
Aku kembali terbangun di ruangan putih, yang aku sendiri nggak tau kalau aku ada dimana.
"Aku dimana?" Kata ku.
Aku mencoba berteriak, "P!!! Ada orang!!!"
Aku menghela nafas dan melihat sekeliling ku. Disana ada seorang perempuan yang sedang duduk, dan minum kopi. Yah... Mereknya Good day supaya harinya baik, bisa dibeli di warung terdekat dengan harga 1.500 rupiah.
Jangan lupa pake masker, jaga jarak, dan pas udah balik kerumah jangan lupa cuci tangan.
"Kalau nggak oneesan pasti ketemu loli, aku, huh... Hanya Rin saja yang normal." Pikir ku.
Dia tersenyum ketika aku melihatnya. Yah... Penampilan nya seperti oneesan nolep di doujin yang pernah kubaca, dia menggunakan kacamata, jaket coklat serta celana training.
"Apa maksudmu aku mirip seperti orang di doujin Hentong." Kata dia.
"Ah... Sistem toh, jadi seperti ini lah penampakan mu." Kata ku.
"Iya, ini wujud asliku, aku juga bisa berubah jadi loli, bentar." Kata Sistem.
Dia benar-benar jadi loli.
"Lebih baik kamu kembali ke bentuk aslimu." Kata ku.
"Hooh... Jadi kamu memang lebih menyukai cewek yang lebih tua dari mu ya?" Kata sistem.
"Aku takut polisi bodoh! Gimana kalau FBI ke isekai!" Teriak ku.
"Hehe... Aku ngantuk jadi temani aku tidur." Kata Sistem.
"Mimpi tidur ya? UP, aku mau bangun saja." Kata ku.
"Ara-ara, jangan malu-malu, aku itu milik mu tau." Kata Sistem dengan senyuman mesumnya.
"Aku bisa stress kalau aku bertemu sama onee san sangean terus, bunuh diri aja lah." Aku benar-benar kesal, apakah ini takdir.
"Huh... Kyle banget." Kata Sistem.
"Terserah, jadi kenapa aku bisa mimpi ketemu kamu?" Tanya ku.
"Kamu tanpa sadar telah memasuki alam bawah sadar mu, dan nggak sengaja bertemu dengan ku." Kata Sistem.
"Bodo lah, aku mau kembali." Kata ku.
"Kamu bisa pergi kalau tubuhmu dibangunkan dari tidurnya." Kata Sistem.
"Aku mau liat Shop dong." Kata ku.
"Nih." Kata sistem.
[Shop]
-Adamantium Wakizashi (A+)
-Batang kayu pohon dunia (S+)
-Sarung Wadimor (D+)
-Pembentukan (A)
-Doujin dengan kode****** (?)
"Why, ada doujin?" Kata ku.
"Shotacon, Big Breast, Mind Break, C-" Aku memotong perkataan nya.
"Stop goblok, anjing gua dah tobat ko***!!" Teriak ku.
"Nak, Tetaplah dijalan setan." Kata Sistem
"Sistem ku ini, perlu di instal ulang kayaknya." Kata ku.
"Eh, btw, buat apa ane beli btng pohon dunia?" Tanya ku.
"Itu sangat berguna untuk penyihir, batang itu bisa mempercepat pemulihan MP, yah... Pokoknya kamu auto OP dah pake itu, dan hanya kamu yang punya batang itu." Kata Sistem.
"Hanya aku yang punya? Apa maksudnya?" tanya ku.
"Nggak ada orang lain yang punya batang pohon itu, karena Pohon itu dijaga oleh para elf dan spirit sih, mustahil untuk menyusup kesana." Kata Sistem.
(Spirit : Roh)
"Berapaan?" Tanya ku.
"2000 an, Mau pake gold atau SP terserah, nggak ada harga teman." Kata Sistem.
"SP Aja lah, dan juga Skill pembentukan itu berapaan?" Tanya ku.
"1000, gratis ongkir." Kata Sistem.
"Sama Wakizashi juga." Kata ku.
(Wakizashi (Jepang: 脇差) adalah pedang tradisional Jepang dengan panjang mata bilah antara 30 hingga 60 sentimeter (antara 12 hingga 24 inci). Pedang ini serupa dengan katana, tetapi lebih pendek. Wakizashi sering dikenakan bersama katana, punya Kyle 60 cm)
"Ok, totalnya 4500, nggak sekalian doujinnya?" Kata Sistem.
"Nggak." Kata ku.
"Yah.... Padahal aku buatnya semalaman." Kata sistem dengan wajah kecewa.
"Kapan buatnya?" Tanya ku.
"Sebelum kamu kesini." Kata Sistem.
"Sekarang jam?" Tanya ku.
"Jam 5 pagi." Kata sistem.
Aku bingung kenapa sistem bisa kek gini. Huh.... Ku kira sistem itu hanya sebuah alat saja. Ternyata dia juga berbakat jadi pengisi suara.
