
"Entah kenapa, kok aku ngantuk banget ya?" Kata ku sambil menguap.
"Mungkin karena master kelelahan." Kata Fenrir.
[Itu kalimat ku...]
"Kalau begitu, nanti bangunkan aku setelah Fujiwara datang." Kata ku yang langsung bersandar di batang pohon beringin.
Dan.... Aku tertidur dengan sangat cepat.
.
.
.
Aku terbangun di ruangan putih kembali, dan kali ini, nggak ada siapa-siapa disini.
"Kali ini, makhluk apa lagi yang membawa ku kemari, apakah aku mengalami Lucid dream?" Kata ku.
"Sistem?" Aku mencoba memanggil sistem namun dia tidak merespon.
Aku mencoba menggunakan One For All namun nggak bisa juga. Lalu aku mencoba mengaktifkan sharingan, dan hasilnya sama saja.
"Huh..." Aku melihat ke sekitar tempat itu.
Namun sama seperti sebelumnya nggak ada siapa-siapa. Karena bosan aku mencoba berjalan lurus saja.
Pada saat aku berjalan lurus aku mendengar suara seseorang, yang sepertinya sedang berusaha memanggil ku.
Setelah berjalan sekitar 20 menitan, aku melihat bagian gelap dari ruangan putih. Dan itu keren sih, kalau dilihat-lihat.
Aku merasa kalau ada seseorang muncul di bagian gelap itu. Namun aku nggak Berani melihatnya karena takut jumpscare.
Kaki ku terasa berat, emang mimpi ketemu setan itu sial sih, tubuh kita selalu terasa lambat.
Orang misterius itu menepuk pundak ku.
"Eh?" Aku melihat diriku sendiri dalam wujud setengah manusia, aku memiliki telinga rubah, ekor, dan mata ungu menyala.
Tak lama kemudian, dia terserap kedalam diriku secara perlahan lahan.
"Ok, aku kerasukan kurama." Pikir ku.
Setelah selesai, aku terbangun dari tidur ku dan melihat sesuatu menghalangi mata ku.
"Duh, kok sesak." Pikir ku.
Sesuatu itu menutupi kepalaku, dan aku sudah bisa menebak itu apa.
"Fenrir, minggir." Kata ku.
"Eh? Master sudah ba- Uh..." Fenrir menghentikan perkataan nya, dia terlihat kaget dan tangannya bergetar.
"Ini bohong kan?" Kata Fenrir.
"Bohong apa?" Tanya ku yang kebingungan.
Dia tidak menjawabku dan hanya diam saja. Lalu setelah beberapa saat Fujiwara, dan Haruka datang.
"Udah tiga jam ya?" Kata ku.
"Bagaima- Ukh." Dia mimisan.
"Eh? Kamu kenapa?"
"I-"
"I? Apa sih?" Aku masih bingung dengan apa yang terjadi.
"Sebentar, ini bau..." Aku mencium beberapa bau aneh.
Fujiwara tiba-tiba memelukku dan mengelus-elus kepala ku.
"Eh, i-ini... Aduh!! Fenrir tolong!!" Aku merasa agak aneh ketika di elus kepalaku.
Aku meminta tolong kepada Fenrir namun dia tidak merespon. Karena ia tidak merespon aku segera mengaktifkan EMS ku, dan langsung menembus tubuhnya saja.
"Eh?" Fujiwara terlihat kebingungan.
"Akhirnya bebas." Kata ku.
"Ah! Maaf kelepasan." Fujiwara meminta maaf kepada ku.
Aku hanya menatapnya dengan tajam, dan Fujiwara meminta maaf sekali lagi. Fenrir nampaknya masih not responding, jadi aku coba menepuk pundaknya.
"Hoi! Kamu kenapa?" Kata ku.
"Master."
"Apa?"
"Nggak jadi." Dia terlihat murung.
"Hah... Emangnya ada apa sih reaksi kalian ketika melihatku sangat berbeda dari yang dulu?" Tanya ku
"Sentuh kepala mu." Kata Fujiwara.
Aku segera menyentuh kepalaku, dan disana ada telinga lagi. Aku pun panik dan segera mengecek, apakah aku memiliki ekor atau tidak. Dan aku memilikinya.
"Kenapa bisa begini?" Aku bingung.
[Kamu kan emang bisa berubah jadi setengah rubah, kenapa kaget?]
"Aku kan nggak ada niatan berubah, sekarang dan cara aku jadi manusia kembali gimana coba?" Tanyaku dalam hati.
[Kalau itu biar aku yang urus, kamu latihan saja sana]
"Kalau begitu sekarang aku akan menjelaskan beberapa hal kepada mu." Kata Fujiwara.
"Apa itu?"
