Reincarnated To Another World With The Gacha System

Reincarnated To Another World With The Gacha System
Chapter 28 : Wipe Out



Fenrir POV


Jam 07:45


Kemarin master memerintahkan ku untuk melatih temannya sihir, kalo nggak salah namanya Rin tapi latihan kayak gimana ya cocoknya?


"Huh.... Master kapan pulangnya ya...." Aku baru bangun tidur dan Master sudah tidak ada.


Aku segera keluar dan segera mencuci muka ku, biasanya master suka menyuruhku mandi, tapi karena hari ini agak dingin aku males mandi.


"Ah, Fenrir Kyle mana?" Tanya Ibu nya Master.


"Katanya dia ada urusan sebentar." Jawab ku.


Setelah cuci muka aku langsung merapikan rambutku, dan berjalan ke rumah temanya master.


"Kata master, jangan menggunakan metode yang sama seperti master, gimana sih?" Aku kebingungan dan bergumam di waktu dijalan.


"Ah, aku sudah mengerti apa yang master maksud."  Aku mempercepat langkah ku.


.


.


.


2 Jam kemudian...


"Huh.... Huh.... Fenrir-san aku merasa lemas..." Kata Rin yang memang terlihat lelah.


"Energi sihir nya melemah, sepertinya dia kehabisan Mana." Pikir ku.


"Kamu kehabisan Mana, sebentar lagi harusnya kamu akan pingsan jadi kita berhenti dulu sebentar." Kata Ku.


Kuantitas Mana milik Rin lumayan, hanya saja imajinasi nya payah. Penggunaan sihir memerlukan Mana dan imajinasi yang kuat, seperti master contohnya, imajinasinya sangat kuat meski mana nya dulu sedikit dia bisa sangat kuat.


(Wibu Dan Kipoper berbakat jadi penyihir, karena mereka sering nge halu.)


Meski begitu bakatnya nggak buruk, dia berhasil mempelajari dua sihir serangan kali ini, yaitu Wind Release : Wind Cutter dan Water Release : Great Water Bomb.


Itu sihir kelas C dan B, yah.... Jumlah mananya sekarang mungkin sekitar 25.000 -an konsumsi sihir tersebut memerlukan sekitar 2500-5000 energi sihir, ditambah dengan kegagalan-kegagalan sebelumnya wajar saja mana nya sudah habis.


"Huh, sini tidurlah."


Rin tidur di pangkuan ku, dan aku sedang mengkhawatirkan keadaan master sekarang.


"Semoga dia baik-baik saja..." Pikir ku.


----


Kyle POV


Sekitar Jam 12:20...


Aku menggunakan kamui untuk berteleport ke singgasana raja, dan disana aku langsung diserang. Yang menyerang ku adalah seorang pengguna tombak.


Aku melompat kebelakang pengguna tombak itu tapi dia sudah bersiap untuk menusuk kepala ku lagi.


"Flash Stab!" Dia menggunakan teknik nya.


Aku menangkis ujung tombak nya menggunakan jari ku.


"Eh? Kamu ya?" Itu ternyata Kakak ku.


"Kamu mengenalnya?" Kata Seseorang berbadan besar yang telah bersiap menebaskan pedangnya dari belakang.


Ada penyihir yang bersiap menggunakan sihirnya, dan beberapa ksatria yang sigap melindungi raja, ratu, dan disana juga ada Hozuki, dan satu orang misterius.


"Kayaknya aku datang disaat yang tidak tepat ya?" Tanya ku kepada kakak ku.


Kakak ku hanya tersenyum.


"Kalau begitu nanti saja aku kemari lagi." Kata ku.


Aku mengaktifkan EMS ku, dan bersiap teleport kembali. Namun tiba-tiba ada tebasan pedang yang sangat cepat mengarah ke leher ku.


Serangan itu menembus tubuh ku, dan ksatria berbadan besar itu kaget.


"Tunggu, aku yang menyuruhnya kesini." Kata Hozuki.


"Kamu yang menyuruhnya? memangnya siapa dia?" Kata Raja.


"Itu loh, anak yang dulu mengantar Lucia pulang." Kata Hozuki.


"Eh? Bentar, mendekat lah nak." Raja itu mengamati ku.


"Iya." Aku mendekat, dan para ksatria masih saja waspada.


"Hahaha!! Kamu benar-benar berbeda nak! Turunkan senjata kalian anak itu bukan musuh." Raja itu tertawa setelah melihat perubahan ku.


