
Author POV/Third Person Perspective
(Kali-kali)
"Master sekarang-" Perkataan Fenrir dipotong oleh Kyle.
"Iya-iya aku tau, nanti malam kan?" Kata Kyle.
"Iya... Ngomong-ngomong semangat!" Fenrir menyemangati Kyle.
Kyle hanya membalasnya dengan senyuman.
"Woe, gua mending pake zirah kagak?" Tanya Kyle kepada Sistem.
[Terserah.] Ai-chan yang jawab.
[Kalau mau lebih aman pake armor aja, sekalian ngetest juga kan.] Alice yang Jawab.
"Jawaban Alice lebih baik lho, apa sistem nya ganti aja ya?" Kata Kyle.
[Janganlah, aku lagi main Warzone ini, dah ah.] Ai-chan yang ngomong.
Sudah beberapa hari Kyle nggak kemana-mana, dia diem aja terus di rumah Fujiwara. Ibu, ayah, dan adiknya sudah pulang.
Sementara itu Charlotte, Rin, dan Eru masih ada disini. Awalnya Kyle takut orang tua mereka mencarinya karena sudah lama tidak pulang kerumah. Ya.... Kecuali Eru lah.
(Eru si elf hasil looting.)
Sekarang Charlotte dan Rin sedang latihan bersama Haruka, Eru sedang bermain bersama Fujiwara, sementara Fenrir dan Kyle sedang duduk-duduk santai.
Sebenarnya Kyle itu gabut, bingung mau ngapain lagi.
"Master." Kata Fenrir.
"Ya?" Jawab Kyle.
Fenrir terlihat ragu-ragu untuk berbicara.
"Ada apa?" Kyle yang menyadari Fenrir terlihat agak sedih aneh mulai bertanya kepadanya.
"Soal nanti malam..." Dia terlihat gugup.
"Fenrir, jangan lupa bernafas, tenang, kalau ada permintaan bicara saja." Kata Kyle.
"Aku tidak lupa bernafas dasar Master ini...
Aku hanya tidak ingin master membunuh mereka." Kata Fenrir.
"Oh, ngapain aku mengalahkan itu tidak harus membunuh." Kata Kyle.
"Terima kasih master, kamu memang orang yang baik." Kata Fenrir.
"Kesampingkan hal itu, aku pengen pergi sebentar dah." Kata Kyle.
"Mau pergi kemana?" Tanya Fenrir.
Kyle melihat-lihat Fenrir.
"Baju mu.... Kok nggak pernah ganti?" Tanya Kyle.
"Aku hanya punya baju ini." Kata Fenrir.
Fenrir dari dulu memakai terus pakaian pemberian dari Fujiwara. Nggak ganti-ganti sampai sekarang.
"Tapi kok nggak bau ya?" Kata Kyle.
"Aku sering mencucinya, dan juga benda yang disebut deterjen itu sangat harum." Kata Fenrir.
"Memang sih, ngomong-ngomong kamu hanya bisa memakai deterjen untuk membersihkan pakaian saja, jadi jangan Pake itu untuk rambut atau tubuhmu." Kata Kyle.
Fenrir hanya tersenyum diam saja.
"Jangan-jangan...." Kyle mencoba menebak apa yang Fenrir lakukan sebelumnya.
Kyle mendekati Fenrir dan mencium bau rambutnya.
"Hah.... Dahlah, lain kali pake yang di ada di kotak kayu itu kalau mau keramas, kalau buat badan di kotak yang nggak ditutup itu loh." Kata Kyle.
"Emang beda ya?" Tanya Fenrir.
"Dari namanya aja beda kan? Yang batangan itu buat tubuh, yang cair buat rambut, yang bubuk buat pakaian." Kata Kyle.
"Baiklah kalau begitu." Kata Fenrir.
Setelah itu Kyle membawa katana nya, dan berniat pergi ke kota.
"Nanti kalau yang lain menanyakan kemana aku pergi, jawab aja sedang jalan-jalan." Kata Kyle.
"Emang nya mau kemana?" Setelah Fenrir menanyakan hal itu, Kyle langsung pergi tanpa menjawabnya.
"Hadeh.... Master ini." Fenrir memegang kepalanya.
