Reincarnated To Another World With The Gacha System

Reincarnated To Another World With The Gacha System
Chapter 15 : Akhirnya



Tiga jam kemudian


.


.


.


Hari sudah agak sore, mungkin sekitar jam  3 sore, dan sekarang Fujiwara masih belum bangun juga.


"Meski dampak seranganku hanya menghasilkan memar pada wajahnya saja, tapi kok pingsannya lama banget." Pikir ku.


Aku segera pergi keluar dari rumah Fujiwara, dan diluar rumahnya terlihat banyak Ras setengah rubah yang mengerumuni rumah ini.


“A-ada apa ini?” Aku kebingungan, sekaligus takut dikeroyok juga.


“Apakah Ketua sudah sadar?” Tiba-tiba ada suara yang terdengar familiar memanggilku.


“Belum, aku heran apakah ketua mu itu punya penyakit lain?” Tanya ku kepada Si Penerus Fujiwara.


“Hmm..... Kalo enggak salah dulu waktu Ketua masih berumur 800 tahun-an, dia pernah bertarung dengan seorang kakek-kakek, dan punggungnya terluka, apa mungkin-”


“Iya, mungkin saja luka lamanya terbuka kembali.” Kata ku.


“Tidak mungkin.... Luka lamanya itu hanya bisa disembuhkan oleh potion tingkat tinggi.” Dia terlihat putus asa.


"Potion tingkat tinggi milikku hanya tersimpan di inventory, juga bahan-bahan milikku, sistem lama sih." Aku protes dalam pikiranku sendiri.


“Eh bentar, apakah ras kalian mempunyai seorang pembuat obat?” Tanya ku.


“Tidak, karena itulah aku bingung harus bagaimana...” Ia makin terlihat sedih


“Kamu nggak bisa menyembuhkannya?” Kata ku.


“Skill ku belum setinggi ketua tau... Lagian juga skill milik ketua itu hanya bisa meredakan luka itu, karena kamu memukulnya dengan keras-” aku memotong perkataannya.


“Sudah-sudah, sembuhkan tangan ku, aku akan mencari bahannya sendiri.” Kata ku.


“Kamu akan kabur kan? Meski sudah ada bahan-bahannya siapa yang akan membuat potionnya?” Si penerus itu masih belum mempercayaiku.


“Percaya atau tidak, aku bisa membuatnya.” Kata ku.


“Kamu enggak berbohongkan?”


“Ngapain juga aku berbohong.” Aku menatapnya dengan tatapan serius.


“Heal.” Dia menyembuhkan tangan ku.


Dibandingkan dengan Fujiwara, sihir penyembuhan milik penerusnya ini lemah, mungkin dia tidak cocok dengan elemen cahaya.


“Kok lama?” Tanya ku.


“Kekuatan sihir ini hanya bisa di keluarkan secara maksimal apabila penggunanya cocok dengan elemen cahaya.” Kata Fujiwara.


"Sudah kuduga..." pikir ku.


20 menit kemudian.....


Tanganku telah sembuh total, dan sekarang aku sedang mengumpulkan senjutsu sebentar, biar bisa menyatu dengan alam.


“Mata mu berubah, apa yang terjadi?” Kata si penerus itu.


“Tenang saja, ini skill ku kok, oh iya siapa nama mu?” Kata ku.


“Aku Fujiwara Haruka panggil saja Haruka-san, kamu?”


"Wibu?" Pikir ku


“Kyle, ngomong-ngomong kenapa nama mu ada Fujiwara nya?” Kata ku.


“Aku kan penerus ketua.” Kata Haruka.


“Kalau begitu, aku pergi dulu.” Kata ku sambil melompat ke arah desa ku.


Kenapa aku pergi ke desa ku sendiri, karena aku masih mempunyai tanaman obat tinggat tinggi. Semakin bagus tanaman obat itu, semakin besar dan tua umurnya.


Harusnya sih begitu, namun aku nyasar.


"Ternyata ada bagian dari hutan ini yang belum ku jelajahi." Pikir ku.


Aku segera mencari tempat dengan energi sihir yang kuat, besar kemungkinan tanaman itu tumbuh di daerah yang energi sihirnya kuat.


