The Devil's Queen

The Devil's Queen
Chapter 20 - Aula Kediaman Panglima Perang



Aula Kediaman Panglima Perang


Sesampainya di Kediaman Panglima Perang, mereka masuk lewat pintu belakang tentunya tujuannya agar tidak menarik perhatian.


Begitu mereka mulai memasuki kediaman secara mengendap-endap menuju ruangan milik jesslyn. Mereka dikejutkan pemberitahuan dari seorang pelayan dengan membawa perintah yang diturunkan kakeknya untuk segera membawa mereka menghadap padanya di aula.


"Nona Jesslyn anda dimintai tuan besar untuk bertemu dengannya di aula sekarang juga" ucap seorang pelayan yang berpapasan dengannya.


"Ya" balas jesslyn cepat.


"Ada apa?" bisik leon.


"Aku tak tahu sepertinya ada sesuatu yang terjadi" bisik jesslyn.


"Ya sudah kau bergegaslah kesana aku akan menunggumu disekitar sini, tapi sebelum itu" ucap leom berhenti sambil melirik kearah pelayan yang tengah menunggu.


"Ada sesuatu yang harus kulakukan terlebih dahulu" bisik leon pelan yang hanya terdengar oleh jesslyn, dan kuping jesslyn tampak merona saat leon berbisik padanya.


"Aku mengerti cepatlah lakukan" ucap jesslyn pelan yang dibalas anggukkan oleh leon.


Setelah itu leon berjalan dengan langkah pelan menuju tempat pelayan itu sedang berdiri.


"Ada yang bisa kubantu nona?" tanya seorang pelayan.


"Ya bisakah kau melihat mataku sebentar" ucap leon sambil menatap pelayan itu dan dibalas tatapan juga.


Begitu mereka bertatapan mata leon mulai menggunakan mantra kepada pelayan itu, dan setelah menggunakan mantranya leon sempat melirik kearah jesslyn dan mengatakan,


"Kalau kau sudah selesai dengan urusanmu panggil saja aku ada disekitar sini" ucap batin leon lalu menghilang.


"Aku mengerti" balas jesslyn sambil berjalan menuju pelayan yang sedang terdiam dengan tatapan kosong.


"Bisa kita pergi sekarang?" tanya jesslyn menyadarkan pelayan itu.


"Ya e-eh?" ucap pelayan itu sambil melihat sekitar dengan raut wajah kebingungan.


"Kau sedang apa aku tanya bisa kita pergi sekarang?" tanya jesslyn.


"B-baik nona mari saya akan memandu anda" sahut pelayan itu sambil mempersilahkan jesslyn.


"Ayo" balas jesslyn.


Mereka berjalan sekitar 20 menit sampai di aula, dan begitu memasuki aula jesslyn merasakan aura mengitimidasi yang kuat berasal dari dalam, begitupun dengan pelayan itu yang sudah sedari tadi gemetar ketakutan. Sehingga jesslyn menyuruhnya untuk berhenti mengantarnya sampai didepan aula saja.


"Dari mana saja kau?" tanya suara yang terdengar familiar membuat jesslyn langsung melihat ke arah suara itu berasal sampai akhirnya mendapati sosok pria paruh baya tak lain kakeknya.


"ka-kakek" sahut jesslyn.


"SEMUANYA KELUAR!!" bentak Panglima Perang serentak membuat semua yang ada di aula tersentak, dan bergegas pamit meninggalkan aula dengan tubuh yang gemetar hebat.


"Cucuku kemarilah" panggil panglima perang dengan suara lirih yang langsung saja jesslyn berlari menuju kakeknya.


"Kakek apa ada masalah yang serius, kenapa raut wajahmu begitu muram?" tanya jesslyn cemas.


"Cucuku aku mau bertanya padamu apa kau masih menyukai Putra Mahkota, Huang Gu?" tanya panglima perang membuat jesslyn tertawa sinis dibenaknya.