"Kekuatan manusia setengah rubah itu ditentukan oleh jumlah ekor yang bisa mereka tumbuhkan, ekor itu memiliki efek meningkatkan seluruh kemampuan tubuh mu, makannya tadi penciuman mu jadi sangat tajam." Jelas Fujiwara.
"Hore bisa jadi kurama." Kata ku.
"Kurama siapa?" Tanya Fujiwara.
"Ngomong-ngomong, aku penasaran status mu sekarang." Kata ku.
"Sudah kuduga kamu menanyakan hal itu, nih statusku, oh iya aku dalam mode ekor satu." Kata Fujiwara sambil
Nama: Fujiwara Yukio
Usia: 1189
Level: 998
STR: 23.000
DEF:15.700 MP: 55.000
AGI:20.000
Title : Rubah iblis, Jomblo, ???, ???
Kecocokan Kepada Setiap Elemen :
-Api 100% -Cahaya 1%
-Udara 100% -Kegelapan 0%
-Tanah 100%
-Listrik 100%
-Air 10%
Skill:
-???
-???
-???
"Woah, jadi ekor itu juga bisa membatasi kekuatan mu ya?" Tanya ku.
"Iya, tapi dalam kasus mu mungkin nggak bisa, dan ini status asliku." Kata Fujiwara.
Tiba-tiba ada aura berwarna ungu dibelakang Fujiwara, aura itu memadat dan membentuk ekor yang lainnya.
Nama: Fujiwara Yukio
Usia: 1189
Level: 998
STR: 6.789.000
DEF: 6.890.000 MP: 7.505.500
AGI:7.240.000
Title : Rubah iblis, Jomblo, ???, ???
Kecocokan Kepada Setiap Elemen :
-Api 100% -Cahaya 1%
-Udara 100% -Kegelapan 0%
-Tanah 100%
-Listrik 100%
-Air 10%
Skill:
-???
-???
-???
[Bjir OP]
"Bjir OP." Pikir ku.
"Ah, aku ingin master melihat status ku juga, kamu Rubah minggir dulu." Kata Fenrir.
Ia merebut bola yang mirip waktu status ku diperiksa di istana, lalu meletakkan tangannya disana.
Usia: 665
Level: 801
STR: 1.345.000
DEF: 2.000.000 MP: 2.000.000
AGI: 1.890.000
Title : ???, ???, ???
Terikat dengan Kyle.
Kecocokan Kepada Setiap Elemen :
-Api 100% -Cahaya 0%
-Udara 100% -Kegelapan 2%
-Tanah 0%
-Listrik 100%
-Air 2%
Skill:
-???
-???
-???
"Fenrir duduk." Kata ku sambil memasukkan sedikit energi sihir ke tanda ditangan kiri ku.
Setelah itu Fenrir langsung duduk.
"Fenrir berguling." Aku melakukan hal yang sama.
Dia berguling.
"Fenrir berdiri."
"Master ngapain sih?" Tanya Fenrir.
"Ngetest doang." Kata ku.
"Ngomong-ngomong bagaimana cara supaya ekor kita bisa bertambah?" Tanya ku Kepada Fujiwara.
"Ketika kamu mencapai batas level tertentu, ekor mu akan bertambah, kalo nggak salah, ekor mu baru akan bertambah lagi pada level 200." Kata Fujiwara.
"Oh... Jadi latihan sekarang ngapain?" Tanya ku.
"Gelud, maksudnya latih tanding." Kata Fujiwara.
"Lawan?" Kata ku.
"Haruka, lawan dia." Kata Fujiwara.
"Baiklah, nih pedang." Dia melemparkan katana kayu, ke arah ku.
Aku mengambilnya, lalu membuat kuda-kuda. Kali ini aku menggunakan sharingan biasa saja, dan Strengthening.
Haruka menambah ekornya menjadi 2 dan tatapannya sangat mengerikan.
"Bersiap, mulai!" Kata Fujiwara.
Dia langsung menghilang, dan tiba-tiba ia ada di sebelah kiri ku. Ia mengayunkan katana nya dengan sangat cepat.
Ctak!
Aku melompat kebelakang untuk menghindari serangannya, namun ia tidak memberikan ku nafas sama sekali.
(Maskudnya nyerang terus-terusan.)
"Dia berniat menghabiskan stamina ku ya?" Pikirku.
Aku mengaktifkan EMS ku, dan menghindari serangannya. Setelah tau serangannya tidak bisa mengenaiku, Haruka langsung mundur.
"Teknik yang sangat merepotkan." Kata Haruka.
"Kamui!" Aku mematahkan pedang kayunya dengan kamui.
"Eh?" Dia kebingungan.