Aku hanya merasakannya saja dengan senjutsu, dan akhirnya aku bisa menemukan tempat itu, yah... Meski lumayan jauh dari tempatku berdiri sekarang.


.


.


.


Aku sampai juga di tempat yang energi sihirnya terasa sangat kuat.


"Apa-apaan energi ini, tubuhku serasa ditekan." Aku mengalami kendala karena energi sihir ditempat ini sangat kuat.


Semakin aku pergi lebih jauh, semakin berat juga tekanan yang aku terima, meski begitu aku terus menerobos, sampai di dekat pusat tekanan energi sihir itu.


"Huh.... Apa ini?" Pikir ku.


Disana aku melihat seseorang sedang terikat oleh rantai berwarna hitam pekat, rantai-rantai itu terhubung ke sebuah pilar yang jumlahnya ada enam.


Keenam pilar itu apabila dilihat dari atas akan membentuk segienam, pilar itu juga memancarkan cahaya ungu yang aneh.


Aku mencoba melangkahkan kaki ku, dan tiba-tiba orang yang terikat itu membuka matanya.


“Hii.... Setan *****....” Gumam ku.


Mata setan itu berwarna merah menyala, dan sekarang tubuhku benar-benar tidak bisa bergerak.


“Kemarilah manusia.....” Orang yang diikat itu suaranya mengerikan.


Tubuhku tiba-tiba mengikuti perkataan orang itu, dan mulai berjalan menghampirinya.


"Disituasi seperti ini harusnya hanya One For All yang bisa menyadarkanku."


Aku mulai memusatkan One For All ke jari lengan kiri ku, dan menjentikannya dengan kekuatan penuh. Hasilnya jariku hancur, dan menghasilkan tekanan angin yang kuat.


“Hah.... Hah..... Hah..... Apa-apaan tadi, sial.” Kata ku.


Tubuhku sudah bisa bergerak lagi, dan mulai mencari tanaman obat di sekitar ku.


Yah... Semoga saja kekuatan ku tadi tidak merusaknya.


Saat aku sedang fokus mencari-cari tanaman itu, tiba-tiba orang yang tadi berbicara kembali.


“Hei manusia tolong lepaskan rantai yang mengikatku ini....” Kata Orang itu.


“Gak mau.” Kata ku.


“Aku akan melakukan apa saja...” Dia masih membujukku.


“Ngapain juga aku harus membantu orang yang hampir mengendalikan ku, cari orang lain saja, oh ketemu.” Kata ku.


Aku menemukan tanaman obat itu, dan jumlahnya ada 7.


“Mantap Slur!” Aku segera mencabut semua tanaman itu dan berniat langsung pergi.


“Jangan pergi!!!” Tiba-tiba suara mengerikan tadi berubah menjadi suara seorang gadis.


“Apaan sih sok imut anj***!” Aku benar-benar marah kali ini.


"Kemana perginya suara monster tadi?" Pikir ku.


Aku berbalik dan kembali melihat orang itu, mata merahnya sudah tidak bersinar lagi dan wujudnya, dia seperti seorang gadis berambut putih. Tangan dan kakinya terikat oleh rantai berduri, dan ujung dari salah satu rantainya yang tajam menusuk lengan dan kaki nya.


(Sulit jelasinnya, help)


"Dia enggak akting kan? Takut gua." Pikir ku.


“Heh.... Setelah mengetahui aku seorang gadis cantik, kamu langsung berbalik menghampiri ku, dasar bocah mesum.” Kata gadis itu.


Yap, dia enggak menggunakan pakaian apapun.


“Males juga ngebantuin orang kek gini, pergi aja ah, Fujiwara membutuhkan Potion ku.” Kata ku.


“Tunggu, Fujiwara.... Ah aku ingat maksudmu Fujiwara Si Rubah iblis, apa yang terjadi kepadanya?” Kata Gadis itu.


“Bukan urusan mu.” Aku segera memusatkan kekuatan One For All ku dikaki, dan berniat segera melesat untuk kembali ke rumahnya Fujiwara.


Namun....


“Force Control : Gravity 10x.” Kata Gadis itu.


(Bukan Fanfic Star wars')


...


...


Tiba-tiba tubuhku menjadi sangat-sangat berat, dan aku terjatuh.


