Reincarnated To Another World With The Gacha System

Reincarnated To Another World With The Gacha System
Chapter 30 : Bawahan Fenrir



"Rambut mu terlalu panjang, kayak mbak dini, sini biar aku potong." Kata Ku.


Aku nggak jago motong rambut, jadi aku hanya merapikannya saja.


[Jangan terlalu pendek, nanti kek Dora.]


"Tenang, aku hanya memotong nya sampai punggung, dan memotong poninya saja." Kata ku.


[Gagal SP mu minus 100.]


.


.


.


"Lalu rambutnya ikat kayak gini, sip." Kata ku.


[Mantap Loli!!]


"YES!!" Teriak ku dalam hati.


Aku nggak pedo, cuman Eru itu imut, jadi ya... Gitu.


"Kamu sejak kapan belajar kayak gituan?" Kata Ibu.


"Aku asal-asalan."


"Lebih baik sekarang kamu tidur dulu saja." Kata Ibu ku.


"Iya..." Eru menjawab dengan nada lemah.


"Lebih baik tidur di kamar ibu saja, kamar ku sempit." Kata ku.


Ada Fenrir ditambah aku, tempat tidur ku sempit, apalagi sekarang aku sudah besar bahkan Fenrir saja terkadang jatuh ke lantai ketika tidur.


"Kamar ibu ada ayah, ditambah adik mu ini, lebih baik Beli ranjang baru!!" Kata ibu dengan bersemangat.


"Kenapa dia kayak bersemangat gitu." Pikir ku.


"Kasur mu juga sudah gepeng kan, kamu belum menggantinya dari kecil tau." Kata Ibu.


"Iya juga sih, bentar kalau gitu." Aku pergi ke kamar ku.


"Sistem, periksa inventory." Kata ku.


[Hmm..... Ketemu! Bisa muat 5 orang dewasa, dan.... Ntar Ruangan mu kecil loh.]


"Woiya." Gumam ku.


"Lemari ku harus di pindahkan kesebelah sini deh." Aku mengangkat lemari ku.


*Krak...


*Gubrak!!


"Patah!" Aku kaget. Fenrir dan yang lainnya langsung pergi ke kamar ku.


[Kayu di lemari mu keropos, jadi ketika kamu mengangkat nya itu hancur.]


"Lemari ku juga harus di ganti deh Bu." Kata ku.


"I-iya." Kata Ibu.


Aku membersihkan ruangan ku dan, teleport ke dimensi kamui untuk mengeluarkan lemari dari inventory ku, kalian tau lah alasan kenapa aku mengeluarkannya di dimensi kamui.


"Sip, kita pindahkan lemari dulu." Kata ku.


Aku memindahkan lemari ku ke pinggir pintu keluar di kamar ku.


"Seharusnya sudah bisa ya..." Gumamku.


[Yoi.]


.


.


.


"Sip, Mana Eru?" Tanya ku kepada ibu.


"Dia sudah tidur di sofa." Kata Ibu.


"Ngomong-ngomong master, beli dari mana ini, kasur ini sangat empuk, dan juga bisa lompat-lompat." Fenrir bermain-main dengan Spring bed.


"Rahasia." Kata ku.


"Fenrir benar juga Kyle, kasur empuk boing-boing ini, bangsawan juga harusnya tidak mempunyainya, dan juga lihat bantal nya itu terlihat sangat bagus, dapat uang dari mana kamu?" Tanya Ibu.


"Aku kan suka jual potion kepada pedagang yang mampir ke desa ini, di tambah aku jajan hanya waktu bareng Rin aja, jadi uang ku terkumpul banyak." Kata ku.


"Memang berapa uang mu?" Tanya ibu.


"30 Gold, 301 Silver, dan sekitar 1000 lebih Bronze." Kata ku.


"Jumlah segitu cukup untuk membeli rumah kecil di ibukota." Kata Ibu.


Uang Gold ini sangat berharga, 10 gold saja sudah bisa membeli budak yah... Kalo di negara lain sih, dengan kata lain 30 Gold ku ini sudah cukup banyak untuk rakyat biasa.


Kalau untuk bangsawan mah, 30 Gold dikit lah jelas. Hozuki tetap sultan.


"Aku bisa menjadi Xiaomi nya dunia ini ***, ngancurin harga pasar dengan menjual potion tingkat tinggi dengan harga merakyat." Pikir ku.


