The Devil's Queen

The Devil's Queen
Chapter 14 - Pertemuan Dengan Si Harimau



"YE YIN!!!!".


Saat ini Jesslyn terdiam dengan ye yin yang sudah tiada berbaring didekapannya.


"Ja-jangan bercanda denganku. Orang kusayangi mengkhianatiku, dan sekarang orang yang setia padaku yang berbagi kesusahan, dan kebahagiaan denganku telah pergi".


"Apa maksudnya ini?" perkataan demi perkataan jesslyn lontarkan.


"HEI AKU BERTANYA PADAMU TUHAN JAWAB AKU!!" Teriak jesslyn sambil menatap dingin kearah langit dengan air mata yang mengalir semakin deras.


Lalu guntur yang mulai kembali bersuara, dan kilat yang kembali beraksi disertai hujan yang tadinya mulai berhenti kembali deras. Dengan suasana seperti itu terdengar tangisan, dan teriakan hampa seseorang yang sedang melepas amarah, dan kesedihannya ditemani suara hujan deras, guntur, serta kilat yang juga seolah mengekspresikan amarah dan kesedihannya.


12 jam telah berlalu, mentari mulai tenggelam, jesslyn yang sedari tadi melepas semua emosi yang ada dibenaknya. Mulai bangkit, dan menggendong jasad ye yin sambil berjalan menuju sungai, dan begitu sampai jesslyn mendapati perahu. Aliran sungai yang mengalir menuju lautan luas.


Lalu jesslyn meletakkan jasad ye yin diperahu itu, ia pergi memetik, dan meletakkan bunga berwarna putih diperahu ye yin. Juga jesslyn mengambil tusuk perhiasan kepalanya. Lalu, menaruhnya dalam genggaman jasad ye yin. Sampai kemudian ia mendorong perahu itu, sambil terus mengamati sendu ke arah perahu yang mulai terjun ke lautan luas. Sampai perahu itu mulai tak terlihat lagi, ia tersenyum lembut sambil berkata,


"Sampai jumpa ye yin walau aku bukanlah jesslyn yang sebenarnya dan waktu yang kita lalui singkat tapi terimah kasih sudah hadir disisiku sampai akhir beristirahatlah dalam tenang dan selamat tinggal" ucap jesslyn sambil tersenyum sendu.


Setelah jesslyn meratapi kepergian ye yin dengan hormat. Ia meninggalkan sungai itu, dan kembali menuju tempat sebelumnya. Walau berat tapi jesslyn tetap teguh pada pendiriannya masuk kedalam Hutan Keramat, dan setelah berjalan dengan langkah perlahan ia kembali ke tempatnya tadi dan memerhatikan sekeliling.


"Aneh aku tahu kalau ini bukanlah hutan kematian yang sebenarnya, karena sedari tadi aku merasakan aura gaib disekitar sini. Apa ini ada hubungannya dengan siluman sialan itu" ucap jesslyn sambil waspada memerhatikan sekeliling.


Lalu muncul cahaya putih dihadapan jesslyn, dan jesslyn yang melihat itu menjadi penasaran perlahan mendekat kearah cahaya itu. Namun, begitu jesslyn mendekat cahaya itu bergerak pergi seolah-olah ingin menyampaikan sesuatu. Jesslyn yang merasa tertarik mulai mengikuti arah cahaya itu hendak pergi, dan cahaya itu berhenti tepat ditempat Siluman Ular tadi lenyap dan terlihat sebuah batu berwarna merah auranya begitu misterius mengkilat. Jesslyn yang melihat itu segera mengambil batu misterius itu, dan berbalik melihat cahaya putih yang sudah menghilang.


"Apakah cahaya putih itu menuntunku kemari untuk batu ini" ucap jesslyn bingung


Tak lama setalah itu perlahan muncul sebuah gerbang dimensi yang bersinar terang tepat dihadapan jesslyn.


"Sudah kuduga aku merasakan aura gaib disekitar sini, tapi tak kunjung menemukan pintu masuk ke Hutan Keramat yang sebenarnya. Aku beruntung menemukan batu ini dan cahaya putih tadi, " ucap jesslyn sambil menyimpan batu itu kedalam sakunya, dan sempat melihat kearah belakang dan perlahan mulai masuk ke dalam pintu masuk menuju Hutan Keramat itu.


/Sringg


/Sringg


Jesslyn yang perlahan memasuki Hutan Keramat terkagum melihat keadaan didalam hutan, yang terlihat banyak siluman, dan monster serta spirit beast dari tingkat rendah hingga menengah.


