Reincarnated To Another World With The Gacha System

Reincarnated To Another World With The Gacha System
Chapter 16 : Putri Kerajaan?



Beberapa menit setelah aku mengobati Fujiwara.


.


.


.


“Mmh..... Aku dimana?” Fujiwara telah bangun dari pingsannya.


Dia langsung bangun, dan melihat kepada gadis yang kuselamatkan. Pandangan Fujiwara terlihat tajam.


“Bagaimana kau bisa ada disini!?” Kata Fujiwara.


“Tenang saja, Aku kesini bukan untuk bertarung, aku hanya mengikuti tuan ku saja.” Kata Gadis itu.


“Tuanmu? Siapa dia?” Kata Fujiwara.


“Tuh.” Gadis itu menunjukku.


“Eh?” Kata Fujiwara terlihat kebingungan.


Lalu aku menjelaskan semua yang terjadi kepada Fujiwara, dan aneh nya dia memasang muka khawatir.


“Bagaimana cara agar kamu bisa terbebas dari mata sihir milik cewek itu?” Dia terlihat khawatir sekaligus bingung.


“Lihat.” Aku memperlihatkan tangan kiri ku kepada Fujiwara.


“Aku mengerti, tapi...” Dia mendekati ku, lalu membawaku agak jauh dari gadis yang ku selamatkan.


“Hati-hati, dia dikenal sebagai Serigala penghancur, Telinga hewannya dipotong oleh manusia, jadi tolong hati-hati.” Bisik Fujiwara.


Ras hewan mempunyai 4 telinga, kamu tau lah letaknya dimana.


Gadis, itu tiba-tiba memanggilku.


“Master, b-baju ini terlalu kecil, mungkin sebentar lagi...”


“Kak minjem ba-” Aku menghentikan perkataan ku, karena Fujiwara sudah tau itu akan terjadi.


Fujiwara mendekati ku lagi, dan dia memegang tangan kiri ku.


“Divine Cure.” Kata Fujiwara.


(Dia enggak ngomong dalam hati)


Jari ku sembuh, lalu dia kembali melihat tangan kananku.


“Ah... Ini pasti disembuhkan oleh Haruka sebelumnya, kemampuannya yang belum maksimal telah membuat tangan mu memiliki bekas luka.” Kata Fujiwara.


Dia tiba-tiba menggigit pergelangan tangan kanan ku, dan dia berkata.


“Yosh, selesai.”


“Apa maksud mu?” Tentu saja aku kebingungan karena dia tiba-tiba menggigit tangan kananku.


“Kamu akan tau nanti, ngomong-ngomong besok jangan lupa kesini lagi, untuk sekarang pulang lah orang tua mu pasti mengkhawatirkan mu.” Dia tersenyum kepada ku.


“Kalau begitu, Aku akan pulang.” Kata ku yang segera mengaktifkan EMS ku.


“Tungg-” Aku keburu balik.


(Eternal mangekyo sharingan disingkat EMS)


Aku segera pergi ke kamar ku menggunakan kamui, dengan kamui, aku bisa berteleport ketempat yang pernah aku lihat sebelumnya, menembus objek, dan berpindah dimensi.


Mata kiri ku dapat menggunakan kamui jarak jauh, dan menggunakan Tsukoyomi. Mata kanan ku dapat menggunakan Amaterasu, dan kamui jarak dekat, kamui jarak dekat ku hanya dapat memindahkan objek didekat ku saja dan kemampuan menembus itu juga dimiliki oleh mata kananku.


Yah... Sebenarnya ketika kemampuan menembus ku diaktifkan, sebagian tubuhku akan ada di dimensi kamui. Yang suka nonton Naruto pasti paham lah.


(Sulit ngejelasinnya -_- )


Tentu saja aku juga bisa menggunakan Perfect Susano'o, pedang totsuka, dan  kamui shuriken.


Perfect Susano'o memakan banyak sekali mana, aku juga belum pernah


mencobanya.



"Lebih baik sekarang aku pergi mandi dulu." Pikir ku.


Dan pada saat aku keluar dari kamarku, ternyata ada beberapa orang yang sepertinya sedang menunggu ku, di ruang tamu ku ada Rin, kepala desa, dan gadis kecil yang aku selamat kan. Meski rambutnya sama-sama putih, tapi rambut gadis Demihuman yang tadi beda sama gadis kecil ini.


Rambut Demihuman yang aku selamatkan itu terlalu putih untuk disebut abu-abu, tapi juga telalu gelap untuk disebut putih.


Sementara itu, gadis kecil ini rambutnya bisa menjadi kebiruan ketika terkena cahaya. Untuk Rin sendiri, dia putih normal kok.


"Keknya rambut putih benar-benar umum di dunia ini." Pikir ku.


[Sebenarnya ras manusia dan Demihuman yang lain nggak terlalu peduli dengan warna rambut, mau hitam, putih, atau merah. Meski ras elf agak berbeda sih, mereka mendiskriminasi elf berambut hitam]


"Jadi kalau ada anak elf terus rambutnya warna hitam, mereka nasibnya bagaimana?" Tanya ku.


