The Devil's Queen

The Devil's Queen
Chapter 29 - Salah Paham 2



Waktu menunjukkan pukul 6 sore. Mereka kembali pulang dengan tenang, tanpa hambatan, kecuali situasi satu ini.


"Leon?" panggil jesslyn lirih, yang sudah ia ucapkan sebanyak lebih dari 100× sepanjang perjalanan. Tapi tetap tak digubris oleh leon. Hingga,


Taman Kediaman Panglima Perang


"............."


"............."


/Suasana sunyi dan canggung.


Mereka berjalan secara perlahan memasuki ruangan milik jesslyn dengan sunyi. Karena usai kejadian tadi ekspresi leon berubah menjadi dingin, terus mendiamkan jesslyn dan tak mengubrisnya. Tentu saja jesslyn kesal akan hal itu, tapi ia sadar leon tak akan bertingkah seperti ini tanpa alasan.


"Leon!!" bentak jesslyn lagi yang tetap diabaikan.


"Sial sepertinya dia salah paham, apa yang harus ku lakukan untuk menyelesaikan ini" pikir jesslyn dengan keras dibenaknya sambil melirik leon yang sedari tadi terus bungkam bak mayat hidup.


"Masuk" ucap leon lembut, dengan lirikan dingin yang mulai angkat suara setelah kesunyian yang berlangsung cukup lama.


"Lalu bagaimana denganmu?, kau masuk juga" balas jesslyn yang tak digubris oleh leon. Malah leon berbalik meninggalkannya.


"Leon!!" bentak jesslyn sambil menahan tangan leon dan menggenggamnya erat. Namun, tetap leon tak bergeming membuat jesslyn sedikit kesal.


"Leon!! ada apa denganmu!?" bentak jesslyn menatap kesal kearah leon.


"Benar ada apa denganku ya?" balas leon dingin.


"Leon!!, lihat aku dan jawab aku!!" bentak jesslyn dengan tubuh gemetar. Reflek leon berbalik dan menatap balik. Membuat pandangan mereka terkunci satu sama lain.


"Kenapa katamu?, aku sendiri tak tahu kenapa aku begini" balas leon sambil bergerak maju, membuat jesslyn bergerak mundur sampai masuk ke dalam ruangannya.


"Aku tak suka melihat kau bersama dengan pemuda tadi, kau tahu kenapa?" ucap leon menatap sayu kedua manik mata milik jesslyn.


"Tak sengaja?" balas leon semakin mendekatkan wajahnya kearah jesslyn, membuat jesslyn semakin gugup dan kesulitan bernafas.


"I-tu be-benar" ucap jesslyn dengan suara semakin tak karuan.


"Lalu, apa kau menyukainya?" tanya leon dingin dengan tatapan mengintimidasi. Membuat jesslyn yang melihat itu menjawabnya dengan cepat.


"Ti-tidak mungkin!!" sahut jesslyn membuat leon tersenyum kecil. Lalu membisikkan sesuatu di kuping jesslyn, yang membuat kuping dan wajahnya semerah tomat. Usai melakukan itu leon tersenyum menawan, dan melepaskan jesslyn yang sedang terpatung dengan wajah merah menyala.


"Kalau megitu aku pergi mengintai dulu disekitar sini. Jika kau merindukanku, panggil saja aku akan datang padamu" ucap leon tersenyum tipis sambil keluar ruangan dan menghilang diudara tipis.


"bagus, kau tidak boleh menyukai pria lain selain aku. Kau mengerti?" bisikan leon yang terdengar seksi, terngiang-ngiang di kepala milik jesslyn saat ini.


"H-hah sadarlah jesslyn, sadarlah jangan seperti ini" ucap jesslyn sambil perlahan mengambil nafas dengan jantung yang sedari tadi terus berdegup kencang tanpa henti.


"Arghh leon sialan!! apa maksudnya ini!!" teriak jesslyn dibenaknya sambil menutup wajahnya yang sedari tadi terus merah menyala tak kunjung padam.


Bersambung~


----------Author Massage-----------


Seperti biasa jangan lupa di---


-LIKE(gratis)


-COMENT(Berikan pendapatmu)


-VOTE(harus dong)


Dukung terus karya author oke see you all~