
"Eh, bentar kamu kembali duluan saja, aku ada urusan, tenang saja aku akan memindahkan mu langsung ke sana." Kata ku.
Aku memegang pundak Seline, dan langsung berniat menteleport nya kembali.
"Tung-" Dia keburu pindah.
-----
Author POV
Di markas para pemburu...
Seline datang tepat di depan resepsionis.
"Hyaah!!!" Ruri berteriak sangat kencang.
"AAAHHH!!!" Seline kaget karena Ruri tiba-tiba berteriak.
"Hei-hei!! Jangan berisik!!" Kata Seseorang berbadan besar.
"M-maaf Ketua, tadi Seline tiba-tiba muncul dan tubuhnya seperti berputar di depan ku." Kata Ruri.
(Kalian tau kan kalau orang keluar atau kesedot kamui kek gimana)
"Maaf juga Ruri, Kyle tiba-tiba memindahkan ku tepat di depan mu." Kata Seline.
"Tunggu, apakah dia menggunakan Skill Warp, atau sejenisnya?" Kata Si Ketua.
"Dia menggunakan mata sihirnya, tadi aku tiba-tiba tersedot ke matanya dan, muncul disini." Kata Seline.
"Ceritakan kepada ku lebih banyak tentangnya." Kata Si ketua.
"Wah... Jarang-jarang Si Tinju naga tertarik kepada seorang pemula." Kata Wanita Berambut pirang yang muncul di belakang Si ketua.
"Yap, kemampuan teleportasi mana mungkin aku tidak tertarik." Kata Si ketua.
"Angelina si Penyihir Penghancur, orang yang kekuatan sihirnya setara dengan Serigala terkuat Fenrir." Kata Seline.
"Ara... Kamu mengetahui ku, jadi siapa yang memiliki kemampuan teleportasi itu." Kata Angelica.
"Teman ku, dia memiliki mata yang aneh, rambut coklat, dan... Hanya itu saja." Kata Seline.
"Sepertinya aku harus merahasiakan, kalau Kyle bisa menjadi Demihuman." Batin Seline.
Kyle lupa menonaktifkan mode rubah nya, sampai saat ini. Setelah itu dia menceritakan apa yang dia tahu kepada si ketua dan Angelica.
----
Kyle POV
Di istana...
"Permisi." Aku datang menggunakan kamui ke tempat raja.
"Cepat sekali, jadi mana penjual budaknya." Kata Raja.
"Ntar." Aku mengeluarkan dia dari dimensi kamui.
"Nih, dia masih hidup hanya terkena ilusi, dan pingsan." Kata ku
"Terimakasih, ngomong-ngomong selamat nak." Kata Raja.
"Hmm? Selamat kenapa?" Kata ku.
"Eh? Sepertinya Guru belum memberitahu mu ya?" Kata Raja.
"Memberitahu apa?" Aku semakin kebingungan.
"Huh.... Raba kepalamu." Kata Raja.
Aku meraba-raba kepalaku sendiri dan telinga Rubah masih ada disana, Sial.
"Walah..." Pikir ku.
[Maaf aku lupa memberi tahu, lagi nonton aku nih.]
"Aku ingin Ai-chan di instal ulang." Kata ku.
[Sayangnya itu mustahil, ngomong-ngomong besok aku update ke 3.5]
"Nak kenapa bengong?" Kata Raja.
Aku langsung menonaktifkan mode rubah ku, dan kembali menjadi Kyle yang normal.
"Aku masih bingung." Kata ku.
Ngomong-ngomong orang-orang disekitar sini nggak menatapku seperti waktu pertama kali datang, kali ini mereka hanya salfok pada telinga rubah ku saja, meski udah ilang.
"Ketua klan rubah memiliki skill khusus yang dapat mencegah kepunahan klannya, dan skill itu telah digunakan kepadamu." Kata Raja.
"Eh, dia nggak ngasih tau apa-apa." Kata ku.
"Jadi gampangnya, Guru telah menikah dengan mu." Kata Raja.
"EEEHHH!!!" Charlotte dari berteriak dari belakang Kyle.
"Oh, kamu sudah datang ya Char, dan Gil." Kata Raja.
[NANI!!! BENTAR]
Sistem terlihat seperti sedang mengobrak-abrik sesuatu.
[Ah... Hahaha Selamat Master, Aku di NTR, Hiks...]
"Hadeh.... Aku... Aku nggak sadar, dan juga kenapa Quest waktu itu nggak kelar." Aku bingung.
[K-kamu hiks... Belum menerimanya... Hiks...]
Sistem nangis.
"Huh.... Kaget aku." Kata ku
"Hawa membunuh!?" Pikir ku.
Hozuki menepuk pundaku.