Nggak kayak dulu, aku jelas-jelas jauh lebih tinggi dan kekar, serta mata kanan ku yang berubah pasti membuat mereka tidak mengenali ku.


"Oh iya, ada pedagang budak yang berhasil menyusup ke kerajaan ini." Kata ku.


"Apa!?" Ksatria berbadan besar itu terlihat kaget.


"Mereka menculik Gadis dan anak-anak di desa yang ada disebelah barat kota ini." Kata ku.


"Disana ya... Jadi kenapa kamu kesini? Harus nya kamu bisa menghabisi mereka kan?" Kata Hozuki, mukanya memerah.


[Apa dia jadi tsundere?]


"Kloning ku masih mencari tempat persembunyian mereka, dan juga apakah harus ku tangkap hidup-hidup Atau langung bunuh di tempat?" Tanya ku.


"Apakah kamu gila mau menyerang tempat itu sendirian?" Kata Orang yang nampaknya seumuran dengan ku.


"Nggak, aku yakin dengan kekuatan ku, ah... Ketemu." Bunshin ku sudah menemukan tempat persembunyiannya dan menghilang.


"Eh, cepet bener?" Kata Kakak ku.


"Jadi aku harus membawanya kesini dulu atau nggak?" Tanya ku.


"Kalau bisa tangkap saja hidup-hidup nak."  Kata Raja.


"Ok." Aku bersiap menggunakan Kamui lagi.


"Tunggu Kyle!" Kata Hozuki.


Dia mendekati ku dan membisikkan sesuatu.


"Tolong bantu Kakak ku, untuk lebih jelasnya nanti datang lagi." Kata Hozuki.


"Iraha?" Kata ku.


"Kalau bisa sesudah habis ini." Kata Hozuki.


"Bantuin apa dulu?" Kata ku


"Hmm.... Sini aja nanti." Kata Hozuki.


"Okelah, kamu agak mundur dikit, ada yang panas." Kata ku.


Aku menggunakan kamui dan pergi dari tempat itu.


-----


Author POV


Di Singgasana raja setelah Kyle pergi...


"Teleportasi ya... Yang mulia siapa dia sebenarnya?" Kata Si ksatria berbadan besar.


"Dia murid si rubah iblis, kekuatannya tidak bisa diremehkan." Kata Raja.


"Dia pernah kemari ya?" Ratu baru ngomong sekarang.


"Dua tahun yang lalu, dia mengantar Lucia sampai gerbang, juga dia dan Charl terlihat sudah lama kenal." Kata Raja.


"Serangan ku terlihat seperti menembus tubuhnya saja, dan mata kanan dia terlihat menyeramkan." Kata Si ksatria berbadan besar.


"Yah... Maaf menyela, tapi kata ibuku, adikku itu memang agak aneh." Kata Hikaru.


(Nama kakaknya Kyle Hikaru, sekedar mengingatkan)


"Agak aneh gimana maksudnya?" Kata Ratu.


"Entahlah aku sendiri jarang bertemu dengannya." Kata Hikaru.


"Yah apapun itu yang pasti dia bukan orang jahat, Guru ku tidak mungkin memiliki murid yang seperti itu." Kata Raja.


Tiba-tiba salah seorang ksatria datang dari luar Singgasana.


"Yang mulia! Klan Rubah sudah membalas surat yang kita kirim." Kata Ksatria itu.


Ksatria itu menyerahkan surat balasan dari Klan Rubah kepada raja. Raja membaca surat itu dan ekspresi wajah nya berubah.


"Apa katanya?" Tanya Ksatria Berzirah hitam.


"Klan Rubah hanya akan mengirimkan anak tadi saja." Kata Raja.


"Entah kenapa aku kurang percaya kepada anak itu, biarkan aku mengetest nya sendiri." Kata Ksatria Berzirah hitam.


"Silahkan saja, tapi menurut Guru dia sangat kuat, jadi berhati-hatilah." Kata Raja.


Sementara itu di gua tempat persembunyian Pedagang budak....


"Huh, kayaknya aku harus pake senjutsu tambah mode rubah deh, sistem ganti baju dong." Gumam Kyle.


Kyle mengganti bajunya menjadi baju dari Klan Rubah, baju itu mirip seperti baju tradisional dari Jepang. Kyle juga melepas sarung tangannya dan memakai topeng Obito yang dia buat tadi.