“A** Lon**!!!” Aku mengeluarkan kata-kata mutiara ku.


“Sudah kubilang bantu aku dulu!! Apa kamu tega membiarkan gadis cantik terikat selama ratusan tahun.” Kata Gadis itu.


“Bodo amat, gua paling malas kalau ketemu orang kek kamu.” Aku mencoba berdiri secara perlahan-lahan, meski mentok nya di jongkok saja sih.


“Aku benar-benar serius, tolong bantu aku master.” Kata Gadis itu.


“Ah, tanamannya.” Tanaman obat yang kupegah hampir jatuh.


Kalau kotor nanti bisa repot waktu membuat obatnya. Yap, bakteri dan kuman-kuman yang ada di tanah bisa menempel di tanaman obat ini.


“Tanaman itu buat siapa sih?” Kata Gadis itu.


“Sudah kubilang ini untuk Fujiwara!” Kata ku.


.


.


.


Satu jam kemudian.


Otot-otot ku sakit, urat-urat ditangan dan kaki ku terlihat sangat jelas.


“Huh.... Aku minta maaf, sebelumnya aku mencoba mengendalikan mu itu karena, hanya kamu saja yang bisa berdiri di tengah pilar-pilar ini, jadi sekali lagi ku mohon tolong lepaskan rantai yang ada di tubuhku ini, aku rela menjadi budak mu asalkan aku bisa terbebas dari rantai ini.” Kata Gadis itu.


[Proses Update Selesai mendapatkan hadiah dari kakek]


"Hadiah dari kakek? Dan juga tadi dia ngomong apa?" Aku hanya fokus pada notifikasi sistem.


[Kakek yang ituloh, yang mereinkarnasikan mu dulu]


"Ah kakek itu ya, kalau begitu langsung buka saja." Kata ku kepada sistem.


Tiba-tiba gadis itu berbicara kepadaku lagi.


“Kenapa kamu bengong? Apa mungkin sihir miliku membuat mu pingsan!?” Dia segera menghentikan sihir nya.


Aku mengabaikannya lagi, dan fokus saja kepada sistem.


[Hadiah terbuka]


-Sharingan


-Eternal Mangekyo Sharingan


-Light Release : Divine Cure


-Dark Release : Darkness Cloak


-Catatan


"Sistem aku bahagia sekali sekarang." Rasa kesal yang sebelumnya telah hilang secara instan.


[Sudah kuduga, dari dulu kamu ingin mata sharingan kan?]


"Iya."


[Sebelum bisa mengaktifkan eternal mangekyo sharingan, master harus memilih dua mangekyo sharingan untuk digabungkan, dan bersiaplah karena mata master akan mengalami rasa sakit yang hebat]


"Kalau begitu, mangekyo sharingan Itachi sama Obito saja." Aku sudah pernah memikirkan ini sebelumnya.


[Baiklah]


Secara tiba-tiba kedua mataku mengalami rasa sakit yang sangat hebat, setelah lima detik mata ku mulai mengeluarkan darah.


Melihat kejadian itu, gadis yang terikat tadi berbicara lagi.


“H-hei kamu kenapa? Kok bisa mata milikmu mengeluarkan darah? Duh... Apa yang harus aku lakukan.” kali ini aku benar-benar mendengarkan dia berbicara.


.


.


.


“Aduh duh duh.... Akhirnya selesai juga hah.... Hah....” Nafas ku terengah-engah karena menahan rasa sakit.


[Master tidak apa-apa]


“Kamu tidak apa-apa?” Kata sistem dan gadis itu.


“Tidak.” Aku segera mencoba kamui kepada rantai yang mengikat gadis itu.


“Kamui."


Sebagian dari rantai itu tersedot ke dimensi lain, sementara rantai yang tersisa di tangan kanannya tiba-tiba menghilang menjadi abu.


“Terima kasih master!!!” Kata Gadis itu.


[Hah!?]


"Sehat?" Pikir ku.


Setelah itu aku langsung membebaskan gadis yang terikat itu dengan kamui, setelah itu aku memberikan pakaian seadanya. Yap yang ada di inventory ku aja.


Lalu, aku segera pergi ke rumah Fujiwara, karena Haruka mungkin telah salah paham.


-------


Bersambung


-------