Dia mulai menyerang lagi dengan pukulannya, namun serangannya itu hanya menembus tubuhku saja, setelah itu aku menggunakan OFA untuk memukul perutnya Haruka.
"Uhk!!" Haruka mundur sambil memegangi perutnya.
Ngomong-ngomong aku hanya menggunakan 13% saja.
"Sial, kenapa serangan ku hanya menembus tubuhnya saja!" Haruka terlihat kesal.
"Haha." Aku tertawa kecil.
"Fire Release : Great Fire Bomb!" Haruka mengeluarkan sihir nya.
[Hehe]
Aku memfokuskan mata kanan ku ke arah serangan itu.
"Amaterasu!" Untuk pertama kalinya aku menggunakan Amaterasu.
"Api apa itu?" Fujiwara terlihat kebingungan.
Sementara mata kanan ku lumayan sakit, meski enggak bisa buta tapi sakit.
Api hitam ku membakar api milik Haruka, dan pada saat api itu akan mengenai Haruka, aku memfokuskan mata ku kembali dan memadamkan api itu.
Setelah itu semuanya terlihat bengong, dan aku langsung menyerang Haruka. Aku teleport menggunakan kamui kebelakang nya, namun dia kembali sadar.
Haruka berniat memukulku, namun seperti tadi, serangannya hanya menembus tubuhku saja.
"Quick Slash!" Aku menebas lehernya.
"Ahk!!"
"Hahahahaha." Aku Ngaceng (Ngakak Kenceng.)
"Kamu curang." Haruka terlihat kesal.
"Sudah-sudah, ngomong-ngomong api apa tadi?" Fujiwara melihat ku dengan tajam.
"Ehm... Itu kemampuan mata ku." Kata ku.
"Aku penasaran, kemampuan mata mu itu apa saja sih?" Tanya Fujiwara.
"Aku bisa menggunakan kamui, tsukoyomi, Amaterasu, dan susano'o." Kata ku.
"Apa itu?" Mereka malah bingung.
"Kamui tuh yang ini." Aku mendekati Fenrir lalu menepuk pundaknya.
"Master?"
"Kamui." Aku memindahkan Fenrir ke Dimensi kamui, dan mengeluarkannya kembali.
"Ngomong-ngomong teknik menembus itu juga kamui, aku memindahkan bagian tubuh yang terkena serangan ke dimensi lain." Kata ku.
"Haruka akan ku pindahkan ke dimensi lain, Fujiwara pukul perutku." Kata ku.
Aku segera memindahkan Haruka dan Fujiwara memukul perutku, walaupun nembus sih. Tapi tiba-tiba perutku sakit.
"Aduh!"
Setelah itu aku segera memindahkan Haruka kembali.
"Hehe." Dia tiba-tiba tertawa kecil.
"Hehe, palalu..." Aku masih memegangi perutku.
"Teknik selanjutnya Tsukoyomi, itu teknik yang berbahaya jadi aku nggak akan tunjukan." Kata ku.
"Emang seberapa berbahaya?" Tanya Haruka.
"Orang yang terkena teknik itu bisa gila, mentalnya hancur, bahkan mati." Kata ku.
"Selanjutnya Amaterasu, itu api hitam yang tadi." Kata ku.
"Kalau susano'o apa?" Tanya Fujiwara.
Aku membentuk tulang rusuk susano'o disekitar ku. Ya ini hanya sebagian kecil saja.
"Hanya gitu?" Tanya Haruka.
"Nggak." Aku mulai melapisi susano'o ku dengan serat otot dan baju zirah.
"Ya, ini belum sempurna sih." Kata ku.
"Hmm.... Aku penasaran bagaimana versi sempurna nya." Kata Fujiwara.
Susano'o ku baru setengah tubuh, jadi aku coba untuk membentuk kakinya.
"Jangan disini, ikuti aku." Kata ku sambil menjauhi tempat Fujiwara.
Waktu sekiranya sudah cukup jauh, aku membentuk susano'o ku menjadi Perfect Susano'o. Perfect Susano'o ku berwarna biru cerah, dengan cermin yata dipergelangan lengan kanan, dan pedang susano'o yang besar disebelah kiri pinggang ku.
(Kalo nggak salah, pedang Perfect Susano'o itu kek katana deh.)
"Pedang totsuka ku mana?" Tanya ku kepada sistem.
[Kamu harus membentuknya lagi secara terpisah]
"Eh..." Perfect Susano'o ku Tiba-tiba hilang, dan dan aku terjatuh.
Susano'o ku terlihat mengecil sampai ke bentuk tengkorak lagi, lalu menghilang.
Fujiwara menangkap aku yang sedang terjatuh.
"Ah... Mana mu abis ya?" Kata Fujiwara.
"Iya...." Aku pingsan.
--------
Bersambung.
--------