The Devil's Queen

The Devil's Queen
Chapter 26 - Ingatan Aneh



Malam telah berlalu, waktu sekarang menunjukkan pukul 7 pagi.


Situasi leon...


Leon yang saat ini tertidur dengan wujud manusianya pada salah satu pohon di suatu tempat, Kota Peiyang. Terlihat sedang gelisah, keringat dingin yang bercucuran, dengan ekspresi seolah sedang bermimpi buruk. Tiba-tiba terbangun sambil bergumam,


"Lord Rong" gumamnya lirih.


Di mimpinya sendiri terlihat sosok misterius dengan tampang menyeramkan, sedang membantai ribuan bangsa manusia dengan sadis dan memandang dingin lautan darah penuh mayat itu seolah sedang menikmati. Detik berikut nya, mimpinya menampilkan sosok misterius yang sedang duduk disebuah singasana, dan ribuan makhluk menyeramkan menyerupai manusia sedang bertekuk lulut padanya.


Detik berikutnya lagi, menampilkan sosok misterius yang tengah dikepung orang-orang dari bangsa manusia maupun iblis bersama seekor harimau di sampingnya, begitu penyerangan dimulai, lautan darah membanjiri mereka saat itu juga sosok misterius itu demi melindungi bangsanya telah tewas karena mengorbankan diri, membuat bangsa iblis murka dan menyerang bangsa manusia secara membabi buta. Namun, detik itu juga bangsa iblis mengalami kekalahan dan hanya tersisa harimau yang melarikan diri bersama mayat sosok misterius itu. Tepat pada detik ini leon terbangun dari mimpi panjangnya.


"Arghh hhah hoshh hosh ke-kepalaku sakit sekali" ucap leon meringis kesakitan.


Berselang beberapa menit kondisinya telah kembali seperti sedia kala.


"Apa yang sebenarnya terjadi, mimpi yang terlalu nyata untuk dikatakan sekedar mimpi, dan harimau itu terlihat sepertiku tapi sangat berbeda dengan diriku.." pikir leon sambil memijit kepalanya yang pusing akan mimpi aneh yang menimpanya.


"Begitu jelas dan sangat tepat kalau dikatakan sebuah ingatan milik seseorang. Tapi kenapa ada padaku, aku ingat betul sedang memandangi kota dan setelah itu kepalaku terasa sangat sakit dan menjadi tak sadarkan diri" ucap leon mengkeriyitkan kening.


"Lord rong, siapa sebenarnya pria itu, ingatan ini menunjukkan seolah berpaku pada pria itu." gumam leon.


"Aku akan menyelidiki ini nanti, sekarang aku harus segera kembali gadis itu pasti mencariku." ucap leon yang segera bangkit, merenggangkan otot-ototnya sebentar dan menggunakan tekniknya seperti biasa sampai dalam sekejap di halaman ruangan milik jesslyn. Teknik ini sendiri tak disadari leon ataupun jesslyn kalau ini merupakan salah satu teknik peninggalan raja iblis.


Sementara itu jesslyn...


"Harimau tua itu, kenapa dia membuatku cemas seperti ini, dan kenapa aku harus cemas padanya!!" pikir jesslyn sambil berjalan mondar-mandir di pintu masuk ruangannya.


"Argh kenapa aku terus memikirkannya, sialan aku tak suka ini" pikir jesslyn sambil menggigit ujung jarinya.


Tak lama kemudian dia di kejutkan oleh leon yang secara tiba-tiba berada di belakangnya.


"Jesslyn apa kau menungguku?" bisik leon pelan dengan sengaja ingin menggoda jesslyn. Jesslyn yang mendengar itu merasa geli di sekitar leher belakangnya segera menghindar dan melirik sinis sosok di hadapannya yang telah ia cemaskan dari tadi.


"Harimau tua!! dari mana saja kau dasar bodoh!! kau pasti memanfaatkan wujudmu untuk mencari kesenangan diluar sana kan!!" bentak jesslyn kepada leon dengan kesal.


"Hei kau berpikir terlalu berlebihan!! aku tak seperti itu!! aku punya alasan!" balas leon ikut kesal.


"Ck!! kalau megitu jelaskan padaku!!" tanya jesslyn tak kalah kesal.


"A-aku..." ucap leon yang kebingungan akan mejelaskan seperti apa, tak mungkin ia menjelaskan bahwa ia pingsan semalam, dan hanya memalingkan wajahnya.


"Mengakulah!! semalam berapa kau bayar jal*ng-jal*ng itu dengan uang yang kuberikan padamu?" bentak jesslyn dengan sedikit kesal di benaknya.


"Hei!! sudah ku katakan!! aku tak mungkin melakukan itu!!" balas leon menahan emosi.


"Ck!! keras kepala!! harimau tua sadar diri kau adalah spirit beastku!! dima-" ucap jesslyn yang langsung tertahan karena leon kehabisan kesabaran langsung menarik pinggangnya dan membungkam bibir manis itu. Sementara jesslyn yang terkejut segera melepaskannya namun, tubuhnya seolah tak mau lepas dan menginginkan itu lebih menbuatnya hanya bisa pasrah. Leon yang menyadari akan perbuatannya segera melepaskannya dan hampir mendapat tendangan di area sensitifnya, beruntung ia berubah tepat waktu.


Jesslyn yang kesal ingin menghabisi leon karena telah berani mencuri ciuman pertamanya mengurungkan niatnya. Ketika menyadari kehadiran sosok pria paruh baya yang dikenalnya datang begitupun leon segera bersembunyi dan tak lupa menyembunyikan hawa keberadaannya.


"Cucuku~" panggil panglima perang Guan.


"Ya kek aku disini!!" sahut jesslyn cepat sambil berlari menghampiri walaupun sempat melirik sinis leon.


"Cucuku kemarilah" ucap panglima perang Guan yang langsung saja jesslyn memeluknya.


"Pagi kek!!" ucap jesslyn bersikap selayaknya gadis seumurannya.


"Pagi cucuku, apa kau punya waktu luang?" tanya panglima perang Guan.


"Kenapa kakek menanyakan ini? apa ada masalah?" tanya sahut jesslyn sambil bertanya.


"Tidak ada cucuku, aku hanya ingin menintamu menematiku pergi ke alun kota, ku pikir kau mau jalan-jalan bersama kakek?" ucap panglima perang Guan.


"Tentu saja kek ayo!!" balas jesslyn.


"Terimah kasih cucuku, kalau megitu kita pergi sekarang" ucap panglima perang Guan sambil memita pelayan untuk mengurus semua keperluan dan mengajak jesslyn meninggalkan ruangannya. Jesslyn yang masih kesal akan sikap leon kepadanya geram dibenaknya namun sedikit merasakan perasaan ganjil dihatinya.


Bersambung~


----------Author Massage-----------


Seperti biasa jangan lupa di---


-LIKE(gratis)


-COMENT(Berikan pendapatmu)


-VOTE(harus dong)


Dukung terus karya author oke see you all~