Oh My Uncle

Oh My Uncle
OMU ~ Bab 12



Rosa dan Reyhan baru pulang dari perusahaan, tapi tatapan mereka langsung tertuju pada sosok pria yang merupakan ayah mertua Rosa.


"Ayah?" Rosa sedikit terkejut saat melihat ayah mertuanya.


Tapi Faldi, ayah mertua Rosa langsung melihat ke arah tangan Rosa yang tengah menggenggam tangan Reyhan, Rosa pun dengan buru-buru melepaskan pegangan tangannya pada Reyhan.


"Kak, kenapa kau datang tidak bilang-bilang pada ku." Reyhan langsung mengalihkan perhatian Faldi.


"Iya tadi aku menelpon Galih tapi nomornya tidak aktif, jadi aku datang ke tempat mu saja. Rupanya sekarang kau sudah jadi pengusaha sukses, pantas saja sudah tidak mau pulang ke kampung."


"Bukan seperti itu, aku banyak pekerjaan jadi belum sempat pulang ke kampung."


"Begitu, lalu kalian berdua darimana. Kenapa Rosa bisa bersama mu, lalu Galih kemana dia?"


Rosa pun terdiam dan bingung harus mengatakan apa.


"Aku baru mengantarkan Rosa dari supermarket, dan membelikan beberapa pakaian untungnya karena dia tidak memikirkan pakaian sama sekali."


"Terimakasih, kau baik sekali. Lalu Galih kemana dia?"


"Aku tidak tahu, lagi pula selama ini Rosa tinggal sendirian di tempat ku dan mungkin putra mu sedang di luar bersama dengan wanita lain."


Reyhan langsung mengatakan hal itu tanpa basa-basi, Faldi yang mendengar perkataan Reyhan pun hanya diam dan enggan untuk menanggapi.


"Kenapa kau diam, kakak?" Reyhan langsung menatap Kakak nya dengan tatapan dingin.


"Sebaiknya kau jangan terlalu ikut campur dengan urusan rumah tangga anak ku." Faldi langsung memperingati adiknya.


"Oke, aku tidak akan ikut campur. Rosa sebaiknya kau istirahat saja dan telpon suami mu jika ayahnya ada di sini."


"Baik, Paman."


Rosa langsung bergegas masuk ke dalam kamar, jantung nya terus berdetak dengan kencang. Ia takut jika hubungan nya dengan Reyhan akan terbongkar.


Kini Galih pun sudah berada di rumah Pamannya, dia langsung menyambut kedatangan ayah kandungnya. "Bagaimana hubungan mu dengan Rosa? Apa baik-baik saja?"


"Tentu, hubungan kami berdua baik-baik saja dan malah semakin harmonis." Galih langsung merangkul istri nya dengan lembut.


"Baguslah, lalu kapan kalian akan segera punya anak? Kalian sudah menikah sangat lama."


"Ayah sabar dulu, aku pasti akan memberikan cucu untukmu."


Rosa pun hanya tersenyum saat mendengar perkataan dari suaminya, tapi berbeda dengan Reyhan. Pria itu nampak duduk seraya menghisap rokok miliknya.


"Reyhan, apa kau bisa tidak merokok! Kita sedang berkumpul."


"Ini rumah ku, jadi aku bebas untuk merokok dimana pun." Reyhan nampak dingin saat menanggapi ucapan dari Kakaknya sendiri.


"Lalu Galih, apa kau masih berhubungan dengan wanita itu?" Faldi langsung menanyakan hubungan antara Galih dengan Melinda.


"Tentu saja tidak, mana mungkin aku masih berhubungan lagi dengan wanita itu." Galih langsung mengelak hubungan antara dirinya dan Melinda.


"Baguslah."


Lalu Galih langsung mengajak Rosa untuk masuk ke dalam kamar, dia langsung mengancam Rosa agar tidak membocorkan hubungan nya dengan Melinda.


"Ingat jika kau mengatakan hubungan ku dengan Melinda, aku akan membuatmu menderita." Ancam Galih dengan tatapan tajam.


"Membuat ku menderita, bukankah selama ini kau selalu membuat ku menderita?" Rosa langsung melawan perkataan Galih.


"Beraninya kau melawan perkataannya ku."


