Shoecha

Shoecha
Ch 27- UKS



Suaranya seperti dentuman dingin yang tak tersentuh. Merasuk jauh ke lubuk fikiran paling dalam, tanpa mampu meronta...


Bukan sesuatu yang di sengaja,


Tapi...


Merupakan hal yang tidak pernah terduga sebelumnya.


~ Lord Faizal.


Mungkin dia sedang kesal, seburuk apa pun hubungan kami, setidaknya aku tidak pernah berharap kalau akhir dari alur ceritanya akan menjadi seburuk ini.


" Pembual! Tidak tau diri! Dasar ******!" Umpatnya.


" Aku~"


" Ah!" Aku tersentak.


" El, apakah kau baik- baik saja?" Tanya Falisya dengan raut cemasnya. Dia memeluk ku begitu erat.


Sedangkan Natalia, dia tersungkur dengan mengenaskannya di lantai.


" Kau mengendusnya? Maka aku akan balik mencabik mu!" ancam Falisya. Tiba- tiba saja aura dingin yang menakutkan melingkupi ruang UKS yang tidak terlalu besar ini.


Tak butuh waktu yang lama untuk membuat si Natalia itu berdiri, dan pergi dari hadapan kami. Mungkin juga karena dia merasakan apa yang ku rasakan, mungkin...


" Variella Queener, jangan merasa senang lebih awal... Akan aku pastikan kau mati, di tangan ku sendiri!!.. Dan selamanya, dia hanya akan menjadi " Aleta Souju- ku", katanya sebelum sempurna menghilang di balik pintu, memberi tekanan pada kata " Aleta Souju- ku".


Aku masih terdiam, hanya menatap Falisya yang sekarang berada di samping ku. Dia sebenarnya lebih kuat dari yang ku duga. Hanya saja, terlalu gak pedulian dan ceroboh. Aku tersenyum.


" Apa?" Tanya Falisya.


" Tidak papa, kata- kata mu sangat hebat barusan, tapi sedikit... Merendah~"


" Jangan memasang tampang bodoh seperti itu lagi, hari ini dia benar- benar kurang ajar! Bahkan berani menggunakan nyawa sebagai barang taruhan, tidak tau malu!!" Cerocosnya berapi- api, memotong kata- kata ku yang barusan belum sempat selesai.


" Tapi, Natalia yang tadi itu, benar- benar terlihat asing di mata ku, seperti... Bukan dia," racau ku, masih tidak percaya.


" Aku juga tidak tau, tapi auranya memang berbeda saat aku masuk tadi," aku menoleh ke arah Falisya.


" Ah, tidak, tidak papa," jawabnya gelagapan.


"Apa ada sesuatu yang barusan kau dengar sebelum masuk kemari?"


" Ya,"


" Seberapa banyak?" Tanya ku hati- hati. Aku sudah sangat lama menyembunyikan ini serapi mungkin.


" Emmm... Dari " Bam!!" ( suara pintu di buka secara kasar ), sampai kata " aku", yang kemudian tak terselesaikan karena aku datang menghempas virus aneh itu bagaikan pahlawan," jawabnya enteng dengan ekspresi bangga.


" Ku harap, kau tidak akan pernah menganggapnya serius," saran ku.


" Tapi, apa yang tadi dia maksud dengan kata, Aleta Souju- ku? Dan kita, tumbuh bersama sejak kecil?"


" Fal..." Aku faham, mungkin ini adalah sesuatu yang akan sangat sulit di percaya.


" Tunggu tunggu, jangan bilang, kalau Aleta Souju, idola ku, kakak laki- laki mu itu, si center dari groub band Amethys Diamond yang baru- baru ini naik daun, adalah orang yang sama, dengan Tuan Muda Pertama pemilik Souju Group dari keluarga besar Souju itu?" Tanyanya runtut.


" Tapi jika iya, terus kenapa?" Jawab ku balik bertanya.


" Ti... Tidak mungkin, kalau begitu, seharusnya, kau adalah satu- satunya Nona Muda yang sah dari keluarga Souju. El... Bilang kalau semua itu tidak benar, bilang kalau mereka adalah orang yang berbeda," apa- apaan ini, apa memang tidak sepantasnya aku masuk dalam keluarga konglomerat?


Dia terus mengguncang ku. Tidak percaya.


" Tidak akan seperti itu kan..."


