Sundari

Sundari
Jalan Keramat 2



“Sebaiknya kita segara pergi dari tempat ini Wan?” ajak Dina.


Iwan mulai menyalakan mobilnya bergegas meninggalkan rumah ki Selamet menuju rumah.


Tidak lama di saat telah berada di jalan keramat mobil yang mereka tumpangi pun mogok.


“Sial, mobilnya mogok Bu?” kata Iwan memberitahukan Dina.


“Kenapa bisa mogok Wan?” tanya Dina.


“Tidak tahu Bu, perasaan ini mobil tidak pernah bermasalah, tunggu sebentar Bu saya mau liat mesinnya dulu.” ujar Iwan.


“Iya Wan,” ucap Dina


Iwan keluar dari mobilnya lalu membuka kap mesin mobil, setelah di periksa keadaan mesin masih bagus tidak ada ke rusakkan sama sekali.


Iwan mencoba masuk kembali ke dalam mobil dan memberitahukan Dina.


“Bagaimana Wan apanya yang rusak?” tanya Dina.


“Tidak ada Bu, semua mesin dalam keadaan normal.”


“Lalu bagaimana ini, sebentar lagi hari akan mulai malam. Kita harus keluar dari tempat ini Wan,” ujar Dina.


Bukannya mendapatkan solusi untuk membuat kuntilanak yang mengganggu Dina pergi mereka berdua malah mendapat masalah di sana.


“Kita tunggu saja Bu, siapa tahu ada warga yang lewat atau pengendara lain jadi kita dapat meminta bantuan kepada mereka, bagaimana menurut ibu?.”


“Aku bingung tidak dapat berkata apa-apa lagi Wan, aku ngikut apa katamu saja semoga ada jalan keluar dari masalah ini Wan.”


Mereka berdua memutuskan untuk menunggu bantuan dari salah satu warga yang lewat atau dari pengendara lain yang lewat di tempat itu.


Sudah dua jam telah berlalu namun tidak satu pun orang yang melintas di jalan itu, hari pun terlihat mulai gelap jalan sekitar terlihat gelap sekali karena lampu jalan tidak tersedia di sana, Dina pun mulai terlihat cemas dan takut di tambah lagi pohon-pohon bambu serta kuburan yang berada di bawah pohon bambu tersebut menambah daya seram bagi mereka yang melihatnya.


“Wan bagaimana ini? Kita tidak mungkin berada di sini,” ujar Dina yang mulai panik.


“Coba telepon pak Hendra Bu siapa tahu bisa membantu kita soalnya ini genting sekali,” ucap Iwan yang memberi saran.


“Iya aku coba wan.”


Dina mulai mengambil telepon genggamnya menelepon suaminya.


Akan tetapi di saat Dina hendak menelepon suaminya Dina melihat tidak ada sinyal di telepon genggamnya.


“Tidak ada Sinyal Wan,” ucap Dina.


“Terus bagaimana ini Wan.” Dina mulai panik.


“Saya coba cek lagi ya Bu,” ujar Iwan.


“Ya Wan."


Iwan yang kembali keluar berjalan ke depan mobil lalu membuka mobil kap mengecek kembali mesin tersebut dengan menggunakan seter di telepon genggam Iwan.


Sementara Dina yang berada di dalam mobil dengan penerangan senter dari hp nya.


Dina kembali ingat akan pemberian garam dari ki Selamet, Dina membuka pemberian garam tersebut yang dia simpan di dalam tasnya.


Saat Dina membuka bungkus plastik tempat menyimpan garam itu.


“Aaaaa!” teriak Dina


Dina sangat terkejut melihat di dalam bungkusan plastik itu bukan garam melainkan ratusan ulat kecil yang berada di dalam bungkusan plastik itu.


Iwan yang terkejut mendengar teriakan Dina kembali mendatangi Dina.


“Ada apa Bu?” tanya Iwan yang kaget.


“Ini isinya ulat?” sahut Dina yang memberikan bungkusan plastis itu kepada Iwan.


“Kenapa bisa jadi ulat semua isinya Bu?” Iwan yang bertanya.


