
Aula Kediaman Panglima Perang
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam dengan di sertai hujan deras..
Jesslyn yang terbangun dari lelapnya karena mendengar suara gemercik air dari atas atap ruangannya.
"Hoamm... berisik sekali apa hujan?" ucap jesslyn segera bangkit dan merenggangkan otot-ototnya yang kaku.
"Jam berapa ini" ucap jesslyn sambil memerhatikan seisi ruangannya, dan mendapati sebuah pakaian yang digantung di samping tempat tidurnya.
"Itu.." gumam jesslyn berjalan mendekati pakaian itu, dan begitu sampai dia memandangi pakaian yang berwarna merah polos dengan style imut.
"Setindaknya cobalah dulu sebelum kau pergi dasar bodoh" ucap jesslyn sambil terus memandangi dengan tersenyum kecil.
Usai itu jesslyn meninggalkan ruangannya dan pergi keluar melihat hujan deras.
"Perasaan ini.. aku tak menyukainya, ini selalu mengingatkanku akan kejadian hampa yang kualami" ucap jesslyn mengulurkan tangan sambil merasakan air hujan di telapak tangannya.
"Kenapa? padahal seharusnya kau terlihat sebagai karunia di mata orang-orang, tapi di mataku bagai neraka yang selalu memberikan bayangan atas kejadian hampa yang kualami.. apa ini hukuman buatku karena telah membunuh banyak orang semasa hidupku?" ucap jesslyn tersenyum kecut.
Tidak lama berselang 30 menit hujan berhenti, dan jesslyn masih pada pendiriannya memandangi hujan yang perlahan menjadi gerimis kecil, dan tiba-tiba teringat leon sukses membuatnya tersadarkan dari lamunannya.
"Dimana si bodoh itu! sampai sekarang belum kembali dasar harimau tua!!" teriak jesslyn kesal.
"Yasudah peduli setan dengan dia aku harus pergi keluar untuk mengenal kota ini, dan mengatur rencana nanti" ucap jesslyn memasuki ruangan dan mengambil pakaian yang di buatnya untuk dirinya dan memakainya.
Usai itu jesslyn keluar meninggalkan ruangan sambil membawa pedangnya, dan beberapa koin emas, juga memakai cadarnya, dan tak lupa ia menutup pintu rapat-rapat seolah-olah ada orang di dalam. Begitu selesai ia segera berlari ke halaman belakang dan memastikan tidak ada orang yang melihatnya.
Lalu jesslyn melompat ke atas atap dengan menggunakan kekuatan anginnya dan terjun dibalik bayang-bayang pohon. Begitu terjun jesslyn mendapati beberapa orang-orang yang memakai topeng mencurigakan di sekitar kediamannya membuatnya mengkeriyitkan kening, lalu ia terus mengawasi mereka di balik bayang-bayang dan mencari tahu tujuan kelompok pria bertopeng ini.
"Dia tidak keluar hari ini kita tidak mungkin menyusup di dalam kan?" ucap pria bertopeng 1.
"Itu benar tapi kenapa kita di bayar hanya untuk membunuh gadis lemah, dan lagi ini permintaan keluarganya sendiri. Aku tak mengerti pemikiran para bangsawan" ucap pria bertopeng 2.
"Diamlah jangan membicarakan yang tidak perlu, tugas kita membereskannya tanpa jejak selain itu tidak ada hubungannya dengan kita" ucap pria bertopeng 3 yang dianggukki oleh dua pria bertopeng lainnya.
"Sungguh mengejutkan" ucap jesslyn menepuk tangan dan perlahan keluar dari bayang-bayang.
"Siapa itu!!" bentak ketiga pria bertopeng.
"Orang yang kalian cari" balas jesslyn santai sambil melepas cadarnya.
"Itu dia!! serang!!" seru pria bertopeng 3 yang dibalas geraman oleh 2 lainnya.
Mereka dengan cepat melaju dan menyerang dari berbagai arah namun setiap serangan berhasil ditangkis dengan mudah oleh jesslyn.
"Ketua dia bukan orang biasa!!" teriak bertopeng 1.
