
Terlihat jesslyn yang tengah berjalan dengan dipandu seorang anak kecil, mereka menelusuri gang sempit dan kotor.
"Dik kau tinggal disekitar sini?" tanya jesslyn.
"Ya! aku tinggal disini bersama kaka bai dan hua!" balasnya riang membuat jesalyn tersenyum akan tingkahnya.
Tak lama berselang 10 menit mereka sampai pada tujuan, dan mendapati sebuah rumah atau lebih tepatnya gudang yang terlihat lusuh san kotor.
Tapi jesslyn tanpa pikir panjang berjalan memasuki tanpa merasa jijik sama sekali dengan diikuti anak kecil tadi. Begitu masuk jesslyn justru tertegun dengan pemandangan didalamnya yang terlihat bersih dan rapi walaupun sempit dan lusuh.
"Kak bai, kak hua!! aku pulang!!" panggil anak kecil itu.
"Ya~ selamat datang~" sahut seorang pemuda berusia sepantaran yun he yang menampakkan dirinya dari balik kain pembatas ruangan.
"Kak bai!!" panggilnya girang sambil berlari menghampiri pemuda itu.
"Kenapa kau kotor sekali.. kau bermain dimana sebenarnya dan kenapa akhir-akhir ini suka telat?" tanya pemuda bernama bai.
"Hehe itu rahasia~" balasn anak kecil itu
"Ah kak aku membawa kaka tabib bersama kita!" ucap anak kecil itu dengan riang.
"Eh ah ma-maaf aku tidak menyadarinya selamat datang~ " ucap pemuda bernama bai sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Tidak masalah" balas jesslyn santai.
"Jadi nona muda ada keperluan apa datang ke rumah lusuh kami?, kuharap nona tidak bermaksud ingin menjual kami, kami bukan budak" ucap pemuda bernama bai yang tadinya ramah menjadi dingin membuat jesslyn tersenyum penuh arti dibenaknya.
"Bai~ apa fan sudah pulang? aku baru saja memasak makan malam kita" ucap seorang gadis yang datang menghampiri.
"Ah ada tamu ya! bai!! kenapa kau tidak bilang kalau ada tamu!!" bentak gadis itu kepada pemuda bernama bai.
"Nona silahkan duduk dimana yang nona suka aku akan menyiapkan tehnya, tolong tunggu sebentar" ucap gadis itu yang langsung diangukki oleh jesslyn.
"Kak hua aku ikut membantu!!" ucap anak kecil bernama fan.
"Ayo kemari" balas gadis bernama hua.
Jesslyn lantas melirik kearah pemuda itu meminta persetujuan yang langsung saja dipersilahkan, jesslyn yang dipersilahkan langsung saja duduk sembarangan dengan rapi seolah sedang bertamu, membuat pemuda itu kebingungan akan tingkah jesslyn yang merasa biasa saja akan kondisi rumah lusuh mereka.
Sambil menunggu, jesslyn angkat suara atas situasi canggung antara dirinya dan pemuda dihadapannya.
"Jadi namamu bai?" tanya jesslyn.
"Ya aku bai, hua adalah nama perempuan yang kau lihat tadi dan adikku fan" ucap bai menjelaskan.
"Apa kalian bersaudara?" tanya jesslyn.
"Ya aku dan adikku bersaudara. Tapi kamu sejak kecil tidak memiliki orangtua sedangkan hua sebenarnya berasal dari keluarga baik-baik tapi melarikan diri saat dijodohkan" ucap bai.
"Aku kabur juga bukan karena itu saja bahkan keluargaku tidak menginginkanku, mereka menggunakanku untuk kepentingan mereka sendiri, aku senang sudah kabur dari neraka itu" ucap hua sambil membawa teh hangat bersama fan.
"Benar kami terkena wabah penyakit yang akhir-akhir menyerang sekitar kawasan gang kami dan sudah banyak orang tewas karena wabah ini" ucap hua menjelaskan.
"Apa tidak ada yang menolong kalian?" tanya jesslyn.
"Tidak, tidak ada yang mau menolong orang rendah tak bermarga seperti kami, bahkan pemerintah mengabaikan kami lantas untuk apa mereka menaruh simpati yang tidak perlu" ucap bai tersenyum kecut.
"Aku mengerti, walau aku belum tahu wabah apa yang menyerang kawasan kalian tapi aku punya solusinya" ucap jesslyn sambil mengeluarkan botol kecil berisikan ramuan dan menyerahkannya kepada bai.
"No-nona apakah ini benar-benar bisa menyembuhkan kami?" tanya hua dengan mata berkaca-kaca
"Tentu saja dan sebaiknya kalian melarutkannya ke kedalam air, dengan begitu kalian bisa membaginya bersama orang lain yang terkena wabah ini" ucap jesslyn
"Terimah kasih master!!" ucap bai sambil menunduk hormat dengan disusul oleh hua dan fan.
"Bangunlah" balas jesslyn.
"Dan tujuanku kemari bukan hanya itu aku berniat membentuk sebuah organisasi semacam serikat pembunuh bayaran tapi dengan sistematika yang berbeda, dan tujuan kita hanyalah untuk kepentingan kelompok yang beraksi dibalik layar. Tentu saja kita hanya akan memusnahkan yang harus dimusnahkan dan melindungi yang harus dilindungi, dengan kata lain kita akan melindungi orang-orang dibalik bayang-bayang. Jadi, apa kalian bersedia kurekrut berdua sebagai anggota inti?" tanya jesslyn serius dengan sedikit mengintimidasi untuk menguji nyali bai dan hua.
"Kami berada dalam pengajaranmu master!!" ucap bai dan hua lantang membuat jesslyn tersenyum puas.
"Bagus ini yang kutunggu, dan kurasa kunjunganku sampai disini" ucap jesslyn bangkit dari duduknya.
"Ya! terimah kasih banyak master!!" ucap bai dan hua lantang sambil mengantar jesslyn keluar.
"Aku akan datang lagi tapi, aku tak akan memberi tahu kapan aku datang yang pastinya aku akan datang menjemput kalian jadi sampai saat itu persiapkan diri kalian" Ucap jesslyn yang diangukki oleh bai,hua,dan fan.
"Kami selalu siap master!!" ucap bai dan hua serentak yang disusul oleh fan.
Jesslyn yang mendengar itu tersenyum dan perlahan menghilang dalam pandangan mereka. Membuat mereka yang melihat itu terkejut sekaligus kagum dan masuk kembali ke rumah mereka untuk memperiapkan diri.
Jesslyn yang saat ini sedang berlari menggunakan kekuatan anginnya di selang-selang pepohonan, menghentikan langkahnya begitu teringat akan leon yang sedari tadi menghilang tanpa kabar.
"Ah leon!! dasar harimau tua!!!" teriak jesslyn menggema
Bersambung~
----------Author Massage-----------
Seperti biasa jangan lupa di---
-LIKE(gratis)
-COMENT(Berikan pendapatmu)
-VOTE(harus dong)
Dukung terus karya author oke see you all~