[Terkadang mereka di urus sampai dewasa terus dijual, ada juga yang dibuang, dan yang paling parah langsung dibunuh]


"Kenapa ya kira-kira mereka bisa melakukan hal Setega itu?" Aku masih bingung.


[Karena elf berambut hitam pasti memiliki kecocokan tinggi kepada elemen kegelapan, dimana elemen kegelapan itu identik dengan ras iblis]


“Hei! Kenapa kamu melamun disana? Cepat kemari!” Kata ibuku.


“Iya mah.” Kata ku.


Aku dimarahi oleh ibu karena, aku membuat nya khawatir, mungkin karena bunshin ku menghilang, dan aku nggak pulang dari siang sampe sore.


.


.


.


“Jadi Apakah kamu memang bertarung selama itu, atau ada hal lain?” Ibu menatapku dengan tatapan yang mengerikan.


Ayah sendiri tidak ikut campur karena sama-sama takut. Sementara itu Rin, dan gadis kecil itu tertawa melihat sedang di marahi.


Aku menceritakan tentang pertemuan ku dengan Fujiwara, tapi tidak dengan gadis yang kutemui saat mencari obat. Dia juga aku tinggalkan di rumah Fujiwara.


“Hmm.... Jadi bekas luka ini, karena itu ya.” Kata ibu ku.


“Maaf telah membuatmu khawatir bu.” Kata ku dengan penuh penyesalan.


“Tidak apa-apa, asalkan kamu baik-baik saja, ibu sudah sangat bahagia, kalau begitu pergi mandi sana.” Kata ibuku.


“Iya Bu." aku segera pergi mandi.


Beberapa saat kemudian


.


.


.


Aku telah menggunakan kaos berwarna putih, dan celana panjang yang berwarna hitam, pakaian ku bisa dibeli seharga 1 Silver Coin, murah kan.


Aku melihat diriku sendiri di cermin, dan kaget.


"Telinga apaan ini anj***!" Aku berteriak dalam pikiranku sendiri.


Dan saat aku berkedip, telinga hewan yang ada di kepalaku menghilang. Gak pake lama aku langsung bertanya kepada sistem.


"Sistem, apakah aku berhalusinasi?" Tanya ku.


[Nggak kok, itu karena kamu telah menerima kekuatan dari pemimpin ras setengah rubah, sehingga sekarang kamu bisa bertranformasi menjadi seperti mereka]


"Eh, jadi mungkin ini alasan Fujiwara menyuruhku untuk pergi menemuinya lagi."


Pikir ku.


[Oh iya, Ini status barumu]


[Status]


Nama:Kyle (Ayato Kyle)


Umur: 13 tahun 6 bulan 2 hari


Level: 17


STR:665


DEF:700 MP:15500


AGI:699


Kecocokan Kepada Setiap Elemen :


-Api 100%              -Cahaya 100%


-Udara 100%         -Kegelapan 100%


-Tanah 0%


-Listrik 100%


-Air 50%


Skill :


-One For All (S+)


-Sage Mode Katak (S+)


-Kage Bunshin (S)


-Lighning Release C - A


-Cooking (B)


-Taijutsu (B)


-Quick Slash (C+)


-Sword Mastery (A+)


1/∞


System Point: 8975


[Inventory]


[Shop]


[Gacha]


[Quest]


[Dan untuk halaman kedua skillmu begini]


Skill :


- Clairvoyance (S+)


- Perfect Dodge (A+)


- Alchemist (S)


- Shadow Movement (S+)


- Strengthening (S)


- Wind Release : Wind Step (B+)


- Hexagon Shield (A)


- Mana Control (A)


2/∞


[Nih Halaman ke 3]


Skill:


-Demonic Fox Transformation (S+)


-Sharingan (A)


-Eternal Mangekyo Sharingan (S+)


-Demonic Fox Fire (S)


-Light Release : Divine Cure (S)


-Detection (A+)


-


-


3/∞


"Kok agak aneh ya?" Pikir ku.


[Setelah sistem di update semua skill yang penguasaan nya telah bintang lima, bisa terus naik peringkatnya sampai S+]


"Jadi Semua skill ku akan jadi S+ ?" Tanya ku.


[Iya, Untuk penguasaan sendiri itu hanya agar kamu bisa menggunakan skill-skill mu dengan benar, dan juga ketika Ai-chan yang baik ini update lagi, peringkat skill mu akan melebi- Aduh!!!]


"Kebiasaan deh, kenapa sih kamu?" Aku kebingungan karena ketika sistem sedang menjelaskan informasi penting, dia sering berteriak gak jelas, lalu dia akan mengganti topik pembicaraan.


[Sebentar...]


"Shop tuh toko apaan ya?" Tanya ku.


[Oh, ya seperti namanya, kamu bisa membeli barang-barang disana dengan uang yang ada di dunia ini. Bisa juga dengan SP mu, untuk membuka lebih banyak barang tunggu updatetan selanjutnya]


Setelah berbincang-bincang dengan Ai-chan, aku langsung pergi ke ruang tamu kembali. Disana Ibu dan yang lainnya sedang menungguku.


