Reincarnated To Another World With The Gacha System

Reincarnated To Another World With The Gacha System
Chapter 31 : Sparing



"Teleportasi mu itu agak aneh, aku belum terbiasa." Kata Fujiwara.


Yah.... Emang aneh sih sensasi ketika teleport dengan kamui, serasa muter-muter gimana gitu.


"Aku bekerja sebagai pemburu disini, jadi aku akan pergi ke markas dulu, kamu mau ikut jadi pemburu?" Tanya ku.


"Kamu enggak menyembunyikan mata ungu mu itu? Dari tadi orang-orang melihat kita karena mata itu tau." Kata Fujiwara.


"Nggak, karena menurutku mata ini keren!" Aku mengeluarkan senyuman mengerikan.


"Aduh." Fujiwara menjentik keningku.


"Senyuman mu aneh, ngomong-ngomong emang aku boleh daftar ya?" Kata Fujiwara.


"Kenapa nggak?" Kata ku.


Aku menutup mata kiri ku dan melihat Fujiwara.


"Sudah kuduga, aku bisa melihat telinga mu yang disembunyikan pake mata kanan ku." Kata ku.


"Eh keliatan?" Fujiwara terlihat kaget.


Klan rubah sendiri adalah klan nolep, mereka jarang keluar dari wilayah nya, jadi setiap ada klan rubah yang muncul warga jadi agak asing gitu pandangannya.


Bahkan ada yang nggak tau, kalau klan rubah masih ada. Anggota nya dikit sih.


"Sama mata kanan ku doang kok, ayo." Aku memegang tangannya dan berjalan ke markas pemburu.


Ngomong-ngomong Fujiwara menggunakan sandal kayu, dan pakaian dari klan rubah seperti biasa lah, cuman nggak ada telinga sama ekor nya aja.


Sementara aku menggunakan pakaian yang sama ketika aku pertama kali jadi pemburu, aku juga membawa 2 tas, satu di punggung satunya lagi di paha ku.


Yah... Tas yang di punggung isinya potion makanan, dan beberapa uang, sementara yang di paha hanya kunai aja. Aku nggak mengeluarkan Black Reaper ku, cuman pake Wakizashi aja.


"Nah, nyampe." Kata ku.


"Woah.... Markas para pemburu sudah ganti design." Kata Fujiwara.


"Ayo masuk." Kata ku.


Ketika masuk, orang-orang melihat ku dan Fujiwara, sebagian komen tentang mata kanan ku, sebagian membicarakan siapa orang cantik yang kubawa.


Aku pergi ke resepsionis.


"Ah, Kyle kah? Mau ngambil quest?" Tanya Ruri.


"Aku ingin mendaftar, boleh?" Kata Fujiwara.


"Boleh kok, silahkan ikuti aku." Kata Ruri.


"Aku nunggu disini ya." Kata ku.


Aku mencari bangku yang kosong dan duduk disana.


"Seline nggak ada ya?" Pikir ku.


Sekarang sekitar jam 11 siang, oleh karena itu aku mengira dia sudah ambil quest duluan, tapi yaudahlah. Aku merasakan seseorang mendekati ku.


Aku menoleh, dan melihat Orang bergaun Hitam, dan Om-om gede.


"Nak, bisa bicara sebentar?" Kata Si Cewek bergaun Hitam.


"Ada apa ya?" Aku kebingungan.


"Sebelum itu aku akan memperkenalkan diri dulu, aku adalah Angelina Pemburu Rank S." Kata Si cewek bergaun Hitam.


"Dan aku adalah Joseph Aku pemimpin para pemburu di ibukota." Kata Joseph.


"Aku Kyle, baru mendaftar jadi pemburu kemarin, aku masih pemula." Kata ku.


"Tidak perlu merendah, kekuatan mu sudah termasuk rank S, jadi aku kemari untuk menantang mu berduel." Kata Joseph.


"Yah.... Aku juga penasaran dengan Rank S yang baru ini, jadi ayo berduel." Kata Angelina.


"Ah, Kyle sudah datang ya? Maaf aku ketiduran." Seline tiba-tiba muncul.


Dia terlihat kebingungan karena ada Joseph dan Angelina.


"Ya, ayo aja sih tapi nanti, aku nungguin seseorang dulu." Kata ku.


Setelah itu, orang-orang di markas membicarakan ku kembali, karena menerima tantangan si Joseph dan Angelina.


Yah.... Harusnya mereka bukan masalah sih.


"Nunggu siapa?" Tanya Seline.


"Istri ku." Kata ku.


"Eh?" Mereka bertiga terlihat kaget.


