The Devil's Queen

The Devil's Queen
Chapter 35



"Benarkah? Aku sungguh pernah kemari?" ucap Leon berpikir keras di benaknya.


"Arghh!!tapi aku tak ingat pernah kemari!" ucap Leon lagi terus berpikir keras dan pada akhirnya ia menyerah, setelah lama termenung dengan pikiran yang kosong.


"Sudah cukup, Aku, hanya membuang-buang waktu berada disini. Sepertinya aku harus menunggu sampai ingatan itu muncul kembali," ucap Leon di benaknya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


Setelah mendiskusikan sesuatu di benaknya, Leon segera bangkit dan beranjak dari tempat itu. Lalu segera kembali ke kediaman panglima perang untuk bertemu dengan Jesslyn.


Sementara itu Jesslyn.....


Ruangan Panglima Perang Guan


"Kek, apa kita benar-benar akan datang ke acara pertunangannya malam ini?" ucap Jesslyn yang tengah duduk bersama Guan zhouyang.


"Ya, tentu saja kita harus hadir di acara kali ini. Bukankah kau yang meminta untuk pergi?" sahut Panglima Perang Guan sambil meminum secangkir teh.


"Hehe, Kek, tapi kek sebelum pergi aku ingin mengurus sesuatu dulu. Bolehkan, Kek?" ucap Jesslyn dengan ekspresi semanis mungkin yang ia buat.


"Baiklah, tapi jangan lewat dari jam makan malam. Kau dengar bukan cucuku?" sahut Panglima Perang Guan sambil menatap Jesslyn tajam.


"Ya, Kek, Aku akan kembali sebelum jam makan malam. Kalau megitu aku pergi sekarang saja. Sampai jumpa nanti malam kek!!" ucap Jesslyn sambil mengecup pipi Panglima Perang Guan. Lalu segera beranjak keluar dari ruangan.


"Cucuku yang manis, mirip sepertimu bukan, Yue Er," Panglima Perang Guan bergumam.


Usai keluar dari ruangan Panglima Perang Guan, Jesslyn terlebih dulu pergi ke ruangannya untuk mengganti pakaian dan membawa barang-barang yang ia perlukan. Seperti biasa, Jesslyn tak lupa membawa cadarnya supaya tidak menarik perhatian yang dirasa tak perlu. Setelah menyiapkan semua yang keperluannya, Jesslyn pergi dengan meninggalkan sebuah kertas ditulisnya untuk leon. Berdasarkan tulisan di kertas itu, Jesslyn hanya memberi tahu bahwa ia akan pergi ke suatu tempat. Jadi, Leon tak perlu cemas padanya, kecuali ia meragukan kekuatannya. Kurang lebih itu lah sepatah kata yang di sampaikan Jesslyn kepada leon melalui sepucuk kertas.


"Perjalananku kali ini masih panjang. Memang sulit jika harus memulainya kembali dari nol. Tapi aku tak akan menyerah, tuhan memberiku kesempatan kedua tentunya akan kumanfaatkan baik-baik. Jesslyn, perhatikan dengan seksama dari sana bagaimana aku mengubah hidupmu dan dunia ini," ucap Jesslyn tersenyum licik sambil menatap ke arah langit.


Setelah terdiam sejenak jesslyn segera bergerak dan melanjutkan pergerakkannya. Yaitu menuju tempat Bai dan Hua berada saat ini. Yaitu gang daerah sekitar kawasan kota bagian luar yang terasingkan.


Sementara itu Leon.....


"Jesslyn, dasar gadis bodoh. Ia pergi meninggalkanku lagi," ucap Leon yang baru saja datang dan melihat sepucuk kertas terpampang rapih di atas meja.


Bersambung~


-----------Author Massage----------


Seperti biasa jangan lupa di---


-LIKE(gratis)


-COMENT(Berikan pendapatmu)


-AND VOTE(harus dong)


Dukung terus karya author oke see you all~