Shoecha

Shoecha
Ch 38- Paviliun Tenggara



🌀🌀🌀


" Dimana ini?" Gumam Variella masih tidak mengindahkan pertanyaan Faizal yang sudah dia ulang sebanyak dua kali.


" Apa barusan kau berusaha untuk bersikap sombong di hadapan ku?" Tanya Faizal lagi, kesal karena tidak di indahkan. Tapi tiba- tiba, aura di kamar itu menjadi semakin gelap dengan tekanan yang semakin tinggi.


Faizal membalikan badannya, berjalan pelan menghampiri ranjang tempat Variella masih bingung dengan keadaan. Dari sudut mana pun, dia selalu nampak di penuhi oleh banyak aura kewibawaan.


Variella mengeratkan genggaman tangannya pada selimut tebal yang membalut tubuhnya. Menatap aneh pada orang berbaju aneh itu. Langkah Faizal semakin mendekat, kini dia benar- benar sudah berada di sisi Variella.


" Bagaimana kau akan membayar semua pertolongan ku setelah ini?" Tanya Faizal dengan wajah menyeringai, mengangkat dagu Variella sehingga membuatnya tepat berhadapan, lalu mendekatkan wajahnya ke arah wajah Variella.


" Berhenti kau! Atau, atau aku akan melaporkan mu! Kau akan menerima hukuman jika berusaha berbuat sesuatu yang buruk terhadap ku!" Jawab Variella mencoba mengancam, dia tidak tau lagi harus mengeluarkan pembelaan seperti apa.


" Hah? Hukum? Apa aku tidak salah mendengarnya? Bibir kecil mu itu barusan saja membicarakan tentang hukum pada seorang seperti ku? Menarik. Kau yang pertama kali. Kau tau? Aku adalah hukum tanpa penawaran di Negri ini..." Kata Faizal mengusap bibir Variella dengan tangannya.


" Dan aku, tidak pernah takut dengan ancaman," imbuhnya tersenyum penuh kemenangan.


" Cih," Variella melengos. Tidak tau kenapa dia harus terdampar ke tempat yang di dalamnya harus ada seorang psycopat seperti orang yang sekarang tengah berada di hadapannya itu. Tatapan tajam dan tangan dinginnya itu.


" Berhenti tidak sopan dengan sikap dan kata- kata mu itu. Aku bisa mengobati mu, jadi jangan berfikir aku tidak bisa melukai mu lebih parah dari sebelumnya," terka Faizal kembali berdiri. Dia berjalan pergi begitu saja dari hadapan Variella. Membuat bulu kuduknya benar- benar berdiri karena ketakutan dan rasa ngeri.


Variella masih tergugu, sesaat setelah pintu tertutup, pintu itu terdengar kembali terbuka. Variella menatap was- was, takut laki- laki aneh itu yang datang. Tapi ternyata tidak, dia menghembuskan nafas lega.


Ada seorang perempuan dengan rambut di kepang lurus ke belakang dengan gaun sederhana berwarna peach, dia berjalan mendekati Variella.


" Kau, siapa kau?" Tanya Variella. Perempuan muda itu tersenyum ramah.


" Queen, ah, bukan, Princess, nama saya Ka'er, mari ikut dengan saya," ajaknya dengan nada yang lembut. Variella masih tidak bergeming dari posisinya.


" Jangan takut Nona, tadi Lord menyuruh saya untuk mengantarkan anda ke Paviliun Tenggara, di sana ada pemandian kolam air panas alami. Itu bisa membuat anda semakin segar dan rileks," timpal perempuan itu menjelaskan setelah tidak mendapat respon dari perempuan di hadapannya.


" Pavilun Tenggara? Kolam pemandian air panas? Apakah itu jauh?" Tanya Variella mencari kejelasan. Yang terpenting dia tidak bertemu dengan orang yang tadi di panggil Lord itu.


" Tidak terlalu jauh dari sini. Tapi tadi Lord bilang harus meminta persetujuan anda, jika anda lebih nyaman berada di kamar Lord, Lord juga tidak akan keberatan," katanya lagi membuat Variella terkejut, tak lupa dengan senyum menggoda yang malah di artikan Variella sebagai senyum evil.


