
Situasi leon saat ini...
"Haha gadis itu terlihat bodoh" ucap leon yang tengah duduk pada salah satu pohon tak jauh dari Kediaman Panglima Perang.
"Tapi, tingkahnya tadi bisa saja membuatku tak bisa menahan diri.." pikir leon tersenyum kecil, namun ekspresinya dengan cepat berubah begitu teringat sosok pemuda tadi membuatnya kesal.
"Keparat tadi!!, siapa dia!? " ucap leon yang langsung berubah mood menjadi tak suka.
Dan situasi pemuda misterius...
"Pemuda tadi siapa dia? kenapa di terlihat begitu dekat dengan kupu-kupuku, dan kenapa selama ini aku tak tahu perihal dirinya." pikir pemuda misterius.
"Gao" panggil pemuda misterius itu.
"Ya tuan" sahut pria berpakaian hitam bernama gao sambil bertekuk lutut.
"Pemuda yang bersamanya, siapa dia?" ucap pemuda misterius dengan dingin menatap ke arah gao yang tengah berlutut kepadanya.
"Ma-maf tu-tuan aku juga belum mengetahui pasti te-tentangnya" balas gao tergagap.
"Maksudmu kau tak tahu apa pun tentangnya?, lalu apa yang kau lakukan selama ini? ucap pemuda misterius dingin.
"Ya- ya i-tu benar tuan ma-maf atas kecerobohanku" balas gao berkeringat dingin.
"Baiklah, aku beri kesempatan buatmu mencari tahu identitas pemuda itu dan segera laporkan padaku" ucap pemuda misterius yang langsung saja di balas anggukkan dan sorakan gembira dibenak gao.
"Siap tuan!! aku tak akan mengecewakan anda yang mulia pangeran zen!!" ucap gao lantang yang langsung di balas lirikan tajam oleh pemuda misterius tak lain pangeran zen.
"Ah maksudku tuan zen" ucap gao sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Pergi kerjakan tugasmu sekarang!!" bentak pangeran zen.
"Siap laksanakan tuan!!" sahut lantang gao segera bergegas meninggalkan tempat itu. Tapi sebelum pergi, ia sempat mendengar peringatan dari zen.
"Sebaiknya kau tidak ceroboh kali ini, atau tidak kau mengerti akibatnya " ucap pangeran zen membuat gao bergidik.
"Sial pangeran sangat menakutkan" pikir gao sebelum akhirnya ia menghilang dari tempat itu.
"Pemuda itu lihat saja kalau bertemu lagi, akan ku buat dia mengerti perbedaan di antara kita" pikir leon dan pangeran zen itu bersamaan, keduanya tersenyum licik dibenaknya masing-masing.
Beralih ke Panglima Perang saat ini...
"Lapor pak, aku kehilangan jejak nona jesslyn" lapor seorang pengawal.
"Apa!!?"bentak Panglima Perang marah.
"Pergi kemana dia, apa dia tersesat? ataukah di culik orang? tidak cucuku yang rapuh, kakek akan menyelamatkan mu cucu satu-satunya" pikir panglima perang penuh nekat dan sedikit cemas di benaknya.
"Tu-tuan!! anda ingin kemana?" ucap salah satu pelayan rumah lelang itu membuat panglima perang menatap tak suka kearahnya.
"Aku tak jadi mengikuti lelang ini" balas panglima perang dengan cepat beranjak dari sana.
"Ta-tapi tuan lelang baru saja dimulai" ucap pelayan itu lagi yang tak digubris.
Di luar Rumah Lelang Zhang...
"Kerahkan seluruh divisi A untuk mencari cucuku sekarang, dan berikan imbalan kepada orang yang memberi informasi mengenai jejak atau keberadaannya" perintah panglima perang kepada salah satu pengawalnya, yang ia kirim untuk mengawasi jesslyn tadi.
"Siap tuan!!" sahut pengawal itu dengan sigap langsung menaiki kuda dan pergi menyampaikan amanat panglima perang. Tidak hanya itu, panglima perang juga mengutus seorang pelayan untuk pergi ke alun-alun kota dan menyampaikan amanatnya. Yaitu pencarian cucunya tak lain jesslyn.
Hingga saat itu juga Kota Peiyang heboh mencari keberadaan jesslyn yang sekarang masuk dalam daftar pencarian.
Sementara jesslyn saat ini...
"Sial sial sial sial sial... arghhhh" pikir jesslyn sambil mengerang kesal.
Jesslyn yang sedang kesal di ruangannya.
"Leon sialan!! beraninya menggoda ku!!" pikir jesslyn tak henti-hentinya kesal.
Dan beberapa saat dia terbayang lagi membuatnya makin kesal.
"Arghh pergi kau dari kepalaku harimau tua!!" erangan jesslyn kesal sambil mengacak-acak rambutnya.
Lalu beberapa menit kemudian ia telah tenang kembali, walaupun seringai licik penuh arti di tampak wajahnya saat ini.
"Tinggal ku balas bukankah mudah sekali? haha leon lihat saja kau" ucap jesslyn tersenyum licik versinya.
Bersambung~
----------Author Massage-----------
Seperti biasa jangan lupa di---
-LIKE(gratis)
-COMENT(Berikan pendapatmu)
-VOTE(harus dong)
Dukung terus karya author oke see you all~