"Kyle... Sepertinya kita harus berbicara." Hozuki menarikku keluar dari singgasana.
Hozuki ketika marah sangat menyeramkan, dulu dia pernah marah kepadaku karena aku menempelkan kecoa di pipinya.
"Jangan kabur, aku butuh penjelasan." Kata Hozuki.
Dia memojokkan ku ke tembok.
"Y-yah... Tenang-tenang, aku juga baru tau kalau sebenarnya aku telah menikah." Kata ku.
"Hmm..... Hanya itu?" Kata Hozuki.
"Aku bingung harus berkata apalagi..." Kata ku.
"Huh... Kyle memang bodoh, sejak dulu kamu tidak pernah berubah, tapi aku mau bertanya kepada mu." Kata Hozuki.
"Apa?" Kata ku.
"Apakah kamu mencintaiku." Tanya Hozuki.
"Iya, mana mungkin aku tidak mencintai mu, kamu adalah sahabatku." Kata ku.
...
...
"Ukh, friendzone...."
"Hmm? Ngomong apa tadi?" Tanya ku.
"Huh.... Kamu ini ya, nggak bisa dikasih kode." Kata Hozuki.
"Kode apa?" Tanya ku.
"Nikahi aku juga." Kata Hozuki, dengan wajah merahnya.
"Eh?" Aku kebingungan.
"Aku tidak menerima penolakan, istri dua nggak apa-apa kan?" Kata Hozuki.
"Mimpi apa aku semalam." Kata ku.
[Menikah lah dengan ku juga master!]
"G." Kata ku.
[Dahlah..... Mood ku hancur.]
Aku kembali ke singgasana raja, dan raja mengacungkan jempol nya kepadaku.
"Oh iya, Kyle nanti hari Selasa datanglah kemari." Kata Raja.
"Iya, aku pergi dulu." Aku berniat langsung pulang.
"Tunggu sebentar, aku ingin berduel 1 vs 1 melawanmu." Kata Ksatria Berzirah hitam.
"Kekuatan ku nggak maksimal hari ini, jadi nanti saja, kamu kan ksatria kalau aku menahan diri, pasti itu akan melukai harga dirimu." Kata ku.
"3 hari cukup?" Kata Ksatria itu.
"Cukup, aku akan datang sekitaran jam 14:30." Kata ku.
"Baiklah." Kata Ksatria itu.
"Aku mau pulang." Entah kenapa aku lumayan kesal sama Fujiwara.
Yah, nggak enaknya sih karena perbedaan umur kita terlalu jauh umurnya lebih tua dari nenek para pembaca, tapi kalau kita nggak peduli sama usia, menikah dengannya itu bukanlah hal yang buruk.
Apalagi tampangnya bisa membuat para colikiawan membuka gerbang ke 8. Aku kesal cuman karena dia nggak memberitahu ku apa-apa.
Tapi ya udahlah, ngomong-ngomong kalau aku menggunakan Clairvoyance aku enggak akan sekaget ini.
"Huh... Aku pulang!" Kata ku.
"Ah, Kyle dari mana saja kamu?" Kata Ibu.
"Aku dari ibukota." Kata ku.
"Ngomong-ngomong, kenapa ada noda darah di baju mu?" Kata Ibu.
"Ah! Aku telah mendaftar menjadi pemburu dan..." Aku menghentikan perkataan ku.
"Dan apa?" Ibu terlihat kebingungan.
Maaf Bu, anak mu ini sudah memiliki istri, tanpa sepengetahuan kita semua.
"Sepertinya aku melupakan sesuatu." Kata ku.
"Hmm? Sepertinya kamu belum mandi? Sana mandi, bersihkan darah-darah itu." Kata Ibu.
"Iya Bu." Kata ku.
.
.
.
Aku telah selesai mandi dan menggunakan pakaian normal ku, setelah itu aku duduk di atas kasurku, lalu bermeditasi untuk memulihkan energi sihir ku.
"Sistem sehat?" Tanya ku.
[My last made me feel like I would never try again
But when I saw you, I felt something I never felt
Come closer, I'll give you all my love
If you treat me right, baby, I'll give you everything.]
"Off ada sad girl." Kata ku.
[Talk to me, I need to hear you need me like I need you
Fall for me, I wanna know you feel how I feel for you, love.]
Ujung-ujungnya, aku meditasi sambil dengerin sistem yang sedang galau.
[Mmm, baby I don't understand this
You're changing, I can't stand it
My heart can't take this damage
And the way I feel, can't stand it.]
"Udah hoy Napa!! Satu jam Lo nyanyi terus!!" Kata ku.
[Tch... Master bodoh.]
"Taek, suara lu jadi terngiang di pikiranku." Kata ku.
[Huh... Aku benar-benar bad mood lho, jangan ganggu, AAAAHHHHH!!!]
