
Cheara malas untuk makan dan meminum obat yang diberikan perawat. Dia merasa panik karena 3 orang yang dia cintai tidak ada kabar sampai malam. Cheara bertanya-tanya apakah Mayoza mengetahui semuanya? Dia berharap, semoga Mayoza tidak mengetahuinya agar tidak cemas dengan keadaan Ravin yang belum ada kabarnya.
"Kenapa mereka belum juga memberi kabar padaku? Apakah suatu hal buruk telah terjadi pada Ravin? Apa yang harus aku lakukan?" Ucap Cheara pada dirinya sendiri.
Dia berkali-kali mencoba menghubungi Ravin, Zhaw dan Abian namun tidak ada jawaban. Ponselnya selalu dia genggam. Mencoba mengirim pesan pun tidak ada balasan. Hingga panggilan masuk berbunyi di ponselnya dan segera dia angkat tanpa melihat siapa yang menelponnya.
"Hallo?"
"Hai, Cheara. Kau pasti sedang panik dengan keadaan Ravin kan?"
Cheara diam sejenak. Dia mencoba mengingat suara tersebut.
"Rachel?"
"Iya, ini aku. Kenapa? Kau terkejut?"
"Apakah kau tau keadaan Ravin sekarang? Dimana dia?!"
"Aku tidak tau dimana dia. Yang jelas, keadaannya sedang tidak baik-baik saja. Satu hal yang harus kau tau, kau akan kehilangan Ravin secepatnya!"
"Kenapa kau jahat sekali dengannya?! Kenapa kau tega menyakiti orang yang tulus padamu?! Mengapa kau terus membuat dia menderita padahal dia sudah berhenti mengganggumu!"
"Aku yakin sekali kalau Ravin pasti masih mencintaiku. Oleh karena itu, aku tidak ingin pernikahanku dengan Rezvan hancur karenanya. Tapi dia malah datang ke acara pernikahanku dan inilah yang dia dapat sekarang."
"Cepat katakan, dimana Ravin?! Kau pasti tau kan dimana dia! Tolong jangan sakiti dia!"
"Cheara, kau salah. Bukan aku yang akan menyakiti Ravin, tetapi Tuan Gauri yang melakukannya. Aku dan Rezvan hanya membantunya."
"Dasar wanita jahat! Dasar kau iblis!"
"Aku peringatkan padamu, berhentilah ikut campur dalam urusan ini. Jika tidak, kau akan celaka juga, Cheara."
Tut... Tut... Tut...
Cheara menangis karena amarah yang tertahan. Dia ingin menghabisi wanita itu sampai hancur. Kenapa Ravin harus menerima semua ini dari orang-orang yang dia cintai? Dari ayahnya, kakaknya dan wanita yang pernah sangat dia cintai.
"Ravin, kau dimana? Kau harus baik-baik saja demi aku." Ucap Cheara sambil menangis.
✨✨✨
Abian benar-benar bersyukur Deman mau membantunya. Bahkan, Deman akan membantunya sampai semua masalah selesai, sampai Abian mendapatkan kembali semua hal miliknya, seperti hartanya, Mayoza dan Ravin.
Deman sudah menyewa orang untuk melacak keberadaan Ravin dan akhirnya ditemukan kalau Ravin berada di tengah-tengah hutan.
"Tengah hutan?" Tanya Abian bingung.
"Iya, orang suruhanku berhasil melacak Ravin lewat ponselnya. Katanya, Ravin berada di tengah-tengah hutan."
"Kenapa dia bisa di sana? Apa yang terjadi padanya?"
"Kau tenang saja. Orang suruhanku sudah jalan menuju tempat tersebut. Kita tunggu saja kabar selanjutnya. Kita berdoa semoga dia baik-baik saja."
"Terima kasih banyak, Deman. Kau benar-benar sangat membantuku."
"Belum selesai, Tuan. Aku belum menyelesaikan permintaan tolongmu. Aku akan berusaha agar perusahaan itu tidak jatuh ke tangan Tuan Gauri."
"Kau benar-benar akan membantuku sampai ke masalah itu, Deman?"
"Tentu saja. Kau sangat berjasa dalam hidupku. Aku sungguh akan membantumu."
"Sebenarnya itu bukan hak yang sulit. Surat milik perusahaan itu sebenarnya sudah kubalik nama menjadi milik Mayoza. Aku dan Mayoza sudah bertemu sebelumnya dan hubungan kami sudah baik-baik saja. Aku pun akan meminta Mayoza untuk menjaga hal milik perusahaan itu."
"Kenapa dia sekejam itu pada Mayoza dan anakku? Aku benar-benar tidak habis pikir."
