The Devil's Queen

The Devil's Queen
Chapter 07



Ruangan Kediaman Jesslyn


"Nona, bagaimana dengan kain ini? Apa aku perlu meminta seseorang menjahitkannya untukmu, Nona?" ucap Ye Yin yang tengah berbincang bersama Jesslyn.


"Itu tidak perlu, Aku akan menjahitnya sendiri. Kau cukup pergi carikan aku mesin, dan semua kubutuhkan untuk menjahit," Jesslyn menyahut.


"Baik, Nona, Aku akan segera mencarikannya sekarang," ucap Ye Yin bangkit dari duduknya.


"Tunggu! jangan terburu-buru, tunggu aku selesai membuat obat baru kau pergi membelinya. Sekarang kau tunggu aku diluar untuk menjaga dan memastikan tidak ada yang masuk kemari selama aku berada di dalam. Kau mengerti?" ucap Jesslyn sambil memeringati.


"Aku, mengerti, serahkan padaku Nona, Ye Yin menyahut dengan patuh dan segera keluar dari ruangan. Tidak lupa ia menutup pintu terlebih dahulu dan berjaga diluar dengan berhati-hati.


"Baiklah, Aku akan membuat obat dengan kemampuanku dikehidupan sebelumnya," Jesslyn bergumam pelan.


Lalu Jesslyn segera memulai tahap pertama laku disusul dengan beberapa tahap lainnya, yaitu meracik obat-obatan dengan menumbuk ginseng 100 tahun, membuatnya hancur, merebus teratai merah, dan tidak lama ia segera menggabungkan ginseng bersama teratai menjadi satu. Ia melakukannya dengan cukup baik, Julukan seorang ahli memang pantas untuknya dan tak lama kemudian ia telah selesai menggabungkannya dan segera menaruhnya ke dalam mangkuk.


"Nah selesai, Aku akan mencobanya sekarang juga, semakin cepat semakin baik," ucap Jesslyn sambil meminum dalam sekali tegukan mangkuk itu kosong tak tersisa.


Setelah itu, Jesslyn segera duduk bersila diteras dan menutup mata. Lalu ia mulai menekan racun berpotensi kuat dan pekat yang menghambat, dan memengaruhi tubuhnya selama ini. Jesslyn fokus membuka aliran darah yang terhalangi racun untuk mengalir normal menuju titik meridiannya. Waktu sudah berlalu cukup lama, Jesslyn mulai berkeringat dan wajahnya menjadi pucat pasi, tapi ia tetap berusaha mencari cara untuk menekan dan mengaliri aliran darahnya secara bersamaaan menuju titik meridiannya.


Sampai akhirnya racun yang dia tekan perlahan netral dan melekat, menyatu bersama aliran darahnya. Hal ini sukses membuat Jesslyn memancarkan senyuman kemenangan. Karena tingkat ketahanan dan kekebalan tubuhnya saat ini mampu bersaing dengan tingkatan tahap master. Tidak lama setelah itu, hal yang ditunggu oleh Jesslyn datang. Yaitu aliran qi yang mengalir sangat deras menuju titik meridiannya.


Tak lama kemudian ia perlahan membuka mata dan mendapati tubuhnya yang secara alami berevolusi. Mulai dari warna kulitnya yang tadinya pucat pasi kembali normal dan suhu tubuhnya membaik. Tidak ingin membuang waktu, Jesslyn segera bangkit dan pergi menemui Ye Yin untuk memberi tahu kabar baik itu.


"Ye Yin!" panggil Jesslyn dengan nada tinggi sukses membuat Ye Yin terkejut dan jantungnya hampir copot.


"Nona!" sahut Ye Yin segera membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan untuk melihat kondisi nonanya itu.


"Nona, bagaimana? apakah ada masalah selama penyembuhan?" ucap Ye Yin cemas.


"Tidak, itu berlangsung sangat baik. Sekarang aku telah sembuh dan sangat sehat," Jesslyn menjawab dengan senyuman mengambang diwajahnya.


"Benarkah!? Akhirnya!! Nona, sembuh juga hiks. Aku selalu berpikir dan cemas kalau Nona, akan mati karena racun ditubuh Nona. Bahkan tabib kerajaan sudah menyerah terhadap Nona, Aku selalu cemas akan hal itu," ucap Ye Yin sambil meneteskan air matanya dan nampak sebuah kepedulian dan kasih sayang yang terpancar dari manik mata polos itu.


"Ya, Aku beruntung bisa menemukan resep obat yang bagus," Jesslyn menjawab sambil tersenyum.


"Kau memang benar, racun ini tidak bisa disembuhkan oleh sembarangan orang. Tidak terkecuali tabib kerajaan dan dokter dikehidupanku yang lalu. Hanya segelintir orang yang bisa menyembuhkannya, termasuk diriku. Jadi bisa dikatakan aku beruntung karena dulu pernah menjadi seorang penggila medis. Sehingga bisa menyembuhkan racun dahsyat ini," pikir Jesslyn sambil tersenyum bangga di benaknya.


