Reincarnated To Another World With The Gacha System

Reincarnated To Another World With The Gacha System
Chapter 08 : Death Knight



"Sial, banyak juga." Aku melihat sekeliling ku dengan sangat detail.


[Master bisa melawannya, namun lebih baik singkirkan dulu pohon-pohon disekitar Master, Death Knight lemah di tempat terang]


Yap, pohon-pohon disana sangat besar, panjangnya mungkin sekitar 10 meteran, lebarnya sekitar 100 cm. Gede emang.


"Smash!!" Aku dengan cepat melancarkan serangan ku kesegala arah.


Semua pohon-pohon itu terbang dan sebagian ada yang hancur, serta para death knight hanya terpental, meski asalnya mereka terluka, namun kalau intinya masih ada mereka tidak akan mati.


[Wipe Out, ngomong-ngomong aku menahan 50% kekuatan master lho]


"Eh bentar, kalau begitu-" Perkataan ku di potong oleh sistem.


[Iya, kamu tau kan One For All itu adalah kekuatan yang akan bertambah kuat ketika di wariskan, dan kalau aku tidak menahan kekuatan One For All itu, tubuhmu akan hancur seperti Midoriya ketika menggunakan kekuatannya]


"Jadi kamu menahan kekuatan ku, hanya sampai sekuat All Might saja, tapi kenapa kamu tidak memberi tahu ku dari awal?"


Tanyaku


[Karena Master sedang bersemangat, aku jadi ikut terbawa suasana]


"Sebenarnya sistem ini punya pengisi suara atau apa?" Pikir ku


[Aku bisa mendengar mu Master... Lebih baik fokus dulu saja, mereka mendekat]


Aku langsung melesat kebelakang salah satu Death knight itu dan langsung memukul punggungnya, Death knight itu hancur, dan aku bingung kenapa yang tadi tidak langsung hancur.


[Itu karena kekuatan mu tidak stabil, fokus makannya!]


"Yosh, masih ada dua belas." Gumam ku.


Semua death knight itu tiba-tiba berkumpul di satu tempat dan mulai menyatukan diri.


[Hati-hati master! Kekuatan mereka akan meningkatkan jauh, aku akan membiarkan mu menggunakan 35% kekuatan aslimu, awalnya aku hanya membiarkan mu menggunakan 25% kekuatan One For All]


"Bentar kekuatan asliku lebih kuat berapa kali dari All Might?" Tanyaku.


[4 kali lipat lebih kuat dari kondisi prima nya All Might, mungkin 10% peningkatan tidak akan terlalu sakit, yah... Tahan saja biar death knight itu cepat mati]


"****, bakalan nyeri otot keknya, tapi tak apalah Potion banyak."


Aku segera mengepalkan tangan ku, dan seperti biasa aku menggunakan One For All, di kaki dan tangan ku. Aku merasakan perbedaan antara 25% dan 35%.


Death knight itu melesat ke arah ku begitu pula dengan ku, aku akan menghadapi nya secara langsung.


"Detroit Smash!!" Aku melakukan gerakan memukul agak kebawah, namun tertahan oleh perisai milik Death knight.


Death knight itu tidak kuat menahan serangan ku sehingga perisai nya hancur.


Begitu pula tangan ku, sakit coy.


Seperti biasa pukulan Detroit Smash cukup kuat untuk membuat awan-awan di sekitar terdorong menjauh. Death knight itu juga tangannya hancur dan terpental.


"Aku harus menyerang dia kembali sebelum bergenerasi, tangan kanan ku juga tidak terlalu sakit...." Gumam ku.


Aku segera melesat kembali ke arah death knight itu dan mulai melancarkan serangan yang mengarah ke dadanya.


"Smash!!"


*Boom


Death knight itu terpental entah kemana.


"Ah sistem lebay, kirain akan sangat sulit." Kata ku


[Hore master naik level!]


Dia mengabaikan keluhan ku. Ngomong-ngomong karena aku naik level, jadi aku langsung melihat status ku.


[Status]


Nama:Kyle (Ayato Kyle)


Umur: 10 Tahun 2 Bulan 24 Hari


Level: 7


STR:60 VIT:50


DEF:55 MP:1900


AGI:61


Skill :


-One For All (S)


-Sage Mode Katak (S)


-Lighning Release C - A


-Cooking (B)


-Taijutsu (B+)


-Quick Slash (C+)


-Sword Mastery (A)


1/∞


Julukan: Reinkarnator


System Point: 3295


[Inventory]


[Gacha]


[Quest]


"Huh... sistem tolong potion."


[Ok]


Tangan ku sembuh dengan cepat, dan aku berniat langsung pulang setelah itu, namun.


"Hei adek kecil yang disana tunggu!!!" Aku mendengar suara Laki-laki dan perempuan.


Aku menoleh kebelakang dan melihat sekelompok laki-laki dan perempuan bersenjata lengkap menghampiri ku. Laki-laki menggunakan pedang, sementara sebagian perempuan membawa tongkat.


Kelompok itu berjumlah 3 laki-laki dan 4 perempuan. Dan mereka jarak mereka sudah dekat dengan ku. Ada dua perempuan yang memakai pedang.


"Hei dek, sebenarnya apa yang terjadi disini?" Kata seorang perempuan yang membawa tongkat, seperti nya dia penyembuh.


"Ehmm, sebenarnya tadi ada death knight, dan ada om-om berbadan besar mengalahkan mereka." Kata ku dengan berakting menjadi bocil yang sebenarnya.


"Ah, kamu bohong!" Kata perempuan di samping nya.


[Master, dia menggunakan skill pendeteksi kebohongan, jujur ajalah, nanti ada quest]


"Yah, sebenarnya aku mengalahkan death knight itu." Jelas ku


Yah, orang-orang di kelompok itu malah memandangi ku seolah mereka berkata.


"**** bocil ngayal."


Namun, perempuan yang ada di samping si penyembuh menyadari, kalau skill pendeteksi kebohongan nya tidak bereaksi.


"Yah, kalau tidak percaya, bisa lihat kekuatan ku." Aku menggunakan One For All.


*Boom


"Apaan tuh!?" Kata laki-laki yang ada disana.


Sementara itu para perempuan memandangi ku dengan wajah terkejut.


"Dek, sebenarnya kamu berasal dari mana sih?" Tanya perempuan yang menggunakan pedang.


"Aku berasal dari desa di selatan, deket kota Lynx." Kata ku.


"Ah, desa itu ya.... Eh!? Kenapa kamu bisa berada disini?" Kata Laki-laki yang kaget.


"Aku sedang latihan mengendalikan kekuatan tadi." Kata ku.


"Huh.... Kita tinggal gak jauh dari daerah sini, dan kita kesini karena banyak pohon yang terbang kemana-mana, dan suara gemuruh yang keras."


"Maaf-maaf apa tempat tinggal mu tidak apa-apa?" Tanya ku.


"Untung saja guru kami segera membuat pelindung supaya tekanan angin yang dahsyat dan pohon-pohon yang terbang itu tidak mengenai rumah kami. Awalnya dikira monster kuat eh, taunya anak kecil."


Kata Perempuan penyembuh.


"Ngomong-ngomong, kamu mau bertemu guru kita?" Kata perempuan yang ada di sisi penyembuh.


"Maaf, aku harus pulang, mungkin besok bisa." Kata ku.


"Kalau begitu besok pagi-pagi, kita bertemu disini lagi." Kata penyembuh itu.


"Iya!" Aku segera pergi melompat meninggalkan tempat itu.


----------


Bersambung


----------