Kyle pergi ke ibukota untuk mengambil quest.
[Daripada ngequest gitu mending nyari SP aja.] Kata Alice.
"Ide bagus, sekarang aku mau liat tabel quest dulu." Kata Kyle.
Di depan Kyle muncul sebuah tabel yang hanya bisa dilihat oleh dirinya sendiri.
[Quest]
- Bunuh 100 Goblin (200 SP)
- Bunuh 300 Orc (500 SP)
- Bantu Seline (250 SP)
- Hancurkan Pasukan Kekaisaran Di Wilayah Perbatasan (5000 SP)
[Refresh 20 SP]
[False Hero Quest]
- Bawa Kedamaian Di Kerajaan Demihuman (Time Control : Slow Motion)
- Bantu Kaum Elf (Zeus Spear)
"Bentar, kok agak beda ya tampilan questnya? Dan juga kenapa ada tabel Quest baru dibawah?" Tanya Kyle yang kebingungan.
[Itu karena title mu.]
"Hadeh.... Quest yang sulit, namun hadiahnya itu loh, aku bisa Za Warudo nanti, ngomong-ngomong Zeus Spear apaan njer?" Gumam Kyle.
[Tombak.] Jawab Ai-chan.
"Jawaban yang mantap." Kata Kyle dalam pikirannya.
[Saran ku jangan ambil dulu quest yang bawah, Grinding SP aja dulu, sekarang, Quest yang bisa di Refresh cuma yang atas aja, jadi mending Grinding dulu dah, terus gacha, Kedungeon dan baru beresin quest mu itu.] Alice Yang ngomong.
"Time Control itu sihir non elemental kan? Sama kayak Force Control milik Fenrir." Kata Kyle.
[Iya.]
Setelah itu, Kyle langsung saja mengambil quest dari sistem. Awalnya ia juga ingin menyelesaikan quest dari markas pemburu, namun dah abis.
.
.
.
Di Pemukiman Klan Rubah....
*Duar....!
Terlihat Charlotte yang menembakan Mana nya kepada Haruka, namun Haruka menahan serangannya dengan Katana yang sudah di aliri oleh Energi Sihir.
"Ahh!!! Sial!" Haruka kesal karena tembakan Charlotte semakin cepat.
Haruka berencana untuk mendekati Charlotte dengan cara berlari secara Zig-zag. Dia memasuki mode ekor 4 dan melesat ke arah Charlotte.
"Mana Control : Physical Shield." Skill yang digunakan untuk menahan OFA milik Kyle di chapter kemarin.
"Force Control : Friction Nullification." Dia menggunakan sihir lagi.
Gaya gesek di kakinya Haruka menghilang hal itu menyebabkan dia terjatuh sangat keras.
Charlotte menggunakan sihirnya lagi, untuk menyerang Haruka yang terjatuh.
"Lightning Release : Lighting Arrow." Charlotte menembakan beberapa Panah Listrik ke arah Haruka.
Anak panah tersebut mengenai kedua tangan dan kakinya. Setelah mengenai Haruka panah itu tidak langsung menghilang. Panah-panah itu menyebabkan Haruka tersetrum sehingga tidak bisa bergerak.
"Sial...." Haruka berusaha bergerak.
"Jadi menyerah?" Kata Charlotte.
Dilihat dari situasinya ini adalah Checkmate bagi Haruka.
"Iya..." Setelah mengatakan itu Charlotte menghilangkan Anak panah itu, dan memulihkan Haruka.
"Apa-apaan sihir itu... Itu membuat sandalku licin." Kata Haruka.
"Setelah menggunakan sihir sebanyak itu, apakah Mana milik tuan putri masih tersisa banyak?" Tanya Rin.
"Mana Ku sudah pulih sih, jadi aman-aman saja, dan sudah kubilang jangan panggil aku Tuan Putri ketika di luar istana." Kata Charlotte.
"I-itu.... Rasanya agak nggak enak." Kata Rin.
"Nggak apa-apa kok, panggil aku Charl atau Charlotte saja." Kata Charlotte.
"B-baik, Charlotte..." Rin agak malu-malu.
"Nah, gitu dong." Charlotte tersenyum.
