
Rosa tengah bersiap-siap, hari ini Reyhan akan mengajaknya makan siang di salah satu restoran sekaligus mengajaknya untuk berbelanja kebutuhan Rosa.
Untuk pertama kalinya, Rosa sangat senang bisa mendapatkan perlakuan seperti ini dari seseorang.
Di saat Rosa tengah bersiap, Reyhan langsung memeluk pinggang wanita itu dan mencium lembut leher wanitanya.
"Kau sangat wangi." Bisik Reyhan yang sangat menyukai wangi tubuh Rosa.
"Paman, jangan seperti ini nanti ada orang yang lihat."
"Kenapa kau masih memanggil ku dengan sebuah Paman? Kau bisa memanggilku Mas."
Rosa tersipu malu, entah kenapa muncul perasaan aneh di benak Rosa. Dia sangat senang jika berada di sisi Reyhan, "Tapi bagaimana jika ada orang yang tahu? Lagi pula aku masih berstatus istri orang lain."
Reyhan hanya tersenyum dan mencium keningnya wanitanya dengan lembut. "Kau adalah wanita ku, dan hanya milik ku."
Setelah selesai bersiap, Rosa langsung naik ke dalam mobil bersama dengan Reyhan. Mereka berdua duduk di kursi belakang, di dalam mobil Reyhan terus menggoda Rosa bahkan tanpa rasa malu Reyhan memeluk pinggang wanita itu.
"Mas.." Gumam Rosa dengan senyuman senang di wajahnya.
"Kau sangat cantik hari ini, sebagai hadiahnya. Kau ingin membeli apapun akan ku belikan." Bisik Reyhan.
"Sungguh?"
"Tentu saja,"
Rosa sangat senang sampai memeluk Reyhan layaknya sepasang kekasih, perlahan Reyhan mencium bibir Rosa. Wanita itu pun tersipu malu dan hanya bisa menyembunyikan wajahnya di leher Reyhan.
"Bagaimana setelah berbelanja kita langsung ke hotel?"
"Hotel? Untuk apa?"
"Tentu saja untuk menghukum mu." Bisik Reyhan.
"Ah.. Mas.."
Tapi di saat mereka sedang bermain, tiba-tiba mobil pun berhenti. Supir pun hanya bisa menelan ludah dan berkeringat dingin saat melihat majikannya sedang bermesraan di dalam mobil.
"Maaf Tuan, kita sudah sampai." Supir pun tidak berani menoleh sama sekali karena dia takut jika majikannya akan marah besar.
"Cepat sekali sampainya, aku masih belum puas menggoda mu. Sayang.."
"Mas, jangan nakal. Nanti ada orang yang lihat."
"Baiklah sayang."
Tapi sebelum keluar dari mobil, Reyhan mencium bibir Rosa dengan lembut. Kini mereka berdua berjalan-jalan di mall, tidak sedikit barang yang di beli oleh Rosa dan Reyhan pun tidak mempermasalahkan hal itu.
Tanpa di sengaja mereka berpapasan dengan Galih dan juga Melinda, Galih langsung melihat ke arah Rosa yang kini tampil cantik layaknya wanita kota.
"Rosa, kamu sedang apa di sini?"
Rosa seketika langsung terkejut saat melihat Galih, "Aku dan Rosa sedang berbelanja." Tiba-tiba Reyhan langsung menjawab pertanyaan dari Galih.
"Berbelanja?"
"Iya, aku lihat pakaian Rosa sudah jelek jadi aku mengajaknya untuk membeli beberapa pakaian baru."
"Oh begitu,"
"Aku dan Rosa akan pergi makan siang, jadi kami duluan yah."
Tapi Galih langsung menghentikan hal itu, "Bagaimana jika kita makan bersama, lagi pula Rosa istri ku."
Tiba-tiba Galih langsung menarik tangan Rosa agar mendekat ke arahnya, wanita itu hanya tersenyum hambar.
Melinda pun langsung marah saat itu juga tapi Galih langsung menenangkan Melinda agar tidak mencari masalah.