"Seperti dugaanku tempat ini bukanlah tempat yang bisa didatangi sembarangan orang. Sekarang puzzlenya telah lengkap, dan rumor yang beredar tentang hutan ini juga tidak sepenuhnya salah. Karena sepertinya Siluman Ular yang barusan kulenyapkan adalah penjaga pintu masuk ke Hutan Keramat ini, dan aku bisa merasakan aura mencekam hanya dari udara disini." ucap jesslyn sambil menyembunyikan aura dan bersembunyi di pohon sambil mengintai sekitar.


/krasak


/krusuk


Tak lama kemudian muncul sosok Harimau putih yang terluka, dan kawanan serigala yang sedang mengepung harimau.


"auuu grrr grrr" auman serigala.


Lalu kawanan serigala menyerang harimau sampai menyudutkannya. Namun, harimau tak mau kalah mengaum, dan membalas serangan dengan cakarnya. Tetapi, karena harimau sedang terluka, dan tidak bisa melancarkan serangannya dengan benar. Sampai akhirnya harimau kelelahan, dan terpojok dengan kawanan serigala yang ingin menyerbunya.


Jesslyn yang sedari tadi menonton dari balik pohon mau tak mau melepas auranya, dan terjun tepat ditengah harimau, dan kawanan serigala. Begitu terjun jesslyn langsung melambaikan tangannya, dan menggenggam pedang anginnya. Jesslyn berlari menuju kawanan harimau, dan melancarkan serangan dengan menebas, menusuk jantung dan memenggal kepala mereka. Aksinya kepada kawanan seringa terbilang mengerikan mirip seperti pembantaian, dan satu ke satu para kawanan serigala jatuh. Sampai akhirnya semua kawanan serigala itu mati, dan berbalik berjalan ke arah harimau yang sedang terluka itu.


"Groarrr" auman harimau ke arah ye yin. Namun, berbeda dengan auman ancaman yang tadi ditunjukkan ke kawanan serigala.


"Kemarilah aku akan mengobatimu" ucap jesslyn.


"Apa yang ingin dilakukan manusia ini" pikir harimau dibenaknya.


Harimau itu menurut, dan dengan segera mendekat ke arah jesslyn. Lalu berbaring tepat disamping jesslyn. Kemudian jesslyn mengeluarkan sisa ramuan yang ia gunakan untuk mengobati dirinya dulu. dan meminumkannya ke harimau itu, tak lama kemudian ramuannya mulai beraksi harimau itu merasakan sakit disekujur tubuhnya. Tapi tak berlangsung lama sampai harimau itu pulih segera bangkit, dan menunduk ke hadapan jesslyn.


Jesslyn yang melihat itu seolah memahaminya berkata.


"Kau spirit beast bukan?" ucap jesslyn memandang harimau yang tengah tertunduk


"groarrr" auman harimau itu.


"Dan maksud dari perlakuanmu ini kau bersedia menjadi spirit beastku?" ucap jesslyn lagi


"groarrr" auman harimau itu.


"Aku baru saja bangkit dari ujung tanduk, memanfaatkan manusia ini sebuah ide bagus" pikir harimau dibenaknya.


"baiklah" ucap jesslyn.


"Tidak buruk jika memiliki spirit beast, tapi kenapa ku rasa dia agak misterius, apa yang dia sembunyikan." pikir jesslyn terdiam sejenak, dan langsung membuang semua kecurigaannya.


Jesslyn menggores telapak tangannya menggunakan pedang anginnya, dan meletakkan tangannya yang barusan ia gores ke kepala harimau itu dan berkata,


"Dengarkan perintahku, patuh padaku, suka duka kita jalani bersama kontrak beast!" ucap jesslyn.


Lalu terlihat sebuah lingkaran merah dengan cahaya berbentuk bintang mengelilingi jesslyn dan harimau. Cahaya bersinar terang menghempaskan diri ke arah tangan jesslyn, kepala harimau itu, dan lingkaran merah yang mengelilingi mereka perlahan menghilang. Sukses, tanda kalau kontrak telah selesai dengan bukti logo bintang merah di tangan jesslyn dan di kepala harimau itu.


Bersambung~


--------Author Massage2----------


Seperti biasa jangan lupa di like, coment, dan support!!^^ eh votenya jangan dilupa ya!! biar makin semangat upnya~^^ by the way kalau upnya lama maklum ya msi review oke see you~