Shoecha

Shoecha
Ch 17- Anasita Amber



Hidup adalah sebuah tantangan, kau tidak akan pernah bisa mendefinisikannya jika kau tak pernah masuk ke dalamnya, dan ketika kau sudah masuk ke dalamnya, maka nikmatilah, itu baru hidup yang semestinya.


~ The Leader Knight Arguza.


ANASITA


Flash back on.


" Ngomong- ngomong, di mana Anasita, aku tak pernah melihatnya setiap kali berkunjung ke mari?" Tanya Prince Teriovalefi itu penasaran.


" Dia sedang berada di puncak Pegunungan Merah, tempat Dewa Kehidupan dan Cinta, selalu saja berpindah- pindah, aku bahkan tak tau bagaimana cara membawa dia pulang ke Istana ini kembali," Jawab Lord Arthur dengan tiga jari kirinya yang menyentuh pelipis.


" Jangan terlalu memikirkan banyak hal, kau jadi terlihat sangat tua, okey? Dia berjuang cukup keras, aku yakin dengan kemampuannya, dia akan baik- baik saja. Pada saatnya nanti, dengan sendirinya dia pasti akan kembali," terka Prince Alberta itu sok bijak.


" Benar, dia memang sangat keras kepala, aku sepenuhnya tau kalau Anasita benar- benar menyayangi kakaknya, dan dia hanya ingin agar aku fokus pada urusan Istana, padahal dia tidak tau kalau justru kepergiannya itu yang malah membuat ku sangat khawatir, kemudian kurang fokus.


" Astaga, peristiwa- peristiwa yang terjadi beruntun selama ini benar- benar telah sukses membuat ku gila,"


Aku tersenyum, Kakak, ternyata kau sangat peduli dengan ku. Dan masalah kemampuan, kemampuan ku memang sudah sangat baik dari sebelum nya...


... ... ... ... ...


" Hm, kau memang sangat suka merendahkan dari pada merendah, tidak berubah. Berkunjunglah sekali- kali ke apartemen mewah ku di Dunia Manusia. Lagi pula penampilan ku seperti ini pun juga karena aku sedang terburu- buru, kau tau? Aku telah menemukannya, aku telah menemukan mate ku di dunia manusia, dia ternyata satu sekolah dengan ku," Lanjut si Alberta.


" Aku telah menemukan Princess Variella, Arthur... Adik perempuan mu," Lord Arthur tersenyum samar, antara percaya, dan tidak.


Dia? Si lembek itu sudah di temukan. Sekolah di Dunia Manusia ya... Aku akan masuk ke sana secepatnya, tunggu saja kedatangan ku, Princess Variella...


Aku membalikkan badan, ah... Ranting- ranting ini sangatlah merepotkan!! Cukup sampai sini saja dulu kunjungan ku, jaga diri mu baik- baik, Lord Arthur... Dan untuk mu, Prince Alberta, terima kasih atas kabar yang kau berikan.


Aku melompat ke udara, dan, wush... Seketika diri ku berubah menjadi seekor burung berwarna coklat kemerahan. Terbang menjauh.


Lord Arthur mendongakkan kepalanya pada sebuah pohon tak jauh dari tempat mereka berdua berdiri. Seperti ada orang lain... Tapi setelah itu, dia kembali mengacuhkannya, mungkin itu hanya sebuah perasaan.


Flash back off.


Aku menatap gedung sekolah berwarna coklat itu, kenapa sekilas gedung sekolah ini malah mirip Istana Riyan? (Seorang Vampir Negri Bawah, Prince Santania, teman sepermainan Anasita saat kecil. Karena Anasita sendiri sangat usil, suka menjelajahi seluruh lapisan dunia untuk mencari pengalaman baru, meski sudah di peringati berkali- kali untuk tidak menggunakan portal dunia sembarangan)


Tapi tidak papalah, mungkin tampilan gedung ini malah akan membuat ku lebih cepat betah, karena suasana dan arsitekturnya yang sudah sangat familiar.


Aku masuk dengan langkah santai, membuat banyak orang melihat ke arah ku. Sepertinya mereka sangat kekurangan asupan perempuan- perempuan cantik. Okey, baiklah, tidak papa.


Rambut merah alami ku sengaja saja ku urai dengan sebuah bando kepala berwarna hitam, sangat serasi dengan seragam ku yang memiliki warna paduan antara putih dan hitam. Rok sedikit di atas lutut, dan kaus kaki persis di bawah lutut. Uh, ini benar- benar bukan aku yang sebenarnya.