[Kenapa kamu nggak buka jasa ramal aja, atau nggak transportasi pake kamui.]


"Woah, Ide bagus tuh." Pikir ku.


"Hehehe..." Aku secara tidak sadar mengeluarkan tawa ku.


"Master wajah mu menyeramkan." Kata Fenrir.


"Uhk... Ada yang menuju kemari." Kata ku.


"Biar aku saja master, aku bisa mencium baunya." Kata Fenrir.


"Ok, hati-hati." Kata ku.


Setelah itu Fenrir pun pergi untuk menghadang makhluk misterius yang datang kemari.


"Aku juga gabut sih, liat aja lah." Pikir ku.


Waktu menunjukkan pukul 18:45, aku menggunakan mode rubah ku dan menyusul Fenrir secara diam diam.


"Baunya kesini ya." Kata ku


Pendengaran dan penciuman ku meningkat jauh ketika memasuki mode rubah, meski aku bukan rubah beneran sih, tapi ya lumayan.


[Master 0,1 Rubah.]


"Dilihat dari segi manapun aku itu manusia." Kata ku.


[Ngaca dong, manusia kok punya ekor, punya telinga hewan, kok telinganya empat.]


"Mata kok minus, nolep ya? Main Epep sih jadi mata kamu minus." Kata ku.


[Aku player ML.]


"Moba kok Batman." Kata ku.


[Beda game aduh!! Master ini menyebalkan, ketika aku bertemu dengan mu akan ku kasih Carolina Reaper.]


"Ouh, Buwung apa tuh man?" Aku melihat sesuatu yang terbang.


[Itu Serigala master!!]


"Kabur...." Aku menggunakan Shadow Movement dan bersembunyi di dalam kegelapan.


Karena ini malam, Skill Shadow Movement ku jadi sangat berguna, karena nggak ada cahaya matahari, aku jadi bisa bergerak kemana pun.


Aku langsung mencari Fenrir disekitar hutan ini.


"Hmm....  Setelah menghina master kamu masih berani berkata seperti itu." Kata Fenrir.


"Tidak Nyonya, hanya saja apakah anda tidak dendam terhadap manusia yang telah memotong telinga anda." Kata Seseorang yang nggak keliatan dia siapa.


"Aku hanya dendam terhadap orang itu saja, dan juga master ku ini berbeda, dia tidak Rasis seperti kebanyakan manusia diluar kerajaan ini." Kata Fenrir.


"Aku jadi ingin bertemu dengannya, apakah Nyonya mengizinkan ku?" Kata Orang misterius itu.


"Kamu boleh mengetest nya, karena Master ku itu lebih kuat darimu, bahkan ketika bulan purnama." Kata Fenrir.


"Kalau begitu, aku akan kembali ketika bulan purnama, aku izin pamit Nyonya." Kata Orang itu.


Aku tidak yakin gender orang itu apa, yang pasti dia akan bertarung dengan ku nanti.


Aku juga penasaran, siapa sih orang yang bisa memotong telinganya Fenrir.


"Aku mencium bau master....." Gumam Fenrir.


Setelah itu aku kembali ke rumah dengan Shadow Movement.


"Huh...." Aku langsung pergi ke kamarku dan tidur.


.


.


.


"Punten." Kata Sistem.


"Kenapa harus kesini sih." Kata ku.


"Hehe, daripada mimpi nggak jelas mending makan samyang, buka mulutmu." Kata Sistem.


"Kalau besok mules awas loh." Kata ku.


"Besok kan aku update, hehe, ngomong alangkah baiknya keluarkan barang-barang penting dari inventory sebelum update." Kata Sistem.


"Nanti bangunin aku aja sebelum kamu update." Kata ku.


"Aku update jam enam, akan ku bangunkan kamu sekitar jam limaan." Kata Sistem.


"Yoi."


Setelah itu kita terus bermain dan makan sampai pagi. Meski aku makan sebanyak apapun, aku tidak kenyang maupun lapar tapi untungnya aku merasakan rasa dari makanan yang ku makan.


Setelah aku bangun aku langsung mengeluarkan dua tas dan barang-barang yang mungkin ku butuhkan. Seperti potion, uang, dan senjata.


"Oh, terlalu berisik ya? Maaf sudah membangunkan mu." Kata ku.


"Nggak kok, oh iya master, nanti akan ada bawahan ku yang akan menantang mu untuk bertarung." Kata Fenrir.


