Reincarnated To Another World With The Gacha System

Reincarnated To Another World With The Gacha System
Chapter 33 : Sei



Aku dan Fujiwara sedang pergi ke daerah selatan untuk melawan para monster sekaligus menyelamatkan Hozuki, dan Lucia.


[Ada Quest yang menarik nih.]


Kata Si sistem pengganti.


"Quest apaan?" Tanya ku.


[Usir Monster Di Daerah selatan ibukota, hadiahnya 300 SP mau nggak?]


"Mau lah, ngomong-ngomong tumben nggak pake tabel yang selalu muncul di depan." Kata ku.


[Aku bukan Ai-chan tau.]


"Kapan dia balik?" Tanya ku.


[Besok paling.]


"Kyle, sepertinya kita terlalu lambat." Kata Fujiwara.


"Iya lah, ekor mu ada satu, coba 4 atau 5 pasti lebih cepat." Kata Ku.


"Kenapa kita nggak berteleport kesana saja?" Kata Fujiwara.


"Aku nggak pernah kesana, jadi nggak bisa teleport, ya paling aku harus lompat-lompat lagi." Aku berniat menggunakan One For All.


"Nggak gendong aku?" Kata Fujiwara.


"Off berat, lagian kamu pasti bisa nyusul aku kan, jangan sampai nyasar ya!" Aku menggunakan Full Cowl 50% agar bisa lebih cepat.


[Istri mu terlihat kesal loh.]


"Eh? Kenapa dia?" Tanya ku.


[Kenapa Coba?]


"Nggak tau." Kata ku.


.


.


.


"Huh.... Sepertinya kita telat lagi." Kata Fujiwara.


"Iya, ngomong-ngomong jaga aku sebentar." Kata Ku.


Aku berniat menggunakan Senjutsu agar aku bisa melacak monster dengan mudah.


Aku bisa merasakan niat buruk, mencium bau makhluk hidup, merasakan hawa keberadaan, melihat aliran sihir meski nggak sedetail byakugan.


Jangkauan sihir deteksi ku sekitar 700 meter, penciuman ku 1,7 KM, Aku hanya bisa merasakan hawa keberadaan orang-orang disekitar ku saja.


"Monster-monster itu nggak terlalu jauh sih, tapi aku merasakan ada yang aneh dalam sihir deteksi ku." Kata ku.


"Yap, bau ini tidak salah lagi, ada iblis yang memanggil gerombolan monster itu." Kata Fujiwara.


"Tapi kenapa? Bukannya Ras iblis perang dengan Kekaisaran Bernestia, kenapa nyasar kesini?" Tanya Ku.


(Kalo nggak salah author udah pernah ngasih nama sama kekaisaran itu deh, cuman lupa di CH berapa, takut nya salah gitu -_-)


"Nggak tau." Kata Fujiwara.


"Kalau begitu, pulanglah." Kata ku.


"Eh? Kenapa kamu menyuruhku pulang?" Kata Fujiwara.


"Urusan dengan Klan Iblis biar aku saja yang urus, jangan keras kepala." Kata Ku.


"T-tapi-"


"Kamu bisa membahayakan Klan Rubah mu itu tau, kalau iblis itu lolos dan melaporkan kalau dia juga di serang oleh orang dari klan rubah gimana? Mungkin kamu akan baik-baik saja, tapi gimana nasib Haruka dan yang lainnya?" Kata ku.


Aku mengelus kepala nya.


"Percayalah kepada Suami mu, aku akan baik-baik saja kok." Kata ku.


Dia terlihat sedih.


"Tidak peduli berapa kali pun kamu telah bereinkarnasi, sifat mu benar-benar tidak berubah, aku akan mengikuti kemanapun kamu pergi, bahkan bila kamu mati..." Gumam Fujiwara.


"Hmm? Ngomong apa?" Karena Nggak pake mode rubah, suara sekecil itu nggak akan terdengar.


"Kamu harus kembali, dan jangan memaksakan diri mu, kamu tau Ras Iblis itu sangat berbahaya." Kata Fujiwara.


"Iya-iya, Ngomong-ngomong Aku mencintai mu." Setelah mengatakan itu aku menteleport nya kembali.


[Cie...]


"Berisik..." Kata ku.


[Ada yang malu nich.]


"Ngajak tawuran?" Kata ku.


[Sudah-sudah, lebih baik sekarang kamu pergi menghabisi para iblis itu.]


"Ngomong-ngomong, ada gacha yang menarik gak nich." Kata ku.


                      [Rate Up Harian]


Sunshine                     Rate Up 1%


Kotoamatsukami       Rate Up 1%


Hachimon Tonkou    Rate Up 3%


Quirk : Hardening    Rate Up 15 %


Gacha 1x.                                           Gacha 10x


20 SP.                                                    100 SP


"Apakah aku harus mengucapkan mantra lagi agar bisa mendapatkan skill S+" Kata ku.


