang kemari dikirim oleh kerajaan. Jadi, Aku pertegaskan sekali lagi, Aku datang kemari bukan untuk kalian, cam kan itu." ucap Jesslyn dingin.


"Fan, Aku merasakan roh kehadiranmu disini. Beristirahatlah dengan tenang. Maaf, Aku tak bisa menemuimu di detik-detik kematianmu. Urusanku di sini telah selesai, sampai jumpa," ucap Jesslyn di benaknya menggunakan bahasa roh yang tak terdengar oleh orang-orang, terkecuali roh orang yang telah tiada.


"Bai, Hua, ayo pergi," ucap Jesslyn lagi sambil mengajak Bai dan Hua pergi dari sana.


"Ya, master," sahut keduanya dengan turut.


5 menit kemudian.....


"Master, bagaimana dengan Fan?" ucap Hua bertanya dengan di anggukki oleh Bai.


"Ya, seperti yang kalian katakan, saat sedang berada di sana sebelumnya, Aku merasakan banyak aura kehidupan yang menghilang. Salah satunya milik Fan," ucap Jesslyn tersenyum miris begitu pun dengan Bai dan Hua yang juga sedih.


"Kalian harus kuat, kehilangan sesuatu yang berharga itu wajar dan kalian harus terbiasa dengan perasaan itu. Apalagi nantinya jalan yang akan kalian tempuh denganku, akan sangat banyak masalah dan pertumpahan darah yang terjadi di masa depan," ucap Jesslyn lagi sambil melihat ke arah langit seolah merindukan seseorang.


"Ya, master, kami mengerti," sahut Bai dan Hua bersamaan membuat Jesslyn tersenyum hangat ke arah mereka.


"Baiklah, kita sudahi sesi sedihnya, sekarang ayo! Aku, akan membawa kalian jalan-jalan di alun-alun kota!!" ucap Jesslyn lagi dengan di balas anggukkan riang oleh Bai dan Hua.


Bersambung~


-----------Author Massage----------


Seperti biasa jangan lupa di---


-LIKE(gratis)


-COMENT(Berikan pendapatmu)


-AND VOTE(harus dong)


Dukung terus karya author oke see you all~