"Apa yang terjadi seharusnya dia sangat lemah.. apa info yang kita dapat salah?" pikir pria bertopeng 3.
"Hati-hati jangan lengah tetap pada posisi kita harus mencari celah pergi dari sini" ucap pria bertopeng 3.
"Tapi ketua bayarannya!!" teriak pria bertopeng 2.
"Sudah selesai debatnya?" tanya jesslyn santai membuat mereka terkejut
"Sialan aku tak percaya tak bisa mengalahkan gadis ini" ucap pria bertopeng 1 sambil berlari menyerang jesslyn. Namun, dalam hitungan detik kepala pria bertopeng itu melayang di udara, membuat 2 pria bertopeng lainnya gemetar ketakutan.
"Sepertinya cukup aku bermain-main, katakan siapa yang menyuruh kalian jika tidak sebentar lagi nasib kalian akan sama dengan teman kalian ini" ucap jesslyn dingin membuat mereka bergidik.
"Mundur!!" seru pria bertopeng 3.
Usai berseru pria bertopeng 3 segera berbalik berlari dengan kecepatan penuh, dan jesslyn yang melihat itu menyeringai di benaknya.
"Ketua tungg-" ucap pria bertopeng 2 yang langsung terhenti begitu mendengar bisikan dari arah belakangnya.
"Mau kabur?" ucap jesslyn menyeringai.
Begitu mendengar itu pria bertopeng 2 ingin berbicara. Namun, terlambat kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya, pria bertopeng 2 mati tanpa menyadari apa yang mereggut hidupnya.
Usai menghabisi kedua pria bertopeng jesslyn mengejar pria bertopeng lainnya dengan menggunakan kekuatan anginnya. Tidak lama terlihat pria bertopeng tengah berlari mati-matian, jesslyn yang melihat itu menyeringai dibenaknya dan dalam hitungan detik jesslyn sudah ada dihadapan pria bertopeng itu.
"A-apa ba-bagaimana bisa? ucap pria bertopeng 3 terkejut.
"Kesempatan terakhir siapa yang mengirimmu" tanya jesslyn dingin, dan pria bertopeng yang melihat itu langsung saja mengatakannya tanpa berpikir panjang karena nyawanya sekarang lebih penting dibanding bayarannya.
"Ini permintaan dari keluarga jendral!! kami dibayar untuk membunuhmu!! mereka yang meminta kami dan kami cuman menjalankan tugas!! " teriak pria bertopeng 3.
"Sudah kuduga, ck aku akan mengurus mereka nanti dan kau.." ucap jesslyn sambil melirik pria bertopeng 3 membuat pria bertopeng 3 berkeringat dingin.
"No-nona ya-yang hebat mo-mohon ampuni orang re-rendah yang le-lemah ini" ucap pria bertopeng itu sambil bersujud memohon ampun. Namun jesslyn sejak dulu tak punya belas kasihan pada orang yang ingin mencelakainya ataupun berniat jahat padanya.
Tanpa belas kasihan jesslyn melayangkan pedangnya pada pria bertopeng hingga kepalanya jatuh menggelinding di tanah.
"Maaf tak ada ampun dariku" ucap jesslyn berbalik, sambil mencipratkan darah yang menempel di pedangnya.
Alasan kenapa jesslyn memberikan mereka kematian yang mudah. Sangar simple yaitu karena ia tak ingin repot-repot mengotori pakaian barunya dengan darah.
"Mengirimkan orang-orang lemah ini padaku, beraninya meremehkanku. Baiklah nikmati saat-saat terakhir kalian sebelum ku kirim kalian satu per satu ke neraka" ucap jesslyn sambil menyeringai kejam.
Lalu jesslyn kembali pada tujuan awalnya, dan berlari dengan dibantu kekuatan anginnya dalam 3 menit ia telah sampai ditengah kota. Lebih tepatnya ia memerhatikan sekeliling kota dari bayang-bayang.
Bersambung~
----------Author Massage-----------
Seperti biasa jangan lupa di---
-LIKE(gratis)
-COMENT(Berikan pendapatmu)
-AND VOTE(harus dong)
Dukung terus karya author oke see you all~