[Coba aja.]


"Semoga 4646 lancar." Kata ku.


Aku menekan tombol Gacha 10x.


[Selamat Anda mendapatkan]


- Pipa Rucika 5x (D)


- iPhone 11 Pro Max (C)


- Nikon COOLPIX P1000 (C)


- Oreo Supreme (D)


- Axe of The Thunder God (S)


- Quirk : Hardening (A)


- Tissue Magic (C)


- Beras 40 KG (D)


- Semen Tiga Roda (D)


- Sunlight (D)


"AHHH!!! KENAPA SUNLIGHT BUKAN SUNSHINE!!" Cara ampuh melepaskan stress ketika ngegacha adalah teriak sekencang-kencangnya.


[Pfft Skill Escanor jadi pembersih piring.]


"Dahlah, mending langsung otw kesana aja."


Para monster sudah tidak ada disekitar pegunungan ini lagi, Yap mereka sudah bergerak menuruni gunung. Dengan cepat aku langsung menyusul para monster itu.


"Huh... Jangan pake mode rubah..."  Gumam ku.


.


.


.


45 menit kemudian...


Para gerombolan monster itu sudah mulai terlihat, jarak aku dengan gerombolan itu sekitar 400 meter lagi, dan aku berniat untuk menyerang mereka dari jarang segini.


"Lightning Release : Great Lighting Arrow." Aku nggak teriak-teriak kali ini.


*Boom....


"Sip, sekarang aku ingin melihat, apa yang bisa Kapak ini lakukan." Kata ku.


[Kamu bisa mengendalikan Listrik sesuka hati, jadi kek Stromberaker]


"Oke."


Aku pergi mendekat untuk langsung menghadang para monster itu, namun aku tidak mengetahui posisi iblis yang memanggilnya.


"Lighting Release : Lightning Burst!!" Kapak ku mengeluarkan listrik yang jangkauannya sangat luas.


Sebagian besar monster-monster yang ada di sana adalah Kobold, Goblin, dan beberapa Orc. Serangan ku tadi membunuh sebagian besar Kobold dan goblin, namun para Orc yang berada di barisan paling depan tidak terkena dampaknya.


[Kamu harus mencari Orang yang memanggil para monster, kalau tidak mereka akan terus muncul.]


"Oh gitu." Aku mengeluarkan Ratusan kagebunshin untuk melawan para Monster.


Aku juga menambahkan puluhan Bunshin Kayu. Para monster akan di urus kagebunshin, sedangkan aku sendiri akan mencari orang yang memanggil monster-monster ini.


"Harusnya si pemanggil itu tidak jauh dari sini kan?" Kata ku.


[Iya.]


Aku melihat jejak-jejak energi sihir yang sepertinya menghubungkan si monster dengan si pemanggil. Seperti biasa pandangan ku ini nggak sedetail byakugan.


"Hmm..... Beneran nggak disini dong, si pemanggilnya." Kata ku yang segera menjauh dari tempat para monster tadi.


"Ngomong-ngomong Hozuki juga sudah tidak ada disekitar sini." Kata ku.


[Dia penyihir hebat, pasti bisa teleport lah.]


"Iya juga." Kata ku.


Entah berapa menit aku berlari untuk mencari si pemanggil itu, namun masih belum ketemu juga, hingga pada akhirnya aku sampai pada suatu tempat.


Tempat itu adalah Padang rumput yang luas, di tengah Padang rumput itu terdapat batu besar berbentuk persegi, disana ada orang yang sedang duduk diam, orang itu menggunakan jubah cokelat yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Itu ya?" Kata ku.


[Iya.]


Aku berjalan mendekati orang itu, dan tiba-tiba dia menengok ke arah ku.


"Menarik, bagaimana kamu bisa menemukan ku?" Tanya orang itu.


"Aku lebih penasaran dengan alasan keberadaan mu disini, kerajaan ini tidak memihak mana pun dalam perang antara Ras iblis dan kekaisaran." Kata ku.


"Benarkah? Dark Release : Create Undead!" Dia menciptakan Undead.


Aku mengalihkan mana ke kapak ku, dan bersiap menyerangnya.


"Lihat, ini adalah salah satu armor dari prajurit yang menyerang Benteng Hades 5 hari yang lalu." Kata Iblis itu.


"Hmm.... Ada yang aneh." Kata ku.


"Apa?" Kata Iblis itu.


"Raja tidak pernah sekalipun memerintahkan prajuritnya untuk menyerang kerajaan lain, biasanya mereka hanya ada di perbatasan saja, bisa saja kekaisaran ingin mengadu domba Ras iblis dengan kerajaan ini, armor ini bisa dengan mudah dibuat kan?" Kata Ku.


"Perkataan mu ada benarnya, tapi mana mungkin aku langsung mempercayai orang yang baru saja ku temui bukan, Lighting Release : Lighting Speed." Dia mundur dengan sangat cepat menjauhi ku.


