
*Bukk....
*Duak....
"Huh... Sudah kuduga pukulan Ekor 5 nya menyakitkan." Tangan ku memar karena menahan pukulan Haruka.
"Aku tidak akan memberikan mu celah!" Dia kembali memukul ku.
Dia bisa menangkis One For All ku dengan mudah, jadi saat ini aku menggunakan semua teknik penguatan yang aku miliki meski masih belum bisa mengimbanginya setidaknya bisa mengurangi rasa sakit pukulan Haruka.
"Sage Art : Big Flame Bullet!" Aku menggunakan teknik milik Jiraiya.
"Huh... Teknik aneh itu lagi." Haruka dengan cepat menghindari api itu.
Namun aku sudah menyiapkan Kage bunshin di dimensi kamui yang siap di keluarkan kapan saja, dan sekarang aku langsung memunculkannya dibelakang Haruka sebelum dia mendarat dengan benar.
"Wind Release : Wind Smash!" Ini teknik yang hanya bisa digunakan oleh ku, karena awalnya teknik ini tercipta ketika aku iseng menggunakan OFA bareng sama Wind Cannon.
Daya rusaknya sama seperti sekizo milik Guru Guy.
Haruka terkena teknik itu secara langsung yang mengakibatkan dia terpental ke arah ku.
"Yosh." Aku sudah memikirkan cara untuk mengalahkannya.
Ketika jarak dia sudah semakin dekat, aku bersiap menggunakan teknik ku yang lain.
"Fire Release : Fire Fox Claw!" Aku menggunakan teknik Fenrir yang sudah ku modifikasi, jadi Fire Release.
"Fire Release : Great Flame Shotgun!" Haruka menggunakan teknik hasil modifikasi ku.
Awalnya itu adalah teknik elemen angin bertekanan tinggi yang memiliki efek seperti Shotgun, namun aku menambahkan beberapa Flame Bullet kedalam teknik itu, dan lahirlah teknik baru.
[Sasuga Tukang Ngemod]
"Kalau ada sistem mod apk pasti bakal langsung ku download." Kata ku.
[Untung di isekai nggak ada cit pekalongan]
Aku sebelum serangan itu mengenaiku, aku langsung melesat mundur. Serangan ku meleset, dan serangan Haruka berhasil mengenai ku, meski hanya sedikit.
Kalian tau kan Shotgun itu nggak bisa dipake buat jarak jauh, makanya waktu Haruka mengeluarkan teknik itu, aku langsung buru-buru menjauh.
"Sudah dulu lah capek!" Kata ku.
Sage mode ku telah habis dari tadi, dan sisa energi sihir ku tinggal sedikit lagi. Meski jumlah energi sihirku lebih banyak dari dulu namun waktu pemulihannya lama banget.
Lebih baik langsung habiskan saja Mana mu, meski pingsan tapi bangun-bangun pasti langsung full tuh Mana. Tapi aku memiliki alasan untuk tidak melakukan hal itu sekarang.
Aku sedang berlatih Skill meditasi ku biar makin mantap. Selain meningkatkan kecepatan pemulihan mana, skill ini juga sangat berguna untuk menenangkan pikiran.
Kira-kira seperti inilah status ku sekarang.
[Status]
Nama:Kyle (Ayato Kyle)
Umur: 15 tahun 1 bulan 25 hari
Level: 145
STR: 456.990
DEF: 565.000 MP:112.459/1.121.990
AGI: 511.012
Suasana Hati : Biasa aja.
Kecocokan Kepada Setiap Elemen :
-Api 100% -Cahaya 100%
-Udara 100% -Kegelapan 100%
-Tanah 0%
-Listrik 100%
-Air 50%
Skill :
-One For All (S+)
-Sage Mode Katak (S+)
-Kage Bunshin (S+)
-Lighning Release C - S+
-Cooking (A+)
-Taijutsu (S+)
-Heavy Quick Slash (S+)
-Sword Mastery (S+)
1/∞
Julukan: Reinkarnator, Peramal, Rubah Kecil.
System Point: 3320
[Inventory]
[Shop]
[Gacha]
[Quest]
Berterimakasihlah kepada Fenrir, berkat sihir gravitasi nya, aku bisa menjadi sekuat ini. Meski begitu, kalian jangan tanya ada barang apa aja di inventory ku. Aku aja males bukanya.
Barang-barang nggak jelas hasil gacha ampas langsung tersimpan ke inventory ku, banyak barang aneh, mulai dari tissue magic sampai Djarum coklat.
Ngomong-ngomong kakak ku nggak jadi pulang, bahkan dia belum pulang sampai sekarang Ibu sangat menghawatirkan meskipun aku sudah bilang kalau kakak sangat sibuk.
Ibukota diserang beberapa kali oleh segerombolan monster yang datangnya entah dari mana. Menurut kabar yang beredar monster itu dipimpinnya oleh seseorang berjubah hitam.