"Jadi sistem jangan pemalas, mau jadi istri kok pemalas." Kata ku.
Untuk saat ini, aku sedang memikirkan bagaimana cara membuat mood nya kembali membaik.
[Istri siapa Tod, aku yang sudah di tolak ini ingin segera melakukan seppuku.]
"Huruf G yang tadi ku ucapkan hanyalah prank, aku nggak menolak mu tau." Dahlah, novel Harem.
(Bukan haram)
Setelah itu sistem mulai berbicara banyak hal, yang nggak penting banget.
Ngomong-ngomong udah jam lima harusnya Fenrir dan Rin sudah kembali sih.
"Huh... Ngapain lagi ya?" Pikir ku.
[******* Yuk]
"You don't say." Kata ku.
"Master, kamu ngomong sama siapa?" Kata Fenrir.
"Jangan masuk sini dulu!! Kaki anda kotor! Mandi kau." Kata ku.
"Maaf master!" Kata Fenrir.
"Hmm... Mendengar kata master, aku jadi ingat budak-budak tadi... Budak-budak tadi, Oh iya si bocil rambut hitam mana?" Teriak ku dalam hati.
[Bukannya di dimensi kamui.]
"Woiya."
Aku segera pergi kesana dan hanya ada si bocil.
"Tuan, apakah aku sudah boleh keluar dari sini?" Tanya Si Bocil.
"Hmm... Aku akan memperbaiki diri mu." Kata ku.
[Pedo kok nyebut pedo.]
"Memperbaiki diri?" Si Bocil terlihat kebingungan.
"Iya, ngomong-ngomong siapa nama mu?" Tanya ku.
"Eru, nama ku Eru." Kata Eru.
"Nama yang imut, aku Kyle, jangan panggil aku tuan, lebih baik panggil saja aku kakak." Kata ku.
"Mhmm." Dia mengangguk.
"Pertama-tama mari aku akan membuatkan mu sebuah baju." Kata ku.
Aku mengeluarkan beberapa kain dari Inventory ku, dan membentuknya menjadi pakaian. Aku bingung mau mendesign nya kayak gimana
Ujung-ujungnya aku membuat pakaian dari klan rubah saja, yang sudah tebayang bentuknya kayak gimana. Ngomong-ngomong Fenrir juga menggunakan pakaian yang sama.
"Ukurannya mungkin segini.... Sip, sekarang kamu tinggal membersihkan tubuhmu." Kata ku.
"Membersihkan tubuh?" Dia terlihat bingung.
"Bawa aja ke Fenrir." Pikir ku.
Aku menggunakan kamui dan berpindah ke depan kamar mandi di rumah ku.
"Fenrir!! Masih di dalam?" Teriak ku.
"Aku di sini master." Fenrir tiba-tiba ada di belakang ku.
"Nih, sabun sama shampoo, kamu sekalian mandiin dia juga." Kata ku.
"Hmm? Siapa dia master?" Tanya Fenrir.
"Dia mantan budak yang aku bawa." Kata ku.
"Apa jangan-jangan!? Master sudah bosan dengan ku?" Fenrir terlihat sedih.
"Apa sih yang ada di otak mu? Kalau aku sudah bosan dengan mu, aku akan menggunakan tanda ini untuk membuat mu bunuh diri lho." Kata ku.
"Master jahat juga ya? Ayo Bocah." Fenrir langsung masuk ke kamar mandi.
Aku diam di ruang tamu dan memikirkan sesuatu.
"Besok keknya gua nggak akan ke klan rubah lagi deh, nanti aja." Pikira ku.
Aku berniat ngequest di ibukota saja.
"Clairvoyance jangan ya?" Pikir ku.
[Jangan, spoiler nggak seru.]
"Huh.... Sekarang lebih baik aku membuat sesuatu." Kata ku.
*Tok tok tok!!
"Bentar!!" Ibu ku pergi untuk melihat siapa yang mengetuk pintu.
Setelah beberapa saat ibuku kembali dan menyuruh ku membantu seseorang.
"Kyle, para pengintai melihat gerombolan serigala di hutan, serigala itu berjumlah 200 lebih, dan sedang menuju kemari." Kata ibu.
"Tenang aja Bu, ada Fenrir kok." Kata ku.
"Fenrir!!! Mandi kok lama lagi ngapain!!!" Teriak ku.
Ibu tiba-tiba menjewer telinga ku.
"Jangan teriak-teriak, adik mu sedang tidur." Kata Ibu.
"Aduhduh maaf Bu, kebiasaan." Kata ku.
"Hmph!" Ibu melepaskan tangannya dan pergi ke kamarnya lagi.
"Huh.... Sudahlah."
-----
Bersambung.
-----