
Raden bertambah panik, terlebih saat ini papa mamanya menatap ke arahnya dengan tajam dan menunggu jawaban darinya. Raden menunduk sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia melirik wajah Abila di sebelahnya, namun wanita itu hanya bisa menggeleng bingung.
"Raden, ayo kamu jelaskan semuanya ke papa dan mama kamu! Mereka butuh penjelasan dari kamu, saya rasa mereka juga berhak tahu," ucap Devano.
"I-i-iya om, beri saya waktu untuk menguatkan diri saya dulu!" pinta Raden.
Devano mengangguk, namun tidak dengan Billy. Sang ayah dari Raden itu justru menggertak dan meminta Raden untuk segera berbicara, menurutnya sudah tidak ada waktu lagi sebab ia sudah dilanda rasa penasaran yang amat sangat dan ingin tahu apa yang Raden lakukan pada Abila.
"Tidak ada waktu lagi, kamu katakan sekarang atau papa akan membenci kamu Raden!" sentak Billy.
"Benci? Kok papa bilang begitu sih sama anak papa sendiri? Emangnya papa bisa benci aku? Ayolah, ini bukan masalah besar kok pa. Aku akan jelaskan sekarang sesuai permintaan papa," ucap Raden.
"Ya bagus, kalo gitu cepat kamu cerita sekarang ke papa dan juga mama! Supaya gak ada lagi yang kamu tutup-tutupi dari kita," ucap Billy.
"Iya Raden, papa kamu benar!" sahut Joana.
Raden tersenyum sembari menghela nafasnya, ia menguatkan diri sebelum mulai berbicara dan menjelaskan semuanya pada kedua orangtuanya. Jujur saja ia belum siap melihat reaksi dari papa maupun mamanya, namun ia tak memiliki pilihan lain saat ini karena dirinya sudah benar-benar terdesak.
"Baiklah pa, ma. Aku disini mengakui kalau apa yang dibilang sama Tony tadi benar adanya, aku memang sudah meniduri Abila sewaktu di club malam itu. Tapi, Abila dalam keadaan tidak sadar karena mabuk," ucap Raden dengan tegas dan lantang.
Seketika Billy serta Joana syok mendengarnya, sedangkan Devano dan Nadya kembali merasakan sakit atas apa yang dilakukan Raden. Lalu, Billy bangkit dari posisinya dan langsung menampar Raden dengan keras. Raden tak menghindar, ia menerima tamparan itu sampai hampir terjatuh.
Plaaakk
"Memang laki-laki biadab kamu! Siapa yang mengajarkan kamu untuk berbuat seperti itu, ha? Dasar anak gak tahu diri!" bentak Billy.
"Mas, udah mas jangan kasar begitu sama Raden!" Joana selaku ibu dari Raden ikut berdiri dan menahan suaminya, biar bagaimanapun ia juga tidak tega jika Billy terus memukuli putranya.
"Kamu kenapa Joana? Kamu mau belain anak kurang ajar ini?" tanya Billy.
"Gak mas, aku cuma gak mau kamu mukulin Raden terus!" jawab Joana.
"Kenapa aku gak boleh pukul dia? Kamu dengar sendiri kan tadi dia bilang apa? Dia ngaku kalau dia udah tidurin Abila, apa kamu masih mau belain dia?" sentak Billy.
"Bisa aja kan mas, saat itu Raden dalam keadaan mabuk berat. Jadi, dia gak sadar kalau dia tidur sama Abila," ucap Joana.
"Tetap aja, apa yang dia lakukan itu salah! Harusnya dia gak mabuk-mabukan, supaya kejadian ini gak terjadi!" ucap Billy.
"Pa, ma, sebenarnya aku—"
"Aku gak masalah kok dengan apa yang dilakukan mas Raden malam itu," sela Abila sambil beranjak dari tempat duduknya.
Seketika semua orang disana kompak terkejut dengan perkataan Abila, begitupun dengan Raden sendiri yang sebetulnya tadi hendak mengakui kalau dia meniduri Abila dalam keadaan sadar. Namun, sepertinya Abila tak mau Raden kembali mengulangi kesalahannya saat berbicara dengan orangtuanya.
