
Kediaman Panglima Perang Guan Zhouyang
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Sementara Jesslyn dan panglima perang Guan yang masih terlihat asik bercerita sambil bersenda gurau. Keduanya tampak bahagia sampai akhirnya pelayan yang tadi datang, dan meminta mereka untuk segera ke ruang makan karena sudah waktunya makan malam.
Lalu Jesslyn, dan panglima perang Guan mengakhiri obrolan. Mereka yang lupa akan langit sudah gelap, perut yang sudah keroncongan sedari tadi dan mereka tertawa sejenak menyadari kalau mrreka keasyikan mengobrol sampai lupa akan mengisi perut mereka. Lalu segera bergegas menuju ruang makan dengan dipandu oleh pelayan tadi.
Sesampainya di ruang makan, Jesslyn dipersilahkan duduk di kursi meja makan yang nampak mewah. ia dengan perasaan kagum dan astusias memerhatikan sekeliling dan mengamati seluruh ruangan itu.
Meskipun Jesslyn dulunya termasuk salah satu orang terkaya di dunia, tapi dia tetap kagum dengan istana kuno dengan dinding krstal dihiasi emas ini. Agak sedikit berbeda dengan beberapa vila di jamannya. Menurutnya, ini termasuk langka. Bahkan ia belum tentu bisa mempunyai rumah seperti istana kuno yang unik ini.
"memang tidak salah jika orang akan mengira ini istana. Bisa dilihat dari desainnya yang unik" Jesslyn bergumam pelan sambil memerhatikan sekeliling ruangan.
"Nona?" panggil Ye Yin pelan membuat Jesslyn tersadarkan.
"Ekhem" Jesslyn berbatuk pelan dengan muka memerah sesaat dan kembali datar.
"apa yang kulakukan! Aku seperti orang kampungan saja!!" pikir Jesslyn dengan segera membenarkan posisinya menjadi anggun.
Lalu mereka kembali berbincang sambil menunggu makan malam.
"Haha, cucuku, bagaimana menurutmu dengan tempat ini?" ucap panglima perang Guan.
"Hm, ya, begitulah tempat ini terlihat nyaman," sahut Jesslyn sambil mencium aroma teh hijau.
"Lumayan," pikir Jesslyn sambil meneguk teh hijau.
"Baguslah, kakek senang jika kau menyukai tempat ini. Semoga kau bisa nyaman di sini. Lupakan tentang rumah lamamu, anggaplah tempat ini seperti umahmu sendiri," ucap panglima perang Guan.
"Ya, kek, terimah kasih sudah peduli padaku dan soal pertengkaran yang lalu, Aku benar-benar minta maaf atas sikapku. Saat itu, Aku benar-benar sedang tidak berpikir jernih. Sehingga sangat kasar kepada kakek. Padahal, kakek sangat peduli padaku, maafkan aku kek," sahut Jesslyn sambil menundukkan wajahnya.
"Sudahlah, cucuku, yang lalu biarlah berlalu. Kakek sudah melupakannya. Yang penting sekarang kau ada di sini menemani kakek. Hal ini sudah sangat membuat kakek bahagia," ucap panglima perang Guan tersenyum tulus.
"Ya, kek, Aku, juga bahagia bisa bertemu denganmu lagi," sahut Jesslyn sambil membalas senyuman dengan hangat.
Tidak lama kemudian, datang para pelayan yang membawakan hidangan makan malam seperti daging, sayur-sayuran yang sudah dimasak, dan buah-buahan juga beberapa makanan penutup lainnya.
Dengan aroma yang mengunggah selera, dengan segera Jesslyn dan panglima perang Guan menyantap semua hidangan itu dengan seksama. Sampai akhirnya makan malam selesai.
"Ya, istirahatlah cucuku, selamat malam," sahut panglima perang Guan sambil membalas pelukan.
"Baiklah, kek. Kalau begitu, Aku, pergi sekarang. Sampai jumpa," ucap Jesslyn sambil melambaikan tangan kearah panglima perang Guan, yang langsung dibalas dengan lambaian juga. Walau terlihat raut wajah panglima perang Guan yang nampak bingung membuat Jesslyn terkekeh.
Usai itu, Jesslyn berjalan menuju kamarnya. Tapi, pergerakannya terhenti ketika merasakan seperti ada yang mengawasinya. Lalu, ia melihat kearah belakang dan terlihat sosok bayangan tengah berdiri di atas atap kediamannya. Reflek jesslyn segera berlari cepat menuju ke tempat sosok bayangan itu, sambil melambaikan tangan dan terlihat pisau angin digenggamannya. Sementara sosok banyangan yang menyadari dirinya ketahuan pun tiba-tiba menghilang bagai angin. Membuat pergerakan Jesslyn terhenti, dan menatap tajam ke arah sosok bayangan yang telah hilang itu.
"Apa-Apaan itu! bagaimana bisa tiba-tiba menghilang seperti itu, apa itu hantu? tidak! Aku yakin itu manusia. Tapi, kenapa dia mengawasiku," pikir Jesslyn merasa tak nyaman.
Dengan perasaan gelisah dan waspada Jesslyn segera menyimpan kembali pisau anginnya dan berjalan meninggalkan tempat itu dengan tergesa-gesa. Lalu bergegas menuju kamarnya.
Sementara itu di sisi lain.....
"Insting yang sangat kuat, dan gerakan itu, bahkan aku sulit untuk membacanya. Seperti yang kuduga kau memang gadis menarik," sosok bayangan itu bergumam. Lalu perlahan wujudnya kembali terlihat.
"Tuan, mari kembali sekarang. Pergerakan menteri Wang mulai terlihat," ucap seorang pria berpakaian hitam.
"Ya, ayo," sahut sosok bayangan itu.
"Tunggulah sampai urusanku selesai, Aku, akan segera menemuimu dan membuatmu mengenalku," ucap sosok bayangan itu dengan tersenyum kecil. Namun, menawan yang seakan membuat orang-orang terpesona hanya dengan senyuman kecilnya.
Usai mengucapkan itu, sosok bayangan dan pria berpakaian hitam itu menghilang seolah terbawa angin di kegelapan malam.
Bersambung~
Seperti biasa jangan lupa di---
-LIKE(gratis)
-COMENT(Berikan pendapatmu)
-AND VOTE(harus dong)
Dukung terus karya author oke see you all~