"Huh, kalo ujung-ujungnya gelud ngapain aing bacot tadi." Aku mengaktifkan sharingan ku.


"Dark Release : Summoning Wyvern!!" Dia memanggil 4 Wyvern sekaligus.


Aku mengarahkan kapak ku pada salah satu Wyvern itu, tiba-tiba petir dari langit menyambar Wyvern itu, sehingga salah satu dari 4 Wyvern tersebut mati.


"Btw Iblis itu siapa sih?" Tanya ku.


[20 SP.]


"Iya, cepet kasih tau." Kata ku.


[Dia Sei Si Pemanggil, dia lemah dalam hal apapun kecuali sihir pemanggil nya, kelemahannya serangan jarak dekat, oh iya dia akan segera menjauh bila kamu mendekatinya.]


"Skill yang merepotkan." Para Wyvern yang tersisa mendekatiku dengan cepat.


[Ingat, jangan pake skill api mu.]


"Wood Release : Great Spear Tree!"


Aku menumbuhkan pohon-pohon dengan cabang kayu yang sangat tajam. Sehingga


Para Wyvern yang mendekati ku itu langsung mati.


"Btw, mana iblis itu ya?" Kata ku.


Aku melihat sekitar ku dan dia sudah berada jauh sekali dari tempat aku berdiri. Sekitar 600 meter dari tempat ku itu.  Yah.... Padang rumput ini sangat luas, mungkin sekitar 5-6 KM luasnya.


Tempat ini berada di sebelah barat pegunungan tadi, jarak ku dan ibukota lumayan jauh sih, tapi ya udahlah.


Tiba-tiba muncul Naga Hitam Raksasa, yang ukurannya lumayan besar, tatapan naga itu terlihat kosong, karena efek sihir pemanggil.


Ukurannya sekitar 200 meter, lebih gede dari susano'o ku yang hanya berukuran 100 meter. Haruskah aku menggunakan Perfect Susano'o untuk melawan naga itu.


Dari balik naga itu terlihat sei yang sudah kelelahan, karena sepertinya untuk memanggil makhluk Segede gini butuh mana yang sangat banyak.


Naga itu mulai mengayunkan lengannya untuk menyerang ku.


*Booom!!!


"Wadaw, meski gede ternyata dia tidak lambat." Serangannya menembus diriku seperti biasa.


[Status naga itu lebih besar dari mu, jangan menahan diri, gunakan kemampuan seluruh kemampuan mu.]


Aku menggunakan semua Sihir Buff ku, ya kek OFA, Strengthening, dll.


"Sip, Full Cowl 100% biar Uwu, Haaaaah!!!"


*Bang....!


Naga itu terkena pukulan ku, dan terdorong kebelakang, meski nggak jauh-jauh banget.


"Sisiknya keknya keras banget deh..." Gumam ku.


Aku menggunakan Wind step, dan bergerak untuk menghajar kepala naga itu, namun tiba-tiba naga itu membuka mulutnya.


"N-NANI!!!" Mulut naga itu mengeluarkan laser yang mengarah tepat kepadaku.


*Booom....!


Aku terjatuh kebawah, dengan tubuh yang penuh luka bakar.


Reaksi ku tadi lumayan telat, dan itu menjadi penyebab aku mendapat luka ini.


"Susano'o yang hanya berupa tulang rusuk saja, bisa ditembus dengan mudah ya..." Gumam ku.


[Pake Cermin Yata, dijamin nggak tembus.]


"Jelas, duh naga itu terbang lagi." Kata ku.


[Pilihan terakhir jelas, sikat aja tuh si Sei nya, kalo dia mati hewan panggilan nya bakalan bebas dari kendali dia.]


"Ya, itu nggak ada gregetnya sama sekali, nanti aja aku bisa kok."


Aku mengeluarkan tiga kunai ku.


"Aku teleport ke punggung, si naga itu pake Amenotejikara, terus hajar dia pake One For All." Pikir ku.


[Tadi juga One For All yang udah di tambah Buff yang lain cuman bisa membuatnya sedikit mundur saja, gimana sih kamu itu?]


"One For All itu kek PC, Bisa di Overclock lah, jadi lebih kuat dari biasanya, Plus Ultra." Kata ku.


[Yakin, tangan lu ga bakal ancur karena itu?]


"Potion banyak, naga itu bergerak." Kata ku.


Dia tadi terbang menjauh, jarak kita sekitar 1 KM, namun dia dengan cepat memperpendek jarak di antara kita, Yap naga itu berniat menabrak ku.


Aku mengaktifkan mangekyo ku, untuk pencegahan apabila rencana ku gagal.


Setelah itu aku melompat, dan bersiap melempar ketiga kunai ku itu.


"1.... 2..... 3...... Gas!!" Aku melempar kunai itu.


------


Bersambung


------