Aku dapat kabar itu dari pedagang yang sering datang ke desa ini, pedagang itu mengetahuinya dari teman-temannya yang kebetulan sedang dalam perjalanan ke ibukota.
"Jadi, aku akan pulang dulu, Fujiwara-san." Kata ku.
"Eh? Kenapa kamu pulang lebih awal?" Tanya Fujiwara yang terlihat bingung.
"Ada sesuatu, jadi saya pergi dulu." Aku teleport ke rumah menggunakan kamui.
Aku telah sampai di kamar ku, dan disana terlihat Fenrir yang sedang tertidur. Ia tertidur karena kuberi Antimo, males juga kalau lihat Fenrir ketemu sama Fujiwara pasti berisik.
Ngomong-ngomong aku memiliki adik yang masih berusia 1 tahun. Yah... Adikku itu perempuan, Namanya Miyuki.
Jadi karena aku tidak ingin membuat Ibuku khawatir, aku akan pergi ke ibukota secara diam-diam dan menyelesaikan beberapa masalah disana.
"Huh, sebelum itu aku lebih baik mandi dulu." Gumam ku.
Aku nggak bisa mengendalikan Darkness Cloak ku dengan benar, aku hanya mampu melapisi tanganku dengan Aura dari teknik itu. Meski begitu aku masih bisa menggunakannya untuk menyerang dengan cara membentuk Aura dikelima jari ku dan membentuknya menjadi kuku yang tajam.
Darkness Cloak sebenarnya adalah teknik khusus milik Kelompok Punisher. Menurut sistem inilah peringkat mereka dari yang terkuat sampai yang paling lemah.
Loure Si Iblis Hitam
Liliane Si Ksatria
Greyas Si Pemanah
Vivian Si Penyihir
Julius Si Petarung
Kokio Si Pembunuh
Sei Si Pemanggil.
Yuu Si Gila
Lulu Si Tanker
Fujiwara sendiri bisa membasmi sebagian besar dari mereka, kecuali dari peringkat 3 kebawah.
Meski begitu kekuatan ku hanya sanggup mengatasi Si Gila dan Si Pemanggil secara bersamaan. Kalau sampai ada peringkat 5 kebawah Ane hanya mampu seimbang dengan Si Petarung saja.
Setelah selesai mandi, aku mengeluarkan Black Reaper ku yang jarang sekali digunakan, kecuali waktu aku leveling.
Meski sangat kuat dan tidak bisa hancur, penggunaan kekuatan penuh pedang ini sangat menguras Mana dan Stamina, meski aku seharusnya sudah agak tahan sih.
"Masih Jam 2 siang, enaknya ngapain dulu ya?" Gumam ku.
[Gacha lah, atau nggak ngequest dulu aja]
"Rate Up nya apa?" Tanya ku.
[Lihat saja sendiri]
[Rate Up Harian]
Tomoe Rinnegan Rate Up 1%
Swallow Reversal Rate Up 3%
Regeneration Rate Up 20%
Gacha 1x. Gacha 10x
20 SP. 100 SP
(Ane lupa nama Rinnegan saskeh, kalau salah komen aja ya :> )
"Wow, aku mau Rinnegan!" Kata ku.
[Ayo gacha master ! Berikanlah Ai-chan duit!]
"Ikuzo My Lucky Hand, kita coba satu kali dulu." Gumam ku
Menurut beberapa player FGO yang ane kenal, gacha 1 kali biasanya lebih sering hoki dibandingkan yang 10 kali, tapi kita coba saja.
[Selamat Anda Mendapatkan]
-Baygon Bakar (C)
"Wah, Baygon bakar ungu, kek Rinnegan." Aku lumayan kesal.
[Coba lagi, hehehe]
"Надеюсь, не исчезнет..." Gumam ku.
Aku mencoba gacha 1 kali lagi.
[Selamat Anda Mendapatkan]
-Tomoe Rinnegan (S+)
"WOOOOAHHH !!!!" Aku teriak di kamar ku sendiri.
Lalu terdengar suara tangisan bayi dari ruang tamuku.
"KYLE!!! JANGAN BERISIK!!" Teriak Ibuku.
[Kok bisa?]
"Lihatlah kehebatan jariku ini, kamu terlalu meremehkannya kekuatan nya!" Kata ku.
[Huh.... Apakah ada bug?]
"Sifat mu ngebug." Kata ku.
Aku langsung buru-buru bercermin, namun disana nggak ada Rinnegan nya.
"Eh?" Aku jelas-jelas kebingungan.
[Hehe, ADUUUH!!]
"Kenapa dah?" Aku bingung karena sistem tiba-tiba kesetrum.
[I-itu cuman prank selow, mata mu sudah ada sekarang]
Aku kembali melihat cermin, dan Rinnegan ku hanya berada di mata kanan saja, nggak kek saskeh yang ada di mata kiri.