Flash back on.


" Kau sangat cantik, Anas," pujinya.


" Tapi Leora, ini, terlalu..." Dia tersenyum, memasangkan sebuah bando kepala di atas rambut ku yang berwarna merah. Aku hanya terdiam.


Leora mendekatkan wajahnya ke wajah ku hingga aku dapat mendengar deru nafasnya yang lembut, lalu, tanpa ku duga, dia mencium ku lembut. Pipiku terasa panas... Rasanya jantung ku sangatlah kuat berdegup, mengimbangi darah ku yang terus berdesir.


Deg deg deg...


Leora...


Lelaki surai jingga dengan keramahan dan wajah tampannya. Seorang Dewa pemegang kehidupan dan cinta.


Mungkin aku akan merindukannya karena harus tinggal di asrama sekolah. Tapi itu masih sebuah KEMUNGKINAN.


Sebelumnya aku tidak pernah menyangka kalau hubungan ku dengannya akan menjadi serumit ini. Di luar kenyataan, bahwa dia adalah seorang guru, dan aku hanya murid sialan yang berusaha mengganggu ketenangannya beberapa waktu yang lalu.


Flash back off.


" Nama ku, Anasita Amber Albaroza, senang bisa turut bergabung dengan kalian semua, sebelumnya aku hanya siswa Home Schooling karena suatu alasan, jadi mohon bantuannya," kata ku memperkenalkan diri. Lalu sedikit membungkukan badan.


Terdengar suara beberapa siswa asik bergumam dan bisik- bisik sendiri membicarakan ku. Benar- benar tidak sadar tempat, bahkan orang yang sedang kalian bicarakan saja masih berdiri di depan kalian... Dan orang itu masih memiliki pendengaran yang baik...


Aku bergegas, berjalan santai menuju kursi paling pojok belakang dekat jendela seperti yang telah di perintahkan oleh Nyonya Laeli.


Huff... Sekolah. Semoga saja ini akan terasa menyenangkan.


Aku menengok ke luar lewat kaca jendela, mengabaikan pelajaran pertama ku. Aku pernah masuk ke Academy Kebangsawanan Amethyst, tapi itu terasa sangat membosankan, apa sekolah di dunia manusia juga akan semembosankan itu juga?...


Huh... Variella, ke mana aku harus mencari mu? Seharusnya sih semua ini akan lebih mudah, karena aku yakin sebesar apa pun sekolah ini, peluang ku untuk menemukan mu yang sangat lemah itu pasti sangatlah besar, dari pada harus menyisir seluruh dunia seperti yang pernah ku lakukan beberapa waktu yang lalu.


" Puk!" Aku tersentak, menoleh ke depan, lelaki berambut biru itu menolehkan wajahnya sedikit ke belakang, tersenyum.


Aku menatap kertas yang tadi sengaja ia taruh di meja ku.


Kau sangat menarik perhatian seluruh orang, salam kenal- Zere.


Aku kembali menatapnya yang sudah kembali fokus pada papan tulis. Ada sebuah cahaya di puncak kepalanya, aura itu... Bukan aura dari seorang manusia pada umumnya.


Zere... Zere... Zere...


" Siapa kau?" Tanya ku mencoba me mind linknya.


" Sudah ketahuan ternyata ya, cepat sekali.." Jawabnya dengan ringan.


" Kau dari Klan apa? Dan apa tujuan mu datang kemari?" Tanya ku beruntun, was- was.


" aku seorang Mermaid, aku sama dengan mu, tujuan ku kemari adalah untuk melindungi Queen, jangan terlalu khawatir dengan keberadaan ku, Nona Anasita, the Last Knight of Shoecha..." Jawabnya.


Aku tertegun, Zere... Dia adalah patner kerja ku kah?


" Apa kau sudah menemukan Queen?" Tanya ku, berharap dia akan menjawab~


" Sudah, Queen ada di sebelah kanan ku, tapi aku belum terlalu yakin. Aku merasakan aura Shoecha melingkupi sekolah ini, tapi aku belum bisa memastikan dari mana asalnya. Hanya saja, Master yang telah memberi tahu ku, dan aku tidak akan pernah meragukan kemampuannya sebagai Leader kita,"


" Master?" Tanya ku memastikan.


" Iya," jawabnya, aku mengalihkan tatapan ku ke arah perempuan bersurai hitam di sisi kanan Zere, benarkah dia, Variella? Si lemah itu?