"Kenapa? Memangnya tidak boleh, apa kau ingin menampar ku seperti dulu?" Rosa langsung melihat ke arah Galih dengan tatapan menantang meski di dalam hatinya dia sangat gemetar.


Ini semua di lakukan sesuai dengan saran Reyhan, agar Rosa bisa berpisah dengan Galih.


Setelah itu Galih langsung pergi meninggalkan Rosa begitu saja, wanita itu hanya memegangi dadanya karena takut.


Kini Faldi dan Reyhan tengah duduk di sofa, "Terimakasih kau telah mau menampung Galih dan istrinya di tempat mu."


"Santai saja, lagi pula aku sudah sangat menyayangi Galih sejak dulu."


"Syukurlah, kau pasti tahu tentang hubungan Galih dengan wanita lain."


"Emm.."


"Aku sudah berusaha keras untuk memisahkan mereka, tapi Galih tetap bersama wanita itu."


"Biarkan saja mereka bersama, apa susahnya."


"Aku tidak mau melihat anak ku suatu saat menderita karena wanita itu, dia wanita yang licik."


"Lalu kau ingin membiarkan anak orang lain menderita hanya demi putra mu?" Reyhan langsung mengatakan hal itu dan membuat Faldi terdiam.


"Harusnya kau jangan egois, Rosa memang mencintai Galih tapi dengan sikap anakmu yang terus seperti itu. Apa kau tidak merasa kasihan kepada Rosa?" Sambung Reyhan.


"Kenapa kau malah mencampuri urusan rumah tangga anak ku?"


"Aku tidak mencampuri, tapi aku hanya pria yang memiliki hati dan merasa kasihan dengan nasib wanita yang bahkan tidak di hargai oleh suaminya. Aku yang orang asing pun merasa kasihan tapi kau yang sudah lama mengenal Rosa, apa kau tidak merasa kasihan?" Reyhan sekali lagi membuat Faldi kembali bungkam.


"Apa yang kau tahu tentang kehidupan mereka, bahkan Rosa pun tidak pernah mengatakan jika dia sakit hati ataupun menderita dengan kehidupan rumah tangga nya."


"Bahkan orang tuli pun sadar dengan apa yang terjadi hanya dengan melihatnya saja." Ejek Reyhan.


Mendengar hal itu Faldi langsung bergegas pergi meninggalkan Reyhan dan berjalan ke kamar tamu yang sudah di siapkan oleh Reyhan untuknya.


Di saat Reyhan tengah berjalan santai, dia melihat Galih. Dari raut wajahnya, Galih sepertinya sedang ada masalah dengan Rosa.


"Galih.." Panggil Reyhan.


"Paman, ada apa?"


"Tidak, tapi kau kenapa? Sepertinya kau sedang memiliki masalah."


"Tidak ada, Paman. Hanya masalah kecil."


Reyhan pun tersenyum saat mendengar hal itu, "Ayo duduk dulu, coba kau ceritakan apa yang sebenarnya sedang kau alami? Mungkin aku bisa memberikan solusi terbaik untuk mu."


"Biasalah Paman, masalah hubungan ku dengan Rosa. Semakin hari dia semakin menjengkelkan dan sering melawan ucapan ku."


"Lalu bagaimana sekarang, apa dia masih tidak menuruti perkataan mu?"


"Iya, Paman."


"Jika aku menjadi dirimu, aku sudah meninggalkan wanita seperti itu. Wanita yang bahkan tidak bisa menghargai suaminya, apa masih layak dijadikan seorang istri?!"


"Jika bisa aku juga ingin melakukannya, tapi kau tahu kan. Ayah sangat menyukai Rosa dan aku tidak bisa bercerai dengannya, meski.."


"Meski apa?"


"Meski sekarang Rosa sangat cantik, dan aku jadi harus berpikir dua kali untuk menceraikannya."


"Wanita itu jangan di lihat dari cantiknya saja, tapi juga hatinya. Buat apa memiliki wanita yang cantik tapi tidak bisa menghargai kita sebagai seorang suami? Lagi pula kau pria yang tampan, memilih pekerjaan dan juga uang. Kau tidak akan kekurangan wanita cantik dan di luar sana pasti banyak wanita yang menginginkanmu."


"Yang kau katakan memang benar, Paman. Lalu aku harus bagaimana mengatakan kepada ayah?"


Reyhan pun langsung tersenyum di dalam hati saat mendengar perkataan dari Galih.