The Devil's Queen

The Devil's Queen
Chapter 05



Ruangan Kediaman Jesslyn


"Apa yang kau lakukan?" ucap Jesslyn gugup akan tingkah pelayannya.


"Nona, Aku akan membantu memandikan anda," sahut Ye Yin dengan polosnya.


"Itu tidak perlu, Aku bisa sendiri," ucap Jesslyn cepat.


"Tapi, Nona, ini sudah menjadi kewajibanku. Apa Nona, yakin?" sahut Ye Yin.


"Ya, Aku yakin. Tenang saja, kau tidak perlu membantu tunggu saja aku di depan pintu," ucap Jesslyn.


"Baiklah, Nona, kalau Nona, perlu sesuatu segera panggil aku akan datang membantu," sahut Ye Yin.


"Ya, Aku, mengerti pergilah, Aku mau mandi sekarang," ucap Jesslyn.


"Baiklah, Nona," sahut Ye Yin.


Berselang 3 menit, Jesslyn saat ini sedang mandi dengan paduan aroma wangi mawar, kulit seputih susu, dan rambut hitam panjang yang terurai. Ia tampak seperti bidadari yang ada di dongeng-dongeng.


"Haah, ini menyegarkan wangi mawar kesukaanku. Aku menyukainya," ucap Jesslyn menceburkan diri ke dalam bak kuno penuh air hangat dan kelopak-kelopak mawar menghiasi bak itu.


"Ehm ahh, rasanya tenagaku yang terperas tadi terisi kembali. Huh, tubuh ini terlalu lemah bahkan cuman menggunakan teknkk pisau angin sebentar saja sudah membuatku lemas," ucap Jesslyn yang sebenarnya tak sadar telah menggunakan kekuatan penuh.


"Tapi, jika dipikir-pikir lagi, Aku penasaran dengan keadaan pasar di era yang kuno ini. Apa aku akan mendapatkan yang kuinginkan disana?" pikir Jesslyn di benaknya.


"Aku tak tahu jika aku tidak menemukan yang kuinginkan mungkin aku harus mencari tempat yang menjual barang apa pun semacam mall?" pikir Jesslyn di benaknya sambil tertawa pelan.


"Aku akan tahu nanti, " ucap Jesslyn lalu memanggil Ye Yin untuk membawakan pakaian gantinya.


"Ye Yin, " panggil Jesslyn lembut.


"Ya, Nona, ini aku sudah membawakan pakaian gantimu," Ye Yin menyahut dengan sigap.


"Bagus, Kau sangat pengertian," ucap jesslyn sambil mengelus pelan puncap kepala milkk Jesslyn. Lalu Jesslyn bangkit mengenakan sehelai kain tipis.


Tidak memakan waktu lama, Jesslyn segera mengenakan pakaiannya dengan dibantu oleh Ye Yin. Karena dirasa rumit dan aneh Jesslyn tidak terbiasa dengan itu, karena dimasa lalu ia selalu menggunakan pakaian bebas. Seperti rok mini hitam sepaha, baju kaos putih selengan, mantel hitam panjang melewati lutut, dan rambut hitam yang diikat membuatnya terlihat anggun. Dengan penampilannya yang seperti itu membuat orang-orang akan terpesona akan kecantikan yang melebihi artis papan atas dan sekarang ia tengah menggunakan pakaian kuno membuatnya semakin tidak nyaman. Rasanya ia ingin membeli beberapa kain dan menjahit pakaiannya sendiri.


"Nona, ini sudah selesai," ucap Ye Yin.


"Baiklah, terimah kasi- Tunggu sebentar, aku harus merapikan wajah dan rambutku," sahut Jesslyn sempat menghentikan omongannya.


"Nona, Aku, akan membantumu," ucap Ye Yin sambil mengeluarkan bedak dan lainnya yang terlihat seperti make up tapi sedikit aneh membuat Jesslyn merasa seolah mendapat firasat buruk dan membuatnya merasa tidak nyaman.


"Apa yang ingin kau lakukan dengan itu?" ucap Jesslyn dengan gugup.


"Tentu saja merias Nona, ini kali pertama Nona, merias diri. Jadi, Aku akan dengan senang hati ingin membantu," sahut Ye Yin dengan tersenyum polos


"Tidak perlu, Aku akan melakukannya sendiri. Kau cukup liat saja," ucap Jesslyn.


Sambil melihat alat-alat make up yang diberikan Ye Yin, Jesslyn memilih beberapa yang terasa familiar baginya. Seperti foundation, bedak yang terlihat ringan diwajah, dan pemerah bibir yang terdiri berbagai macam warna. Namun, Jesslyn memilih yang pink polos karena terlihat cocok dengan wajahnya yanh juga polos.


Lalu dengan segera Jesslyn mengaplikasikannya ke wajah. Memulai dengan memoles sedikit foundation, dan meratakannya ke seluruh wajah, juga memoleskan bedak ringan secara tipis, terakhir mengambil sedikit pemerah bibir menggunakan jari, dan memakainya dibibir, dengan tipis juga kupakai sedikit diarea pipi dan selesai konsep yang natural.


"Bagaimana?" ucap Jesslyn yang langsung menoleh kearah Ye Yin yang sedari tadi memerhatikan dengan antusias.


"Nona, Kau, terlihat sangat cantik seperti dewi!" ucap Ye Yin dengan mata yang berbinar-binar.


"Wah, Aku tidak tahu ternyata Nona, pandai merias," ucap Ye Yin masih dengan mata yang berbinar.


"Ya, Aku, hanya memoleskannya sesuai keinginanku saja," balas Jesslyn sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Hah, bukannya aku yang ahli merias cuman kalian saja yang suka merias seperti badut! Yah walau aku memang hebat dalam make up, fashion, juga staylish," pikir Jesslyn dengan narsis memuji dirinya sendiri di benaknya.


"Tapi kalau dipikir-pikir wajah ini sudah cantik memang dari kulitnya yang putih bersih, jika dipoles sedikit make up ringan akan membuatnya lebih cantik, tentunya terkesan natural lumayan tidak jauh berbeda dengan diriku yang dulu," Jesslyn bergumam sambil melihat pantulan dirinya pada cermin.


"Nona, ijinkan aku membantu merapikan rambutmu," ucap Ye Yin yang langsung dibalas anggukan.


"Ya," sahut Jesslyn singkat.


5 menit kemudian.....


"Nona, semua yang dibutuhkan sudah siap, " ucap Ye Yin.


"Ya, Ayo pergi," sahut Jesslyn dengan senyum tipis.



/Ilustrasi rupa jesslyn.....


Seperti biasa jangan lupa di---


----------Author Massage-----------


-LIKE (gratis)


-COMENT(Berikan pendapatmu)


-DAN VOTE(harus dong)


Dukung terus karya author oke see you all~