
"Huh..... Ini dia, bahan-bahan yang kamu rekomendasikan Charl." Kata ku.
"Black Mithril, Magic Stone, dan adamantium." Kata Charlotte.
Mithril, dan adamantium adalah konduktor mana yang baik, tapi masih dibawah batu sihir. Batu sihir adalah konduktor mana terbaik, namun gampang hancur. Jadi Charlotte berpikiran untuk menyatukan ketiga bahan itu untuk membuat pedang ku.
"Kyle, kamu dapat bahan-bahan langka itu darimana?" Kata Ibuku.
"Rahasia." Kata ku.
Aku tidak ingin seorang pun tau tentang sistem, ya... Kalau itu terjadi bisa gawat.
"Kamu tidak mencurinya kan?" Kata Ibu.
"Tidak kok." Kata ku.
Ibu nampaknya masih curiga kalau aku mencuri barang-barang itu, tapi ya... Mau gimana lagi.
"Ya... Kita serahkan kepada Kiryu-chan saja." Kata Fujiwara.
Ada 4 pandai besi yang tersisa kalau nggak salah, jadi ya kita serahkan pembuatan pedang dan armor ku ke mereka saja.
[Oh iya, di shop ada fitur baru lho]
"Sistem status." Kata ku.
[Status]
Nama:Kyle (Ayato Kyle)
Umur: 15 tahun 2 bulan 2 hari
Level: 145
STR: 456.990 STA: 12.789/655.720
DEF: 565.000 MP:1.121.990/1.121.990
AGI: 511.012
Suasana Hati : Gabut.
Kecocokan Kepada Setiap Elemen :
-Api 100% -Cahaya 100%
-Udara 100% -Kegelapan 100%
-Tanah 0%
-Listrik 100%
-Air 50%
Skill :
-One For All (S+)
-Sage Mode Katak (S+)
-Kage Bunshin (S+)
-Lighning Release C - S+
-Cooking (A+)
-Taijutsu (S+)
-Heavy Quick Slash (S+)
-Sword Mastery (S+)
1/∞
Julukan: Reinkarnator, Peramal,
System Point: 2050
[Inventory]
[Shop]
[Gacha]
[Quest]
"Buka Shop." Kata ku.
[Shop]
-Tsubame Gaeshi (S)
-Gate Of Babylon (S+)
-Kotoamatsukami (S+)
-Wave Slash (B)
-Tengai Shinsei (S)
"Mana fitur barunya Tod?" Tanya ku
[Pencet barang atau skill yang ingin kamu beli.]
Aku memencet Tsubame Gaeshi.
[Harga]
-200000 SP
[Tukar tambah]
-Tambah 100000 bila ditukar dengan barang kelas A.
[Barter]
-Memerlukan Skill, Material, atau Item dengan kelas yang sama atau kelas yang lebih tinggi.
"Hmm..... Barter ini menarik." Kata ku.
[Kamu bisa pake skill, material, atau equipment dengan kelas yang sama untuk di tukar kan, ya.... Fitur ini hanya bisa digunakan 3 kali dalam 6 bulan, jadi pilihlah dengan bijak.]
Sepertinya yang berbicara Alice.
"Kalau begitu, aku ingin menukarkan Wakizashi ku dengan skill itu." Kata ku.
[Anda yakin? Barang yang sudah ditukar tidak bisa dikembalikan.]
"Yakin."
[Selamat Anda mendapatkan Skill Tsubame Gaeshi (S). ]
Setelah itu aku mengecek inventory ku dan benar saja, Wakizashi ku ilang.
Ya.... Teknik ini lumayan mengerikan sih, seperti Gae Bolg punya Chu culainn, teknik ini mustahil untuk di hindari. Teknik ini bisa melayangkan beberapa tebasan dalam secara bersamaan.
[Ya.... Skill ini agak di nerf, yang harusnya kelas S+ jadi S doang, ya.... Kamu setidaknya memerlukan sedikit perjuangan untuk menaikan peringkat Skill baru mu.]
"Kekurangannya apa?" Tanya ku.
[Konsumsi Stamina yang banyak, kayak Fanny mobile lejen.]
"Dengan stamina ku yang sekarang, aku mampu menggunakan teknik ini berapa kali?" Tanya ku.
[2 kali, dengan catatan hanya melayangkan 3 tebasan secara bersamaan.]
"Kalau begitu aku ingin menukarkan barang lagi" Kata ku.
Aku memencet Tengai Shinsei, dan menukarkannya dengan Black Mithril,
Ya... Black Mithril adalah material kelas S sih jadi aman, lalu aku juga memencet Gate of Babylon, dan menukarkannya dengan Batang Pohon dunia.
Ya.... Aku punya banyak sih, dan juga aku sudah tidak bisa menukarkan apapun lagi.
"Kyle, kamu bengong lama bener." Kata Charlotte.
"Ah... Maaf, ngomong-ngomong aku lagi pengen test skill nih." Kata ku.
"Bukannya stamina mu belum pulih?" Kata Fujiwara.
"Skill ini menggunakan mana kok." Kata ku.
