The Devil's Queen

The Devil's Queen
Chapter 40



"Jesslyn, Aku, kembali," ucap Leon sambil melangkah masuk memasuki ruangan.


"Kau datang di waktu yang pas, Leon. Coba kau lihat bagaimana menurutmu?" ucap Jesslyn sambil menoleh ke arah Leon.


"Ada ap-" Leon menyahut sambil menoleh ke arah Jesslyn. Namun, ucapannya terhenti begitu melihat penampilan seorang gadis bak dewi di hadapannya saat ini.


"Cantik," ucap Leon pelan secara tak sadar sambil terus memandangi Jesslyn dalam diam.


"E-Eh? A-Apa?" Jesslyn menyahut dengan terbata-bata dan wajah yang memerah. Sontak saja itu membuat Leon tersadar dan segera memalingkan wajahnya.


"Sial, tanpa sadar, Aku," pikir Leon di benaknya sambil menutup wajahnya yang juga memerah menggunakan kerah lengan pakaiannya.


Sebelum itu, 10 menit sebelumnya.....


Jesslyn memulainya dengan semacam cream wajah yang ia buat sewaktu luang dari bahan tertentu dan mengaplikaskkannya secara rata di wajahnya. Lalu melampisnya dengan sedikit olesan bedak tipis. Kemudian, Jesslyn menggunakan sedikit pemerah pipi di sekitar area pipi dan bawah matanya juga di kening dan dagunya secara tipis sehingga wajahnya terlihat manis. Setelahnya, Jesslyn menggunakan semacam pemerah bibir yang ia campurkan sedikit dengan air sehingga bibirnya terlihat natural dan tidak menor. Juga tak lupa Jesslyn merapikan bulu mata dan alisnya sedemikian keinginannya.


Usai itu, Jesslyn melirik kotak kayu dengan ukiran sederhana. Namun, itu terlihat sangat familiar bagi Jesslyn. Dengan segera Jesslyn meraih kotak itu dan membukanya. Begitu di buka, Jesslyn mendapati perhiasan dan pakaian mewah yang sangat cantik. Lalu, Jesslyn meraih pakaian mewah dengan ukiran cantik berwarna merah itu dan mengenakannya. Jesslyn merasa sangat nyaman dengan pakaian itu dan bau familar yang membuatnya merasa tenang.


Setelah itu, Jesslyn meraih beberapa perhiasan kuno yang indah dari kotak berukiran sederhana itu dan menggunakan semuanya satu per satu. Mulai dari anting-anting, kalung, gelang, sampai perhiasan kepalanya. Usai mengenakan semuanya, Jesslyn melihat ke arah cermin dan memandangi wajahnya cukup lama.


"Kau sangat cantik, Jesslyn. Aku, seolah melihat gambaran diriku di Kehidupan sebelumnya dengan gaya yang berbeda," ucap Jesslyn memandangi pantulan dirinya pada cermin dengan senyuman puas. Sebelum akhirnya, Leon datang dan terdiam dengan mata terarah pada Jesslyn.


"Ti-Tidak! bukan apa-apa, lupakan itu," ucap Leon cepat sekilas menyadari lalu berpaling dan melangkah pergi sambil terus menutup wajahnya.


"Haha, harimau tua, kau pasti terpesona bukan?" sahut Jesslyn sambil bergerak lalu menghadang Leon tepat di hadapannya.


"A-Apa? tidak mungkin, jangan menghayal," ucap Leon sambil bergerak mengambil celah untuk pergi.


"Benarkah? lalu kenapa kau terus menutup wajahmu seperti itu? bukankah kau sedang malu?" sahut Jesslyn sambil menampil kan senyumannya.


"Kau berpikir berlebihan," ucap Leon sambil menyingkirkan tangannya dari wajahnya. Lalu memandang Jesslyn yang juga memandangnya dengan senyuman yang terlihat sangat mempesona di mata Leon.


"Kau," Leon ingin mengucapkan sesuatu. Tapi, terhenti begitu mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah mereka.