"Abila, kenapa kamu bicara seperti itu? Raden sudah melecehkan kamu loh," heran Devano.
"Iya pa, karena aku cinta sama mas Raden. Toh dia juga mau tanggung jawab kan?" ucap Abila.
Raden tersenyum mendengarnya, tak lama sebuah teriakan anak kecil mengagetkan mereka semua, terutama Raden yang langsung menoleh ke asal suara tersebut.
•
•
Disisi lain, Tony memasuki sebuah tempat diskotik dan duduk di meja yang kosong sambil memesan minuman. Ia mengusap wajahnya kasar dan terus meminum alkohol yang ia pesan, seperti biasa Tony memang selalu seperti ini disaat ia sedang merasa galau atau sakit hati.
Tiba-tiba saja, seorang perempuan seksi mendekat dan duduk di sebelahnya. Terlihat perempuan itu menatap wajah Tony dengan penuh godaan sembari membelai lembut bagian tubuh pria itu, Tony yang disentuh seperti itu sontak menoleh dan menatap tajam ke arah si wanita.
"Kia? Lu bisa gak jangan ganggu gue dulu malam ini? Gue lagi butuh waktu buat sendiri," ujar Tony.
"Ton, biasanya juga kalau lu lagi galau kita main berdua kan? Ayolah lu gausah malu-malu gitu sama gue mah! Kayak baru pertama kali aja, kan lu udah sering sewa gue," goda wanita bernama Zaskia itu.
"Ya ya ya, tapi gue lagi gak mood buat begituan. Gue cuma butuh tempat buat tenangin diri," ucap Tony sambil menutupi wajahnya.
"Emang lu ada masalah apa sih Ton?" tanya Zaskia.
"Pacar gue mau nikah sama cowok lain, gimana gue gak sakit hati coba? Padahal gue cinta banget sama dia," jawab Tony.
"Hah? Kok bisa sih? Parah amat cewek lu Ton!" kaget Zaskia.
"Itu dia Kia, apalagi yang mau dinikahin sama pacar gue tuh cowok yang udah tidurin dia di club. Heran banget kan? Masa cewek gue lebih pilih tuh cowok daripada gue?" kekeh Tony.
Zaskia makin merapatkan tubuhnya ke arah Tony dan merangkul pria itu, terus menggodanya dan memanas-manasi Tony agar ia bisa bermain di ranjang bersamanya. Namun, itu tidak membuat Tony tergoda sebab saat ini dia sedang dalam masalah besar.
"Lu bisa gak gausah dekat-dekat sama gue?! Tempat duduknya kan masih jauh tuh," protes Tony.
"Gue maunya dekat sama lu Tony, gue bakal bikin lu puas loh malam ini," ucap Zaskia.
"Emang lu bisa? Gue lagi gak mood buat begituan, nanti yang ada malah sia-sia," ucap Tony menolak.
"Pasti bisa dong sayang, kita ke kamar aja yuk! Kali ini biar gue yang main dan bikin lu puas, mau ya?" ucap Zaskia terus menggoda lelaki itu.
"Oke deh, gue gak nolak lagi. Tapi, kali ini gratis ya?" pinta Tony.
"Hm, enak aja lu gratis! Gue yang ogah kalo gitu mah, mending gue cari pelanggan lain!" tolak Zaskia.
Disaat Zaskia hendak pergi, tiba-tiba Tony menahan tangannya dan mencegah wanita itu pergi. Tampaknya Tony berubah pikiran dan sudah mulai bergairah akibat godaan Zaskia.
"Eh eh eh, udah lu jangan pergi! Gue tiba-tiba kepengen nih, kayaknya kebanyakan minum," ucap Tony sambil mencengkram tangan gadis itu.
"Nah gitu dong, bayar ya?" ujar Zaskia.
"Pasti sayang." Tony langsung menarik Zaskia dan melahap bibirnya, mendekap wanita itu dengan erat sambil menyusupkan lidahnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...