Reincarnated To Another World With The Gacha System

Reincarnated To Another World With The Gacha System
Chapter 10 : Skill Baru



“Uh....”


Aku membuka mataku secara perlahan-lahan dan mulai melihat sekeliling, namun disana tidak ada orang, dan hanya terdengar suara yang lumayan berisik di luar.


"Aku masih di rumah si kakek, lebih baik aku langsung keluar sekarang." Pikir ku.


Aku segera keluar dari rumah kayu itu, dan aku melihat kakak penyihir sedang berlatih sihirnya, sedangkan yang lainnya entah kemana.


“Oh, kamu sudah sadar nak.” Kata kakek itu yang menyadari keberadaan ku.


“Hah... Tak kusangka akan seperti itu efeknya, dan sekarang aku mungkin akan mencoba menggunakan skill itu.” Kata Ku


“Sebelum itu, ada skill yang harus kamu pelajari lagi, dari yang aku lihat, pertahanan kamu benar-benar lemah.” Kata Kakek itu.


“Skill apa itu?” Tanyaku.


“Hexagon Shield.” Kata kakek itu.


“Perisai segi enam?” Aku masih kebingungan.


“Kita pindah tempat, kamu juga ikut Yui.” Kata kakek itu kepada kakak penyihir.


"Jadi kakak penyihir itu namanya Yui ya?" Pikirku.


.


.


.


20 menit berjalan aku sampai, di sebuah Padang rumput, yang sangat luas, mungkin sekitar 1 KM. Parah sih luasnya.


“Sekarang coba Serang aku dengan serangan terkuat milik mu.” Kata Kakek itu


[Anda bisa Serang menggunakan 25% One For All]


"Beneran? Setara pukulan All Might di kondisi prima loh." kata ku kepada sistem.


[Percayalah kepada Ai-chan!]


"Hah... Sifat wibu mu keluar lagi.” kata ku dalam hati.


“Apa kau ragu nak? Meskipun umur kakek sudah kepala 900, skill Hexagon Shield ini cukup kuat loh.”


Kata kakek itu.


Karena aku berada tepat di depan kakek itu, aku langsung mengambil posisi kuda-kuda depan, dan bersiap menyerangnya.


“Smash!!” Teriak ku.


Aku merasa seperti sedang memukul benda yang sangat keras.


Tanpa kusadari, aku menaikan tingkat kekuatan One For All ku menjadi 29% Terjadi ledakan yang menyebabkan terdorong nya udara disekitar ku.


*Boom


Kakek itu hanya terdorong mundur saja, dan Skill Hexagon Shield itu, sudah hampir hancur.


[Tuh kan, skill itu memang mampu menahan tinju All Might, bahkan tinjumu yang 4% lebih kuat.]


"4% gak terlalu terasa bogeng." Kata Ku kepada sistem.


“Iya, tapi setelah aku mencoba skill ku yang lain, aku penasaran.” Kata ku.


“Ingin mencoba skill dulu?” Tanya kakek itu.


“Clairvoyance.” kata ku.


“Haha, itu skill yang lumayan sulit di kendalikan, tapi seharusnya kamu bisa dengan baik mengendalikan skill itu, baiklah aktif kan skill itu.” kata Kakek itu.


[Master hanya perlu berniat menggunakan skill itu, juga skill Clairvoyance ini hanya memerlukan sedikit mana]


"Oke."


“Sudah.” Kata ku kepada kakek itu.


Aku tiba-tiba kakek itu menyerang ku dengan Rapier yang entah datang dari mana, namun aku telah mengetahui kalau dia akan menyerang ku jadi aku bisa menghindar dengan baik.


“Selain bisa digunakan di pertarungan, skill ini bisa digunakan untuk mengubah nasib, dan melihat apa yang terjadi di masa depan.” Kata Kakek itu.


“Kamu pasti merasa aneh dengan mata mu sekarang, tapi tenang saja, kamu hanya belum terbiasa.” sambung si kakek.


.


.


.


Selama lima jam, aku berlatih beberapa skill ku seperti


Strengthening, Shadow Movement, Perfect Dodge, dan tentunya Clairvoyance. Selama lima jam itu, aku berlatih dengan cara menghindari serangan si kakek, dan balapan dengan si kakek. Kita balapan menggunakan dengan Shadow Movement.


Selama ada bayangan yang terlihat oleh ku, aku bisa bergerak atau teleport ke bayangan itu. Hanya saja ketika aku menggunakan skill ini, tubuhku akan bersatu dengan bayangan. Manusia memiliki bayangan, dan aku bisa menyerang si kakek karena teleport ke bayangannya dan menyerang kakek itu dari belakang, meski awalnya cuma balapan aja sih, tapi jadi gini.


Sementara itu, Strengthening digunakan untuk meningkatkan kekuatan fisik menjadi sangat kuat, +100 di semua status kecuali MP. Untuk skill Perfect Dodge, aku tidak perlu latihan, karena skill itu hanya untuk menghindar.


Untuk Skill Clairvoyance, mata ku sudah terbiasa, sehingga bisa digunakan dalam pertarungan dengan sangat baik. Aku juga sekarang bisa melihat masa depan. Tapi aku gak mau melakukannya, karena spoiler.


“Huh... Sudah sore, aku lebih baik pulang, ngomong-ngomong aku pingsan berapa jam?” Tanya ku.


“Tiga hari.” Kata kakek itu.


“Hah!? Aku benar-benar harus pulang!!” Teriak ku.


[Master pasti kebingungan karena tidak lapar setelah tiga hari tidak makan]


"Iya juga." Kata ku


[Itu karena aku memberi makan Master, singkatnya seperti Potion, kalau master mengeluarkan itu dari inventory, master harus meminumnya lewat mulut, sementara itu apabila master memintaku untuk melakukan nya, master tidak perlu meminum itu]


"Jadi kalau aku ingin makan, tinggal Sistem lapar, terus aku langsung kenyang gitu? Dan juga kalau aku terluka, tinggal Sistem sembuhkan, terus langsung sembuh juga?" Tanya ku.


[Iya, tapi aku tidak merekomendasikan itu, karena rasanya akan aneh, belum makan tau-tau kenyang, tapi soal Potion, aku sangat merekomendasikan itu]


"Huh, untung saja stok makanan ku banyak, apalagi Potion."


--------


Bersambung


---------