
Sesampainya di alun-alun, Kota Peiyang. Panglima perang Guan dan jesslyn yang baru turun dari kereta, mendengar kabar akan pelelangan spirit beast langka di Rumah lelang zhang.
Panglima perang guan yang mendengar kabar itu merasa gembira, begitupun dengan lainnya sedangkan jesslyn hanya melihat bingung.
"Kakek sepertinya senang sekali mendendengar ini" ucap jesslyn yang di balas anggukkan oleh panglima perang guan.
"Kalau megitu kek pergi lihatlah spirit beast itu sepertinya lebih penting daripada jalan-jalan bersamaku" sindir jesslyn kesal namun tak di gubris oleh kakeknya bahkan di tinggal pergi ke Rumah lelang zhang.
"Kakek!!" bentak jesslyn membuat panglima perang guan menengok kearahnya.
"Ah cucuku, aku melupakanmu kemarilah" ucap panglima perang.
"Tidak!tidak usah kalau spirit beast itu lebih penting dariku, pergilah aku akan berjalan-jalan sendiri hmph" balas jesslyn kesal sambil berbalik dan berpura-pura meninggalkan.
"Cucu-" ucap panglima perang yang tertahan begitu mendengar info dari salah satu penjaganya kalau orang-orang semakin ramai berdatangan mengisi setiap tempat di Rumah lelang zhang.
"Aku tak akan sempat kalau mengejarnya sekarang, aku harus tenang, jangan melewatkan kesempatan, ini menyangkut nasib cucumu di kemudian hari" pikir panglima perang guan dibenaknya.
"Cucuku maafkan kakek tapi kakek harus mendapatkan spirit beast itu untukmu, kelak agar kau tidak gampang di tindas orang begitu aku telah tiada" pikir panglima perang guan dibenaknya dan karena tak ingin kehilangan kesempatan, dengan segera panglima perang guan bergegas menuju Rumah lelang zhan dengan diikuti penjaga dan pelayan. Tak lupa ia menyuruh salah satu penjaga kepercayaannya untuk mengikuti dan mengawasi jesslyn.
Sementara jesslyn yang menghentikan langkahnya, menengok kebelakang, dan tidak melihat kakek ataupun para penjaga dan pelayan menjadi semakin kesal.
"A-apa! aku benar-benar ditinggalkan" ucap jesslyn terpaku.
"Tega sekali kakek meninggalkanku, padahal dia yang mengajakku, dan malah menelantarkanku seperti ini.." ucap jesslyn dengan tatapan kosong seperti anak hilang yang terpisah dari keluarganya dikeramaian.
"Sialan aku beruntung leon tidak bersama kami, jika dia melihat ini pasti akan menertawakanku.." pikir jesslyn.
"Ck!! sudahlah aku bisa jalan-jalan sendiri" ucap jesslyn sambil menghela nafas.
Lalu jesslyn jalan-jalan di sekitar alun-alun kota, mencoba berbagai cemilan, dan melihat benda-benda aneh. Begitu puas berkeliling jesslyn pergi ke pavliun obat, berniat membeli beberapa tanaman obat untuk di campur dengan tanaman obat yang di dapatkannya di Hutan keramat.
Jesslyn ingin bereksperimen, sebagai dokter handal yang pernah hidup di era modern tentu saja wawasannya sangat luas dan ambisi yang besar. Percobaan demi percobaan ia lakukan untuk mencapai temuan baru.
Karena jesslyn berjalan sambil tenggelam pikirannya secara tak sengaja bertabrakan dengan seorang pemuda yang juga sedang melamun di benaknya.
"Ah!" jeritan lirih mereka.
"Kau!! simpan dimana matamu!!" bentak jesslyn kesal kepada pemuda dihadapannya.
"Jadi sekarang ini cara baru kalian untuk mendapatkan perhatianku? berpura-pura menabrakku, kau pikir dengan begitu bisa menarik perhatianku?" ucap pemuda di hadapannya membuat jesslyn menatap aneh akan ke narsisan yang sudah kelewatan batas.
"Kenapa tidak menjawab? belum puas memandangku?" ucapnya lagi.
"apa kau bilang? aku barusan ingin menggodamu?" ucap jesslyn berusaha memaklumi pemuda sakit jiwa dihadapannya.
"Itu benar, kau pikir aku akan tergoda denganmu? para wanita seperti kalian sangat tidak bermoral dan murahan itu membuatku jijik" ucap pemuda dihadapannya dengan memandang jijik kearah jesslyn membuat jesslyn terdiam berusaha agar tidak menghabisi pemuda sakit jiwa dihadapannya.
"Maaf, apa ada tabib disekitar sini?" tanya jesslyn kepada orang-orang di sekitarnya.
"Aku adalah tabib nona, apa ada yang bisa aku bantu?" ucap seorang pria paruh baya yang menghampiri mereka.
"Benar, tolong periksa orang ini lalu setelah itu pulangkan dia kerumahnya dan ini bayarannya" ucap jesslyn sambil memberikan 2 keping emas kepada tabib itu.
"Bilangkan kepada keluarganya tidak perlu berterima kasih padaku, tolong bantuannya" ucap jesslyn tersenyum kearah tabib itu dan berjalan meninggalkan mereka.
Sementara pemuda dihadapannya yang saat ini syok akan apa yang barusan dialaminya.
"Apa itu barusan, aku disangka orang tidak waras oleh gadis ini?" pikir pemuda itu tertawa sejenak.
"Tuan, jangan cemas mari saya antarkan pulang ke keluarga anda" ucap tabib itu.
"Apa kau bilang?, kau pikir aku tidak waras?, haha... lihat baik-baik wajahku apa kau tidak mengenaliku?" ucap pemuda itu seketika tabib itu gemetar dan langsung bertekuk lutut.
"Maafkan hamba yang rendah ini tidak mengenali pangeran, hamba bersedia dihukum mati" ucap tabib itu gemetar.
"Sudahlah ini hanya kesalahpahaman aku maafkan" ucap pemuda itu menghela nafas sambil pergi meninggalkan tabib yang sedang berterimah kasih tanpa henti.
"Hah apa karena akhir-akhir ini aku jarang kemari sehingga terlupakan begitu saja dan lagi bahkan orang tidak waras? gadis itu, aku akan membalasnya nanti" ucap pemuda itu menyeringai.
"Lu feng!!" panggil seorang pemuda lainnya.
"Yi! kenapa kau lama sekali" sahut pemuda bernama lu feng.
"Hehe kau tau kan aku singgah sebentar menemui dewi-dewiku" balas pemuda bernama yi.
"Dasar si bejat ini" ucap pemuda bernama lu feng sambil menghela nafas.
"haha ayo ke istana sekarang kakak Yan dan ayahku telah menunggu" balas pemuda bernama yi yang langsung dianggukki oleh lu feng.
Sementara itu leon...
"Apa yang sebenarnya ku lakukan, kurasa kepalaku sakit. Tapi, yang ingatan ini.. aku harus mencari tahu apa ada kaitannya dengan diriku yang terbangun dan ingatanku yang terasa asing seperti bukan diriku." ucap leon sambil mejijit pelipisnya.
Bersambung~
----------Author Massage-----------
Seperti biasa jangan lupa di---
-LIKE(gratis)
-COMENT(Berikan pendapatmu)
-VOTE(harus dong)
Dukung terus karya author oke see you all~