"Kalau kamu nggak mau doujinnya, aku kasih gratis aja deh, sebentar." Sistem memasukan tangannya ke saku yang ada di jaketnya.
"Jadi pengen cepet bangun, Hozuki tolong bangunkan aku!!" Aku teriak-teriak.
"Nih." Kata sistem.
Aku melihat covernya dan...
“Bangsat itu gua! Muka gua!” Aku kesal mode on.
“Ada aku juga loh.” Kata Sistem.
Aku mengepalkan tangan ku, "SMAASH!!!"
Aku memukul kepala sistem itu, dengan 45% kekuatan OFA. Karena ini mimpi jadi nggak akan sakit. Kacamata sistem pecah, dan ia terpental lumayan jauh.
"Kenapa?" Sistem terlihat mengeluarkan air matanya.
"Bangsat kau! Tangan anda kotor!" Kata ku.
"Padahal aku hanya membuat seni." Kata sistem.
"Seni jem*** lu! Itu komik b**** an****!!" Aku ngegas mode on.
"Aku rela disetrum semalaman untuk membuat ini, tapi kenapa kamu menolaknya, setidaknya baca sekali saja." Kata sistem dengan wajah sedihnya.
"Nggak, amit-amit jabang orok, ih... Harom mamah tau sendiri." Kata ku.
"Kalau begitu ganti kacamata ku yang pecah." Kata sistem.
"Beli sendiri, bukannya tadi kamu dapet 4500 dari gua." kata ku.
"Itu... Adaw!!!" Dia kesetrum.
"Kyle.... Tolong bacalah...." Dia terbaring lemas.
"Maaf, doujinnya sudah hangus juga." Kata ku dengan senyum jahat.
"AHHH!!! KARYA KU!!!!" Tak kusangka sampe segitunya.
"Sabar." Kata ku.
Dia menangis beneran, dan itu lama banget. Mungkin 2 jam.
.
.
.
"Mmmh.... Empuk, hangat.... Apaan nih?" Aku meraba-raba sesuatu yang aku peluk.
Guling? Mungkin saja iya.
"Selamat pagi, Rubah ku." Kata Seseorang yang aku peluk.
Aku berdiam diri di ujung lorong, dengan wajah sedih ku.
"Kenapa harus onee san... Rin, Hozuki, Tolong aku." Mereka lah orang seumuran yang dekat dengan ku. Meski aku baru ketemu Hozuki kembali.
[Nih, halaman pertama doujin ku]
"Ah... Kenapa bisa!?" Halaman depannya, ada semua cewek yang pernah aku temui.
Intinya doujin buatan sistem itu cursed buat ku, kalau aku baca, jiwa om-om ku bisa menggila.
[AHHHH SIAL!!!]
"Mampus Azab." Gumam ku.
"Tapi ini takdirku, terima aja lah, btw aku nyasar." Pikir ku.
Aku berpindah ke kamar ku kembali, dan disana.
"Bau nya Kyle masih tertinggal disini, Ah!?" Terlihat Fujiwara sedang, dahlah.
"Kalem aja, nggak apa-apa kok, badan ku emang harum." Kata ku dengan senyuman tampan ku.
"Itu kamu Kyle? Biasanya marah." Kata Fujiwara.
"Masih pagi, gak baik marah-marah." Kata ku.
[Bacot, baca doujin gua, AAAHHH!!!]
"MAMPUS SISTEM *****!!" Teriak ku dalam hati.
"Kita makan dulu habis itu latihan, aku ingin kamu bisa mengendalikan kekuatan mu dengan benar." Kata Fujiwara.
"Iya, tapi latihannya di rumah mu aja, aku harus pulang sekarang." Kata ku.
Sebelum pulang aku sarapan dulu disana, dan mandi disana. Kamar mandinya sangat 4646, dan luas. Aku juga disuruh masak sama Hozuki, yang pada akhirnya aku buat bubur.
Ngomong-ngomong nama Hozuki di dunia ini adalah Charlotte. Sekarang aku sudah siap untuk pulang, dan juga sudah mengecek barang-barang ku.
"Kakak akan pulang 6 hari lagi, jadi tunggu lah." Kata kakakku.
"Kakak juga, jaga Charlotte yang benar, dan terimakasih buat yang mulia, karena telah membiarkan ku menginap di istana mu." Kata ku.
"Harusnya aku yang berterima kasih kepada mu nak, kamu telah menolong putriku, dan sejujurnya aku masih merasa berhutang kepada mu, jadi bila ada permintaan silahkan datang saja kepada ku, selama itu adalah hal yang bisa kupenuhi." Kata raja itu.
"Dadah juga Fred kecil." Kata Fujiwara.
"Iya, hati-hati di jalan guru." Kata raja.
Aku mengaktifkan EMS ku, dan menggunakan kamui untuk berpindah ke gerbang desa.