"Tapi, jika di pikir-pikir secara logis, ini semua terjadi karena orang busuk mana yang meracuninya. Sangat tak berperasaan melakukan hal sekejam ini terhadap gadis gecil yang belum genap berusia 15 tahun. Benar-benar membuatku sangat muak," pikir Jesslyn di benaknya sambil mengerutkan alis dan terdiam dengan ekspresi kesal.


"Siapapun itu, kalau sampai aku menemukanmu, percayalah aku akan membuatmu merasakan lebih baik mati dari pada hidup" Jesslyn bergumam sambil menyeringai kejam di benaknya.


"Nona?" panggil Ye Yin sukses membuat Jesslyn tersadar dan melihat kearahnya.


"Nona sedang memikirkan apa?" tanya Ye Yin polos.


"Aku, sedang memikirkan orang-orang busuk mana yang berani melakukan hal keji ini" sahut Jesslyn sambil tersenyum ke arah Ye Yin, membuat Ye Yin sedikit tertekan karena senyuman dan aura yang mengancam muncul di sekeliling Jesslyn.


"Apa, Kau, tahu siapa orang yang paling sering mengirimiku ramuan atau obat?" tanya Jesslyn dengan ekspresi datarnya.


"Aku, tahu Nona, itu adalah nyonya kedua Ming karena ia yang ditugaskan untuk mengurus Nona, tetapi malah menelantarkan nona bahkan memperlakukan Nona, secara kasar. Tapi meski begitu, setiap hari nyonya selalu mengirimi Nona ramuan penyembuh dan Nona, selalu meminumnya," ungkap ye yin yang langsung membuat Jesslyn mengkeriyit dahi.


"Benarkah itu?" ucap Jesslyn dingin sambil menatap tajam Ye Yin.


"Itu semua benar adanya nona karena aku selalu berada disisi nona sepanjang waktu" balas ye yin dengan penuh keyakinan.


"Selain itu apa tak ada yang membantu kita selama ini" tanya jesslyn.


"No-nona se-selain almarhun ibunda pertama dan tuan besar semuanya mengabaikan nona bahkan peyalanpun ikut mengasingkan nona hiks" sahut ye yin dengan mata berkaca-kaca yang sepertinya cairan bening siap turun kapan saja.


"Aku mengerti tenanglah jangan menangis lagi itu sudah berlalu dan sekrang itu tidak akan terjadi lagi kau lihat sendirikan aku sudah berbeda dengan diriku yang dulu" ucap jesslym sambil menenangkan gadis cengeng dihadapannya.


"Y-ya nona aku mengerti" balas ye yin sambil mengelap air matanya yang berkaca-kaca.


"Itu bagus sekarang apa bisa kau membawaku pergi menemui kakek?" tanya jesslyn.


"Ya tentu nona tapi tuan besar tidak tinggal di kediaman jendral ini" sahut ye yin.


"Benarkah lantas dimana kakekku berada?" tanya jesslyn lagi.


"Tuan besar berada diarea barat, dan tinggal di kediamannya sendiri karena ia sebelumnya telah berjasa besar pada negeri. Jadi Kaisar memberikan kediaman yang sangat megah tak kalah hebat dengan istana kepada tuan besar sebagai balasan akan jasanya. Juga letaknya tidak jauh dari istana" Ungkap Ye yin menjelaskan.


"Begitukah sepertinya kakek adalah orang yang sangat hebat" balas jesslyn.


"Tentu saja nona tuan besar adalah mantan panglima perang yang sudah banyak berjasa dalam Negeri Kerajaan Qi Jin" ucap ye yin.


Tanpa mereka sadari langit mulai gelap karena mereka terlalu fokus bercerita dan lupa kalau sudah menjelang malam.


"Oke sekarang aku mau tidur besok temani aku kesana jadi siapkan semua perlengkapan yang kita butuhkan untuk besok kalau bisa bawa semuanya" ucap jesslyn.


"Semuanya nona?" ucap ye yin.


"Ya aku tidak mau tinggal ditempat busuk ini lagian mereka juga tidak mengharapkan kehadiran kita aku juga yakin kakek akan menerima kita dengan dengan baik disana" balas jesslyn.


"Baik nona aku akan segera menyiapkan semuanya nona lekaslah tidur perjalanan kita besok akan memakan waktu yang lama" ucap ye yin.


"Ya" balas jesslyn singkat


"Semut-semut licik tunggu aku kembali akan kumusnahkan kalian satu persatu. Serangga-serangga busuk, sampai keakar-akarnya, aku juga akan mencari tahu penyebab kematian ibuku. Tentu saja pasti pelakunya tidak jauh dari orang-orang kediaman ini, dan tersangka pertamaku si jal*ng ming ruyue karena dia sangat menginginkanku mati" pikir jesslyn tersenyum sinis.


"Jesslyn nantikan dari sana rencana yang akan kujalankan nanti, kau jangan cemas aku akan membuat mereka membayar lebih!" Ucap jesslyn dengan tersenyum menyeringai sambil melihat kearah langit malam



Bersambung~


Seperti biasa jangan lupa di---


-----------Author Massage----------


-LIKE (gratis)


-COMENT(Berikan pendapatmu)


-AND VOTE(harus dong)


Dukung terus karya author oke see you all~