“Kyle, kesini sebentar.” Kata ibu.


“Iya Bu.” Aku segera mendekati ibu ku yang sedang duduk di ruang tamu.


“Dengar, besok kamu akan pergi ke ibukota dengan Tuan Putri.” Kata Ibuku.


“Mana Putri apaan dah?” Aku jelas-jelas bingung.


“Gadis yang kamu selamatkan tadi adalah Putri kedua dari Kerajaan Foretesia.” Kata Ibuku.


(Itu tiba-tiba ada di otak author, maaf author memang nggak jago bikin nama.)


“Namanya siapa Bu?” Tanya ku.


“Ah, Namaku Luciafelia Foretesia, Aku berumur 10 Tahun.” Kata Lucia.


(Help!)


“Emm... Lucia-chan, kenapa aku harus pergi ke ibukota?” Tanya ku.


“Kamu akan mengantarku kesana.” Kata Lucia.


“Aku nggak tau jalannya lho, kalau nyasar nanti gimana?” Kata ku.


“Kata Rin, kamu nggak pernah nyasar, dan juga kamu bisa melompat sangat jauh, itu akan membuat waktu perjalanan kita menjadi singkat.” Kata Lucia dengan penuh semangat.


“Mm... Gimana ya? Lompatan yang kulakukan itu sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari yang kamu bayangkan, mau lihat?” Kata ku.


“Mau!” Dia malah terlihat semakin bersemangat.


Aku segera pergi keluar, lebih tepatnya aku sekarang berada di gerbang desa.


Dan sedang bersiap melompat.


"Kenapa aku mengatakan itu, baru mandi aku." Keluh ku dalam hati.


Aku melepaskan sendal jepit ku, dan bersiap melompat.


“Lucia, jangan terlalu dekat dengan ku.” Kata ku.


“Kenapa memangnya?” Dia terlihat kebingungan.


“Kamu bisa terhempas kebelakang.”  Kata ku.


Dia segera menuruti ku, dan segera menjauh dari ku.


"Okeh, 25%." Pikir ku.


Aku segera memusatkan kekuatan OFA di sekitar kaki ku, dan segera melompat ke arah Random.


(OFA \= One For All)


*Boom


“Hyaah!!” Teriak Lucia.


Posisi dia sama dengan Rin dan yang lainnya, sehingga dia nggak terhempas, dia berteriak karena kaget saja. Rin sudah terbiasa dengan ku makanya dia nggak ikut kaget.


Aku mendarat di tempat sekitaran Padang rumput yang luas, karena sudah hampir malam aku segera teleport menggunakan kamui ke belakang Rin.


“Hei!” Kata ku untuk mengejutkan mereka.


“Kyah!” Rin melompat kedepan.


“Kenapa kamu bisa ada disini?” Tanya Ayahku.


“Aku berteleportasi.” Jelas ku.


“Huh? Maksud mu?” Ayah ku masih terlihat bingung.


Aku segera berteleportasi sedikit agak jauh dari jarak Ayah.


“EH!! tunggu!!” Semua orang yang ada disitu terlihat kaget.


“Aku disini!” Teriak ku.


Mereka terus melihat ku, dan aku kembali berpindah tempat kembali ke dekat Lucia.


“Dia terserap?” Kata Rin.


“Aku disini.” Kata ku.


Ibuku segera menghampiri ku, dan melihat mata ku.


“Kyle, mata ini...”


“Iya, ini mata sihir.” Kata ku.


Di dunia ini ada mata sihir, yah... Pengguna mata itu bisa dihitung dengan jari, karena Mata Sihir adalah bakat bawaan.


Kemampuan mata sihir berbeda-beda, ada yang bisa menghancurkan sesuatu, membuat barang hanya dengan menatap bahannya, nge zoom, dan lain-lain.


Ibu ku mengganggap mata ini adalah mata sihir, dan aku iya-iya aja. Meski sharingan nggak bisa di banding dengan mata sihir.


Kalau di tanya kuat mana, ya jelas kuat sharingan, karena mata sihir hanya memiliki satu kemampuan saja.


Kembali ke leptop.


“Kalau kamu bisa berteleportasi, kenapa nggak langsung mengantarku saja?” Kata Lucia.


“Aku hanya bisa berteleportasi ke tempat yang sudah pernah ku lihat saja, eh tunggu bentar.” Aku tiba-tiba terpikirkan sesuatu.


"Sistem, di shop ada gambar singgasana raja kerajaan Foretesia nggak?" Tanya ku.


[Ada 3 Silver atau bisa dibayar dengan 3 SP]


"Nanti kubeli." Kata ku


“Lebih baik pulang dulu saja, aku lelah.” Kata ku.


“Baiklah, eh rumahku kan bukan disini.” Kata Lucia.


“Kamu bisa menginap di rumah kami, atau mau di rumah kepala desa?” Kata Ibu ku.


“Aku mau dengan kakak saja.” Lucia menatap ku.


-------


Bersambung


------