One Night With Stranger

One Night With Stranger
Nikahi Aku, Yuva!



Vera merasa percuma mendebat Gerald, namun sebelum pergi, Vera kembali menekankan satu hal pada anak tirinya tersebut.


"Suka atau tidak, mau atau tidak, pertunangan harus tetap terjadi. Nama keluarga kita dan keluarga Alma menjadi taruhannya, Ge ... dan kamu perlu pernikahan itu untuk mendapatkan warisan kakekmu!" Ada nada suara bergetar saat Vera mengatakan itu. Usahanya mencarikan Gerald jodoh yang sepadan tidaklah boleh sia-sia.


Gerald datar menanggapi, bahkan ia tidak menoleh atau mengantarkan kepergian ibunya tersebut. Bagi Gerald, dia tak butuh warisan apapun dari keluarga ini, yang sama sekali tidak pernah menganggapnya sebagai manusia. Dia hanyalah boneka bagi kakek Ryuji, setiap langkahnya di atur oleh pria tua itu. Dia hanya menjadi mesin pencetak uang bagi keluarganya. Sementara Ryotama—ayah Gerald, selaku pimpinan utama usaha Ryuji, malah asyik sendiri dengan dunianya. Pria lima puluhan tahun itu asyik bermain wanita. Tinggal menunggu laporan dari anak-anak lelakinya yang masing-masing menjabat posisi penting di perusahaan. Ryotama tak perlu menghadapi tuntutan karyawan, tak ikut pusing kala saham turun, atau mencari terobosan agar setiap usahanya tetap terdepan. Ryotama hanya tahu beres dan namanya tetap bersih. Jika ada kesalahan, Ryotama tak segan marah, sekalipun mereka adalah anak-anak lelakinya.


Tatapan tak ramah Vera tak berhenti pada Gerald saja, tetapi pada Yuva yang langsung menundukkan kepala sebagai tanda hormat pada Vera, namun hanya senyum cemoohan yang keluar dari bibir Vera. Peduli apa dia dengan wanita murahan yang jelas-jelas hanya mengacaukan hidup putra pewaris seperti Gerald. Yuva pasti hanya akan menjadi parasit di hidup Gerald nantinya.


"Saya harap, anda tau batas puas dan berhenti, Nona. Gerald akan menjadi milik orang lain tak kurang seminggu lagi. Pastikan anda tau diri." Vera tak butuh tanggapan Yuva, wanita itu beranjak pergi.


Gerald berbalik, bibirnya siap melontarkan ucapan untuk membela Yuva. Namun, Gerald segera sadar, bahwa semakin ia membela Yuva, maka Vera akan melakukan segala cara untuk menjauhkan dan memisahkan Yuva darinya. Gerald tak bisa membiarkan itu terjadi. Yuva adalah wanita yang ia ukir dengan tangannya. Gadis pertama yang membuatnya merasa sebagai pria seutuhnya.


"Ikuti aku," perintah Gerald saat Vera sudah keluar dari pintu, menyisakan detak sepatu hak tinggi yang semakin menjauh. "Ini rumahku, bukan rumah dia. Kau tidak perlu memikirkan berlebihan ucapan wanita itu."


Bagaimana bisa Yuva tak memikirkan ucapan menyakitkan itu? Setiap katanya begitu menusuk. Tetapi Yuva pura-pura setuju apa yang Gerald ucapkan. Vera benar, Yuva harus puas setelah mencapai tujuannya yaitu jauh dari Lucas, bahkan ia mendapat bonus bebas dari keluarga yang tak berperasaan itu. Yuva harus tahu batas dan berhenti. Ya, itulah yang akan Yuva lakukan.


"Kau banyak berpikir!" Gerald dengan tak sabar menggendong Yuva layaknya pasangan pengantin.


"Ah, lepaskan!" Yuva melentingkan punggungnya, hingga Gerald harus mencengkeram tubuh Yuva kuat-kuat. "Biarkan aku jalan sendiri, Gerald!"


Bibir Gerald tersenyum, lalu perlahan diturunkan tubuh Yuva, tetapi sebagai ganti, Gerald menggandeng tangan Yuva. Dengan Yuva memanggil namanya saja, itu sudah lebih dari cukup membuat Gerald senang.


Keduanya berhenti di sebuah kamar, Gerald membukanya dengan sentuhan jemarinya saja. Bunyi lembut yang mengiringi gerakan pintu itu begitu membekas di hati Yuva. Jelas Yuva tahu seberapa kaya pria ini.


"Ini kamarku, dan kamar kita—"


"Kita akan menikah, Yuva—"


"Tapi kau bertunangan dengan orang lain, Gerald. Bagaimana bisa? Aku tidak mau merusak hubungan orang!" ucap Yuva.


"Tapi kau sudah merusak semuanya, kau lupa?"


"Ya, tapi—"


Yuva tercekat. Gerald tersenyum puas dalam hati.


"Kau harus bertanggung jawab dengan menikahiku besok, setidaknya aku tidak meminta kau melamarku dengan romantis." Gerald menskak telak Yuva, lalu ia membalik tubuh agar bisa menyembunyikan senyum kepuasan di bibirnya.


Apa-apaan dia? Yuva tak tahan untuk menahan langkah Gerald. "Jangan bercanda, Gerald! Masalah ini serius. Aku cukup sampai di sini saja, aku tidak menuntut apapun darimu. Cukup dengan keluarnya aku dari rumah itu, itu sudah lebih dari segalanya."


Gerald memutar tubuhnya kembali, lalu dengan tatapan tajam yang dimilikinya itu, Gerald menatap Yuva lurus-lurus. Seolah ia ingin menunjukkan betapa ia tak ingin dianggap main-main dengan permintaannya barusan.


"Bagaimana denganku? Jelas kau sudah muncul di sini, Ibuku mengetahui. Tak ada jaminan kalau dia mulai mencari-cari tahu siapa kamu—dan apa yang terjadi semalam. Kau jelas telah melibatkan aku dalam masalahmu. Aku mau kau bertanggung jawab atas semua kerugian yang kau akibatkan!"


Yuva menjatuhkan rahangnya. Wanita akan menikahi pria? Siapa yang gentle di sini?


*


*