"Aku tau." Kata ku.


"Oh iya, master kan ada disana ya." Kata Fenrir.


Dia cuman mencium bau ku sekilas saja, posisiku sebenarnya lumayan dekat dengan Fenrir.


"Oh iya, aku akan ke ibukota lagi, kamu latih Rin aja." Kata Ku.


[Master, menurut ku para penjaga desa lebih baik ikutan latihan sama Fenrir deh.]


"Aku harus bilang ke ayah dulu." Kata ku.


"Aku akan berangkat jam 8." Kata ku.


"Baiklah, hati-hati Master, jangan sampai kamu babak belur." Kata Fenrir.


"Haha, kalau ada Punisher sih pasti aku babak belur." Kata ku.


"Ngomong-ngomong, kekuatan setengah serigala seperti kami akan meningkat ketika bulan purnama." Kata Fenrir.


"Mereka kenapa bisa berubah menjadi serigala?" Tanya ku.


"Mereka memiliki skill transformasi, aku juga awalnya memiliki skill itu, tapi itu hilang setelah telinga ku di potong." Kata Fenrir.


"Aku penasaran, manusia bangsa mana yang bisa menangkap kamu?" Tanya ku.


"Orang kekaisaran, Level nya lumayan tinggi, yah... Itu 300 tahun yang lalu sih, dia juga pasti masih hidup sekarang." Kata Fenrir.


Orang-orang berlevel tinggi, biasanya hidup lebih lama dibandingkan orang normal. Aku bisa hidup 150± tahun, lebih tua dari manusia normal.


Setelah beberapa saat, aku melakukan rutinitas ku seperti sarapan, mandi, dan lain-lain.


"Huh, Aku berangkat dulu ya!" Kata ku.


"Iya!" Kata Ibu.


Aku melangkah keluar rumah dan mulai berjalan ke gerbang desa. Yah... Aku merasa kalau sedang ingin jalan aja.


"Kok merinding ya?" Pikir ku.


Entah mengapa sejak aku melangkah keluar dari gerbang, aku merasakan hal aneh.


"Kyle kah? Mau kemana?" Tanya Om Joji.


"Ke ibukota bentar." Kata ku.


"Kamu mau jalan?" Tanya Om Pras.


"Nggak lah, aku lari." Kata ku.


"Ngomong-ngomong tadi ada yang mencari mu loh, Wanita Cantik berambut pirang dan mata biru." Kata Penjaga gerbang itu.


"Fujiwara? Tapi sekarang dia mana ya?" Pikir ku.


"Itu tuh, Cewek tadi." Kata Si Om Joji.


Fujiwara dalam mode ekor 9 nya. Matanya menjadi ungu, dan memiliki aura dan corak berwarna ungu disisi matanya.


"Kyle, kamu nggak habis melakukan sesuatu dengan cewek itu kan? Dia terlihat marah." Kata Om Pras.


"Mau kemana Kyle?" Fujiwara melihat ku dengan tajam.


Aku melesat menggunakan One For All menjauh, aku menggunakan 100% kekuatannya.


"AAAHH!!" Kedua Om itu berteriak karena gelombang kejut ketika aku melompat menjauh.


"Kyle!!! Tunggu!!" Teriak Fujiwara di belakang ku.


"Kenapa aku lari? ADUUUH!" Teriak ku dalam hati.


Jarak antara aku dan dia semakin dekat, setelah sekitar 3 detik, Fujiwara menangkap ku dan aku terjatuh kebawah.


"Kena!!"


*Booom!!!


Kita mendarat dengan kecepatan tinggi.


"Kyle, kenapa kamu melarikan diri?" Tanya Fujiwara.


"Aku juga nggak tau kenapa, dan juga wajah mu terlalu dekat." Kata ku.


"Maaf, aduduh." Dia segera berdiri, dan sekarang ekornya jadi tiga.


"Nggak apa-apa, aku juga nggak terluka kok." Kata ku.


"Kyle, aku sudah mengumpulkan semua keberanian ku untuk mengatakan suatu hal kepada mu." Kata Fujiwara.


"Kamu terlihat serius sekali, ada apa emangnya?" Tanya ku.


"K-k- bentar tarik nafas dulu."


"Oke." Kata ku.


"Huh... Huh.... K-kita sebenernya s-sudah menikah, maaf baru memberitahu mu sekarang." Kata Fujiwara.


"Aku sudah tau." Kata Ku.


