
Keesokan paginya..
Halaman Belakang Kediaman
"Nona kita mau kemana? kenapa kita pergi lewat halaman belakang?" Tanya Ye yin.
"Kita akan pergi latihan, dan kalau lewat depan gerbang depan itu akan memakan waktu lama. Untuk sampai tujuan lewat belakang adalah pilihan tepat" Balas jesslyn.
"Baiklah nona tapi bukankah seharusnya kit berpamitan dulu dengan tuan besar?" Tanya Ye yin lagi.
"Itu tidak perlu, aku sudah menyuruh pelayan agar menyampaikan kepada kakek kalau kita akan pergi keluar, dan kembali nanti malam" Balas jesslyn.
Lalu mereka pun keluar dari kediaman lewat halaman belakang, dengan memanjat dinding menggunakan ilmu meringan tubuh milik jesslyn, dan membawa ye yin bersamanya.
Mereka berlari cukup jauh selama 2 jam, dan saat ini mereka telah berada ditengah hutan belantara. Namun, tak kunjung menemukan lokasi hutan keramat yang ingin didatangi jesslyn untuk latihan sampai akhirnya ye yin angkat suara.
"No-nona s-sebenarnya k-kemana ki-kita akan pergi.. ki-kita sudah cukup lama b-berlari... p-prsediaan kita juga s-sudah menipis no-nona" Ucap ye yin dengan suara terengah-engah.
"Tunggulah sebentar lagi kita akan sampai" balas jesslyn mengkeriyit melihat sekitar.
"kenapa bisa begini seharusnya sudah sampai dari tadi, dan lagi aku cukup yakin dengan lokasi ini sudah tepat. Tapi, dimana pintu masuk hutan keramat ini" pikir jesslyn sambil melihat kearah kiri dan kanan.
Lalu pergerakkan mereka terhenti ketika mendengar suara jeritan yang kecil. Namun, masih terdengar ditelinga mereka yang berjarak didalam hutan tidak jauh dari mereka.
"Ye yin aku akan mengeceknya, kau tunggu disini jangan kemana-mana" Perintahu kepada ye yin dengan dibalas anggukkan.
"Aku mengerti nona hati-hati cepatlah kembali" balas ye yin dengan raut wajah cemas yang langsung ku balas dengan anggukkan.
Dengan perasaan waspada akan sekitar, jesslyn berlari mendekat kearah suara jeritan itu berasal, tak lupa ia mengeluarkan pisau anginnya. Hingga akhirnya jesslyn terkejut mendapati mayat kedua pria dengan tubuh tercabik-cabik, dan organ tubuh yang berserakan, juga serpihan darah disekitar kedua pria itu.
Jesslyn terdiam cukup lama sambil memandangi pemandangan horor didepannya. Jika orang lain yang melihat ini mungkin akan muntah, dan pingsan di tempat. Tidak lama kemudian, scara tiba-tiba ia merasakan aura mencekam dari arah sampingnya, sontak saja ia menatap tajam kearah aura mencekam itu, dengan pisau angin ditangannya yang siap menyerang kapan saja.
Sampai akhirnya terlihat sosok Siluman Ular setengah manusia, berukuran besar, dengan bercak darah disekita area mulutnya. keluar dari balik bayang-bayang, lagi-lagi jesslyn terkejut melihat sosok Siluman Ular Setengah Manusia berukuran besar ini, apalagi dengan bercak darah berserakan disekitar mulutnya, membuat jesslyn tau kalau pemandangan yang ia lihat disebabkan oleh siluman ini.
Ia tak bisa berkata-kata lagi, dan berniat ingin menyerang namun Siluman Ular itu sudah lebih dulu menyerangnya, dan kekuatan yang dilancarkan ular itu sangat kuat. Bahkan racun berbisanya sangat berbahaya membuat jesslyn yang sedari tadi menghindar kini terpojok.
"Kau bisa berbicara! Bagaimana bisa!?" bentak jesslyn kearah Siluman Ular itu.
"Kau bisa mendengarku?, Haha aku sangat beruntung bertemu mangsa sepertimu, bersiaplah jadi santapanku" ucap siluman ular setengah manusia itu semakin menyeringai dan sekali lagi mulai menyerang jesslyn.
Siluman Ular dan jesslyn tengah bertarung sengit walau berat sebelah Siluman Ular yang terus mendapat luka-luka dari jesslyn. Namun, itu tidak berguna karena ia terus beregeneras.i Sementara situasi jesslyn saat ini tidak menguntungkan, dengan luka-luka tubuhnya akibat terus menghindari serangan karena perlawanannya tidak berguna, apalagi Siluman Ular yang terus beregenerasi jadi jesslyn cuman bisa menghindar terus menerus. Hingga akhirnya ia terluka parah, dan kelelahan sesekali ia menghapus darah yang keluar dari mulutnya.
"Menyerahlah kau sudah terluka parah, dan kekuatanmu juga tidak akan berguna padaku, biarkan aku memakanmu cantik" ucap Siluman Ular yang terus memojokkan jesslyn.
"ini buruk dengan kekuatanku saat ini tak akan berguna melawannya, sial! tak kusangka siluman ini sangat kuat" pikir jesslyn kesal dibenaknya.
Baru saja jesslyn ingin memikirkan sebuah cara untuk melarikan diri, secara tiba-tiba terdengar suara panggilan yang terdengar tidak asing baginya membuatnya cemas sekaligus terkejut, dan menatap kearah suara itu. Begitupun dengan Siluman Ular itu juga menatap kearah suara berasal, dan sesuai dugaan suara panggilan yang terdengar tidak asing itu tak lain pelayannya ye yin.
"Apa yang kau lakukan disini ye yin!!, bukankah aku sudah menyuruhmu menungguku kembali!!" teriakku dengan tatapan dingin kearah ye yin.
Sementara ye yin saat ini syok melihat Siluman Ular yang berukuran besar, sampai terduduk lemas dengan tubuh bergetar.
"No-nona a-apa yang te-terjadi" ucap ye yin tergagap sekaligus gemetar melihat ke arah jesslyn.
"Ye yin cepat pergi dari sini!!" teriak jesslyn serak.
"T-tapi n-nona ba-bagaimana de-denganmu k-kau s-sedang terluka p-parah" balas ye yin masih tergagap dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan banyak bicara lagi!! cepat pergi dari sini!!" Teriak jesslyn lagi dengan berkeringat dingin.
"T-tidak no-nona aku t-tidak bisa m-meninggalkanmu!" balas ye yin sambil mengeluarkan air mata.
Bersambung~
Author Massage:
Seperti biasa jangan lupa di like, coment, dan support!!^^ eh votenya jangan dilupa ya!! biar makin semangat upnya~^^
Btw dieps selanjutnya mungkin bakalan bikin mewek jadi persiapkan diri kalian:v!!