
Lalu jesslyn dan leon menyudahi pembicarannya, dan mulai memasuki hutan lebih jauh. Namun, pergerakan mereka terhenti begitu mendapati sebuah air terjun dengan air jernih, dan bunga-bunga teratai yang mengambang indah. Dengan hanya melihat pemandangan itu saja sudah membuat hati tenang, dan tidak hanya itu bahkan disekitar air terjun itu banyak tanaman-tanaman obat langka seperti ginseng 2000 tahun dan lainnya.
"Hei pemandangan didepan kita ini sangat menggiurkan tapi ini aneh pasti ada sesuatu disini" ucap batin leon.
"Ya aku tau harimau tua kau pikir aku bodoh" balas jesslyn.
"Ya ya jadi bagaimana mau memeriksanya?" tanya batin leon.
"Tentu saja bukankah ini menarik?" balas jesslyn tersenyum polos membuat leon terdiam.
"Kenapa kau diam harimau jelek? apa kau mencemaskanku?" tanyaku dengan tersenyum menggoda kearah leon.
" Siapa yang mencemaskanmu aku sama sekali tidak cemas huh" sahut batin leon sambil memalingkan muka dan berjalan melewati jesslyn.
"Benarkah?" ucap jesslyn semakin menggoda leon sambil mengikutinya dibelakang.
"E-entahlah!" balas batin leon sambil terus berjalan menjauh.
"Haha reaksimu lucu harimau tua" ucap jesslyn dengan dibalas leon yang menjadi salah tingkah.
"Ye yin apa kau melihat ini aku merasa dia mirip denganmu tingkahnya yang lucu membuatku teringat padamu" pikirku berhenti berjalan sambil melamun sejenak.
"Bagaimana kabarmu sekarang?" gumam jesslyn melihat kearah langit petang.
"Hei gadis aneh kau tidak mau lanjut?" tanya leon membuat jesslyn tersadar dari lamunannya, dan langsung menoleh kearah leon.
"Ah ya aku cuman sedikit lelah" balas jesslyn sambil menyusul leon
Lalu mereka perlahan berjalan menuju ke arah air terjun itu. Tapi anehnya, tak terjadi apa pun. Namun, begitu sampai, mereka dikejutkan dengan aura jahat yang pekat berasal dari dalam air.
"Harimau tua aku akan memeriksanya kau tunggu disini" ucap jesslyn memasang raut serius.
"Apa kau tidak merasakan aura yang mencekam ini? biar aku saja yang memeriksanya" balas batin leon.
"Tidak biar aku saja" ucap jesslyn langsung melempar dirinya kedalam air.
"Hah dasar gadis keras kepala ini!" teriak batin leon sambil mengawasi jesslyn menggunakan mata illahinya.
Sementara itu dibawah air....
Jesslyn menyelam sambil mengikuti arah aura mencekam itu berasal, dan semakin lama jesslyn mendekat semakin susah jesslyn bergerak. Karena tubuhnya yang bergetar hebat akibat ancaman dari aura jahat yang pekat itu.
"Sial apa itu sebenarnya kenapa aura jahatnya begitu peka-" ucap jesslyn yang belum menyelesaikan kalimatnya karena merasakan aura jahat yang semakin mencekam.
Jesslyn sudah cukup dalam menyelam hingga mencapai bawah kedalaman dasar air, dam menjadi waspada begitu mendapati sebuah peti aneh berukuran lumayan besar yang terpampang rapih, dan pedang yang tertancap ditanah dengan aura yang tidak mengenakkan. Jesslyn mencoba mengangkut petinya menggunakan transformasi angin, dan air yang dikendalikan, dan mengiriminya kepada leon yang sedang menunggu diatas permukaan.
Namum, jesslyn tidak bisa mengambil pedang yang tertancap kokoh itu. Walaupun iia sudah mencoba mencabutnya berkali-kali, tapi tetap tidak berhasil. Sampai akhirnya batu yang disaku jesslyn bersinar, dan mendapat respons dari pedang itu. Jesslyn segera mengeluarkan batu itu dari sakunya, dan terjadi sesuatu yang membingungkan dimana baru itu tiba-tiba menjadi larutan dan diserap oleh pedang itu.
Lalu perlahan aura mencekam dari pedang itu perlahan sirna, dan pedang itu seolah mempunyai jiwa ia bergerak melepaskan dirinya, dan mengambang tepat dihadapan jesslyn yang sedang bingung tapi jesslyn tak banyak berpikir langsung memegang pedang itu, dan begitu dipegang dengan cepat pedang itu langsung bergerak, dan pergi menuju permukaan air dengan membawa jesslyn bersamanya.
Begitu sampai dipermukaan air, jesslyn perlahan keluar dari air, dan menjatuhkan dirinya ke rerumputan. Leon yang melihat itu tiba-tiba menjelma menjadi sosok manusia dengan rupa seperti malaikat, dan segera menangkap jesslyn lalu membiarkannya berbaring didekapannya. Sedangkan jesslyn yang saat itu tidak sadar karena kelelahan. Dengan sebuah pedang digenggamannya leon yang menyadari akan pedang yang digenggam jesslyn berkata,
"Pantas saja aku seperti mengenalinya kau sangat beruntung dasar gadis aneh" ucap leon dengan suara serak yang seksi sambil menatap jesslyn, dan jesslyn hanya menguap pelan lalu melanjutkan tidurnya. Leon yang melihat itu tertawa pelan dengan suara indah sedikit serak sambil terus memandangi jesslyn yang tertidur dengan posisi terbaring anggun, rambut yang terurai, dan pakaian basah yang mulai mengering. Mereka beristirahat tidak jauh dari permukaan air terjun di belakang pohon ridang yang berada disamping kolam air terjun.
"Kau memang aneh" gumam leon sambil tersenyum mempesona yang seakan membuat seluruh alam semesta takhluk hanya dengan senyumannya saja.
Lalu leon terus menjaga jesslyn didekapannya sambil menutup mata, dan menyanyikan lagu kuno dengan suara yang indah, dan alunan sendu juga suara gemercik air yang seolah mengikuti alunan lagu.
Tidak salah jika orang-orang melihat pemandangan memukau mata ini akan mengira sebagai sosok malaikat, dan dewi yang turun dibumi untuk menganugerahi alam disekitarnya.
Bersambung~
----------Author Massage-----------
Seperti biasa jangan lupa di---
-LIKE(gratis)
-COMENT(Berikan pendapatmu)
-VOTE(harus dong)
Dukung terus karya author oke see you all~