"E-eh sejak kapan?" Kata Fujiwara.


"Si raja memberitahu ku." Kata Ku.


"J-jadi kamu menerima ku?" Kata Fujiwara.


"Aku akan bilang ke ibu dulu, nanti." Kata Ku.


"Kamu akan memberitahu ibu mu!?" Dia terlihat aneh.


"Iyalah, kita sudah menikah 2 tahun yang lalu, tidak ada yang tau itu kecuali kamu dan klan mu." Kata Ku.


"Iya juga sih, kalau begitu sekarang saja ya, mumpung masih pagi." Kata Fujiwara.


"Ayok." Aku memegang tangannya dan langsung menggunakan kamui.


"Ah, buka dulu sandal mu." Kata ku, aku teleport depan rumah.


"I-iya." Muka Fujiwara terlihat memerah.


Ketika aku membuka pintu rumah, disana ada ayah, yang akan menggantikan Om tadi, berjaga.


"Kyle, dan dia siapa?" Tanya Ayah ku.


"Aku Fujiwara Yukio." Kata Fujiwara.


"Oh, Fujiwara ya... Aku telah sering mendengar mu dari ibu, silahkan masuk." Kata Ayah.


"Tunggu Ayah, sebenarnya kita telah menikah tau." Kata Ku.


"Huh? Ngomong apa kamu nak, kamu baru saja dewasa tau." Kata Ayah.


"Beneran, alasan aku kembali karena ingin memberitahukan hal ini." Kata ku.


"MAAAH!! KYLE UDAH NIKAH!!" Teriak Ayah.


Terdengar suara langkah kaki mendekat.


Ibu muncul sambil menggendong bayi.


"Duh ayah ini bilang apa sih, Kyle kan baru dewasa, Eh, ada Mbak Fuji." Kata Ibu.


"Nggak beneran, aku nikah sama Mbak Fuji tau." Kata ku sambil menepuk pundak Fujiwara.


Ibu lalu menepuk pundak ku dan berkata.


"Kamu nggak melakukan hal yang aneh-aneh kepada dia kan?" Kata Ibu.


"Nggak kok Bu, tenang." Kata ku.


"Iya, aku seharusnya memberitahu kalian sejak dulu, cuman karena dulu Kyle masih kecil jadi aku ragu untung mengatakan ini kepada kalian, Maaf." Kata Fujiwara.


"Yah... Kalo itu Mbak Fuji sih nggak apa-apa." Kata Ibu.


"Tapi ayah kaget juga loh, dadakan soalnya." Kata Ayah.


"Maaf." Fujiwara meminta maaf sekali lagi.


"Kalau begitu aku pergi lagi, kita lanjutkan pembicaraan ini nanti sore, Kyle harus ke ibukota kan." Kata Ibu.


"Iya, kalau begitu aku pergi lagi Bu." Kata ku.


Aku menggunakan Kamui dan mengantarkan Fujiwara pulang.


"Hei Kyle, aku ikut ke ibukota dong." Kata Fujiwara.


"Kamu bisa jadi pusat perhatian loh, kamu kan ras yang langka." Kata ku.


"Aku bisa seperti ini." Telinga dan ekornya hilang.


"Klan mu nggak perlu latihan?" Kata ku.


"Dari tadi kamu seperti berusaha untuk membuatku tidak ikut, ada yang kamu sembunyikan, ataukah kamu mempunyai istri yang lain?" Kata Fujiwara.


"Yah... Aku tidak ingin berbohong sih." Kata Ku.


"Serigala itu, ditambah orang desa, dan orang ibukota ya, saingan ku banyak, dan juga kenapa mereka nempel dengan mu sih." Kata Fujiwara.


"Entahlah." Kata ku.


"Hahaha, benar deh, pahlawan ke-3 juga memiliki banyak istri, dia menyukai Demihuman, dan sifatnya agak tsundere kayak kamu." Kata Fujiwara sambil tertawa kecil.


"Aku pengen liat mukanya deh, dari dulu aku dibilang mirip terus sama dia, dan aku tidak tsundere." Kata ku.


"Yah, meski kamu mirip dia, tetapi aku hanya menyukai Kyle." Dia menarik ku, dan mencium ku.


"Hehe... Wajah mu memerah, kalau begitu ayo kita pergi ke ibukota." Kata Fujiwara.


Aku sudah tidak bisa berkata-kata lagi.


-----


Bersambung


-----