Reincarnated To Another World With The Gacha System

Reincarnated To Another World With The Gacha System
Chapter 11 : 13 Tahun



Sudah 3 tahun sejak aku belajar dari kakek Louise, dan sekarang beginilah status ku.


[Status]


Nama:Kyle (Ayato Kyle)


Umur: 13 tahun 6 bulan 1 hari


Level: 15


STR:135 VIT:90


DEF:99 MP:7500


AGI:109


Skill :


-One For All (S+)


-Sage Mode Katak (S+)


-Kage Bunshin (S)


-Lighning Release C - A


-Cooking (B)


-Taijutsu (B)


-Quick Slash (C+)


-Sword Mastery (A+)


1/∞


Julukan: Reinkarnator, Peramal, Pahlawan Desa


System Point: 8975


[Inventory]


[Gacha]


[Quest]


Dan untuk halaman kedua skill ku begini.


Skill :


- Clairvoyance (S+)


- Perfect Dodge (A+)


- Alchemist B - A+


- Shadow Movement (S+)


- Strengthening (A)


- Wind Release : Wind Step


- Hexagon Shield (A)


- Mana Control (B)


2/∞


Sudah banyak skill yang bisa dikendalikan dengan sempurna, ini berkat usaha dan pelatihan si kakek. Setelah dia meninggal Murid-muridnya memutuskan masuk ke sekolah ksatria. Awalnya mereka mengajaku juga, namun saat itu aku masih terlalu kecil.


Yah, sebelum kakek itu meninggal, dia menyuruhku agar bisa mengubah nasib orang-orang yang penting bagiku, dan jangan menggunakan kekuatan ku untuk hal-hal yang tidak baik. Ibu ku juga mengatakan hal yang sama, bila aku menyalahgunakan kekuatan ku, dia akan mengutukku jadi batu.


Dan sekarang aku sedang bersantai di tempat yang indah, soalnya banyak bunga disini, dan tanpa kusadari aku telah tertidur.


*Byurr


Aku seseorang menyiramku dengan sihir air.


“Aduh! Basah woi!” Protes ku.


“Akhirnya bangun juga, bisa-bisanya kamu tidur saat sedang menemani ku!” Rin kesal sambil menggembungkan pipinya.


Rin memiliki warna rambut yang agak aneh kalau di bumi, rambutnya berwarna abu-abu gelap. Warna rambut yang umum di dunia ini adalah kuning, coklat, hijau tua, merah tua, dan putih. Rin juga memiliki warna mata yang sama dengan rambutnya.


Dia sering mengajak ku nongkrong di tempat yang banyak bunga nya.


“Maaf-maaf habisnya hari gini enaknya tidur sih.” Kata Ku sambil tersenyum.


“Hmm.... Aku kita harus bermain sesuatu agar tidak mengantuk, tapi apa ya?” Rin kebingungan.


Biasanya aku sering menceritakan kisah anime, novel, dan film yang pernah ku tonton, dan sekali lagi aku peringatkan, aku bukan wibu.


“Bagaimana kalau kejar-kejaran, atau petak umpet.” aku memberikan saran kepada Rin.


“Nggak itu mustahil, aku ingat saat main kejar-kejaran dengan teman-teman, dan kalau untuk petak umpet juga aku menolaknya.” Kata Rin.


Itu wajar saja sih, aku belum pernah kalah saat bermain permainan dengan temanku, makanya mereka jarang mengajak ku bermain. Aku Nolep di dunia manapun.


“Kalau begitu kita jalan-jalan saja, biar kamu aku gendong.” Aku memberikan saran (2)


“Itu ide bagus, tapi aku kan berat?” Kata Rin.


“Berat badan mu bukan masalah! Skuy!” Kata ku


Aku berjalan-jalan, di hutan bersama Rin, sampai sore. Dan aku tidak menyadari bahwa aku berjalan terlalu jauh dari rumah.


“Pegangan.” Kata Ku


“B-baik Jangan terlalu cepat!” Kata Rin


“Hei, kamu tidak apa-apa?” Tanya ku setelah melompat.


“Sudah kubilang jangan terlalu cepat...” Kata Rin dengan suara lemah.


“Kita sudah sampai, dan aku pulang dulu ada urusan!” Aku menurunkan Rin dan lari kerumah.


Sesampainya di rumah, aku langsung memasuki ruang kerja milik ayah. Dulu aku pernah menghancurkan ruangan ini 3 kali karena gagal saat mempraktekkan skill Alchemist, waktu itu aku ingin membuat obat, tapi karena kontrol mana ku tidak sebaik sekarang, aku membuat kesalahan, dan meledak.


Ngomong-ngomong, dengan skill Alchemist itu, aku bisa membuat potion, racun, membentuk sebuah benda asal ada bahannya, dan menggabungkan sesuatu. Aku bahkan bisa membuat Chimera dengan skill ini.


Dan sekarang aku sedang membuat Ramuan penyembuh, dengan bahan-bahan yang kemarin sudah di kumpulkan. Aku sering menjual ramuan yang kubuat kepada pedagang yang datang ke desa setiap bulan.


“Huh.... Selesai juga akhirnya.” Aku telah membuat 50 Ramuan tingkat menengah.


“Kyle!! Makan malam sudah siap!!” Teriak emak.


“Iya mah!!!” Teriak ku.


Aku ingin segera pergi ke kota, hanya saja ibuku baru memperbolehkan ku pergi saat umurku 15 tahun, aku juga ingin mengetahui kabar kakakku.


-----------


Bersambung


-----------