"Siapa itu!?" Kedua penjaga desa kaget melihat ku datang.
"Oh, Paman Renald, sama Kak Tyo ya? Ini aku kok santai saja." Kata ku.
"Oh, dan dibelakang mu?" Kata Paman Renald.
"Oh, dia Kak Fujiwara." Kata ku.
"Perkenalkan nama ku Fujiwara Yukio, seperti yang kalian lihat, aku Demihuman." Kata Fujiwara.
Setelah itu mereka memperkenalkan diri, dan aku kembali kerumah.
"Aku pulang!" Kata ku.
"Ah, master!!" Terlihat Fenrir yang langsung berlari menghampiri ku.
"Jangan dekat-dekat!" Kata Fujiwara.
"Ah, Rubah iblis, kenapa kamu ada disini." Kata Fenrir.
"Kita mau berlatih, kamu jangan ikut." Kata Fujiwara.
"Kayaknya ibu sedang membeli sesuatu deh, aku juga nggak lihat ada ayah." Pikir ku.
"Fenrir, Mana ibu?" Tanya ku.
"Dia sedang membeli sesuatu, dan ayahmu sedang bekerja, oh tadi ada gadis kecil mencarimu." Kata Fenrir.
"Oh... Aku mau ganti baju dulu, habis itu kita langsung latihan." Kata ku.
.
.
.
3 Jam Kemudian.
"Master Semangat!!" Teriak Fenrir.
"Hah.... Help, berat... Aku nggak akan kuat..." Kata ku dengan nafas yang berat.
Saat ini aku sedang berlari, bukan lari biasa sih karena Fenrir pake sihir gravitasi biar lebih berat. Yang menyarankan itu Fujiwara sih.
Kaki ku mati rasa, tapi aku harus menyelesaikan 4 putaran lagi. Aku ingin menyerah namun jiwa Shounen ku menolaknya.
"ARGHH!!! SEMANGAT 45!!" Teriak ku pada saat menyelesaikan putaran terakhir.
* Brukk
Aku langsung menjatuhkan diri ke tanah, dengan tubuh ku yang sakit semua. Stamina ku benar-benar habis, seluruh tubuh ku terasa berat.
"Woah... Aku tidak menyangka kamu menyelesaikannya, padahal tadi 10 putaran juga nggak apa-apa kok." Kata Fujiwara, yang datang membawa air minum.
"Terus kenapa kamu bilang nya harus 40?" Tanya ku.
"Slow, ini kan prank, dan juga istirahat dulu selama 3 jam, nanti kita lanjutkan kembali." Kata Fujiwara.
"Oke." Kata ku.
"Aku harus melatih yang lainnya dulu, jadi aku pergi ke dalam duluan, oh iya kalau butuh apa-apa panggil saja." Kata Fujiwara.
"Baiklah, aku akan beristirahat di sekitar sini." Kata ku.
Dia segera pergi, dan aku mencari tempat untuk berteduh, dan aku menemukan pohon beringin yang sangat besar.
"Semoga nggak ada setannya." Pikir ku.
[Mana mungkin]
Aku duduk, dan bersandar disekitar pohon itu, dan mulai meminum air yang dibawa oleh Fujiwara, Fenrir menghampiri ku yang sedang duduk.
"Aku penasaran, apa tujuan mu setelah menjadi sangat kuat?" Tanya Fenrir.
"Aku jadi kuat hanya untuk melindungi orang-orang tertentu saja." Kata ku.
"Siapa orang-orang itu?" Tanya Fenrir.
Aku hanya membalasnya dengan senyuman.
"Grr... Kode." Kata Fenrir.
"Hehe, ngomong-ngomong baju ku basah oleh keringat, aku akan mencoba mengeringkannya." Kata ku.
Aku mengalirkan Mana ku ke sekitaran pundak dan punggung, lalu mencoba mengubah nya menjadi hawa panas.
Tapi gagal, baju ku kebakar karena setiap api yang ku keluarkan, menjadi api berwarna pink keunguan.
(Emang aneh sih warnanya)
[Master, semua elemen api yang kamu keluarkan akan berubah menjadi Demonic Fox Fire, jadi api yang dibuat oleh mu bukan api biasa]
"Eh, ternyata nggak gagal." Api yang kurasakan nggak panas, dan tidak membakar bajuku.
[Api itu bisa dikendalikan sesuai dengan kehendak si pengguna, misal ada batu yang masuk ke dalam air, dan kamu berniat membakar batunya saja, nah air yang ada di sekitar batu itu tidak akan menguap]
"Hmm... Mungkin aku mengerti."
(Emang author nggak jago menjelaskan sesuatu yang ada di pikiran author.)
"Master!!" Fenrir menyiram ku dengan sihir air.
"Aduh... Kenapa sih?" Kata ku.
"Nggak, karena master terlihat sedang terbakar, jadi aku menyiram mu."
"Owh." Kata ku.
Bersambung
......