
Pasar Kota Negeri Qi Jin
Jesslyn saat ini hendak turun dari kereta dengan dibantu Ye Yin. Tapi sebelum itu, ia mengenakan cadarnya terlebih dahulu. Alasannya sederhana, karena ia tidak ingin identitasnya diketahui siapapun selain Ye Yin agar ia bisa leluasa menjalankan rencananya.
"Di sini sangat ramai, Nona, tolong perhatikan langkahmu," ucap Ye Yin dengan cemas.
"Ya, Aku mengerti," Jesslyn menyahut dengan tenang.
Mereka pun berjalan melewati orang-orang tapi karena aura yang terpancar dari Jesslyn, dan wajah yang ditutupi dengan cadar itu sangat terkesan misterius membuat semua mata memandang penasaran ke arah mereka. Selain itu, meski wajahnya ditutupi cadar orang-orang seakan mengetahui sebuah kecantikan illahi dibalik cadar tipis itu. Tapi tak ada yang berani mendekatinya karena Jesslyn telah mengeluarkan aura mengancam sejak turun dari kereta. Selain Ye Yin, orang-orang akan merasakan tekanan gravitasi yang hebat berasal dari Jesslyn.
"Orang-orang bodoh, belum tahu kekuatan Nona, akan membuat mereka terlempar ke alam semesta," pikir Ye Yin menatap tak suka kepada orang-orang.
"Dasar anak ini, memikirkan apa dia," ucap Jesslyn sambil menghela nafas pelan.
Disisi lain.....
Rumah Makan Hawai
Rumah makan hawai adalah salah satu Rumah makan utama di kota Peiyang, Negeri Kerajaan Qi Jin. Kebanyakan pelanggannya adalah pengusaha, bangsawan, anggota kerajaan, para master belah diri, alchemist dll.
Sementara itu ruangan vip.....
"Kak Zen, lihat, wanita itu tampak misterius," ucap seorang pemuda.
"Diamlah," balas pemuda di sampingnya.
"Kenapa aku merasakan auranya sama dengan aura yang ada pada embusan angin kemarin? Aku sangat yakin instingku tidak pernah salah," pikir pemuda bernama Zen.
"Hmm wanita yang menarik," pemuda bernama Zen itu bergumam.
"K-Kak k-kau tersenyum?!, Wah, apa kau menyukainya?" goda pemuda bernama Yi dengan senyuman licik.
"Apa kau sudah selesai? Ayo kembali ke istana sekarang," balas pemuda bernama Zen datar.
"Ya ya, kau sangat dingin, Kak," ucap pemuda bernama Yi sambil bersiap.
Lalu Zen meletakkan beberapa kepingan emas di meja, dan pergi keluar bersama Yi, dan menghilang seketika.
Kembali ke Jesslyn.....
"Ye Yin, apa kau tau di mana tempat yang menjual tanaman obat?" ucap Jesslyn.
"Oh, aku tahu tempat yang menjualnya, Nona, Itu di paviliun obat," ucap ye yin.
"Oke, bawa aku ke sana," balas Jesslyn.
"Baik, mari, Nona," ucap Ye Yin dengan girang.
Di perjalanan menuju paviliun obat, Jesslyn sempat mendengar rumor aneh yang beredar. Seperti seorang master kuat yang sedang berada di kota. Kabarnya sendiri telah beredar dari berbagai penjuru kerajaan. Juga rumor tentang roh iblis yang akhir-akhir ini muncul dari area timur kerajaan Wan. Penyebab bangsa iblis yang muncul ini pun tidak ada yang tahu kenapa. Mereka sendiri hanya beranggapan bahwa itu hanyalah sisa-sisa dari bangsa iblis yang sudah punah. Karena tak tertarik dengan rumor, Jesslyn hanya cuek menanggapi.
Di depan Paviliun Obat
"Hm toko yang bagus Aku penasaran dengan apa ada yang di dalamnya," Jesslyn bergumam pelan.
"Mari masuk Nona," ucap Ye Yin yang langsung dianggukki oleh Jesslyn.
"Ada yang bisa kubantu Nona?" ucap seorang wanita salah satu pegawai di sana.
"Aku ingin melihat beberapa tanaman obat," ucap Jesslyn datar.
Terlihat begitu banyak tanaman obat yang dipajang seperti foto pada dinding ruangan itu. Jesslyn melihat dengan seksama tanaman obat yang ia butuhkan, dan matanya tertuju pada tanaman ginseng 100 tahun dan teratai merah.
"Aku ingin yang itu dan itu," ucap Jesslyn.
"M-maksud Nona, ginseng 100 tahun dan teratai merah?" ucap wanita itu gugup.
"Ya, apa ada masalah?" sahut Jesslyn.
"I-itu membutuhkan biaya tidak sedikit No-nona," ucap wanita itu meneguk ludah.
"Cepat bungkus untukku, Uang tidak masala, Aku akan menunggu selama 5 menit di sini," ucap Jesslyn santai.
"Baik Nona! silahkan tunggu sebentar," balas wanita itu dengan sigap dan segera bergegas membungkus pesanan milik Jesslyn.
"Nona" panggil Ye Yin lirih.
"Ya, ada apa?" balas Jesslyn sambil melihat ke arahnya.
"Itu kan mahal, Nona, Aku khawatir uang yang kubawa tidak cukup," ucap Ye Yin cemas.
"Kau tidak perlu khawatir, Aku bisa membayarnya," balas Jesslyn sambil tersenyum ke arah Ye Yin.
"Baik Nona, Aku mengerti," ucap Ye Yin membalas senyuman.
Dan tidak memakan waktu lama, pegawai wanita tadi datang menghampiri dengan membawakan bungkusan berisi pesanan Jesslyn tadi.
"Ini pesananmu Nona, totalnya 500 tael perak," ucap wanita itu agak ragu.
Dengan cepat, Jesslyn, langsung mengambil 1 keping emas di sakunya dan memberikannya pada wanita itu.
"Ambil ini, sisanya buatmu saja. Aggap itu hadiah dariku," ucap Jesslyn berbalik meninggalkan dengan disusul oleh Ye Yin dibelakang.
"I-ini terimahkasih Nona! datanglah kesini lagi, Aku akan melayanimu dengan baik!" ucap wanita itu sambil memasang senyuman terbaiknya.
Lalu Jesslyn meminta Ye Yin agar memandunya menuju toko pakaian dan langsung mendapat persetujuan Ye Yin. Tidak berlangsung lama, mereka akhirnya keluar dari toko dengan membawa kain hitam, merah, dan putih polos yang dibelinya tadi.
"Ayo pergi aku lelah, aku ingin kembali sekarang," ucap Jesslyn.
"Ya Nona, mari kembali sekarang," sahut Ye Yin.
Lalu mereka pulang tanpa hambatan. Walau ada sedikit perhatian yang dirasa Jesslyn itu tidak perlu, dan hanya akan membuatnya tidak nyaman, bahkan bisa saja itu memancing sisi bengisnya. Walaupun di kehidupan sebelumnya ia adalah seorang mafia kejam, tapi ia tidak suka menjadi pusat perhatian, makanya orang yang membicarakannya secara langsung ataupun tidak langsung jika ketahuan oleh Jesslyn itu akan menjadi kata-kata terakhirnya. Oleh karena itu, tidak ada yang berani mengusiknya.
Bersambung~
-----------Author Massage----------
Seperti biasa jangan lupa di---
-LIKE (gratis)
-COMENT(Berikan pendapatmu)
-AND VOTE(harus dong)
Dukung terus karya author oke see you all~