Wanita itu sedikit terkejut lalu matanya melihat ke arah Reyhan yang tengah memasang wajah dingin dan tatapan tajam.
Kini makanan yang mereka pesan pun datang, Galih dengan lembut memberikan makanan milik Rosa.
"Coba makan punya ku, rasanya sangat enak." Galih menyuapi Rosa dengan lembut, Reyhan yang melihat hal itu sangat marah dan kesal.
Begitu juga dengan Melinda, dia sangat kesal saat melihat Galih memperhatikan Rosa.
Brak...
Melinda langsung menggebrak meja makan, matanya menatap marah ke arah Galih.
"Apa yang kau lakukan?" Galih langsung memaki kekasihnya.
"Harusnya aku yang tanya seperti itu, kau malah mengabaikan ku dan memperhatikan wanita itu."
"Melinda, Rosa ini istri ku jadi wajar jika aku memperhatikannya. Lagi pula aku pria yang adil, dan aku selalu memperhatikan mu jadi kali ini biarkan aku memperhatikan Rosa." Galih berusaha untuk memberikan pengertian kepada Melinda.
Melinda yang kesal hanya bisa menahan amarah di hatinya, lalu dia kembali duduk. Tak sekali dua kali, Galih mulai membelai wajah cantik Rosa dan sesekali bersandar di pundak wanita itu.
Tapi kini perasaan Rosa tidak lagi seperti dulu, perhatiannya malah tertuju pada sosok Reyhan yang tengah makan dengan tenang.
"Mas jangan lakukan itu, malu sama orang-orang." Pinta Rosa yang merasa kurang nyaman.
"Kenapa harus malu, kau ini istri ku."
Rosa hanya tersenyum tipis, entah kenapa saat mendengar perkataan Galih. Rosa sangat muak dan jijik karena selama bertahun-tahun pria itu bahkan tidak pernah meliriknya sama sekali.
Setelah selesai makan, Galih langsung mengajak Rosa untuk pulang naik mobil bersamanya. Sementara Melinda pulang sendirian dengan menggunakan taksi.
Kini Rosa dan Galih berada di rumah Reyhan, Galih langsung mengajak Rosa untuk masuk ke dalam kamar. Tapi tatapan Rosa kembali tertuju pada sosok Reyhan yang mulai berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Memangnya mau apa, mas?"
"Kita sudah lama tidak melakukan hal itu, bagaimana jika kita memulai dari awal lagi." Pinta Galih.
Rosa langsung terdiam saat mendengar perkataan dari Galih, pria itu dengan senyuman lembut langsung menarik tangan Rosa untuk masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar, Galih menatap istrinya dengan tatapan yang sudah sangat nafsu, kini Rosa hanya bisa duduk diam. Tapi di saat Galih ingin mencium bibirnya, Rosa langsung menghentikan hal itu.
"Aku lagi datang bulan, Mas." Rosa langsung mencari alasan karena dia tidak ingin melakukan hubungan intim dengan Galih.
"Datang bulan? Ya sudah jika kau sedang datang bulan, aku pergi dulu." Galih hanya bisa menghela nafas kesal.
"Mas mau kemana?" Rosa langsung menarik tangan suaminya.
"Aku akan pulang ke rumah Melinda, kasihan dia tidak ada orang yang menemaninya."
"Oh.. Tapi Mas, boleh aku minta uang untuk membeli beberapa kebutuhan ku?"
"Kebutuhan apa lagi sih?"
"Iya aku ingin membeli make up karena jika aku cantik, pasti kau juga akan senang."
"Apa yang kau katakan? Lagi pula Paman ku sudah memberikan banyak pakaian lalu kenapa kau harus memberi mu uang?"
"Tapi kau suami ku, bukankah kewajiban mu untuk menafkahi ku?"
Plak...
Seketika Galih langsung menampar Rosa dengan keras, "Kau semakin hari semakin menjengkelkan, jangan karena sekarang kau tinggal di rumah Paman ku dan dia memperlakukan mu dengan baik jadi kau malah melawan kepada ku. Ingat aku ini suami mu."
"Iya aku tahu.."