"Oi Charl, lihat ini." Aku mengeluarkan Pedang random dari Gate of Babylon.
Isi dari GoB ini beragam, ada senjata, emas, wine, kendaraan, dll. Gilgamesh sendiri aja nggak tau apa aja isi di GoB, apalagi aku.
Yang pasti harusnya ada Ea juga, sama Enkidu. Ya.... Moga aja.
"GoB!? Kok bisa!?" Charlotte yang Husbunya Gil pun kaget.
"Hehe boi, Mayan lah buat lempar-lemparan pedang." Pedang Random yang kupegang hilang, Yap itu kembali ke GoB.
"Woi Tod, aing bisa pake Ea ga?" Tanya ku.
[Tunggu mana mu 10 juta, biar enak pakenya, soalnya kalo mau ngeluarin Enuma Elish bisa gawat, tapi kalo serangan yang ringan seperti waktu di fate ubw episode episode akhir sih akan baik-baik saja.] Ini Alice yang ngomong.
"Woe, Ai-chan ku mana?" Tanya ku.
[Bobo.]
Setelah bertanya kepada sistem, aku langsung pergi ke luar, Yap agak jauh dari tempat Ras Rubah sih, biar nggak kenapa-napa, takutnya RIP aim sih.
"Woi, konsumsi mana per tembakannya berapa?" Tanya ku.
[Penguasaan mu masih bintang 1 jadi sekitar, 5000 per tembakan, namun karena ada cincin kawin mu, tidak perlu khawatir soal mana mu, asal tidak menghabiskan nya dalam satu waktu kamu akan baik-baik saja.]
(Maksudnya satu waktu tuh, make semua mana nya)
"Sip disini ya." Aku berdiri dan bersiap mengarahkan GoB ku ke beberapa pohon di depan.
"Skill apa lagi itu?" Kata Fujiwara yang jelas-jelas nggak pernah liat skill kayak gini.
"Entahlah, skill punya master emang aneh semua." Kata Fenrir.
"Tapi, kenapa anak itu mengetahui skill yang master punya, dan juga dia terlihat dekat sekali dengan master padahal mereka jarang ketemu...." Fenrir bergumam namun kedengaran oleh ku.
Aku membidik beberapa pohon, dan mengeluarkan 3 pedang, 2 tombak, lalu menembakkannya kepada 5 pohon random.
"A-apa itu?" Fujiwara jelas kaget, apalagi Fenrir.
Ngomong-ngomong, Rin sedang tidur, karena kebanyakan makan.
"Kamu bisa menembakan itu berapa kali?"
Tanya Fujiwara.
"Hmm.... Sampai mana ku habis, namun karena ada ini, pemulihan mana ku jadi cepat." Kata ku.
"Emang berapa sih status mana mu?" Tanya Charlotte.
"Sejutaan, kamu sendiri?" Kata ku.
"25 juta." Kata Charlotte.
"Njer, seharga laptop gaming." Kata ku.
"Serangan terkuat mu apaan?" Tanya Charlotte.
"Njer, Ulti ku paling pake Si katana Hitam itu." Kata ku.
"GoB juga masuk Noble phantasm tau, ngomong-ngomong ada Ea nya nggak?" Tanya Charlotte.
"Ada kok, tapi berbahaya, jadi mending jangan di keluarkan, ngomong kita balik dulu aja." Kata ku.
Aku memutuskan untuk menyembunyikan Tsubame Gaeshi ku, ya.... Biar waktu latihan sama Haruka bisa menang.
Namun tangan ku gatal ingin segera test skill lagi, Yap.... Stamina ku kurang njer, padahal katana ada banyak di Klan Rubah.
"Katana ku jadinya kapan kira-kira?" Tanya ku.
"Hmm.... Normalnya sih agak lama sekitar 3-7 hari, namun karena yang buatnya adalah Si Kiryu sore juga jadi kok." Kata Fujiwara.
"Eh? Kok bisa?" Tanya ku.
"Biasanya, kalo dia sedang membuat barang yang bagus, dia suka menggila, apalagi dia sudah lama nggak menyentuh material yang bagus." Kata Fujiwara
"Ah.... Aku paham." Kata Charlotte.
"Apakah ada pandai besi yang seperti itu di ibukota?" Tanya Fujiwara.
"Ada." Kata Charlotte.
"Oh, kakak hari selasa akan menikah ya?" Yap 4 hari lagi.
"Iya, kamu pasti akan datang kan?" Tanya Charlotte.
"Nggak, kata kakak dia akan mengirim surat ke rumah, namun... Ibu sudah tau belum ya?" Kata ku.
"Ah... Ibumu, sudah 2 hari disini." Kata Fujiwara.
"Kalau begitu mari kita beritahu ibu." Kata ku.
Singkat cerita aku memberitahu ibu, dan lanjut memulihkan stamina ku, dengan bermeditasi, sementara itu Fujiwara, Fenrir, dan Rin sedang ngobrol, ya... Kalian tau lah ghibah cewek.
.
.
.
Jam 16:45
"Huh....." Aku membuka mata ku perlahan-lahan, Yap enaknya meditasi itu kek adem aja.
