
----Author Massage 1----
~Persiapkan diri kalian, terimalah kenyataan ini walau berat :*
Okee happy reading~
------------------------
"Haha aku benar-benar beruntung kali ini mendapatkan dua sekaligus mangsa cantik" Ucap Siluman Ular sambil menyeringai kejam.
Lalu Siluman Ular dengan cepat mendekat kearah ye yin sambil menyeringai, dan mengeluarkan lidahnya yang seolah siap memangsa lawannya. Sementara ye yin yang saat ini menatap syok dengan tubuh bergetar sambil terus mengeluarkan air mata.
"Menurutlah padaku manusia cantik biarkan aku memakanmu" ucap Siluman Ular itu perlahan melilit ye yin.
"T-tidak!! jangan dengarkan dia ye yin!!, tinggalkan aku cepat pergi dari situ!!" Teriak jesslyn parau dengan suara kesakitan akibat luka yang terus membesar.
"T-tapi no-nona jika a-aku pergi dari sini, ba-bagaimana de-denganmu?" ucap ye yin.
"jangan cemaskan aku!!, aku akan segera menyusulmu! kumohon cepat pergi dari sini!!" balasku dengan air mata yang terbendung siap mengalir kapan saja.
"Ti-tidak no-nona kau sedang te-terluka parah, a-aku tidak bisa me-meninggalkanmu be-begitu saja. Ja-jangan cemas nona a-aku akan melindungimu!" ucap ye yin dengan nada bergetar yang berusaha lepas dari lilitan Siluman Ular, dan meludahi wajah Siluman Ular yang tengah melilitnya.
"J-jangan berharap kau bisa memangsa kami siluman ular jelek!!" Ejek ye yin bermaksud membuat Siluman Ular Setengah Manusia itu kesal, berharap ia bisa memberikan celah agar jesslyn bisa melarikan diri.
"Kau! dasar manusia kurang ajar, beraninya meludahiku! sudah cukup aku akan memakanmu sekarang!" balas Siluman Ular.
Langsung saja Siluman Ular itu menyerang ye yin yang sedang terlilit, dengan serangan yang brutal, dan mencabik-cabik tubuh ye yin. Sedangkan ye yin yang tidak bisa membalas hanya pasrah diserang, sontak saja jesslyn yang menyaksikan itu perlahan bangkit dari posisinya yang terbaring menjadi berdiri tegap.
Begitu jesslyn bangkit, terjadi fenomena aneh, dimana mendadak muncul angin yang amat dahsyat mengelilingi jesslyn, dan hujan perlahan turun menjadi deras, petir yang mulai bersuara langsung menyambar sekitar jesslyn, lalu angin dahsyat yang mengelilinginya berpencar meratakan area sekitar jesslyn.
Jesslyn kemudian menatap dingin kearah Siluman Ular yang saat ini gemetar ketakutan, sambil perlahan melepaskan ye yin yang sudah berada di ujung tanduk dan terluka parah. Kemudian, Siluman Ular berbalik arah, dan ingin melarikan dir.i Namun, jesslyn yang sedari tadi terdiam dengan aura dingin mulai bergerak, dan secara tiba-tiba muncul dihadapan Siluman Ular dan menatapnya dingin penuh amarah.
Siluman Ular terkejut, dan ingin melarikan diri lagi nihil. Jesslyn melambaikan tangannya, dan pisau angin yang dulu telah berubah menjadi pedang angin transparan, yang memiliki wujud berwarna biru krstal, dan rambutnya yang terurai seketika berwarna biru laut, juga di jidatnya terlihat sebuah tanda yang juga berwarna biru tertulis 'Feng' yang berarti angin. Begitupun matanya berwarna biru terang dan tatapan mata yang memancarkan aura dingin dicampur kegelapan.
Membuat Siluman Ular Setengah Manusia yang besar itu terbelah menjadi dua bagian, tak hanya itu jesslyn melancarkan serangan bertubi-tubi dengan sadis kepada Siluman Ular, membuat bagian tubuh Siluman Ular dan darahnya berserakan dimana-mana.
Karena luka vatal yang dialaminya, Siluman Ular tidak mampu beregenerasi lagi, sampai akhirnya jesslyn mengangkat tangannya, dan muncul angin topan yang sangat dahsyat menerjang tubuh Siluman Ular yang sudah terpecah belah menjadi tak tersisa. Hingga akhirnya keberadaannya lenyap bersama dengan angin topan itu.
Dan disitulah akhir bagi Siluman Ular, karena telah berani membuat Jesslyn murka. Lalu jesslyn tersadarkan begitu mendengar suara pelan yang dikenalnya, dengan segera jesslyn berbalik bergerak menuju suara yang dikenalnya itu.
"Ye yin!!" Teriak jesslyn keras sambil memandang ye yin dengan air mata yang sudah tak terbendung lagi.
"No-nona ma-mafkan i-ini sa-salahku, s-sekali la-lagi t-tidak bi-bisa me-melindungi mu, d-an berakhir se-seperti ini" Ucap ye yin pelan dengan nafas tidak betaturan.
"Itu tidak benar kau selalu melindungi, dan menjagaku dari dulu sampai sekarang. Ini bukan salahmu ini adalah kesalahanku yang membawamu mengikutiku kemari" Balasku sambil menatap ye yin dengan air mata yang perlahan mengalir.
"t-tidak no-nona j-jangan s-salahkan d-dirimu no-nona a-aku u-huk-uhuk" Ucap ye yin batuk darah dengan nafas semakin tidak beraturan.
"Tidak!!jangan bicara lagi!, kumohon bertahanlah ye yin!! jangan meninggalkanku seperti ini!!, dengarkan perintahku!!" Balasku dengan air mata mengalir deras.
"M-maafkan a-aku n-nona a-aku s-sudah ta-tak ku-kuat l-lagi" Balas ye yin dengan nafas pelan. Namun, perlahan kembali normal membuat jesslyn gemetar, dan menahan air mata sambil menatap sendu ke arah ye yin.
"selamat tinggal nona" Ucap ye yin lirih tersenyum sambil perlahan menutup mata dan nafasnya menjadi tenang.
"YE YIN!!!!" Teriak jesslyn terisak sambil menutup mata dengan air mata yang turun mengalir deras.
Bersambung~
--------Author Massage2----------
Seperti biasa jangan lupa di like, coment, dan support!!^^ eh votenya jangan dilupa ya!! biar makin semangat upnya~^^
Edit:***
Ye yin terimah kasih atas partisipasimu dinovel ini semoga tenang disana T T ayo pembaca sekalian mari kita berdoa untuk ye yin T T, dan juga untuk musibah banjir yang tengah melanda jakarta dan sekitarnya^^