"Aku mau menggunakan senjutsu bentar." Gumam Kyle.


"Sip, ayo." Kata Kyle.


Kyle melihat ada dua penjaga di depan pintu gua itu, dia segera melompat mendekati salah satu penjaga itu. Penjaga itu melihat matanya Kyle dan Kyle menggunakan Tsukoyomi, sementara penjaga yang satunya ditusuk lehernya.


"Wakizashi ini memang sangat tajam." Pikir kyle.


Setelah itu dia masuk kedalam gua, lalu ia menemukan tempat untuk pergi ke bawah, dan ada pintu disebelah kirinya.


"Huh, siap-siap flashbang." Kyle mengeluarkan Flashbang dari inventory nya dan melemparkannya kebalik pintu itu.


"AHHH!!" Setelah mendengar teriakan itu, kyle masuk kedalam dan membunuh beberapa bandit yang ada di dalam sana.


Kyle mendengar beberapa langkah kaki dari bawah tanah, dia langsung pergi kebawah dengan skill Shadow Movement.


Setelah sampai dilantai bawah, Kyle segera mematikan obor-obor yang ada disana menggunakan Wind Bullet.


[Kek Assassin.]


"Berisik lagi fokus." Kata Kyle dalam hati.


"Hei, obornya mati!?" Kata Bandit 01.


"Penyusup nih pasti!" Kata Bandit 03


"Cepat beritahu yang lain!" Kata Bandit 02.


Tentu saja Kyle tidak membiarkan mereka memberitahu teman-temannya yang lain, dan segera membunuh mereka dengan cara yang sama, yaitu menghancurkan atau menusuk leher mereka.


Di lantai bawah ini, ada 4 ruangan, dan sepertinya mereka sudah tahu keberadaan Kyle, makanya bandit itu pada diem sekarang.


"Merepotkan..." Kyle menggunakan Kage bunshin untuk membuat mereka lengah.


Pada saat bunshin itu masuk mereka langsung menusuk nya menggunakan pedang, bunshin itu pun menghilang dan Kyle langsung menghadang mereka.


"Wood Release : Wood Spear!"  Kyle menumbuhkan kayu yang tajam untuk menusuk musuh yang ada di sekitar ruangan itu.


Satu orang ditusuk pake 5-6 kayu, masih seperti tadi, Kyle masih mengincar lehernya musuh.


"Di ruangan lain masih ada beberapa orang, tapi kayaknya gampang sih." Gumam Kyle.


Setelah itu Kyle pergi ke lantai bawah dan disana hanya ada satu ruangan, namun banyak orang di ruangan itu.


[Lokasinya disini master.]


Ruangan itu luas, dan disana ada sekitar 20-an budak satu om-om gendut, dan 16 bandit.


"Punten Gofood." Kata Kyle.


"Hmm... Demihuman ya? Geh... Setengah rubah." Kata Si Om gendut.


Om-om itu terlihat ketakutan, dan segera menyuruh para bandit itu untuk langsung menyerang ku.


Ketika bandit itu berniat menebasku, aku bertukar tempat dengan salah satu temannya menggunakan Amenotejikara. Bandit itu menyerang temanya sendiri, dan dia kebingungan.


"Teleportasi sialan."


Para bandit itu berkumpul di satu tempat.


"Lighting Release : Dragon Thunder Blast!!"


[BODOH!!!]


*Booom!!! .....


Gua itu meledak, dan puing-puing disekitar gua itu hampir menimpa para korban dan pelaku, namun aku menahannya menggunakan Wood Release.


"Huh... Hampir saja Genjutsu..." Aku menjebak si om-om itu menggunakan genjutsu ringan. Lalu memindahkan orang itu ke dimensi kamui.


"Kalian mau bebas kan?" Aku menggunakan kamui untuk menteleport mereka satu persatu keluar gua.


------


Kyle POV.


"Huh... Akhirnya selesai juga." Aku melepas topengku.


Pekerjaan tadi mengabiskan sekitar 23.000 mana ku, yah kamui sih paling boros sama Shadow Movement. Mana ku sisa 75.430.


"Jadi sekarang, bagaimana cara ku membebaskan kalian?" Budak-budak itu terdiri dari cewek loli sampai cewek yang udah gede, ras nya juga berbeda-beda.


"...." Mereka sepertinya agak malu-malu.


