Oh My Uncle

Oh My Uncle
OMU ~ Bab 30



"Apa maksudmu?"


Reyhan langsung kesal saat mendengar perkataan dari Dokter Andri, "Maksud ku, sekarang kau sudah bukan siapa-siapa nya Rosa lagi."


Andri langsung menghalangi Reyhan agar tidak mendekati Rosa, tapi nampak Reyhan hanya diam dan enggan untuk menanggapi semua perkataan dari Andri.


"Rosa, ayo kita pulang." Ajak Reyhan kepada wanita itu.


Tapi Rosa hanya diam, pikirannya kini tengah kacau. Meski Reyhan adalah sosok orang penting di masa lalunya, tapi Rosa sama sekali tidak bisa mengingat hal itu.


Hingga Tomi pun datang dan langsung melihat ke arah Rosa.


"Rosa.." Panggil Tomi yang terkejut saat melihat wanita yang mirip dengan Rosa.


Reyhan pun langsung menoleh ke arah Tomi, pria itu hanya diam mematung dan tidak. "Ada apa kau datang ke sini?"


Pertanyaan Reyhan langsung menyadarkan Tomi, "Aku ke sini datang untuk mencari mu, kau pergi sangat jauh. Dan aku sangat khawatir, tapi kau rupanya ada di sini. Lalu siapa mereka? Dan ini apakah dia Rosa?"


"Kau mengenalku?" Rosa tiba-tiba bertanya kepada Tomi.


"Tentu saja, aku teman Reyhan. Dan kau wanita nya, mana mungkin aku tidak mengenalmu. Apa kau lupa? Aku dulu memergoki kalian sedang bercinta di kantor."


Rosa langsung terkejut saat mendengar hal itu, Reyhan pun langsung menyuruh Tomi untuk berhenti bicara.


"Ayo, sayang. Kita pulang.."


Lalu Reyhan pun langsung teringat jika Rosa saat kecelakaan sedang hamil, "Sayang, bukankah dulu kau sedang hamil?"


Rosa pun terdiam saat mendengar pertanyaan dari Reyhan, Nek Sari pun langsung mengatakan yang sebenarnya. Mendengar hal itu raut wajah sedih dan kecewa terukir jelas di wajah Reyhan, tapi pria itu tetap tersenyum bahagia setidaknya Rosa masih bisa selamat itu sudah lebih cukup baginya.


Reyhan kembali mengajak Rosa untuk pulang ke rumah, tapi Rosa seperti bingung menjawab ajakan Reyhan. Masih ada ras keraguan di hatinya, melihat hal itu Reyhan berusaha untuk mengerti.


"Bagaimana, jika Nek Sari ikut bersama kami ke kota." Ajak Reyhan.


Tapi Nek Sari dengan tegas menolak karena dia ingin hidup selamanya di rumah yang penuh kenangan bersama dengan mendiang suaminya.


Lalu Nek Sari meminta Reyhan untuk kembali lagi 1 Minggu kemudian, karena pastinya Rosa harus memikirkan semuanya karena mungkin kenyataan ini masih cukup berat untuk Rosa.


Mendengar hal itu Reyhan pun setuju, lalu dia langsung kembali pergi meninggalkan Rosa. Meski berat tapi Reyhan tetap berusaha melakukan hal itu, Tomi pun langsung menghibur sahabatnya agar dia tidak bersedih lagi.


Dokter Andri pun datang dan langsung membuyarkan lamunan Rosa tentang Reyhan.


"Kau jangan percaya dengan pria itu! Dia bisa saja orang jahat yang hanya ingin menipu mu." Andri langsung memberikan peringatan kepada Rosa agar tidak sepenuhnya percaya kepada Reyhan.


"Tapi semua foto yang pria itu berikan, semuanya terlihat sangat asli."


"Rosa, di luar sana. Teknologi semakin maju dan untuk mengedit foto bukan hal yang sulit. Kau jangan terlalu percaya dengan pria itu, aku yakin dia orang jahat."


"Mas Andri, kenapa denganmu? Kau tahu aku ini kehilangan ingatan ku, jika aku tidak percaya dengan pria itu lalu siapa yang harus ku percaya? Aku juga ingin tahu bagaimana masa lalu ku. Dan apa yang sebenarnya terjadi kepada ku, sampai aku bisa kehilangan ingatan dan mengalami kecelakaan."


"Aku mengatakan ini semua demi kebaikan mu, kau jangan memikirkan masa lalu mu lagu. Biarkan semuanya menjadi masa lalu, kau tidak perlu kembali bersama dengan orang-orang di kehidupan mu sebelumnya karena sekarang kau sudah punya Nek sari dan juga aku yang sangat menyayangi mu." Bujuk Dokter Andri.


Rosa langsung menatap kesal ke arah Dokter Andri, lalu wanita itu langsung mengusir dokter Andri untuk keluar dari rumahnya.


Nek Sari yang melihat hal itu hanya bisa diam, dia tidak bisa melakukan apapun untuk saat ini.


*


Reyhan tengah duduk dengan senyuman di wajahnya, dia sudah sangat merindukan Rosa. Meski mungkin sekarang semuanya tidak akan lagi sama seperti dulu karena Rosa sudah tidak mengingatnya lagi.


Sheila yang baru datang langsung menghampiri Reyhan dengan senyuman manis di wajahnya, tapi Sheila sedikit heran saat melihat ekspresi Reyhan yang seperti sedang senang.


"Reyhan, ada apa denganmu? Kau seperti sedang senang?"


Mendengar pertanyaan dari Sheila, Reyhan langsung mengatakan jika wanita yang selalu dia cari selama ini sekarang sudah di temukan. Sheila langsung terdiam membeku, tidak ada raut wajah senang sama sekali.


"Tapi, apa kau yakin jika dia adalah Rosa? Bisa saja itu hanya wanita lain yang berpura-pura sebagai Rosa untuk menipu mu."


Reyhan langsung mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan dari Sheila, "Apa maksud mengatakan itu?"


"Begini, maksud ku. Kau jangan terlalu percaya dengan wanita itu, karena bisa saja dia bukan Rosa."


"Tentu saja dia, Rosa. Dan lagi kau tidak memiliki hak untuk mengatur kehidupan ku."


Reyhan langsung beranjak dari tempat duduknya dan segera pergi meninggalkan Sheila sendirian.