The Devil's Queen

The Devil's Queen
Chapter 17 - Pertemuan Dengan Si Harimau 4



Malam telah berlalu mentari hendak terbit dan disaat ini jesslyn yang terbangun dari tidurnya.


"Hoamm berapa lama aku tertidur" ucap jesslyn terbangun sambil melihat sekitar mencari keberadaan leon.


"Hm? dimana dia" pikir jesslyn sambil mengucek-ucek matanya, dan memerhatikan sekeliling.


"Tidak sebelum itu, pedang ini setahuku cukup usang, dan tumpul. Juga karat-karat yang kulihat itu kemana" pikir jesslyn bingung sambil memerhatikan secara detail pedang digenggamannya.


"dan sekarang berubah menjadi pedang yang seolah baru ditempa?, dan yang paling penting ini terlihat cantik warna merah salah satu warna kesukaanku" ucapk jesslyn sedikit senang.


Lalu jesslyn segera bangkit dari posisi setengah duduknya, dan berjalan menuju tempat tak jauh dari sana, dan sampai dihadapan sebuah batu kokoh yang amat besar.


"Oke akan ku coba kekuatan pedang misterius ini" ucap jesslyn sambil menyeringai, dan langsung melayangkan serangan beribu-ribu tebasan dengan gerakan berputarp, dan cepat kepada batu besar yang berdiri kokoh itu. Sampai akhirnya jesslyn berhenti, dan batu besar yang tadinya berdiri kokoh itu telah hancur berkeping-keping membuat jesslyn tersenyum puas.


"Hm lumayan" gumam jesslyn sambil memerihatikan kepingan batu yang hancur lebur.


Sementara itu leon yang sedari memerhatikan jesslyn. Muncul sebuah ide dibenaknya yaitu membuat serangan kejutan kepada jesslyn.


Langsung saja ia dengan iseng, dan akal jahil menyerang jesslyn secara tiba-tiba dengan melayangkan cakarnya kearah jesslyn. Namun, serangan yang dilancarkannya gagal begitu jesslyn menyadari pergerakannya, dan dengan cepat menghindar lalu menodongkan pedang dileher leon dengan senyuman menungging.


"Serangan mendadak yang bagus tapi apa yang kau lakukan harimau tua?" ucap jesslyn melihat kearah leon dengan pedang yang masih tertodong dilehernya.


"Haha seperti yang kuduga patnerku lumayan juga" balas batin leon.


"Bodoh mau menjahiliku cari mati?" ucap jessoyn dingin.


"Haha patnerku aku hanya bercanda" balas batin leon berkeringat.


"Benarkah?" ucap jesslyn dingin dengan pedang yang semakin ia tekan.


"O-h ya aku ingin memberitahumu mengenai pedang ini, tidak kah kau penasaran" balas batin leon mengalihkan pembicaraan.


"Apa?" tanya jesslyn tertarik.


"Tapi sebelum itu, bisa kah kau singkirkan pedangmu ini" ucap batin leon begitu mendengarnya langsung saja jesslyn menurunkan pedangnya.


"Katakan" balas jessly sambil duduk siap mendengarkan.


"Hah selamat" pikir leon dibenaknya.


"Jadi seperti yang kau tau pedang ditanganmu ini bukan pedang sembarangan, tapi pedang legendaris digunakan seorang pertapa pada jamanku dulu untuk mengguncang dunia..,,


dan sebelum ku lanjutkan coba kau bermeditasi sesuai arahanku dulu" ucap batin leon yang langsung dianggukki oleh jesslyn.


Jesslyn yang mendengar itu tak banyak bicara langsung menurut, dan bermeditasi sesuai arahan leon. Lalu tak lama kemudian nampak keluar aura merah dari tubuh jesslyn, dan pedangnya bereaksi terhadap jesslyn langsung mengambang dihadap jesslyn untuk kedua kalinya, dan jesslyn perlahan membuka mata, mendapati pedangnya mengambang dihadapannya, dan aura kemerahan yang keluar dari tubuhnya membuatnya bertanya-tanya.


"Yang kau lakukan ini dinamakan ikatan roh karena pedang itu mempunyai roh. Jadi, aku barusan menyuruhmu menyatukan jiwamu dengan rohnya agar kau bisa menggunakan kekuatannya sejatinya tanpa ada hambatan. seperti yang barusan kau gunakan untuk menghancurkan batu besar tadi bukanlah kekuatan yang sebenarnya" tutur batin leon menjelaskan jesslyn yang mendengar itu tersenyum puas.


"Tapi pedang ini setelah berubah wujud aslinya, kenapa nampak begitu familiar.. "pikir leon yang langsubg cepat ia buang begitu melihat raut wajah jesslyn yang berubah seketika.


"Ini luar biasa sepertinya suatu takdir bagiku bertemu denganmu dan pedang ini juga ye yin..." ucap jesslyn tersenyum kecut. Membuat leon yang melihat itu merasa seolah ingin melindungi gadis dihadapannya ini.


Dan seketika leon kembali berubah menjadi wujud manusianya dengan tampangnya bak malaikat, dan jesslyn yang melihat itu terpaku dan merasakan kejanggalan dihatinya.


"Dengar ini jesslyn apa yang berlalu biarlah berlalu, dan jadilah kuat untuk menghadapi situasi kedepannya." ucap leon sambil mendekat,dan berdiri tepat dihadapan jesslyn. Lalu mengusap kepalanya pelan dengan sanyuman kecil. Namun, terlihat sangat mempesona di mata jesslyn.


Sementara jesslyn terdiam dengan jantung yang sedari tadi terus berdebar membuatnya terdiam karena kejanggalan dihatinya.


"Hei kau mendengarkanku?" tanya leon dengan suara serak terdengar begitu dekat. Sontak saja jesslyn terkaget, dan menoleh keata s dan tanpa sadar pandangan mereka terkunci saling menatap satu sama lain dengan muka berhadapan. Bahkan suara nafaspun terdengar begitu dekat yang langsung saja muncul rona merah diwajah jesslyn dan leon.


Langsung saja leon melepaskan tangannya dan berbatuk pelan. Lalu mengubah wujudnya kembali ke bentuknya semula dan jesslyn yang sedari tadi terdiam mulai berbicara.


"Ka-kau! ba-barusan!" ucap jesslyn terbata-bata.


"Maaf mengejutkanmu tanpa sadar ak-" ucap batin leon yang langsung dipotong oleh jesslyn.


"Tak apa" balas jesslyn cepat sambil berbalik berjalan lalu berhenti lagi.


"Anu... itu makasih leon" ucap jesslyn sambil berjalan dengan cepat, dan leon yang melihat itu terkekeh dibenaknya akan tingkah imut dari sosok dingin dihadapannya ini, dan menyusul jesslyn.


"Jadi kita mau kemana sekarang?" tanya batin leon.


"Kembali ke rumah" balas jesslyn.


Bersambung~


----------Author Massage-----------


Seperti biasa jangan lupa di---


-LIKE(gratis)


-COMENT(Berikan pendapatmu)


-VOTE(harus dong)


Dukung terus karya author oke see you all~