Reincarnated To Another World With The Gacha System

Reincarnated To Another World With The Gacha System
Chapter 24 : Pertarungan Singkat



Tak terasa aku bercerita sangat lama, kira-kira 4-5 jam. Rin nggak notice kalau mata ku itu sama dengan punya klan uchiha.


"Ngomong-ngomong habis ini kita ngapain lagi?" Tanya Rin.


Aku menggunakan Kage bunshin, dan dia notice.


"Eh... Kok bisa?" Rin terlihat bingung.


Kage bunshin ku pergi untuk mencari posisi si beruang itu. Males kalau monster itu ke sini.


"Hmm... Lebih baik kamu pulang saja." Kata Ku.


"Eh, kenapa?" Rin terlihat cemberut.


"Karena berbahaya, ayo aku akan mengantar mu." Kata ku.


"Fenrir lama sekali." Pikir ku.


"Eh, bunshin ku hilang!? Sudah dekat ternyata." Aku terlihat kaget.


"Rin kamu pulang sendiri saja, ada monster, aku sedang kurang fit jadi berbahaya." Kata ku.


Aku diam sebentar dan menggunakan senjutsu, tidak lupa aku menggunakan sihir deteksi.


"Rumah Rin jauh dari gerbang depan desa, jadi seharusnya aman." Kata Ku.


Aku menggunakan Clairvoyance.


Rin masih belum pergi.


"Kenapa Kamu belum pergi?" Tanya ku.


Rin terlihat ketakutan, aku memegang tangannya namun dia keburu sampai.


*Boom


Di jalan utama desa ini, banyak pedagang dan orang-orang, jadi bila mereka tidak cepat-cepat pergi mereka bisa mati.


Aku menggunakan Kamui dan Berteleportasi ke gerbang depan desa.


"Mundur!!" Aku berteriak.


"Jadi inget Orc dulu." Pikir ku.


Karena aku memegang tangan Rin, ia ikut terbawa ke gerbang desa.


"Sial, aduhduh..." Aku berniat menggunakan One For All namun tangan ku malah sakit.


Beruang itu membentuk cakar angin, lalu menyerang ku.


"Itu skill yang sama dengan Fenrir, Wind Release : Great Ripper Claw."


Itu skill elemen angin dengan jarak serang dekat - menengah. Bila terkena skill ini tubuh mu akan tercabik-cabik oleh tekanan angin yang kuat.


Aku masuk jangkauan serangan teknik itu, secara reflek aku langsung membentuk susano'o ku, meski hanya tulang rusuknya saja.


Aku hampir saja terpental ke belakang namun Rin membantuku untuk menopang tubuh ku.


"Aduduh, Maaf Rin." Kata ku.


"Jangan sampai Rin mati, nanti kalau dia mati aku akan jadi kek Obito." Pikir ku.


[Bjir Cocokologi]


Serangan itu tertahan oleh susano'o ku, aku segera membentuk susano'o ku menjadi bentuk aura kembali.


"Kamui!" Aku memindahkannya ke Dimensi kamui.


"Rin kamu tunggu disini sebentar." Kata ku.


Aku ikut berpindah ke dimensi itu, dan sekarang posisiku sedang berada 700m di udara, beruang itu juga ada di depan ku. Dia nampaknya nggak bisa terbang, oh iya dia kan beruang.


Aku menggunakan Perfect Susano'o ku, dan menggunakan Raikiri di tangan kiri susano'o ku.


"Kamui Raikiri!!" Setelah monster itu terkoyak oleh Raikiri ku, aku menteleport bangkai beruang itu, dan diriku sendiri kembali ke gerbang desa.


"Kyle, kamu baik-baik saja? Apakah Monsternya sudah kalah?" Tanya Rin


"Tuh Monsternya." Aku menunjuk kepada kepala dan tangan beruang itu yang gosong.


Tubuh dan kakinya hangus anjer.


"Master!" Fenrir berteriak sambil menghampiri ku.


"Aku kembali! Ngomong-ngomong apa yang terjadi master?" Dia berkata seperti itu dan tersenyum.


"Kamu terlambat, tapi ya sudahlah aku ngantuk mau pulang." Kata Ku.


"Kyle mana beruangnya!!" Kepala desa dan petualang yang terluka meski sepertinya sudah agak membaik.


"Tuh." Aku kata ku sambil berjalan pulang kerumah.


[Emang lawan beruang doang harus pake Perfect Susano'o?]


"Biar keren doang." Kata ku dalam hati.


[Hmm... Emang sih keren, tapi Mana mu tersisa 75.000 lagi kan?]


Energi sihir bisa pulih dengan sendirinya, namun aku bisa mempercepat waktu pemulihannya dengan bermeditasi.


Aku belum menggunakan Kayu dari pohon dunia.


Sebenarnya aku berniat membuat tongkat sihir pake kayu itu, cuman bingung designnya aja. Apakah harus kek Aziz Ooal Gown.


Kesampingkan hal itu, sekarang aku sedang makan Fried Chicken dengan Saus samyang. Fenrir suka daging, jadi dia sangat senang ketika aku membuat Fried Chicken.


Namun senyumannya hilang saat aku menggunakan saus samyang ke Fried Chicken itu. Jangan lupa minumnya Sprite nyatanya nyegerin.


Kalo Fenrir ane kasih Ultra milk aja, yang Full cream.


"Master, aku sudah tidak kuat lagi..." Mukanya Fenrir memerah.


"Jangan menghamburkan makanan, ayo tinggal 4 lagi, kamu kan suka Daging." Kata ku.


"Tapi nggak suka pedas, lidahku mati rasa." Kata Fenrir.


"Yaudah, buat aku saja." Kata Ku yang kuat pedas dari janin.


.


.


.


"Master, aku perutku panas dan sakit." Fenrir terlihat sedang memegangi perutnya.


"Nih, Antimo." Kata ku.


"Apa ini?" Tanya Fenrir.


"Obat mules." Kata ku yang tentunya aku sedang ngeprank.


Dia meminumnya.


"Nggak akan overdosis kan?" Tanya ku kepada sistem.


[Nggak kok aman]


Beberapa saat kemudian Fenrir tertidur tanpa ia sadari, dan aku juga ikut tertidur.


.


.


.


"Halo master, welcome back." Kata Sistem.


"Bjir aku mau bangun lagi ah!" Aku mencubit pipi ku dengan keras.


"Tenang saja, kali ini aku nggak menggambar doujin, tapi aku hanya menggambar Kamu waktu mode Rubah."


Kata Sistem.


Dia menunjukan gambar nya, dan berkata


"Imut kan?" Kata Sistem.


"Njer, kamu dah kek Fujiwara aja, btw. Liat Quest dong." Kata ku.


Quest


-Membunuh Red Demon Bear (500 SP) ✓


-Temui Hozuki (450 SP)


-Gacha 10x (100 SP)


-Capai Level 200 (2000 SP)


-Menikah (900 SP)


-Punya Cucu (3000 SP)


-Cium Ai-Chan (1000010101010001010---


Reset: 8 Jam 45 Menit


 


"Amit-amit, siapa yang buat ini coba!? Juga angka-angka itu jangan-jangan kamu berbuat macam-macam lagi!!" Aku berteriak kesal.


"Walah, nampaknya agak eror, kenapa ya?" Sistem pura-pura bego.


"Huh.... Dahlah, lagi pula nanti direset." Kata ku.


Dan, akhirnya aku nggak bisa keluar dari tempat itu sampai pagi tiba.


-----


Bersambung.


-----