Reincarnated To Another World With The Gacha System

Reincarnated To Another World With The Gacha System
Chapter 14 : Tatakae



Aku dibawa oleh Fujiwara ke tempat yang sangat luas, tempat itu memiliki luas sekitar 1KM persegi, dan di sisi-sisi nya terdapat penghalang yang bisa memblokir serangan dari dalam dan luar.


“Jadi, Sekarang coba serang aku.” Kata Fujiwara dengan senyuman kecil nya.


“Sebentar, aku sedang memikirkan strategi untuk melawan mu.” Kata ku sambil duduk dan memejamkan mataku.


Sebenarnya alasan aku memejamkan mata itu supaya aku tidak ketahuan sedang melihat nasibku kedepannya, karena ketika aku sedang menggunakan Clairvoyance, pupil di mata kanan ku akan mengeluarkan cahaya berwarna ungu.


Aku tidak akan menceritakan apa yang aku lihat pada saat menggunakan skill ku, karena itu bisa menjadi spoiler cuy, dan aku sudah menemukan cara yang tepat untuk bisa memukul si kakak ini.


Aku pun berdiri dan membuka mataku kembali.


“Aku siap.” Kata ku.


“Hmm.... Kita lihat Strategi apa yang akan kamu gunakan untuk menyentuh ku.” Kata Fujiwara.


Ngomong-ngomong Fujiwara menggunakan pakaian khas Jepang ketika bertarung dengan ku, dan semua manusia rubah yang aku temui disini menggunakannya juga.


Aku segera mengeluarkan 20 Kage bunshin milik ku. Sekarang aku bisa membuat Kage bunshin dengan 10 mana saja, karena penguasaan skill ku sudah sempurna.


“Hmm... Menggandakan diri ya? Aku akan kalah jika tubuhmu yang asli berhasil menyentuh ku.” Kata Fujiwara.


“Sikat!” Para Kage bunshin milik ku segera menyerang Fujiwara, sementara aku sedang duduk untuk mengumpulkan chakra senjutsu.


"Okeh... Sekarang tinggal suruh Kage bunshin ku menggunakan One For All Full Cowl, 10% saja." Pikir ku.


Kage bunshin itu tidak bisa menggunakan One For All dengan kekuatan penuh, bisa sih cuman bakalan langsung menghilang.


“Hei mundur!!!” Teriak ku kepada para Kage bunshin.


Para Kage bunshin itu segera mendekati ku, dari 20 Kage bunshin hanya tersisa 9 saja, dan aku segera membuat tambahan 31 bunshin. Setelah itu aku segera membisikan kepada mereka apa yang aku rencanakan.


Setelah itu seluruh bunshin yang ada disana, menggunakan One For All Full Cowl 10%.


Sementara aku sendiri menggunakan Full Cowl 40% ditambah dengan Strengthening 2x dan diperkuat lagi oleh senjutsu.


Aku dan para bunshin-bunshin ku mengeluarkan aura yang mirip seperti efek listrik. Aura itu memiliki dua warna yaitu Hitam, dan kuning keemasan.


(Note: 10% disini \= sekitar 40 % kekuatan All Might kalau 25 % \= 100% kekuatan All Might)


"Semoga saja berhasil..." Aku berbicara dalam pikiranku.


“30% Texas Smash!!!” Teriak semua Kagebunshin.


Aku sendiri melompat keatas untuk menyerang Fujiwara dari atas, sementara itu tekanan angin dari Texas Smash akan membuat pergerakan Fujiwara tertahan, ditambah para kagebunshin yang menghilang akan menutupi sebagian pengelihatannya.


Tekanan Angin dari berbagai arah mulai menyerang Fujiwara yang tidak bisa kabur kemana-mana sehingga dia terkena serangan telak, bersamaan dengan para kagebunshin yang menghilang, aku mulai meluncur kebawah menggunakan New Hampshire Smash yang sudah lebih kuat sehingga kecepatan aku jatuh menjadi sangat cepat. Tangan kiri ku terluka karena teknik itu.


Hanya kurang dari satu detik, aku sudah berada di tepat di atas Fujiwara yang masih kesulitan bergerak, Fujiwara menyadari keberadaanku sehingga dia menoleh ke atas. Ia memaksakan dirinya untuk menghindari seranganan ku, namun tiba-tiba dia terlihat kesakitan dan berhenti menerobos.


Gak pake lama, aku segera memukul Fujiwara dengan Detroit Smash yang menyebabkan udara disekitar membentuk gelombang kejut yang sangat kuat, jauh lebih kuat dari biasanya. Tanah disekitar tempat itu juga ikutan hancur.


Penghalang yang dipasang disekitar sini lumayan berguna juga, kalau nggak ya pasti dampaknya akan lebih luas lagi.


"Duh... Kayaknya berlebihan deh, Kak Fujiwara gak apa-apa kan? Umurnya kan sudah tua, aku jadi takut dia mati." Pikir ku.


Kalau Fujiwara sampai mati, apa yang akan dilakukan ras setengah rubah itu kepadaku. Bisa-bisa aku juga ikutan di bunuh njer.


Aku segera menyentuh bagian bawah hidungnya, dan masih ada nafasnya, untungnya aku masih bisa menggerakkan tangan kiri ku yang hanya retak tulangnya, nggak seperti tangan kanan ku.


Aku segera membawa Fujiwara yang pingsan dengan tangan kiri ku, setelah sampai di dekat penghalang itu, aku segera meminta tolong Kepada Penerusnya Fujiwara, untuk segera membuka penghalangnya.


Meski dia membuka penghalang itu, entah kenapa tatapan ras setengah rubah yang lainnya menatapku dengan tatapan yang menyayat hati.


“Hei, kamu nggak membunuhnya kan?” Kata Si penerus itu.


“Nggak lah, mana bisa anak umur 13 tahun melakukan itu.” Kata Ku dengan santuy.


“Iya mana bisa anak 13 tahun normal yang normal melakukan serangan yang dapat membuat Ketua Klan Rubah pingsan!!” Si penerus Fujiwara itu ngegas.


“Iya maaf, lebih baik kita baringkan dulu kak, kasian anak kecil yang menggendong kak Fuji.” Kata ku.


“Hmph... Ayo.” Si Penerus itu masih terlihat kesal.


-----------


Bersambung


-----------