
Chapter 11
"Ye Yin! di mana kau!" ucap Jesslyn cemas
"Ya, Nona? Aku ada di sini, apa yang terjadi? Nona terlihat panik sekali," Ye Yin menyahut sambil berlari menghampiri dengan cepat.
" Ye Yin! Kau baik-baik saja? apa sebelumnya ada orang yang kemari?" ucap Jesslyn menatap lurus sambil menekan pundak Ye Yin erat.
"Emm, Aku, baik-baik saja, Nona. Lalu, sejak tadi, Aku, menunggumu dan tak terlihat seorang pun di sekitar sini," Ye Yin menyahut dengan bingung membuat Jesslyn menghela nafas lega.
"Begitukah? syukurlah. Aku, senang kau baik-baik saja" sahut Jesslyn lega sambil menurunkan tangannya dari pundak Ye Yin yang sudah terasa pegal.
"Anu, Nona? apa ada orang yang mau datang kemari?" ucap Ye Yin.
"Tidak, soal itu lupakan saja," sahut Jesslyn cepat.
"Oh ya, Aku, lupa. Apa kau sudah menyiapkan bahan untukku menjahit?" ucap Jesslyn sambil perlahan masuk kedalam ruangannya dengan diikuti Ye Yin.
"Ah, itu, semuanya sudah ada. Tapi bukan, Aku, membelinya. Itu semua disiapkan oleh pelayan yang tadi," Ye Yin menyahut.
"Benarkah? coba bawakan kemari. Aku, ingin melihatnya dan bawa dengan kain yang kubeli," ucap Jesslyn yang langsung dituruti oleh Ye Yin.
"Baik, Nona. Tolonh tunggu sebentar, Aku, akan mengambilnya," Ye Yin menyahut dengan sigap.
Sambil menunggu Ye Yin pergi mengambil semua yang dibutuhkan olehnya, Jesslyn duduk menunggu sambil memandang kearah langit malam dari jendela ruangannya. Dengan ditemani angin-angin malam yang berhembusan. Membuat rambutnya sedikit bergerak mengikuti alunan angin.
"Siapa sosok bayangan tadi, kenapa dia terlihat mengawasiku? apa yang dia ketahui tentangku?" pikir Jesslyn di benaknya sambil bertanya-tanya.
Tidak berlangsung lama, Ye Yin kembali sembari membawa semua yang diminta oleh Jesslyn.
"Ini semua barang yang kau butuhkan, Nona " ucap Ye Yin.
"Ya, terimah kasih sudah membawakan, Ye Yin," sahut Jesslyn dengan di balas anggukkan gembira oleh Ye Yin.
"Hm, lumayan. Barang-barang ini terlihat berkualitas," Jesslyn bergumam sembari menilai barang-barang di hadapannya.
"Ye Yin, letakkan itu semua di teras. Kita akan membuatnya sekarang juga," ucap Jesslyn yang di turuti dengan patuh oleh Ye Yin.
"Baik, Nona," Ye Yin menyahut sambil memindahkan semua barang di teras ruangan.
Lalu Jesslyn mengambil kain berwarna merah. Pertama ia mengukur badannya dan Ye Yin. Lalu, mulai menyesuaikan ukurannya dan Ye Yin pada kain. Kemudian, Jesslyn mengambil gunting, lalu memotong membuat kain itu menjadi dua. Setelahnya, Jesslyn terlihat membuat garis-garis tipis kepada dua kain yang telah dipotong dan mulai menjahit dengan dibantu oleh Ye Yin.
Ye Yin menjahit sesuai instruksi Jesslyn, walau Ye Yin agak bingung dengan metode yang Jesslyn gunakan, tapi Ye Yin terus mengikutinya dengan tenang. Sampai akhirnya, pakaian yang di jahit telah jadi.
Mereka merancang dua jenis pakaian, mulai dari pakaian milik Jesslyn, sedikit berbeda dengan pakaiannya di kehidupannya yang lalu. Karena Jesslyn sengaja untuk menyesuaikan pakaian dengan zaman. Meskipun rancangannya sedikit berbeda, tapi masih memperlihatkan keseksiannya.
Berikutnya milik Ye Yin, desainnya sedikit berbeda dengannya. Karena Jesslyn menyesuaikannya dengan karakter Ye Yin yang nampak polos. Tapi kriterianya tak jauh berbeda dengannya.
"Nona, ini sangat cantik. Aku, baru pertama kali melihat pakaian seperti ini," ucap Ye Yin riang.
"Benarkah? baguslah kalau kamu menyukainya, yang ini untukmu," Jesslyn menyahut sembari memberikam pakaian untuknya.
