Reincarnated To Another World With The Gacha System

Reincarnated To Another World With The Gacha System
Chapter 12 : Lah Update



Saat ini aku sedang membuat beberapa potion dari bahan tingkat rendah. Yah... Meskipun hasilnya tingkat rendah juga, tapi ini masih bisa di gunakan untuk memar dan luka ringan.


Setelah beberapa saat sistem tiba-tiba berbicara sesuatu.


[Master Aku akan berevolusi!]


"Evolusi?" Aku kebingungan dengan apa yang di katakan sistem.


[Daripada menyebutnya evolusi, ini lebih seperti update saja sih, akan memakan waktu sekitar 4 jam, dan selama proses update berlangsung master tidak bisa berbicara dengan ku...]


"Ok."  kata ku.


[Updating System 0%]


Sambil menunggu selesai mengupdate sistem, aku berjalan-jalan di hutan, meski tanpa sistem, aku telah sering berjalan-jalan di hutan ini jadi aku tau jalan.


Aku membawa katana di punggung ku.


Aku melompat dari pohon ke pohon, dengan kekuatan One For All ku, kekuatan itu telah di atur supaya tidak terlalu kuat, karena sistem tidak ada aku harus mengatur kekuatan ku sendiri.


.


.


.


Setelah sekitar 30 menit keliling-keliling gak jelas, aku menemukan jejak kereta kuda.


“Hmm.... Jarang sekali ada orang yang melewati jalan ini.” gumam ku.


Karena gabut aku iseng mengikuti jejak kereta itu.


Namun  jejak itu tiba-tiba melenceng dari jalur nya, dan ada  jejak kaki yang lumayan besar.


"Something's wrong, i can feel it." Pikir ku.


Aku segera mengikuti jejak itu, dan selang beberapa waktu, aku menemukan keretanya. Disana ada banyak mayat Ksatria yang tercabik-cabik dan organ dalamnya berceceran keluar.


Aku mengumpulkan chakra senjutsu, untuk meningkatkan semua Indra ku, dan hasilnya aku merasakan ada manusia di sekitar sini.


*Booom


“Disana ya?” Aku segera pergi ke sana dengan cepat


Disana aku melihat dua orang ksatria yang sedang sekarat, dan seorang perempuan yang sudah pasrah dengan nasibnya. Tanpa pikir panjang aku langsung melesat memukul makhluk aneh yang menyerang mereka.


“Smash!” Teriak ku.


*Boom


Setelah memukul makhluk itu aku membawa perempuan tadi menjauh sedikit dari tempat tadi.


Meski agak jauh, tapi aku merasa kalau monster itu masih hidup, soalnya aura yang monster itu pancarkan agak aneh.


“Hei, kamu tidak apa-apa?” Kata ku kepada cewek itu.


“T-tidak.” Jawab cewek itu dengan gemeteran.


“Bagus kalau kamu tidak apa-apa.” Kata Ku sambil tersenyum.


“Tunggu sebentar, aku akan menghajar Monster itu.” Kata ku sambil membuat 4 bunshin.


Aku mendekati monster itu dan melihat wujudnya.


“Sudah kuduga.” Gumam ku.


Dari awal ketika aku merasakan hawa keberadaan monster itu, aku malah merasakan hal yang aneh dimana kayak ada dua makhluk yang hidup di satu tubuh, awalnya aku mengira itu hanya gorila biasa.


Namun, tubuhnya seperti manusia dengan tinggi 2,5 meter, memiliki tanduk di kepalanya, memiliki sayap di belakang punggung nya, dan kukunya sangat tajam.


“Siapa lagi Alchemist yang membuat makhluk kek gini? Gabut amat." kata ku


Gorila itu tiba-tiba menghilang dari pandangan ku, aku secara reflek langsung memprediksi gerakan dia menggunakan Clairvoyance, dia tiba-tiba muncul di belakangku dan berniat merobek tubuhku menggunakan kuku nya.


“Wanzeng! Andai aku punya sharingan...” Kata ku sambil menghindar.


Aku mencoba menyerang balik dengan memukul kepalanya, menggunakan One For All 25% yang mana kekuatan pukulannya setara dengan All Might.


“Smash!!” Teriak ku


*Booom


Meski pukulanku menghasilkan tekanan angin yang lumayan besar, namun itu hanya meretakan rahang si gorila.


“Aku harus menyerangnya secara bertubi-tubi tulangnya keras, dan kecepatan pemulihannya juga menyebalkan.” Gumam ku.


Aku langsung melesat ke arah beruang itu, dan melancarkan serangan pukulan bertubi-tubi. Hanya dalam 20 detik aku melancarkan 150 pukulan lebih, dan itu cukup untuk membuat gorila itu melarikan diri.


Namun, mana mungkin aku membiarkan EXP lari begitu saja. Ketika dia sedang berada di udara.


“New Hampshire Smash!!” Aku melontarkan diriku sendiri sehingga aku bisa menghancurkan musuh dengan berat badan ku. Tapi karena berat badan ku ringan, itu hanya membuat gorila dan aku terdorong dengan sangat cepat.


--------------


Kyle POV END


--------------


Di suatu tempat ada dua orang gadis sedang memperbaiki gerbang desa mereka. Gerbang itu terbuat dari kayu yang tinggi nya hanya 7 meter.


“Huh.... Akhirnya setelah dua hari memperbaiki gerbang ini kita bisa istirahat juga.” Kata Seorang gadis Demihuman.


“Yah ayo kit-” Perkataan temannya gadis itu terpotong karena tiba-tiba ada sesuatu yang melesat menghancurkan gerbang itu kembali.


*Booom


Kedua gadis itu hanya diam melihat kejadian itu.


----------


Bersambung


----------


kalimat miring \= Sedang ngomong dalam hati.