"Hah!?siapa yang menyukai bajing*n sepertinya. Otak ku sepertinya bermasalah pernah menyukai bajing*n picik seperti itu!" bentak jesslyn geram.


"Ya kamu benar cucuku bajing*n lemah itu tidak pantas denganmu!" balas panglima perang tak kalah geram.


"Ya kudengar bajing*n itu akan segera menggelar pernikahan dengan putri dari Menteri Wu, Qiao Xue" ucap panglima perang.


"Benarkah kapan acara itu digelar?" tanya jesslyn.


"Aku baru menerima undangannya tadi, dan sepertinya akan digelar besok malam" balas panglima perang.


"Cepat juga" ucap jesslyn.


"Oh ya cucuku dari mana saja kau seharian ini?" tanya panglima perang.


"Aku pergi berlatih kek tidakkah kau melihat aku semakin kuat, dan aku juga pergi bersama-" ucap jesslyn terhenti.


"Bersama pelayanmu yang bernama ye yin itu kan? sepertinya kau cukup dekat dengannya, itu bagus kalau berteman tanpa memandang status" ucap panglima perang yang hanya dibalas senyman kecut oleh jesslyn.


"Kenapa raut wajahmu seperti itu, dan dimana dia bukankah kau selalu bersamanya.. apa terjadi sesuatu dengannya?" tanya panglima perang membuat jesslyn menunduk lemas.


"Cucuku apa yang terjadi? katakan sesuatu" tanya panglima perang.


"Ye yin dia tewas demi melindungiku ini salahku karena kelalaianku dalam menjaganya" ucap jesslyn.


"Cucuku lihat aku" ucap panglima perang sambil mengangkat wajah jesslyn, dan membuat tatapan mereka terkunci satu sama lain.


"Ini bukanlah salahmu karena memang melindungimu sudah menjadi tugasnya sejak dia dititipkanmu oleh ibumu untuk dijaga dan dirawat. Jadi jangan merasa terpuruk seperti itu, bangkitlah dan buatlah dia merasa telah menjaga dan melindungimu sampai akhir hidupnya" ucap panglima perang sambil mengusap halus kepala jesslyn.


"Ya kek" balas jesslyn tersenyum.


"Oh dan besok malam kita akan menghadari pergelaran pernikahan tadi jadi persiapkan dirimu" ucap panglima perang.


"Kakek apa bisa kita tidak usah datang saja?" tanya jesslyn dengam muka memelas yang dibuat-buat.


"Tidak jika kita tidak menghadirinya sama saja dengan tidak memberikan muka kepada istana" ucap panglima perang.


"Baiklah aku menurut" sahut jesslyn.


"Padahal aku tak suka keramaian tapi apa boleh buat eh keramaian.. benar! ramai! mungkin aku bisa menemukan petunjuk dari sana" pikir jesslyn dengan raut wajah serius.


"Cucuku kau memikirkan apa begitu serius jika kau tidak mau ikut tidak apa kakek tidak memaks-" ucap panglima perang yang langsung dipotong oleh jesslyn.


"Tidak!! aku akan pergi bersamamu kek!, dan aku tidak ikut makan malam mau langsung istirahat saja kalau megitu sampai jumpa besok." ucap jesslyn sambil memeluk kakeknya dan berjalan meninggalkan aula.


"Putrimu sungguh sulit ditebak yu er dia mirip sepertimu. Jika kau melihat perkembangannya saat ini kau pasti merasa dia sudah dewasa kan" ucap panglima perang sambil meratapi kepergian jesslyn dengan tatapan hangat penuh kerinduan seolah sedang melihat sosok yang dirindukannya.


Bersambung~


----------Author Massage-----------


Seperti biasa jangan lupa di---


-LIKE (gratis)


-COMENT(Berikan pendapatmu)


-AND VOTE(harus dong)


Dukung terus karya author oke see you all~