"Wah ini sangat cantik, benar ini untukku, Nona? ucap Ye Yin dengan mata berbinar-binar.
"Ya, tentu saja itu untukmu. Aku, kan tadi mengukurmu, Apa kau tidak sadar saat itu?" Jesslyn menyahut sembari menaikan alisnya.
"Ah, saat itu ya? Aku, tak tahu. Hehe," ucap Ye Yin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Membuat Jesslyn menepuk jidat.
"Baik, Nona. Aku, berjanji akan menjaganya dan memakainya bersamamu suatu hari nanti!" sahut Ye Yin membuat Jesslyn tersenyum penuh arti di benaknya.
Lalu Jesslyn dan Ye yin membereskan semua sisa-sisa kain dan lainnya. Sampai akhirnya mereka kembali santai dan Jesslyn mulai memberitahu kepada Ye Yin amamat selama ini ingin Jesslyn sampaikan.
"Ye Yin, Aku, ingin berbicara serius denganmu. Jadi, tanggapilah dengan serius," ucap Jesslyn sembari wajah datar dan memandang Ye Yin dengan serius.
"Silakan, Nona. Aku, mendengarkan," Ye Yin menyahut sembari juga menatap lurus ke arah Jesslyn.
"Dengarkan baik-baik, Aku, tak akan mengulanginya lagi. Jad, Aku, berniat membentuk sebuah organisasi gelap yang berperan di bawahku," ucap Jesslyn membuat Ye Yin terkejut.
"Eh, ma-maksud, No-Nona?" Ye Yin menyahut dengan gugup.
"Ya, seperti bayanganmu. Tapi, organisasi yang kumaksud sedikit berbeda dengan serikat pembunuh bayaran. Karena mereka hanya akan patuh dan setia padaku, juga mereka hanya akan menganggapku satu-satunya tuan mereka," ucap Jesslyn menjelaskan.
"Masalah perlindungan kau tidak perlu cemas. Aku, akan melatih mereka menjadi yang terkuat agar bisa melindungi diri sendiri. Tapi, yang harus diprioritaskan adalah tujuan kita satu dan berteguh keyakinan. Mau itu membunuh, ataupun yang lainnya. Tanpa ada rasa bimbang sedikitpun," ucap Jesslyn lagi.
"Lalu, bukan hanya itu yang ingin kusampaikan padanu. Aku, sebenarnya ngin memintamu bergabung dalam organisasiku. Tapi, Aku, tak memaksa. Kau bisa menolak kalau kau mau. Bagaimana menurutmu?
"Tentu saja! Aku, ikut bergabung, Nona! Ye Yin berada dalam perintah dan pengajaranmu!" Ye Yin menyahut dengan penuh keyakinan.
"Kau yakin? kau tidak menurut karena terpaksa bukan?" ucap Jesslyn memastikan.
"Ya nona! ini atas keinginanku sendiri!" Ye Yin menyahut dengan cepat.
"Haha, baiklah. Selamat bergabung di Blak Rose. Mulai besok kau ikut denganku pergi berlatih. Jadi, persiapkan dirimu, Ye Yin," ucap Jesslyn dengan di balas anggukkan riang oleh Ye Yin.
"Baik, Nona! Ye Yin, berada dalam pengajaranmu," Ye Yin menyahut dengan hormat.
"Tak perlu bersikap seperti itu, Ye Yin. Kau membuatku terlihat seperti seorang kakek yang mengajari cucunya tumbuh dewasa," ucap Jesslyn sambil menyentil pelan dahi milik Ye Yin.
"Duh, Nona, Aku, hanya mengikuti yang biasa dilakukan seorang murid kepada masternya. Hehe," Ye Yin menyahut sembari menggaruk tengkulnya yang tidak gatal.
"Master apanya, kau bahkah lebih tua dariku. Apa harusnya aku memangilmu nenek?" ucap Jesslyn sembari tertawa mengejek.
"Eh, No-Nona. A-Aku, ti-tidak setua itu," Ye Yin menyahut sambil mengembangman pipinya membuat Jesslyn terkekeh geli.
"Haha, baiklah sampai disini saja, sekarang ayo tidur. Kita akan mulai berlatih dari besok. Jadi, tubuh kita harus dalam kondisi yang stabil," ucap Jesslyn yang langsung dituruti dengan cepat oleh Ye Yin.
Bersambung~
Ps author:
Happy New Year All!! se**moga hari-hari yang akan kalian jalanin lebih baik ketimbang sebelumnya ya!!!
Seperti biasa jangan lupa di---
-LIKE(gratis)
-COMENT(Berikan pendapatmu)
-AND VOTE(harus dong)
Dukung terus karya author oke see you all~