"Huh.... Gimana kalau begini?" Aku ingin menggunakan cara yang sama seperti waktu aku melepaskan Fenrir dulu.


"Ugh... Bisa juga..." Ternyata bisa, hanya saja aku butuh lebih banyak Mana.


"T-terima kasih..." Kata Orang yang pertama kali di bebaskan.


"Iya-iya, ngomong-ngomong aku akan mengumpulkan energi sihir sebentar." Kata Ku.


Aku duduk bersila dan mulai mengumpulkan energi sihir dengan kecepatan pemulihan yang nggak cepet-cepet banget sih.


Skill meditasi ku sudah bintang 4 jadi aku bisa berbicara sambil mengumpulkan Mana, namun aku masih nggak bisa bergerak ketika sedang mengumpulkan Mana.


.


.


.


10 menit kemudian...


"Sip... Ini yang terakhir ya?" Aku menggunakan kamui untuk melepaskan kalung budak itu.


Aku mengeluarkan obat tetes mata dari inventory dan menggunakannya pada mata ku, karena mata ku perih coy, meski enggak sampai berdarah atau rabun.


Penggunaan EMS secara berlebihan dapat mengakibatkan sakit mata doang, enggak bakal buta atau rabun.


Kalau nggak salah Rinnegan ku juga sama, Kalau aku terlalu sering menggunakan Amenotejikara, tomoe di Rinnegan ku akan hilang, dan akan balik setelah beberapa saat.


(Maksudnya Amenotejikara itu ada Cooldown nya, jadi bila dipakai pas lagi Cooldown, mata kanan Kyle bakal ilang Tomoenya.)


"Sekarang kalian bebas, terserah mau ngapain juga, desa terdekat ke arah timur bila ada yang tinggal disana ayo ikut." Kata ku.


Meski aku bilang begitu, mereka malah ikut semuanya.


.


.


.


"Untung ada kagebunshin, mereka jalan kelamaan dah, keburu malem nanti." Kata ku.


[I realize the screaming pain, hearing loud in my brain...]


"Ngapa sih?" Kata ku.


[Aku lagi ngecover lagu bodoh, sama lagi cosplay mau liat, nanti di mimpi.]


Aku sudah sampai di desa, dan sebagian besar dari budak itu menangis ketika berhasil kembali ke rumahnya, sementara ada 3 budak yang sepertinya bukan berasal dari sini.


"Pekerjaan ku sudah selesai." Kata ku.


"Kyle!! Kenapa kamu nggak mengajak ku!" Kata Seline yang terlihat marah.


"Yamaap, ngomong-ngomong suruh Kepala desa itu menandatangani kertas Quest kita." Kata ku.


Kertas Quest itu sangat penting, bila hilang akan ada denda, dan juga sang pemberi quest harus menandatangani kertas Quest para pemburu bila sudah menyelesaikan misinya.


"Aku kan pemburu, kok malah ngeburu manusia?" Pikir ku.


[Mereka jahat, di bunuh juga nggak apa-apa kok.]


Tiba-tiba ada seseorang menarik lengan baju ku.


"Hmm? Apa?" Tanya ku kepada bocah berambut hitam yang menarik-narik lengan baju ku.


"Aku akan mengikuti mu, tuan." Kata Bocah itu.


"Kamu sudah bebas, jangan panggil aku tuan." Kata ku.


"Tapi tuan yang telah membebaskan ku, dan aku tidak memiliki tujuan apapun selain melayani tuan." Kata Bocah itu.


Bocah itu memiliki penampilan yang nggak baik, rambut hitam acak-acakan menutupi mata dan telinga nya, dan panjang rambutnya sampai tumit nya.


[Dia adalah Elf, dia sepertinya telah di ajarkan untuk menjadi budak dari orang tuanya, bawa juga nggak apa-apa kok, kasian dia loli.]


"Berapa umur mu?" Kata ku.


"10 tahun, maaf aku masih terlalu kecil untuk memenuhi hasrat seksual mu." Kata Bocah itu.


"Nggak perlu yang kayak begituan, ini perintah tuan mu!" Kata ku.


"Tapi sebelum menjual ku mama pernah mengatakan bah-" aku memotong perkataannya.


"Sudah cukup, aku sudah memberi mu perintah bukan?" Kata ku.


"Iya, tuan."


"Kyle, ayo kita kembali!" Kata Seline.


"Ayo."


-----


Bersambung


----