[Kamu adalah mimpi buruknya para penyihir]
"Benar juga, dan juga sekarang aku bisa berteleport pake jurus baru."
Aku melempar sisir rambut ku dengan pelan, lalu aku bertukar tempat dengan sisir rambut itu menggunakan Amenotejikara.
"Eh bentar, aku masih bisa pake kamui jarak dekat ku kan?" Tanya ku kepada sistem.
[Iya bisa, ngomong-ngomong kamu nggak bisa menonaktifkan Rinnegan itu]
"Bjir, gua harus jadi Jamet buat nutupin nih mata." Gumam ku.
[Tapi nggak perlu ditutupin juga nggak akan masalah kok]
"Yaudah." Aku kembali rebahan.
.
.
.
10 menit kemudian....
"Kyle, itu ada Rin." Kata ibuku.
Aku keluar kamar ku, dan ibuku langsung sadar kalau mata ku berubah kembali.
"Kyle, matamu berubah." Kata Ibuku.
"Tenang saja Bu, mata sihir ku berevolusi." Kata ku.
"Hmm.... Nggak bisa di nonaktifkan?" Tanya Ibu.
"Nggak bisa." Kata ku.
Aku langsung pergi keluar untuk melihat Rin, dan dia juga langsung sadar, tapi sepertinya dia nggak ngomong.
"Mau main lagi kah?" Kata Ku.
"Hmm.... Kita keliling desa aja yuk." Ajak Rin.
"Hayuuuk."
Rin tumbuh dengan baik, tingginya sekitar 169 cm, dengan berat 59 kg. Ngomong-ngomong tinggi ku sekarang sekitar 178 cm, kalau Ayahku sekitar 174, Fujiwara 165, dan Fenrir 173 cm.
Untuk ukuran dada sendiri, masih Fenrir juaranya, aku tau dari sistem dan melihatnya langsung, kebetulan lihat kok aku bukan MC sangean.
Aku sudah bisa menggunakan One For All dengan kekuatan penuhnya, namun karena daya hancurnya sangat tinggi aku Jarang menggunakannya.
"Ah, ada daging bakar tuh." Kata ku.
Yap, aku melihat sebuah daging yang kayaknya daging sapi.
"Kamu mau nggak, aku bayarin." Duitku lumayan banyak coy.
Aku punya 30 Gold, 301 Silver, dan 1230 Bronze. Itu semua aku dapatkan dari hasil jualan potion. Tanaman obat tingkat rendah sampai tinggi ada banyak di inventory ku.
"Aku punya uang sendiri kok." Kata Rin
"Bang beli dua porsi." Kata ku.
Aku duduk di meja makan disana, Yap jalan di desa ini lumayan luas, dibandingkan dengan desa lain, jadi ada beberapa tempat makan yang menyediakan tempat duduk kek gini.
Beberapa penduduk baru juga ada yang berdatangan, sehingga desa ini semakin luas. Bahkan sudah bisa disebut kota kecil. Tempat nongkrong aku bersama Rin dulu telah dirubah menjadi taman bunga.
"Huh, perasaan baru kemarin kita main di taman bunga itu." Kata ku.
"Iya, waktu berlalu dengan cepat, sekarang kita sudah berumur 15 tahun." Kata Rin.
Bagi penduduk dunia ini 15 tahun itu sudah cukup besar. Apalagi kalau anak tersebut lahir di keluarga bangsawan, pasti sudah menikah.
"Hozuki kan bangsawan, dia mungkin sudah punya tunangan atau pacar." Pikir ku.
"Ngomong-ngomong Rin, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" Tanya ku.
"Maksudnya?" Rin terlihat kebingungan.
"Apa yang akan kamu lakukan di masa depan?" Tanya ku lagi.
"Sebenarnya dari dulu, aku pernah sekali ingin jadi penyihir, namun entah kenapa sihir itu terasa sangat sulit." Kata Rin.
Rin hanya bisa sihir angin, dan air.
"Jadi?" Kata ku.
"Aku ingin bersama dengan mu saja." Kata Rin dengan wajah merahnya.
"Bersama dengan ku ya... Mungkin kamu akan melalui beberapa hal berbahaya, jadi jangan deh." Kata ku.
"Aku akan berlatih agar tidak menjadi beban mu." Rin terlihat bersemangat.
"Hmm... Kalau begitu kamu latihan sama Fenrir aja." Kata ku.
"Eh? Nggak sama kamu?" Kata Rin.
"Fenrir lebih ahli sihir angin dan air, berbeda denganku." Kata ku.
Meski kecocokannya rendah, tapi skill nya lebih banyak. Kalau aku lebih ahli sihir lisrik, dan api.
"Baiklah." Kata Rin.
"Besok, kamu mulai latihan, jam delapan pagi, Fenrir akan kerumah mu." Kata ku.
"Kamu nggak ikut lihat?" Tanya Rin.
"Aku ada urusan." Kata ku.
--------
Bersambung.
-------