The Devil's Queen

The Devil's Queen
Chapter 21 - Rencana Jahat



Taman Kediaman Panglima Perang


"Leon" panggil jesslyn.


"Leon kau di mana, apa kau mendengarkanku?" ucap jesslyn sambil memerhatikan sekeliling.


"Leon! di mana dia!" ucap jesslyn kesal sambil berjalan menelusuri sekitar taman.


"Si bodoh itu dia kemana bukankah aku sudah menyuruhnya menungguku!" ucap jesslyn makin kesal.


Lalu jesslyn berjalan memasuki ruangannya dan duduk dikursi.


20 menit telah berlalu...


"Sial dia membuatku menunggu selama ini. Awas saja begitu dia kembali!" ucap jesslyn geram sambil terus menunggu leon jeaslyn tertidur karena kelelahan.


Sementara itu leon..


"Tidak buruk penjagaan disini lumayan akan susah untuk penyusup datang menyusup kemari" ucap leon sambil mengawasi sekitar kediaman.


"Baiklah seharusnya sekarang dia telah selesai dengan urusannya. Aku harus kembali sekarang" ucap leon dalam hitungan detik muncul di taman tempat dia dan jesslyn berpisah tadi.


"Di mana dia, apa urusannya belum selesai?" ucap batin leon memeriksa sekeliling dan mendapati sebuah ruangan dengan pintu terbuka lebar.


Leon berjalan menuju ruangan, ia perlahan masuk tanpa permisi dan mendapati jesslyn yang tertidur karena kelelahan.


"Gadis ini! tertidur dan pintunya masih terbuka lebar seperti ini bagaimana jika ada orang yang berniat jahat!. Untung saja dia berada di kediaman panglima perang, semua yang ada disini tidak akan berani mengusiknya dan penjagaan diluar sangat ketat untuk mencegah penyusup masuk" ucap batin leon menghela nafas di benaknya.


Usai berceloteh sendiri leon terdiam sejenak lalu berubah menjadi wujud manusianya, Sambil memandangi jesslyn yang terdidur dikursi dengan posisi membungkuk dimeja.


"Lihatlah dirimu tertidur diposisi seperti ini" ucap leon sambil membelai rambut milik jesslyn yang menutupi setengah wajahnya dan begitu di belai terlihat wajah dengan kulit seputih susu yang mulus, bulu mata yang panjangn, dan bentuk wajah yang terlihat polos dengan rona merah alami disekitar pipinya.


"Cantik" gumam leon dan mengecup kening milik jesslyn.


"Karena kau sedang tertidur lelap dan kau juga pasti sangat lelah jadi, istirahatlah aku akan pergi lagi sebentar ada yang harus aku lakukan" ucap leon sambil berjalan keluar ruangan meninggalkan jesslyn yang sedang tertidur lelap, tak lupa dia menutup pintu dan menghilang begitu saja.


Dan sisi lain..


Kediaman jendral Hang


/Ruangan Istri kedua jendral 'Ming Ruyue.


"Ibu! kudengar wanita jal*ng itu tinggal di kediaman kakek, di sana fasilitasnya sangat mewah aku tak menyukainya!" ucap lina kesal.


"Tenanglah sayang ibu juga tak suka dia hidup enak seperti itu, tapi ibu tak bisa melakukan apa-apa kakekmu sangat menyayanginya" balas ming ruyue mencari cara.


"Tapi meski dia hidup enak di sana tapi harusnya dia sudah mendengar pergelaran pernikahan putra mahkota. Bukankah dia sedang terpuruk sekarang?" ucap ming ruyue.


"Itu benar! dia pasti sudah hancur sekarang" balas lina.


"Tapi bu apa benar tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengusiknya? aku punya ide" ucap irene tersenyum licik.


"Katakan apa itu" ucap ming ruyue dan lina penasaran.


"Bukankah kita bisa membayar sekelompok orang untuk membunuhnya?" ucap irene.


"Bagaimana bisa penjagaan di sana sangat ketat kita tidak bisa menyewa penyusup untuk itu" balas ming ruyue.


"Diamlah bu kalau kakak berbicara megini pasti ini ide bagus" balas lina.


"Perkataanmu tidak salah bu tapi bukankah tidak selamanya dia berada di sana terus? kakeknya tidak selamanya bisa melindunginya, dan begitu dia keluar dari sana itu akan menjadi hari terakhir dia melihat dunia" ucap irene tersenyum licik.


"Tapi bagaimana dengan pelayannya? pelayan itu selalu berada di sekelilingnya" ucap lina.


"Adikku begitu wanita itu keluar bersama pelayannya sudah dipastikan kalau mereka akan mati bersama! Ikatan setia sampai mati bersama bukankah itu luar biasa? haha".


"Ide yang bagus putriku sudah seharusnya dia menyusul ibunya" balas ming ruyue tersenyum licik.


"Haha kau pintar kak begitu si jal*ng itu keluar dia akan mati saat itu juga!" balas lina tertawa jahat.


Bersambung~


----------Author Massage-----------


Seperti biasa jangan lupa di---


-LIKE (gratis)


-COMENT(Berikan pendapatmu)


-AND VOTE(harus dong)


Dukung terus karya author oke see you all~