"Hmm? Kalian kenapa?" Tanya ku.


"Yah.... Aku tidak menyangka aja sih, apakah kamu bangsawan yang menyamar jadi pemburu?" Kata Joseph.


"Nggak, aku hanya anak dari penjaga desa aja." Kata ku.


"Iya, kamu masih sangat muda loh, aku aja 28 tahun masih jomblo." Kata Angelina.


Sementara itu Seline speechless, dan diam saja.


"Kyle, aku jadi Rank B lihat ini!!" Fujiwara sudah selesai mendaftar.


"Rank B? Oh iya dia kan dalam mode normalnya." Pikir ku.


"Walah..... Kalian siapa?" Fujiwara terlihat kebingungan.


"Pakaian itu...." Angelina bergumam.


"Dia istri mu?" Tanya Joseph.


"Iya, jadi kapan duel nya?" Tanya ku.


"Sekarang, ikuti aku." Kata Joseph.


Aku mengikuti nya ke arena yang jaraknya 150 meter dari markas. Dari luar sudah terdengar kalau di arena rame, keknya ada yang lagi gelud deh.


Dan benar saja, ada orang lain yang sedang duel di arena. Salah satu dari mereka menggunakan Great Sword, dan satu lagi pake dagger.


"Mereka Aryuu dan Yuuko, Rank A ya..." Kata Joseph.


"Yang pake dagger gua kira cowok njer, oppai nya tepod." Pikir ku.


Setelah beberapa saat, si pengguna dagger bisa menjatuhkan orang berpedang besar, dengan cara menebas tumit nya, setelah itu dia menusuk tangan bagian atas nya, dan menodong kan pisau ke kepalanya.


"Hah.... Aku kalah lagi ya... Sial!" Si Pedang besar terlihat kesal.


"Huh.... Kamu memang kuat, tapi menurutku kamu terlalu lambat." Kata Si pengguna dagger.


"Nampaknya sekarang giliran kita ya.... Siapa yang maju duluan?" Joseph terlihat kebingungan.


"Kamu aja deh, aku nonton dulu disini." Kata Angelina.


"Kyle, energi sihir mu aman?" Tanya Fujiwara.


"Tenang saja, Mana ku sudah terisi penuh, nitip tas." Kata Ku.


"Semoga beruntung Kyle." Kata Seline.


"Ok." Aku masuk kedalam arena itu.


Di arena ini lumayan luas, nggak lumayan sih tapi luas banget. 35 meter lebih besar dari lapangan sepakbola.


"Siap nak?"


Om-om itu memasang kuda-kudanya dan bersiap untuk memukul Ku.


"HEAAAH!!!" Dia tiba-tiba berada di depan Ku dan berusaha memukulku.


Namun Sharingan ku sudah menebak arah serangannya, sehingga aku bisa menghindari serangannya dengan sangat mudah, setelah itu dia melancarkan Uppercut ke arah ku.


Serangannya ku tahan dengan tangan kanan ku, sementara itu tangan kiri ku bersiap melancarkan serangan balik.


*Trang!!


Aku tidak bisa menghancurkan sarung tangan besi miliknya. Yah... Hanya penyok sih, dan dia terdorong mundur 10 meter.


Serangan tadi murni kekuatan fisik ku, nggak pake penguatan apapun.


Aku memfokuskan pengelihatan ku kepadanya.


"Hmm.... Dia menggunakan Buff ya.... Entah apa saja Buff yang digunakannya, tapi kamu tidak bisa mengalahkan ku." Pikir ku.


"Anak yang kuat, sekarang aku akan serius nak, bersiaplah! Fire Release : Fire Rage!!"


Tubuhnya diselubungi aura merah cerah, dikulit nya terdapat kayak retakan-retakan berwarna merah, dan dia terlihat seperti orang yang mengamuk.


Aku mengaktifkan Mangekyo sharingan, dan menggunakan sihir Buff ku juga.


Aku tidak menggunakan Wakizashi ku karena ya... Pengen baku hantam aja.


"Dia tampak lebih kuat sekarang." Pikir ku.


Dia melesat ke belakang ku dan memukul ku lagi, namun seperti biasa, serangannya hanya menembus tubuhku saja.


"Smash!!" Aku menggunakan One For All 45% dan menjentikan jari ku.


*Boom.... !


Joseph sedikit kehilangan keseimbangannya, dan aku mulai memukulnya secara beruntun. Tapi dia segera menyeimbangkan dirinya dengan cepat dan menahan pukulan ku dengan pukulannya sendiri.


Jadi sekarang tinggal daya tahan tubuh kita yang menentukan kemenangan ini.