"Aku, pergi. Sampai ketemu di sana," Leon berbisik pelan sebelum akhirnya menghilang dari tempat itu.


"Ap-" sahut Jesslyn yang juga terhenti begitu mendengar suara ketukan dari luar.


"Nona, Jesslyn? kami boleh masuk?," ucap seorang pelan dari balik pintu ruangannya.


"Ya, masuklah," sahut Jesslyn cepat.


"Baik, Nona, permisi," ucap seorang pelayan sambil membuka pintu dan perlahan masuk bersama dua pelayan lainnya. Lalu, menunduk dengan sopan.


"Ada apa?" ucap Jesslyn sambil meletakkan kembali kotak perhiasan dan berjalan menghampiri ketiga pelayan itu.


"Selamat malam, Nona. Kami diutus tuan untuk membantu Nona, bersiap," sahut salah satu pelayan diiringi anggukkan oleh dua lainnya.


"Tidak perlu, Aku, telah selesai bersiap. Angkat wajah kalian dan kita bisa pergi sekarang," ucap Jesslyn dengan dituruti oleh ketiganya.


"Ayo pergi," ucap Jesslyn berjalan melewati dengan di susul oleh ketiganya.


"Nona, kita tidak perlu ke aula. Tuan telah menunggu di luar," ucap salah satu pelayan diantara ketiganya.


"Benarkah? sebaiknya kita bergegas ke sana," sahut Jesslyn mempercepat langkahnya dengan diikuti ketiga pelayan itu.


Di luar kediaman panglima perang Guan.


"Kakek!!" ucap Jesslyn sambil berjalan menghampiri panglima perang Guan. Membuat panglima perang Guan dan para pelayannya menatap kagum dan terkesima atas penampilan Jesslyn.


"Cucuku, dari mana kau menemukan perhiasan itu?" ucap panglima perang Guan.


"Aku, menemukannya di bawah tempat tidurku sewaktu berada di sana. Aku pikir ini milikku. Jadi, Aku membawanya bersamaku," sahut Jesslyn.


"Itu memang milikmu, kau terlihat cantik menggunakannya. Mirip dengan mendiang ibumu," ucap panglima perang Guan sambil mengelus pelan kepala Jesslyn.


"Terimah kasih, kek! kakek juga masih terlihat tampan," Jesslyn menyahut sambil menampilkan deretan gigi putihnya.


"Anak nakal, kau mengejek kakekmu ini ya?" ucap panglima perang Guan sambil menjepit hidung Jesslyn menggunakan jarinya.


"Ugh, kakek!" sahut Jesslyn sambil memayunkan bibirnya.


"Haha, kakek bercanda. Ayo pergi sekarang," ucap panglima perang Guan sambil mengajak Jesslyn masuk ke dalam kereta.


"Baik, kek," sahut Jesslyn menyusul panglima perang Guan memasuki kereta.


Karena jarak antara kediaman panglima perang dan istana tidak terlalu jauh, tidak memakan waktu lama mereka sampai di gerbang istana.


"Ayo ke mari, cucuku," ucap panglima perang Guan sambil memandu Jesslyn turun dari kereta. Jesslyn mengangguk sambil perlahan turun dari kerena dengan di bantu oleh panglima perang Guan. Setelah panglima perang Guan menunjukkan token emasnya kepada penjaga, mereka di sambut dengan hormat dan sopan. Lalu mereka di pandu menuju aula istana.


Sesampainya di depan aula istana.


"Kau siap? cucuku?" ucap panglima perang Guan sambil menggandeng lengan Jesslyn.


"Aku, siap kek. Ayo masuk," sahut Jesslyn dengan di anggukki oleh panglima perang Guan.


Bersambung~


-----------Author Massage----------


Seperti biasa jangan lupa di---


-LIKE(gratis)


-COMENT(Berikan pendapatmu)


-AND VOTE(harus dong)


Dukung terus karya author oke see you all~