"Lama bener dah." Kata Charlotte.
"Yamaap, sekarang stamina ku sudah pulih." Kata ku.
"Nggak pegel?" Tanya Ibu.
"Nggak." Kata ku.
"Huh...." Aku mengalirkan mana ke tangan ku.
"Eh-eh, itu mau ngapain!?" Charlotte jelas kaget.
"Ngetest doang." Aku mengetes tangan kanan ku, Yap sudah tidak kaku lagi, dan aku baik-baik saja sekarang.
*Tok-tok-tok....
"Ketua!!" Terdengar teriakan seseorang diluar.
"Bentar!" Fujiwara langsung pergi mengeceknya.
"Gimana perasaan mu?" Kata Charlotte.
"Sekarang harusnya baik-baik saja." Kata ku.
"Baguslah." Dia tersenyum senang.
Aku berdiri, dan saat itu juga Fujiwara kembali.
"Senjata mu sudah selesai." Kata Fujiwara.
Aku segera buru-buru keluar, karena jiwa looting ku bangkit. Diluar terlihat Mbak Kiryu yang sedang memegang Katana dan Tanto, dengan wajah yang terlihat kelelahan.
Dia berambut biru, yang sepertinya dia sebentar lagi tumbang.
"H-hei, kamu baik-baik saja." Kata ku.
"Terimalah Katana ini prajurit muda, pedang ini mahakary-"
Dia tumbang, dan aku menahannya agar tidak jatuh.
"Bau...." Yap dia bau besi + bau kebakar + bau keringat.
"Sudah kuduga, dia pasti seperti ini." Kata Fujiwara.
"Baringkan dia disini." Kata Fujiwara.
Aku membaringkan tubuhnya di futon.
"Dia hanya kehabisan stamina dan mana, besok juga bangun, sekarang kita test Katana mu." Kata Fujiwara.
Katana yang ini sedikit lebih panjang, dari si pedang hitam ku dan juga ada sedikit perbedaan bentuk di lengkungan nya, Pedang hitam ku bisa dibilang agak lurus, sementara pedang katana ku mirip seperti punya Samurai.
Aku melepaskan sarung pedang ku, dan terlihat, pedang hitam kebiruan. Yap warnanya agak aneh, mungkin karena dicampur batu sihir jadi ada birunya.
Setelah itu aku mencoba mengalirinya dengan mana, dan mulus banget. Kek main pubg di hape gaming.
"Keknya aku bisa pake Hinokami kagura kw deh." Kata ku.
"Coba dong." Kata Charlotte.
Aku mengalirkan mana ke Pedang ku, dan mengubahnya menjadi api.
"Munduran dikit." Kata ku.
Charlotte dan yang lainnya agak mundur.
"Mau ngapain?" Fujiwara kebingungan.
Aku menghilangkan Api di pedangku lalu memasang kuda-kuda dan bersiap-siap untuk menyerang.
"Eh bentar, ada boneka kayu nggak? Yang biasa pake target latihan itu?" Tanya ku kepada Fujiwara.
"Ada, bentar-bentar." Dia pergi.
.
.
.
Dia telah membawanya, dan aku memasang kuda-kuda seperti tadi lagi.
"Tsubame Gaeshi!" Aku melancarkan 3 tebasan dalam satu waktu, tebasan itu mengarah ke leher pinggang dan dada.
"Apa itu!? C-cepat..." Fenrir kaget.
"Darimana kamu belajar Noble phantasm itu!! Itu bukan skill biasa loh!!" Dia menggoyangkan tubuhku dengan cepat.
"No-be apa tadi?" Kata Fujiwara.
"Noble phantasm, itu jurus pamungkas dari pahlawan yang ada di dunia lain." Kata ku.
"Bercanda kan? I-itu tidak mungkin, biasanya pahlawan yang datang dari dunia lain bilang, dunia mereka adalah dunia yang damai." Kata Fujiwara.
"Iya, dunia itu di masa lalu nggak damai-damai banget kok, pedang ini, aku menyukainya." Aku menyarungkannya kembali.
"Ya... Biarlah." Fujiwara dan yang lainnya tersenyum.
"Sekarang dimana aku harus mengukur nama ku?" Kata Fujiwara.
"Kamu harus mengukir nama mu di batu besar yang ada disana, dan perlu kamu ketahui, apa bila batu itu bereaksi terhadap mu, kamu harus bisa menahan hal itu." Kata Fujiwara.
"Master berjuanglah!" Kata Fenrir.
"Nih, nitip katana." Aku hanya membawa Tanto karena agak ribet kalo bawa katana.
"Sistem, mohon bantuannya." Kata ku.
[Kamu bisa menangani ini, lagian kamu memang harus mengetahui hal ini.]
"Oke."
5 menit berjalan, aku akhirnya menemukan batu itu, dan disana ada banyak nama terukir, aku membaca nama-nama itu secara iseng, dan menemukan nama Fujiwara.
"Kok bisa...?"
[itu masa lalunya, jangan tanya dia.]
Aku mengukir nama ku menggunakan alfabet dan....
___________
(Next up Kamis depan)
Bersambung