" Ada apa?" Tanya ku, kenapa kata- katanya sangat, berharap aku bukanlah satu dari keluarga utama Souju?


" Oke- oke, mungkin aku memang tidak mirip, atau bahkan tidak pantas terlahir sebagai seorang konglomerat," lanjut ku sekenanya.


" Bu, bukan El, bukan begitu maksud ku, aku, aku tidak menyangka hidup mu seberuntung itu," agak merasa bersalah.


Beruntung? Ha ha...


" Aku hanya tidak habis fikir, dengan Natalia, yang selalu mencari gara- gara dengan mu,"


" Sebenarnya, dia hanya berfikir, kalau seluruh perhatian di rumah utama hanya tertuju pada ku. Bahkan juga Kak Aleta," Pikir ku saja sih, soalnya memang kelihatannya begitu.


" Aku juga kurang yakin, kapan emosi sesaat masa kecilnya itu perlahan berubah menjadi kebencian yang sangat dalam...


" Bibi Eline adalah adik perempuan Dad satu- satunya, ibu Natalia. Aku tidak mungkin mengeluhkan semua sikap kekanak- kanakannya, karena itu hanya akan membuat kami tidak lagi harmonis.


" Hanya ada Kak Al yang selalu menjaga dan membuat ku merasa aman. Jadi saat itu, Kak Aleta memutuskan untuk transfer study ke sini dan membeli rumah yang sekarang kami tempati, dengan alasan jarak rumah utama ke sekolah barunya terlalu jauh. Dan mungkin akan lebih baik begitu dari pada tinggal di asrama. Kak Aleta bilang aku harus mengikuti langkahnya untuk keluar dari rumah utama secara baik- baik,"


" Cerita mu sangat tragis," komentarnya.


" Aku tidak butuh belas kasihan mu, lagian itu juga cuman garis besarnya saja," aku menyalakan ponsel ku lagi ketika tiba- tiba teringat akan sesuatu.


" Mimpi pun ku jamin akan terasa bahagia,"


" Janji adalah janji, sampai ketemu lima hari lagi,"


" 😊😊😊"


" Aku belum menerima tawaran mu," tanpa sadar aku tersenyum saat mengetikan jawaban.


" Siapa?"


" Fans, bukan hal penting," elak ku. Tapi Falisya malah berusaha untuk merebut ponsel ku. Aku terus menghindari sergapannya.


" Okey- okey, aku lepaskan, aku tidak akan ikut campur, hanya saja,"


" Hanya saja..." tiru ku.


" Aku tunggu traktiran hari jadi mu," lanjutnya iseng. Kami tertawa begitu lepas.


" Eh, iya- iya, aku sudah menemukan beberapa informasi baru yang kau minta waktu itu," aku seketika terdiam.


" Apa?" Tanya ku, auto fokus padanya.


" Ternyata sejarah Shoecha Place ada tercatat lengkap oleh seorang sejarawan muda terkenal di masa itu,"


" Bahkan sekarang saja informasi tentang Shoecha baru akan mulai di kuak, bagaimana kau tau bahwa ada sejarawan yang berhasil mencatat versi lengkapnya, aku tidak pernah mendengarnya di berita tu," tidak percaya, siapa juga yang akan percaya begitu saja ketika para ahli saja kesulitan mendeteksi tahun kejayaannya.


" Aku mendengarnya dari seorang teman," Falisya menggaruk- garuk kepalanya yang tidak gatal, sangat mencurigakan.


Sebenarnya hanya karena dulu di Academy ( sekolah saat dia masih berada di dunianya ) aku pernah mendapatkan pelajaran itu di mapel Sejarah Keilmuan dan Sihir.


Di dunia kami saja cerita itu bahkan sudah di anggap sebagai suatu legenda, atau bahkan dongeng bertajuk kepahlawanan pengantar tidur, dan tidak tau benar atau tidaknya. Meski aku sangat memercayainya. Aku juga tidak yakin, bagaimana para manusia lemah itu bisa menguak semua ini...


Ku rasa memang tidak akan mungkin~ Falisya.


" Aku tidak bohong, buku itu tersimpan di perpustakan sebuah Kastil yang sudah berumur ratusan ribu tahun dan sudah melewati beberapa generasi. Namanya adalah Kastil Havricaslia. Tapi lupakanlah, tempat itu sangat berbahaya,"