“Aku pun tidak tahu, aku hanya penasaran tadi lalu membuka dan ternyata isinya seperti itu,” ucap Dina.


“Bagaimana Wan apa ada yang rusak?” tanya Dina kembali.


“Tidak ada Bu, semua mesin normal,” sahut Iwan.


“Lalu bagaimana ini?” Dina yang bingung.


“Tunggu sebentar Bu, saya baru ingat sesuatu.”


Iwan keluar kembali dari dalam mobil.


Iwan berjalan menuju roda di depan kanan mobil.


Setelah itu Iwan membuka ikat pinggangnya di lanjutkan kembali menurunkan sreting celananya.


“Sudah selesai semoga saja bisa nyala,” ucap Iwan yang sudah melakukan sesuatu.


Iwan kembali ke dalam mobil bersiap untuk menghidupkan mobil.


“Bagaimana Wan?” tanya Dina kembali.


“Kita coba saja Bu, tadi saya buang air kecil di ban mobil.


Menurut kepercayaan orang dulu jika mobil kita mogok dengan tidak ada mesin yang bermasalah berarti kita sedang di ganggu oleh mereka dan caranya dengan yang saya lakukan tadi semoga mobil ini mau hidup,” ujar Iwan.


“Iya Wan semoga saja.”


Di saat Iwan menytarter mobil, mobil itu hidup namun mati masih mati-mati.


Sret ... Sret ...


Suara seseorang menyeret sesuatu.


Dari arah belakang mobil terdengar suara seperti seseorang sedang menyeret sesuatu.


Dina yang perasaan membuka pintu mobilnya lalu menoleh ke belakang mobil itu di bantu dengan menggunakan lampu senter Dina mencoba sesuatu apa yang berada di belakang.


Terlihat seorang wanita dengan baju putih wajahnya hancur menyeret kakinya di jalan aspal karena kaki kiri yang wanita itu seret patah.


Wanita itu berusaha mendatangi mereka berdua, Dina yang sangat takut memberitahukan Iwan.


“Ayo Wan kita harus pergi dari sini, ada sosok makhluk yang menyeramkan ingin mendatangi kita,” ucap Dina yang panik.


Iwan mencoba berkali-kali menstater hingga mesin mobil itu akhirnya kembali hidup, Dan menjalankan mobil dengan sangat laju agar bisa dengan cepat keluar dari jalan keramat itu.


Jalan keramat yang mereka lewati menyimpan suatu peristiwa mengerikan, banyak kendaraan yang melintas di jalan ini mengalami kecelakaan. Penyebab kecelakaan pun tidak dapat di pastikan tapi menurut saksi yang masih hidup mereka sering melihat seseorang wanita berbaju putih yang menyeberang jalan secara tiba-tiba.


Karena banyaknya kecelakaan di jalan itu di tambah juga banyak kuburan tua dan kuburan korban mati penasaran menyebabkan daya angker tersendiri sehingga jalan itu di sebut jalan keramat.


Sementara Iwan yang menginjak gas secara laju, Iwan beserta Dina ingin cepat keluar dari jalan keramat itu.


BRUK ...


Suara hantaman mobil menabrak sesuatu.


Iwan yang terkejut pun merem mobil dengan tiba-tiba terlihat mobil berjalan oleng karena Iwan membawanya sangat laju, Iwan pun membanting setir ke kanan lalu menabrak pembatas jalan yang membatasi antara jalan dan jurang.


Mobil itu tidak bisa di kendalikan lagi hingga melaju masuk ke dalam jurang yang cukup dalam. Beberapa pengendara lain pun berteriak serta ada juga yang langsung berhenti karena terkejut dengan apa yang terjadi.


Warga serta pengendara jalan mulai berkumpul di lokasi tersebut untuk sekedar mengetahui apa yang terjadi serta ada juga yang berusaha turun ke jurang tersebut berharap pengemudinya masih selamat.


Kerumunan semakin banyak hingga ada salah satu warga yang berusaha menghubungi pihak yang berwajib untuk memberi tahukan jika telah terjadi kecelakaan tunggal.


bersambung