Jadi... Aku tidur di ranjangnya?~ Variella.


" Tidak tidak, aku akan pergi ke Paviliun Tenggara bersama mu," jawab Variella cepat, lebih baik dekat, dari pada tidak pindah sama sekali, fikirnya enteng.


" Ini, silahkan Nona pakai, kata Lord, tidak baik seorang perempuan mengenakan pakaian yang cukup terbuka," kata Ka'er itu lagi, memberikan sebuah jubah besar berwarna hitam. Variella menerimanya. Dia baru sadar masih mengenakan seragam sekolahnya. Tapi itu cukup baik.


Kenapa sepertinya aku mengenal jubah ini?~ Variella.


" Mari Nona," tukas Ka'er setelah melihat Variella selesai dengan jubahnya. Berjalan lebih dulu untuk memberi tau arah.


" Apa ini yang tadi kau sebut tidak jauh?" Gumam Variella yang malah hanya dapat dia dengar seorang diri.


Ka'er mengajaknya masuk ke halaman belakang. Itu adalah sebuah kolam pemandian air panas yang sangat besar dan asri. Benar- benar suasana klasik yang mengingatkanya dengan keadaan yang di ceritakan oleh Tuan Yelio dalam mata pelajaran sejarah.


Di sisi kanan dan kiri kolam itu berjejer tanaman ceri yang rimbun berbunga. Lalu di sisi utara ada rerentetan pohon persik dengan bunga berwarna putih yang anggun.


Kolam pemandian itu sudah di bangun indah dengan tangga dari bebatuan yang rata. Lalu dasar kolam yang di biar alami dengan batu- batu oval yang kecil dan berpermukaan halus.


Hanya satu kalimat untuk tempat ini, tidak terkatakan.


" Nona, apakah anda menyukainya?" Tanya Ka'er menerawang. Takut- takut kalau Variella tidak puas.


" Ini menakjubkan," jawab Variella lirih.


" Silahkan anda berendam, bunga- bungaan dan larutan pewangi sudah saya siapkan di sudut sana, saya akan menyiapkan pakaian ganti Nona terlebih dahulu." Kata Ka'er berpamitan.


" Iya," jawab Variella.


Setelah Ka'er pergi, Variella menaburkan banyak kelopak mawar sembarangan, juga larutan pewangi yang memang sangat wangi yang tidak tau apa namanya. Lalu melepas pakaiannya tanpa sungkan, membiarkannya tergeletak di lantai batu itu begitu saja.


Variella berjalan pelan menuruni satu demi satu anak tangga, kolam itu tidak terlalu tinggi, hanya sekitar sepinggang orang dewasa ketika berdiri, dan semakin dalam ke sisi utara. Dia menikmatinya.


Variella bergumam lepas seakan dirinya melayang- layang dalam kebahagiaan. Sesekali tangannya memainkan kelopak- kelopak bunga mawar yang menjadi satu dengan bunga persik putih dan bunga ceri merah muda yang jatuh berguguran di tiup angin ke dalam kolam.


Ternyata dia bukan Lord yang buruk~ Variella.


Di tengah- tengah keasyikannya menikmati suasana, terdengar langkah kaki berat mendekat.


Seseorang menepuk pundak Ka'er ringan, tapi sensasi dingin itu benar- benar tidak memberikan kompromi.


Faizal memberikan kode mata agar Ka'er meninggalkan tempat ini diam- diam. Ka'er yang sangat faham dengan perintah Lord nya langsung menaruh baju ganti milik Variella di lantai kayu tak jauh dari kolam.


" Nona, aku menaruh baju ganti anda di lantai kayu dekat pintu, aku akan pergi," kata Ka'er sedikit berteriak.


" Iya, terima kasih, kau bisa meninggalkan ku," jawab Variella yang juga sedikit berteriak tanpa menoleh, sama sekali tidak merasa curiga.


Suasana tenang ini sudah menghipnotisnya, seakan menyuruhnya untuk tidak peduli pada dunia luar.


Yang ada hanya ketenangan.


Benar- benar sesuai dugaan Faizal sepenuhnya.