Aku menggunakan One For All 10% secara beruntun di tangan ku, ditambah Strengthening, dan Physical Reinforcement.


"RASAKAN INI!!" Setelah sekitar 5 menit adu pukul, aku menggunakan kamui jarak dekat dan menembus tubuhnya, terus dengan cepat menyerangnya dari belakang.


"DETROIT SMASH!!!"


Dia yang menyadari aku berada di belakangnya, segera berbalik dan menahan serangan ku.


*Booom....!


Aku menggunakan 30% kekuatan OFA ku.


.


.


.


"Hah.... Hah.... Ha.... Tinggal tersisa teknik andalan ku saja ya..." Kata Joseph.


Tulang di tangan kirinya hancur, dan dia terlihat memiliki memar-memar.


Aku yang belum terkena damage sama sekali, hanya tersenyum saja.


"Bersiaplah nak!!"  Dia mengepalkan tangan kanannya.


"Energi sihir berkumpul di tangan kanannya, dan membentuk sebuah aura berwarna keemasan, hmm..." Aku memikirkan cara untuk menghindari serangannya.


Aku bisa menghindari serangannya dengan kamui jarak dekat, Shinra tensei atau menyerap serangannya. Yah itu serangan sihir sih, Rinnegan harusnya bisa menyerapnya.


Nggak seru kan, kalau serangan sebesar itu di hindari, lebih baik sikat saja.


Dipertarungan ini aku memutuskan untuk tidak menggunakan kemampuan Rinnegan ku dulu.


"Dia datang...." Pikir ku.


"Heavenly Dragon Fist!!!"


Aku memasang kuda-kuda ku, dan bersiap melawan serangannya, menggunakan One For All 60%.


"DETROIT SMASH!!!"


*BOOOOM!!!


Ledakan besar terjadi di arena itu. Disana ada angin yang berputar sangat cepat, Yap itu adalah efek Detroit Smash, dan ada api keemasan disekitar arena itu.


"Aw.... Tangan ku panas." Aku menggunakan Shinra tensei untuk menghilangkan debu-debu yang menutupi pandangan ku.


"BODOH!!! KENAPA MENGGUNAKAN TEKNIK SEBESAR ITU DI IBUKOTA!!!" Angelina marah-marah.


"BILA AKU TIDAK ADA DISINI, EFEK SERANGAN ITU BISA MEMBUAT IBUKOTA HANCUR TAU!!!" Dia Marah-marah lagi.


Aku melihat sekitar ku menggunakan Rinnegan.


"Area ini tiba-tiba di kelilingi oleh sesuatu." Pikir ku.


Sesuatu yang mengelilingi arena menghilang, lalu Fujiwara dan yang lainnya menghampiri kami.


"Ah.... Kyle kamu terluka?" Fujiwara berlari, lalu memelukku.


"Aku baik-baik saja." Kata ku.


"Huh.... Tulang-tulangnya hancur, sedangkan kamu tidak memiliki luka apapun." Kata Angelina.


"Maaf, tadi aku terbawa suasana." Kata ku.


"Tidak apa-apa, ngomong-ngomong duel kita dibatalkan, akan berdampak buruk kalau kita bertarung di dalam kota." Kata Angelina.


"Ok, ngomong-ngomong kamu bisa sihir penyembuhan?" Tanya ku.


"Bisa, tapi aku tidak cocok dengan elemen cahaya, dan skill ku hanya kelas B." Kata Angelina.


"Kalau begitu biar aku saja." Kata ku.


"Eh Kyle bisa sihir penyembuhan?" Fujiwara terlihat kebingungan.


"Iya, aku menirunya dari mu." Kata ku.


"Tapi boong." Pikir ku.


"Eh menirunya? Gimana ceritanya?" Dia makin bingung.


"Mata ku bisa meniru sihir meski tidak semuanya." Kata Ku.


"Kalau begitu coba tiru ini, Fire Release : Inferno Slash!" Angelina mengeluarkan sihirnya.


Aku melihat nya menggunakan Sharingan ku dan cara menggunakan sihir itu tiba-tiba masuk kedalam otak ku.


"Fire Release : Inferno Slash!" Aku mengeluarkan sihir yang sama.


"Hmm.... Bukanya mata sihir hanya punya satu kemampuan saja?" Angelina terlihat kebingungan.


"Mata ku beda kan?" Kata ku.


"Hmm.... Iya sih." kata Angelina.


Aku bisa mengalahkan Joseph dengan cepat, namun itu akan menarik perhatian, jadi ya.... Aku jelas-jelas menahan kekuatan ku tadi.


 


Bersambung