"Menurut informasi yang aku dapat, Tuan Gauri adalah pria yang sudah pernah menikah 2 kali sebelum bersama Nyonya Mayoza. Tuan Rezvan adalah anak dari istrinya yang kedua. Lalu alasan Tuan Gauri menikahi Nyonya Mayoza karena saat itu, Nyonya Mayoza sedang mengandung anak perempuan yang diidamkan Tuan Gauri. Tetapi saat melahirkan, ternyata bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki, yaitu Tuan Ravin. Ada yang bilang kalau itu alasan kenapa Tuan Gauri tidak menyukai Tuan Ravin."
"Jadi selama ini, Ravin selalu diperlakukan seperti itu?"
"Iya, Tuan. Tuan Ravin adalah pria yang tangguh. Dia bahkan rela tinggal di apartemen bersama ibunya. Katanya, Tuan Gauri akan segera bercerai dengan Nyonya Mayoza."
"Pria itu benar-benar kejam! Dia tidak menyayangi Mayoza dan Ravin, tetapi dia ingin menguasai semua harta mereka. Aku tidak akan membiarkan rencananya berhasil!"
"Aku akan membantumu, Tuan. Karena apa yang di lakukan Tuan Gauri adalah perbuatan yang salah!"
✨✨✨
Zhaw dan Ravin berusaha sekuat tenaga untuk bisa keluar dari rumah itu. Memang tidak mudah, tetapi mereka akhirnya berhasil untuk keluar dan segera pergi. Namun nasib malang berpihak pada Zhaw. Dia berhasil ditangkap oleh salah satu preman dengan pisau yang diarahkan di perutnya.
"Silahkan saja jika kau ingin pergi, tapi nyawa temanmu yang akan kuhabisi!" Ucap preman tersebut.
"Ravin, pergilah! Cepat pergi!"
"Jangan lakukan itu padanya!! Kau hanya menginginkanku bukan?! Jadi, lepaskan dia dan tangkap lah aku lagi!" Pinta Ravin dan perlahan berjalan mendekati Zhaw.
"Jangan, Ravin! Pergilah! Cheara mencemaskanmu! Dia pasti menunggumu! Cepat pergi dan temui dia!" Kata Zhaw dengan napas yang tersengal-sengal karena lelah dan menahan sakit.
"Tidak!! Jangan meminta hal yang tidak kuinginkan, Zhaw!!"
"Kalian banyak bicara! Cepat, kau pilih kembali bersama kami atau kau ingin pria ini celaka?!" Preman kejam itu tidak main-main.
Tiba-tiba, banyak mobil berdatangan. Totalnya ada 8 mobil dengan 35 orang. Salah satu dari mereka, langsung menarik Ravin mundur. 3 preman yang kejam itu terlihat takut karena dikelilingi oleh 35 preman suruhan Deman.
"Jika kalian macam-macam, aku akan mencelakakan dia!" Ancam preman yang berusaha untuk tidak terlihat takut.
Zhaw masih berada di dekapannya dengan pisau yang mengarah keperutnya. Ravin berkali-kali berteriak, memanggil nama Zhaw.
"Tolong, selamatkan temanku!" Pinta Zhaw preman yang tadi menariknya mundur.
Tidak butuh waktu lama, 3 preman suruhan Gauri berhasil di tangkap. Preman yang tadi mendekap Zhaw, malah menancapkan pisau keperut Zhaw. Preman suruhan Deman langsung membawa 3 preman kejam itu ke dalam mobil mereka.
Ravin berlari mendekati Zhaw yang terjatuh lemas dengan pisau yang tertancap di perutnya. Sisa 5 orang suruhan Deman yang mencoba menolongnya Zhaw dan Ravin. Ravin meminta mereka membawa Zhaw ke rumah sakit dengan cepat.
"Zhaw, harus baik-baik saja demiku!"
Zhaw yang tertidur di pangkuan Ravin, ternyata masih sedikit sadar. "Ravin, aku baik-baik saja. Kau jangan terlalu mencemaskanku. Aku senang melihat kau selamat. Setidaknya dengan cara itu, kau kembali percaya sepenuhnya kalau selama ini aku berkata jujur padamu. Semua hal yang kau tuduhkan padaku itu salah. Kau..."
Kalimat Zhaw terputus dan dia langsung pingsan. Ravin menangis sejadi-jadinya, melihat temannya telah berkorban untuknya. Ravin menyesal selama ini tidak percaya dengan orang yang telah sangat jujur padanya. Dia tidak akan memaafkan dirinya jika terjadi apa-apa pada Zhaw.
✨✨✨
Huaaa, semoga Zhaw baik-baik aja ya:'( Aduh Ravin, apa Zhaw harus berkorban kayak gitu dulu supaya kamu percaya sama dia? :'(
Gimana ya reaksi Cheara setelah tau kalau Ravin baik-baik saja, tapi Zhaw sedang dalam kondisi antara hidup dan mati? Apa dia akan bahagia karena Ravin kembali atau dia akan sedih karena Zhaw celaka?
Next part dong♥️
Bekasi, 3 November 2020
[ 23 : 03 WIB ]