"Ngomong-ngomong kenapa kamu bisa kalah waktu lawan Kyle? Kamu bisa mengeluarkan sihir berskala besar kan?" Tanya Haruka.
"Kyle bisa menyerap sihir, mengeluarkan sihir berskala besar hanya akan menghamburkan Mana, saat itu aku berpikir untuk menembaki Kyle dengan tembakan mana ku, namun aku melupakan Gate of Babylon nya." Kata Charlotte.
"Gate of Babylon ya.... Memang sih aku merasa senjata yang dikeluarkan dari sana sangat kuat apalagi waktu dialiri mana tambahan sama Kyle." Kata Haruka.
"Ngerti kan, penyihir akan kesulitan untuk mengalahkannya." Kata Charlotte.
Rin yang hanya orang biasa nyimak obrolan mereka, setelah 10 menit Rin pun berbicara.
"Um.... Ngomong-ngomong Kyle mana ya? Dari tadi nggak keliatan." Kata Rin.
"Hmm..... Iya juga, mungkin dia sedang pergi, karena dia tidak terdeteksi oleh sihirku." Kata Charlotte.
"Yang ada hanya sisa-sisa bau nya." Kata Haruka.
"Bisa-bisanya dia pergi tanpa memberitahu siapapun." Kata Charlotte.
.
.
.
"Huh..... Kamu tidak apa-apa?" Kata Kyle.
"Eh? Kyle itu kamu kan?" Seline kebingungan karena pakaian serta rambutnya Kyle berbeda dari biasanya.
Rambutnya sedikit agak panjang, meski nggak panjang-panjang banget.
"Sini berdiri." Kyle membantunya berdiri.
"Huh..... Kenapa kamu tau posisi ku?" Tanya Seline.
"Aku mencium bau mu tau." Kata Kyle.
"Memangnya kamu Demihuman? Yang lebih penting terima kasih, kalau kamu nggak datang entah gimana nasibku." Kata Seline.
"Tidak perlu berterimakasih kok, yang lebih penting segeralah kembali." Kata Kyle.
"Aku akan bertarung." Kata Seline.
"Baik, lawannya Death Knight ya..." Kata Kyle.
"Iya." Kata Seline.
Seline kalah karena mungkin dia belum berpengalaman melawan monster-monster ini, ditambah dia sendirian melawan monster yang datangnya bergerombol.
.
.
.
Singkat cerita, Kyle dan Seline mengalahkan Death Knight yang tersisa, dan telah kembali ke Ibukota.
"Ngomong-ngomong kamu tidak bersama istri mu?" Tanya Seline.
"Dia lagi dirumah." Kata Kyle.
"Rumah mu dimana sih? Kok aku jarang melihat mu berkeliaran di ibukota." Kata Seline.
"Ya.... Jauh sih, aku tinggal bersama istriku, di sebuah desa." Kyle tidak menyebutkan dengan jelas tempat tinggalnya.
Ngomong-ngomong Kyle telah memutuskan untuk tinggal sementara dirumah Fujiwara, sampai Haruka menjadi menjadi kuat.
Haruka juga akan ikut Ke dungeon nanti.
"Hah.... Pantas saja kemarin-kemarin kamu tidak kesini, ngomong-ngomong ada rencana punya anak?" Tanya Seline.
"Belum sih.... Aku masih kurang kuat untuk bisa melindungi anak ku nanti." Kata Kyle.
"Eh.... Kamu masih merasa belum kuat? Dengan kekuatan seperti itu?" Kata Seline.
"Aku Petarung dari klan rubah mempunyai sebuah impian." Kata Kyle.
[Play Giorno Theme] Ai-chan tiba-tiba berbicara.
"Petarung dari klan rubah? Memangnya masih ada ya?" Kata Seline.
"Anjeng keceplosan." Pikir Kyle.
"Lupakan, ngomong-ngomong aku masih mempunyai hal yang harus kulakukan, dah." Kyle pergi keluar dari markas pemburu.
"Orang yang aneh...." Gumam Seline.
"Huh..... Apakah aku harus mengambil quest yang bawah juga?" Gumam Kyle.
[Bantai?] Kata Alice.
"Gas..." Gumam Kyle.
________
(Lupa Update saya.)
Bersambung